penyakit mata turunan

Ortu Wajib Tau! 8 Penyakit Mata Turunan Berisiko pada Anak

Faktor genetik memiliki peran signifikan dalam kemunculan beberapa penyakit. Termasuk penyakit/gangguan mata. Setidaknya, terdapat 8 penyakit mata turunan yang berisiko diwariskan kepada anak. Apa saja jenis penyakitnya? Dan bagaimana harus mencegahnya?

Sekilas Penyakit Mata

Secara umum, penyakit mata merujuk pada kondisi yang mempengaruhi fungsi normal mata. Gangguan ini dapat mempengaruhi berbagai bagian mata, termasuk Kornea, Lensa, Retina, Saraf Optik, dan struktur lainnya.

Beberapa gangguan mata umum meliputi antara lain Kelainan Refraksi, Katarak, Glaukoma, Degenerasi Makula, Retinopati Diabetik, dan Pelepasan Retina.

Penyakit mata dapat menyebabkan gejala seperti penglihatan kabur, nyeri mata, kemerahan, sensitivitas terhadap cahaya, dan hilangnya penglihatan. Pengobatan untuk penyakit  mata dapat meliputi pemberian obat-obatan, lensa korektif, operasi, atau tindakan medis lainnya.

Baca juga:

Kenapa Katarak pada Bayi Bisa Terjadi

Lima Hal Penting bagi Pasien dalam Memilih Poli Mata

Faktor Genetik Sebabkan Penyakit Mata Turunan

Sejumlah penyakit mata ternyata terkait dengan faktor genetik. Artinya, penyakit-penyakit itu merupakan penyakit mata turunan. Beberapa kondisi gangguan mata dapat secara langsung disebabkan oleh adanya mutasi genetik atau sifat yang diwariskan, sementara yang lainnya mungkin memiliki kecenderungan genetik yang meningkatkan kemungkinan berkembangnya gangguan mata tertentu.

Meski demikian, penting untuk dicatat bahwa genetik hanyalah merupakan salah satu faktor. Dengan kata lain, faktor-faktor lainnya seperti faktor lingkungan, pilihan gaya hidup, juga turut berperan dalam perkembangan sejumlah penyakit mata.

Gambar Penyakit Mata
Penyakit mata dapat bersifat turunan.

Faktor genetik sendiri dapat berkontribusi pada risiko munculnya sejumlah penyakit  mata melalui beberapa mekanisme sebagai berikut.

Pertama, mutasi genetik. Mutasi dalam gen tertentu dapat menyebabkan atau meningkatkan risiko untuk gangguan mata tertentu. Misalnya, mutasi dalam gen yang mengontrol produksi protein pada Retina dapat menyebabkan gangguan mata seperti Retinitis Pigmentosa.

Kedua, predisposisi genetik. Beberapa individu mungkin memiliki kecenderungan genetik yang meningkatkan risiko mereka untuk mengembangkan gangguan mata tertentu. Meskipun tidak menyebabkan gangguan mata secara langsung, faktor genetik seperti ini dapat meningkatkan kemungkinan terkena kondisi tersebut. Contohnya, seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan Glaukoma mungkin memiliki kecenderungan genetik yang membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit tersebut.

Ketiga, interaksi gen-lingkungan. Faktor genetik dan lingkungan dapat berinteraksi dalam menyebabkan atau mempengaruhi perkembangan penyakit mata turunan. Misalnya, seseorang dengan kecenderungan genetik terkait Glaukoma mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan kondisi tersebut jika mereka juga terpapar faktor lingkungan tertentu, seperti tekanan intraokular yang tinggi.

Keempat, warisan genetik. Beberapa gangguan mata dapat diwariskan dari generasi ke generasi. Misalnya, ada kondisi mata tertentu yang lebih umum terjadi dalam keluarga tertentu karena faktor genetik yang diturunkan.

Melalui kombinasi faktor-faktor tersebut, genetik dapat memainkan peran penting dalam menentukan risiko seseorang untuk mengembangkan penyakit mata turunan.

Baca juga:

Operasi Katarak

LASIK

8 Macam Penyakit Mata Turunan

Menurut dr. George Sitanaya, Sp.M, dokter mata dari RS Mata KMU, terdapat sedikitnya 8 macam penyakit mata turunan. Kedelapan penyakit mata turunan itu sebagai berikut.

1) Mata Minus

Gangguan mata ini termasuk ke dalam kategori Kelainan Refraksi, di mana objek yang jauh terlihat buram sementara objek yang dekat dapat terlihat dengan jelas. Dapat terjadi ketika bola mata terlalu panjang atau Kornea terlalu melengkung. Hal ini menyebabkan sinar cahaya tidak difokuskan secara benar, sehingga menghasilkan penglihatan kabur  saat melihat objek yang jauh. Mata minus dapat dikoreksi dengan penggunaan kacamata, lensa kontak, atau operasi refraktif.

Baca juga:

Waspada Katarak Adalah Penyebab Kebutaan Nomor 1 di Indonesia

Operasi Katarak Gratis

2) Mata Plus

Ini adalah kondisi gangguan mata dimana seseorang kesulitan untuk melihat objek yang berada di dekatnya dengan jelas, namun dapat melihat objek yang jauh dengan lebih baik. Hal ini terjadi karena fokus cahaya yang masuk ke mata jatuh di belakang Retina daripada di atasnya. Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh bentuk mata yang terlalu pendek atau lensa mata yang terlalu lemah. Seperti juga Mata Minus, Mata Plus dapat diatasi dengan kacamata, lensa kontak, atau dalam beberapa kasus, dengan operasi refraktif.

3) Mata Silinder

Terjadi ketika Kornea atau Lensa memiliki bentuk yang tidak teratur, sehingga menyebabkan cahaya terfokus tidak merata pada Retina. Akibatnya, penglihatan kabur atau menyebabkan distorsi objek pada semua jarak penglihatan.  Mereka yang mengalami Mata Silinder dapat dibantu dengan menggunakan kacamata, lensa kontak, atau operasi refraktif. Untuk kacamata atau lensa kontak Mata Silinder, diperlukan pengukuran tambahan yang disebut “kekuatan silinder,” yang menunjukkan jumlah koreksi Mata Silinder yang diperlukan.

kacamata bikin minus bertambah
Mata minus dapat bersifat turunan.

Baca juga:

Hati-hati Retino Diabetik Bisa Muncul tanpa Gejala

5 Manfaat Zinc untuk Mata

4) Katarak

Lensa alami mata, yang biasanya transparan, menjadi keruh atau kabur. Itulah yang terjadi pada penderita Katarak. Penglihatan pun menjadi kabur atau buram. Gejala Katarak meliputi penglihatan kabur, peningkatan sensitivitas terhadap cahaya, penglihatan ganda dalam satu mata, perubahan persepsi warna, serta sulit melihat di malam hari atau dalam kondisi pencahayaan redup. Katarak umumnya terjadi karena penuaan alami. Tapi, bisa juga disebabkan oleh faktor risiko lain seperti Diabetes, paparan sinar matahari berlebih, atau penggunaan obat-obatan tertentu. Tindakan untuk mengatasi Katarak yaitu dengan operasi. Prosedur ini umumnya aman dan efektif, dan dapat memulihkan penglihatan pada banyak pasien yang menderita Katarak.

5) Glaukoma

Glaukoma adalah kelompok penyakit mata yang bersifat progresif dan merusak Saraf Optik. Salah satu faktor utama yang menyebabkan Glaukoma adalah peningkatan tekanan dalam mata yang disebut tekanan intraokular (TIO).  Tanda dan gejala Glaukoma sering tidak terlihat pada tahap awal, dan penglihatan yang hilang biasanya tidak dapat pulih. Namun, dengan pengobatan yang tepat, kerusakan mata akibat Glaukoma bisa diperlambat atau dihentikan. Pengobatan untuk Glaukoma dapat meliputi obat-obatan, tetes mata, prosedur laser, atau pembedahan.

6) Rabun Senja

Dalam bahasa awam, Rabun Senja sering pula disebut Rabun Ayam. Ini untuk merujuk pada kondisi penglihatan di mana seseorang mengalami kesulitan melihat dalam suasana pencahayaan redup atau gelap, seperti saat malam hari atau dalam ruangan yang kurang terang.  Biasanya, mata manusia memiliki sel-sel khusus di Retina yang disebut batang, yang bertanggung jawab untuk penglihatan dalam kondisi pencahayaan rendah. Ketika seseorang mengalami Rabun Senja, batang-batang Retina ini mungkin tidak berfungsi dengan baik. Rabun Senja bisa menjadi gejala dari berbagai kondisi medis, seperti kekurangan vitamin A atau Retinitis Pigmentosa. Pengobatan tergantung pada penyebabnya. Misalnya, jika kekurangan vitamin A penyebabnya, suplemen vitamin A mungkin diresepkan. Jika kondisi medis yang mendasarinya, seperti Retinitis Pigmentosa, pengobatan akan difokuskan pada pengelolaan gejalanya.

Baca juga:

Cuci Tangan Bisa Buat Mata Sehat, Begini Faktanya

Penyebab dan Cara Menghilangkan Mata Sembab

7) Buta Warna

Buta Warna adalah kondisi penglihatan di mana seseorang memiliki kesulitan dalam membedakan antara beberapa warna atau tidak dapat melihat beberapa warna sama sekali. Ini disebabkan oleh ketidaknormalan atau kekurangan dalam salah satu dari tiga jenis sel kerucut di Retina mata yang bertanggung jawab untuk memproses warna: merah, hijau, dan biru. Buta Warna biasanya bersifat genetik dan lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Namun, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh cedera mata, penyakit mata, atau efek samping obat-obatan tertentu.

8) Mata Juling

Mata juling bisa mempengaruhi satu atau kedua mata. Ini merupakan suatu kondisi gangguan mata yang terkait dengan otot penggerak bola mata. Mata Juling dapat menyebabkan berbagai masalah penglihatan, termasuk penglihatan ganda, Ambliopia (Mata Malas), dan kesulitan dalam persepsi kedalaman  penglihatan. Pengobatan untuk Mata Juling tergantung pada penyebab yang mendasarinya dan keparahan kondisinya. Opsi terapi bisa termasuk kacamata korektif, terapi penglihatan, plester mata, atau operasi untuk menyelaraskan kembali mata.

Baca juga:

4 Cara Ini Dapat Cegah Rabun Senja

Pengaruh Makanan Berlemak pada Mata

Menurut  dr. George Sitanaya, Sp.M,  jika kalian atau keluarga kalian memiliki riwayat penyakit-penyakit tersebut di atas, maka jangan lupa cepat memeriksakan diri ke dokter mata terdekat agar dapat dilakukan penatalaksanaan secara dini.

Melakukan Pemeriksaan Mata_Mencegah Katarak
Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan mata guna mengetahui kondisi mata kita

Periksakan Mata Secara Rutin

Pemeriksaan mata secara teratur dapat memainkan peran penting dalam mengelola dan mengurangi dampak gangguan mata yang berkaitan dengan faktor genetik alias penyakit mata turunan.

Pasalnya, pemeriksaan mata secara teratur dapat membantu mendeteksi penyakit mata turunan, jauh sebelum gejala yang mencolok muncul. Dengan demikian, memungkinkan intervensi tepat waktu, yang dapat membantu melambatkan perkembangan penyakit dan menjaga penglihatan tidak memburuk.

Bagi individu yang memiliki riwayat penyakit mata turunan, pemeriksaan mata secara teratur memberikan pula kesempatan untuk pemantauan berkelanjutan terhadap kesehatan mata dan perubahan dalam penglihatan. Pemantauan ini memungkinkan dokter mata atau perawat mata untuk menyesuaikan rencana perawatan yang diperlukan dan dapat segera mengambil langkah-langkah medis yang diperlukan jika ada tanda-tanda perkembangan penyakit mata turunan.

Meskipun pemeriksaan mata secara teratur mungkin tidak secara langsung dapat menurunkan risiko penyakit mata keturunan, toh lewat pemeriksaan rutin, dokter mata maupun perawat mata dapat menerapkan strategi untuk mengoptimalkan kesehatan mata pasien, dengan jalan meresepkan lensa korektif, merekomendasikan perubahan gaya hidup, atau memberikan tindakan medis untuk melambatkan perkembangan penyakit mata keturunan.

Baca juga:

Wajib Kamu Ketahui, Inilah Cara Menurunkan Mata Minus

Inilah Prosedur Pemeriksaan saat Terkena Degenerasi Makula

Oleh karena itu, penting bagi kalian, terutama yang memiliki riwayat penyakit mata turunan, untuk menjadwalkan pemeriksaan mata secara reguler sebagai bagian dari aktivitas rutin perawatan kesehatan secara keseluruhan.

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Untuk melakukan konsultasi dokter mata dan memeriksakan mata, kalian bisa melakukannya di klinik mata maupun rumah sakit terdekat di kota kalian. Salah satunya di Klinik Mata KMU dan juga Rumah Sakit Mata KMU, yang telah memiliki mitra di sejumlah kota di Tanah Air.

Sumber:  dr. George Sitanaya, Sp.M

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *