Apa Itu Nistagmus? Ini Penyebab Mata Bergerak Tidak Terkendali

Ditinjau oleh

Terakhir diperbaharui pada

22 June 2026

Bagikan

Apa Itu Nistagmus? Ini Penyebab Mata Bergerak Tidak Terkendali

Pernahkah Anda melihat seseorang yang bola matanya tampak bergetar atau bergerak-gerak sendiri secara cepat tanpa bisa mereka kontrol? Kondisi medis unik namun mengganggu ini dikenal dengan istilah Nistagmus. Gerakan bola mata yang tidak terkendali ini dapat terjadi secara kanan ke kiri, atas ke bawah,ataupun berputar.

Bagi penderitanya, Nistagmus bukan sekadar masalah estetika atau kosmetik visual semata. Gerakan konstan yang tidak disengaja ini dapat mempengaruhi ketajaman penglihatan, persepsi kedalaman, hingga keseimbangan tubuh penderitanya. Untuk memahami lebih jauh mengenai gangguan penglihatan ini, mari kita bahas secara mendalam mengenai jenis, faktor pemicu, hingga langkah penanganan medis yang tepat.

Apa Itu Nistagmus?

Nistagmus adalah suatu kondisi gangguan penglihatan di mana bola mata melakukan gerakan yang tidak disengaja, cepat, dan berulang. Penderita kondisi ini tidak memiliki kemampuan untuk menghentikan atau mengontrol getaran pada mata mereka. Gerakan ini terjadi akibat adanya gangguan pada fungsi bagian otak atau telinga bagian dalam yang bertugas mengatur keseimbangan serta koordinasi gerakan bola mata.

Ketika mata terus bergerak, otak akan kesulitan untuk memproses bayangan objek dengan stabil. Akibatnya, penderita Nistagmus seringkali mengeluhkan pandangan yang kabur atau merasa seolah-olah dunia di sekitar mereka terus bergerak atau bergoyang (kondisi yang disebut oscillopsia). Untuk mengkompensasi hal ini, tidak jarang penderita akan memiringkan atau memutar kepala mereka ke sudut tertentu agar bisa melihat suatu objek dengan lebih fokus.

Baca juga:
Mengenal Proptosis: Gejala, Faktor Risiko, dan Pilihan Pengobatan
Toksoplasmosis Pada Mata: Apakah Bisa Menyebabkan Kebutaan?
Mata Juling Ke Dalam pada Anak & Dewasa, Apakah Bisa Sembuh?

Jenis-Jenis Nistagmus

Dunia medis membagi kelainan gerakan mata ini ke dalam beberapa klasifikasi. Pembagian ini didasarkan pada waktu awal mula kemunculannya serta arah ke mana bola mata tersebut bergetar. Berikut adalah beberapa jenis Nistagmus yang perlu Anda ketahui, meliputi:

Nistagmus Kongenital (Sejak Lahir)

Jenis ini juga sering disebut sebagai infantile nystagmus syndrome (INS). Kondisi ini biasanya mulai berkembang dan terlihat jelas pada bayi saat mereka memasuki usia 6 minggu hingga 3 bulan. Nistagmus kongenital umumnya bersifat ringan, tidak berkembang menjadi lebih buruk, dan sering kali dikaitkan dengan faktor keturunan atau kondisi mata bawaan lainnya seperti albinisme atau katarak kongenital.

Nistagmus Didapat (Acquired Nystagmus)

Berbeda dengan jenis bawaan, acquired nystagmus atau Nistagmus didapat berkembang di kemudian hari, baik pada masa anak-anak maupun onset dewasa. Kemunculannya terjadi secara tiba-tiba dan biasanya menjadi indikasi klinis adanya masalah kesehatan yang serius pada sistem saraf pusat (otak) atau gangguan pada organ telinga bagian dalam.

Nistagmus Horizontal

Ini adalah jenis Nistagmus yang paling sering dijumpai dalam kasus klinis. Pada kondisi ini, bola mata penderita bergerak atau bergetar secara tidak terkendali dari sisi kanan ke kiri dan sebaliknya (gerakan menyamping).

Nistagmus Vertikal

Sesuai dengan namanya, Nistagmus vertikal ditandai dengan pergerakan bola mata yang melompat atau bergetar ke arah atas dan bawah secara berulang. Jenis gerakan ini lebih sering dikaitkan dengan adanya lesi atau gangguan pada batang otak atau otak kecil (serebelum).

Nistagmus Rotatori

Jenis Nistagmus ini tergolong cukup kompleks dan jarang terjadi. Bola mata penderita tidak bergerak lurus menyamping atau ke atas-bawah, melainkan menunjukkan gerakan berputar atau memutar (torsional/torsion) seperti arah jarum jam atau berlawanan jarum jam.

Penyebab Nistagmus

Mata bergerak tidak terkendali selalu menjadi tanda bahwa ada jalur komunikasi yang terputus atau terganggu antara mata, otak kecil, dan sistem vestibular (telinga bagian dalam yang mengatur keseimbangan). Berikut adalah beberapa faktor utama yang menjadi penyebab Nistagmus:

  • Gangguan Telinga Bagian Dalam
    Penyakit seperti labirinitis atau Penyakit Meniere dapat mengganggu cairan dan saraf keseimbangan di telinga, yang mengirimkan sinyal keliru ke otak mengenai posisi kepala, sehingga memicu gerakan mata abnormal.
  • Penyakit Neurologis (Otak)
    Kondisi medis seperti stroke, Multiple Sclerosis (MS), tumor otak, atau trauma cedera kepala dapat merusak area otak yang berfungsi mengontrol gerakan motorik mata.
  • Kelainan Mata Bawaan
    Penurunan fungsi visual akibat katarak sejak lahir, strabismus (mata juling), kelainan refraksi berat, atau distrofi retina dapat memicu otak gagal mengembangkan fokus mata yang stabil sejak kecil.
  • Efek Samping Obat dan Alkohol
    Konsumsi alkohol secara berlebihan atau penggunaan obat-obatan tertentu dosis tinggi, seperti obat anti kejang (fenitoin) atau obat penenang dapat mempengaruhi sistem saraf dan memicu Nistagmus sementara.
  • Kekurangan Nutrisi:
    Dalam beberapa kasus medis, kekurangan vitamin esensial seperti Vitamin B12 atau Thiamine (Vitamin B1) dapat mempengaruhi fungsi saraf pusat dan memicu getaran pada mata.

Baca juga:
Katarak
Operasi Katarak
LASIK

Gejala Nistagmus yang Perlu Dikenali

Tanda utama yang paling mencolok tentu saja adalah gerakan mata yang bergetar secara mandiri. Namun, ada berbagai gejala Nistagmus yang perlu dikenali lainnya yang sering dirasakan oleh penderita, meliputi:

  • Pandangan kabur atau goyang: Merasa objek yang dilihat tidak pernah diam dan selalu tampak bergetar (oscillopsia).
  • Kesulitan melihat dalam gelap: Penurunan ketajaman penglihatan yang semakin memburuk saat kondisi pencahayaan minim atau malam hari.
  • Masalah keseimbangan: Penderita sering merasa pusing, limbung, atau seperti melayang karena input visual dan input vestibular di telinga tidak sinkron.
  • Memiringkan posisi kepala: Penderita secara tidak sadar memutar atau memiringkan kepala ke posisi tertentu (disebut null point) di mana intensitas getaran mata paling minimal, sehingga mereka bisa melihat lebih jelas.
  • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia): Mata terasa mudah silau dan tidak nyaman saat berada di bawah terik matahari atau ruangan yang sangat terang.

Cara Mengatasi Nistagmus

Hingga saat ini, belum ada metode pengobatan tunggal yang dapat menyembuhkan Nistagmus secara total, terutama untuk jenis kongenital. Namun, ada berbagai pilihan terapi medis yang bertujuan untuk mengurangi frekuensi getaran mata serta meningkatkan kualitas ketajaman visual penderita.

Berikut adalah beberapa cara mengatasi Nistagmus yang umum direkomendasikan dokter spesialis mata:

  • Mengobati Penyakit Mendasar
    Ada banyak faktor penyebab Nistagmus, maka penting untuk mencari tahu penyebab awalnya dan mengobati penyakit yang mendasari terjadinya Nistagmus. 
  • Terapi Obat-obatan
    Untuk kasus Nistagmus didapat, dokter saraf atau dokter mata akan meresepkan obat-obatan seperti gabapentin, baclofen, atau memantine yang dapat membantu mengurangi intensitas gerakan mata pada
  • Tindakan Operasi Otot Mata
    Pada kasus di mana penderita harus memiringkan kepala secara ekstrem hingga memicu nyeri leher kronis, operasi bedah strabismus (prosedur Tenotomi) dapat dilakukan. Operasi ini mengubah posisi penempelan otot mata agar posisi null point bergeser lebih ke tengah, sehingga posisi kepala penderita bisa lebih lurus dan natural.

Baca juga:
Operasi katarak gratis 2026
Biaya pemeriksaan mata 2026
Biaya Operasi katarak 2026

Kapan Harus ke Dokter?

Nistagmus bawaan pada bayi harus segera diperiksakan sejak dini untuk memastikan proses perkembangan visual anak tidak terganggu. Sementara itu, bagi orang dewasa yang sebelumnya memiliki mata normal, munculnya getaran mata secara tiba-tiba merupakan sebuah tanda bahaya.

Segera lakukan konsultasi dokter mata di RS & Klinik mata KMU, jika Anda mengalami gerakan mata tidak terkendali yang disertai dengan gejala berikut:

  • Muncul rasa pusing berputar (vertigo) yang hebat secara mendadak.
  • Disertai dengan rasa mual, muntah, atau kesulitan berjalan (kehilangan keseimbangan).
  • Mengalami kelemahan pada salah satu sisi anggota tubuh atau kesulitan berbicara (gejala stroke).
  • Getaran mata muncul setelah Anda mengalami cedera atau benturan keras pada area kepala.

Deteksi dini melalui serangkaian pemeriksaan menyeluruh sangat penting untuk mengetahui akar penyebab Nistagmus, sehingga penanganan yang tepat dapat segera diberikan sebelum terjadi komplikasi visual yang permanen.

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Saksikan video tentang kesehatan mata lainnya di bawah ini! 

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218