Mengenal Proptosis: Gejala, Faktor Risiko, dan Pilihan Pengobatan

Ditinjau oleh

Terakhir diperbaharui pada

22 June 2026

Bagikan

Mengenal Proptosis: Gejala, Faktor Risiko, dan Pilihan Pengobatan

Kondisi mata yang tampak tidak biasa seringkali memicu kekhawatiran besar, salah satunya adalah ketika salah satu atau kedua bola mata terlihat lebih menonjol ke luar daripada kondisi normalnya. Dalam istilah medis, fenomena mata menonjol ini dikenal sebagai proptosis. Kondisi ini bukan sekadar masalah estetika atau penampilan wajah semata, melainkan sebuah indikasi klinis adanya gangguan kesehatan yang mendasari di dalam rongga orbita mata.

Banyak orang menyamakan istilah proptosis dengan eksoftalmus. Meskipun keduanya merujuk pada kondisi mata yang menonjol, eksoftalmus biasanya digunakan secara spesifik untuk kasus menonjolnya bola mata yang dipicu oleh penyakit gangguan tiroid. Mengidentifikasi kondisi ini sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi penglihatan yang lebih serius, seperti kerusakan kornea akibat mata kering yang parah hingga penekanan pada saraf optik.

Apa Itu Proptosis? 

Apa Itu Proptosis? 

Proptosis adalah suatu kondisi medis dimana terjadi pergeseran posisi bola mata ke arah depan, sehingga bola mata tampak menonjol keluar dari rongga orbitnya (soket mata). Rongga orbit sendiri merupakan struktur tulang yang kaku dan memiliki volume terbatas. Ketika ada penambahan jaringan, cairan, atau pembengkakan di dalam rongga tersebut, bola mata tidak memiliki pilihan lain selain terdorong ke arah depan.

Kondisi ini dapat bersifat unilateral (hanya menyerang salah satu mata) atau bilateral (terjadi pada kedua mata sekaligus). Masalah kesehatan ini bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Penonjolan bola mata yang terjadi secara drastis dapat menyebabkan kelopak mata kesulitan untuk menutup secara sempurna saat berkedip atau tidur, yang lambat laun memicu iritasi dan luka pada lapisan kornea.

Penyebab Proptosis

Terdorongnya bola mata ke arah depan selalu dipicu oleh adanya peningkatan volume jaringan atau tekanan di dalam rongga soket mata. Ada berbagai macam faktor medis yang dapat mendasari terjadinya kondisi ini, di antaranya meliputi:

  • Penyakit Tiroid Mata (Thyroid Eye Disease)
    Ini merupakan penyebab proptosis yang paling sering ditemukan, khususnya pada orang dewasa. Kondisi autoimun ini seperti pada Penyakit Graves menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan otot dan lemak di belakang mata, memicu peradangan hebat, pembengkakan, dan akhirnya mendorong bola mata keluar.
  • Infeksi Rongga Mata (Selulitis Orbital)
    Infeksi bakteri yang menyerang jaringan di dalam rongga mata merupakan kondisi darurat medis. Biasanya infeksi ini merupakan komplikasi dari sinusitis yang tidak diobati dan lebih sering dijumpai pada anak-anak.
  • Tumor atau Kanker Rongga Mata
    Pertumbuhan massa abnormal di belakang bola mata, baik yang bersifat jinak (seperti hemangioma) maupun ganas (seperti rhabdomyosarcoma atau limfoma), secara otomatis akan menggeser posisi bola mata ke depan seiring bertambah besarnya ukuran tumor.
  • Cedera atau Trauma Kepala
    Benturan keras pada area wajah atau mata dapat menyebabkan patah tulang orbit, pendarahan di belakang bola mata (hematoma orbital), atau terbentuknya fistula (hubungan abnormal antara arteri dan vena), yang semuanya memicu peningkatan tekanan mendadak.
  • Peradangan Non-Infeksi (Pseudotumor Orbital)
    Kondisi peradangan idiopatik (tidak diketahui penyebab pastinya) yang menargetkan jaringan lunak di dalam soket mata, menyebabkan pembengkakan yang mirip dengan gejala tumor.

Gejala Proptosis yang Perlu Dikenali 

Gejala Proptosis yang Perlu Dikenali 

Tanda utama dari kelainan ini tentu saja adalah penampakan fisik bola mata yang tampak menonjol atau melotot secara tidak wajar. Namun, seiring dengan terdorongnya bola mata dan meningkatnya tekanan di dalam rongga orbit, penderita biasanya akan merasakan serangkaian gejala proptosis yang perlu dikenali berikut ini:

  • Mata Kering dan Iritasi
    Kelopak mata yang tidak dapat menutup dengan sempurna menyebabkan lapisan air mata cepat menguap, memicu mata terasa mengganjal, perih, merah, dan terus berair.
  • Penglihatan Ganda (Diplopia)
    Pembengkakan jaringan di belakang mata mengganggu kelancaran fungsi otot penggerak bola mata, sehingga kedua mata tidak dapat bergerak secara sinkron dan memicu bayangan kembar.
  • Penurunan Ketajaman Penglihatan
    Jika pembengkakan atau massa di belakang mata mulai menekan saraf optik (saraf penglihatan), penderita akan merasakan pandangan yang semakin buram atau kabur.
  • Nyeri pada Mata
    Rasa sakit atau pegal yang mendalam di dalam rongga mata, yang biasanya terasa semakin memburuk saat penderita mencoba menggerakkan bola matanya ke berbagai arah.
  • Pembengkakan Kelopak Mata
    Jaringan kelopak mata dan konjungtiva tampak membengkak, kemerahan, atau mengalami kemosis (pembengkakan seperti jeli).

Baca juga:
Kenali Gejala Herpes Mata & Dapatkan Pengobatan Segera
Adakah Obat Katarak Selain Operasi? Ini Penjelasan Medisnya
Penting! Ketahui 4 Gangguan Mata Karena Kolesterol Tinggi

Cara Mengobati Proptosis 

Langkah penanganan medis untuk mata menonjol ini tidak bisa disamakan untuk setiap pasien, karena pengobatannya harus disesuaikan secara spesifik dengan faktor penyebab utamanya. Dokter spesialis mata akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, tes ketajaman visual, serta pemeriksaan penunjang seperti CT-scan atau MRI rongga orbit sebelum menentukan terapi.

Berikut adalah beberapa pilihan pilihan pengobatan yang umum direkomendasikan secara medis:

  • Pemberian Obat-obatan Anti Radang
    Untuk kasus yang dipicu oleh penyakit tiroid mata atau peradangan non-infeksi, dokter mata akan meresepkan kortikosteroid dosis tinggi (baik tablet minum maupun injeksi intravena) untuk meredakan pembengkakan jaringan di belakang mata secara cepat.
  • Terapi Antibiotik Intensif
    Jika proptosis disebabkan oleh infeksi bakteri seperti selulitis orbital, pasien wajib menjalani rawat inap untuk mendapatkan antibiotik spektrum luas melalui infus (intravena) guna mencegah penyebaran infeksi ke otak.
  • Penggunaan Air Mata Buatan (Artificial Tears)
    Sebagai terapi suportif untuk mengatasi gejala mata kering dan melindungi kornea dari luka, pasien disarankan memakai obat tetes mata pelumas di siang hari dan salep mata khusus di malam hari sebelum tidur.
  • Tindakan Operasi Dekompresi Orbital
    Pada kasus proptosis yang parah di mana saraf optik terancam rusak atau kornea mengalami luka parah, operasi bedah dilakukan untuk mengangkat sebagian dinding tulang soket mata atau jaringan lemak di belakang mata. Tujuannya adalah memberikan ruang tambahan agar bola mata bisa kembali ke posisi semula.
  • Pembedahan Tumor atau Kemoterapi
    Jika hasil diagnosis menunjukkan adanya massa tumor di belakang mata, tindakan operasi pengangkatan tumor, terapi radiasi (radioterapi), atau kemoterapi akan dijadwalkan sesuai dengan jenis dan stadium tumor tersebut.

Baca juga:
Operasi katarak gratis 2026
Biaya pemeriksaan mata 2026
Biaya Operasi katarak 2026

Cara Mencegah Proptosis 

Cara Mencegah Proptosis 

Karena kondisi ini merupakan dampak sekunder dari penyakit sistemik atau gangguan medis lainnya, pencegahan secara mutlak memang tidak selalu memungkinkan. Namun, Anda dapat menekan faktor risiko dan mencegah tingkat keparahannya melalui langkah-langkah preventif berikut:

  1. Mengontrol Kesehatan Kelenjar Tiroid
    Jika Anda memiliki riwayat penyakit gangguan tiroid (seperti hipertiroidisme), pastikan untuk rutin mengkonsumsi obat dari dokter dan melakukan tes darah berkala agar kadar hormon tiroid tetap stabil dan tidak memicu komplikasi pada mata.
  2. Berhenti Merokok
    Merokok merupakan faktor risiko lingkungan paling kuat yang dapat memperburuk kondisi penyakit tiroid mata secara drastis serta menurunkan efektivitas pengobatan medis yang sedang dijalani.
  3. Mengobati Infeksi Sinus Sampai Tuntas
    Jangan mengabaikan infeksi saluran pernapasan atau sinusitis. Segera obati ke dokter untuk mencegah penyebaran bakteri dari rongga sinus ke dalam rongga soket mata.
  4. Menggunakan Pelindung Mata Saat Beraktivitas
    Selalu kenakan kacamata pelindung atau helm pelindung wajah saat melakukan olahraga kontak, berkendara, atau bekerja di lingkungan yang rawan benturan demi menghindari trauma orbital.

Baca juga:
Katarak
Operasi Katarak
LASIK

Kapan Harus ke Dokter? 

Mengingat proptosis bisa menjadi tanda dari penyakit yang mengancam fungsi penglihatan atau bahkan keselamatan jiwa (seperti infeksi berat dan tumor), Anda tidak boleh menunda pemeriksaan. Segera jadwalkan konsultasi dokter mata di RS & Klinik Mata KMU jika Anda menyadari adanya perubahan kosmetik pada mata Anda yang tampak lebih menonjol, terutama jika disertai dengan salah satu tanda bahaya berikut:

  • Penonjolan bola mata terjadi secara mendadak atau berkembang sangat cepat dalam hitungan hari.
  • Muncul rasa nyeri yang hebat di dalam rongga mata atau sakit kepala yang tidak kunjung reda.
  • Mengalami penglihatan ganda secara tiba-tiba atau ketajaman visual menurun drastis.
  • Mata menjadi sangat merah, membengkak, dan mengeluarkan nanah, yang disertai dengan demam tinggi.

Deteksi dini dan penanganan yang tepat dari tim medis profesional adalah kunci utama untuk menyelamatkan fungsi penglihatan serta mengembalikan kualitas hidup Anda secara optimal.

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata


Saksikan video tentang kesehatan mata lainnya di bawah ini! 

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218