2 Penyakit Pada Lensa Mata Beserta Pengobatannya

Ditinjau oleh

RS & Klinik Mata KMU

Terakhir diperbaharui pada

17 December 2024

Bagikan

2 Penyakit Pada Lensa Mata Beserta Pengobatannya

Penyakit pada lensa mata adalah salah satu kelainan pada mata yang sering mengganggu kesehatan penglihatan. Kelainan lensa mata ini bisa dialami oleh berbagai usia, dan umumnya dipicu oleh faktor seperti penuaan, gaya hidup, hingga kondisi kesehatan. Gejala yang muncul dari penyakit pada lensa mata biasanya berupa penglihatan kabur, nyeri kepala, hingga rasa tidak nyaman pada mata. Namun, tak perlu khawatir! Ada berbagai pengobatan yang bisa dilakukan, mulai dari pemakaian kacamata atau lensa kontak hingga tindakan operasi jika diperlukan. Dalam artikel kali ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang berbagai jenis penyakit pada lensa mata dan solusi pengobatannya bersama dokter spesialis mata Klinik Mata KMU, dr. Evy I Apidian, SpM. Yuk, simak penjelasan selengkapnya!

Apa Itu Lensa Mata & Fungsinya?

Lensa Mata Dan Fungsinya - Penyakit pada lensa mata

Lensa mata merupakan komponen penting dalam sistem penglihatan, nama lain lensa mata adalah Kristalin. Bagian ini terletak di belakang pupil, fungsi lensa mata sendiri yaitu memfokuskan cahaya yang masuk ke Retina. Otot muskulus siliaris membantu mengatur ukuran lensa melalui kontraksinya, dan ini memungkinkan lensa untuk memiliki kemampuan mengubah fokus yang disebut daya akomodasi. Di antara lensa dan Kornea, terdapat cairan encer yang disebut aqueous humor.

Sementara di bagian dalam bola mata, terdapat cairan kental dan transparan yang membuat bola mata tetap kuat, yaitu vitreous humor. Namun, jika terjadi kelebihan cairan dalam mata, maka akan muncul masalah kesehatan mata yang dikenal sebagai Glaukoma. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat mengakibatkan kebutaan.

Lensa mata memegang peran penting dalam menjaga kualitas penglihatan kita. Fungsinya adalah memfokuskan cahaya yang masuk ke mata ke Retina, sehingga kita dapat melihat dengan jelas. Namun, dengan bertambahnya usia, kualitas lensa mata dapat menurun. Hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti kerusakan akibat penuaan atau kondisi medis tertentu. 

Penurunan kualitas lensa mata dapat menyebabkan kabur atau buram pada penglihatan, yang dapat mempengaruhi kemampuan kita untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kesehatan mata dan melakukan pemeriksaan rutin untuk mengidentifikasi masalah dengan lensa mata sejak dini.

Baca juga:
Anatomi Mata: Fungsi, Kelainan, Dan Keluhan
Operasi Katarak Gratis
Tips Sehat Pada Mata Yang Melihat Monitor Terlalu Lama

Apa Saja Penyakit Pada Lensa Mata Itu?

Lensa mata memegang peran penting dalam sistem penglihatan kita. Namun, seperti bagian tubuh lainnya, jika lensa mata rusak juga akan rentan terkena penyakit. Ada berbagai jenis penyakit yang dapat menyerang lensa mata, mulai dari kondisi ringan hingga kondisi serius yang membutuhkan perawatan medis. Pengetahuan tentang jenis-jenis penyakit pada lensa mata dapat membantu kita dalam menjaga kesehatan mata dan meminimalisir resiko terkena masalah penglihatan.

Berbagai jenis penyakit atau keluhan dapat menyerang lensa mata manusia. Berikut adalah beberapa penyakit yang sering terjadi pada lensa mata:

1. Kelainan Refraksi

Kelainan Refraksi - Penyakit pada lensa mata
penyakit pada lensa mata

Penyakit pada lensa mata yang pertama adalah Kelainan Refraksi. Kelainan refraksi adalah suatu kondisi dimana sistem penglihatan tidak dapat memfokuskan cahaya dengan tepat pada retina, sehingga menyebabkan gangguan pada penglihatan. Kelainan refraksi dapat terjadi salah satu atau kedua mata dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kelainan bentuk atau ukuran mata, kerusakan pada lapisan mata, atau penyakit sistemik seperti diabetes.

Menurut perkiraan dari World Health Organization (WHO), sebanyak 253 juta orang di seluruh dunia mengalami masalah penglihatan, termasuk 36 juta orang yang buta dan 217 juta orang dengan masalah penglihatan ringan hingga berat. Ini menunjukkan betapa tingginya kejadian kelainan refraksi di sekitar kita.

Secara umum masyarakat lebih mengenal kelainan refraksi ini dengan sebutan mata minus (miopi), rabun dekat (hipermetropi), mata tua (presbiopi), silinder (astigmatisme). 

Pada umumnya, penderita kelainan refraksi dapat memperbaiki penglihatannya dengan menggunakan alat bantu seperti kacamata atau lensa kontak. Namun, untuk mengatasi masalah ini secara permanen, diperlukan tindakan LASIK untuk membebaskan mereka dari ketergantungan pada alat bantu penglihatan tersebut.

Pemeriksaan mata dan pengobatan yang tepat dapat membantu mengatasi kelainan refraksi dan meningkatkan kualitas penglihatan. Berikut ini penjelasan mengenai beberapa kelainan refraksi:

  1. Mata minus atau rabun jauh (Miopi)
    Mata minus atau rabun jauh dan memiliki istilah medis miopia adalah kelainan refraksi yang ditandai dengan gejala penglihatan dapat melihat objek yang berjarak dekat dengan kita dengan jelas, namun buram untuk melihat objek yang lebih jauh.  Hal ini terjadi akibat bentuk atau panjang bola mata menyebabkan sinar cahaya masuk ke dalam bola mata yang dibiaskan secara tidak tepat, sehingga memfokuskan objek jatuh di depan retina, bukan pada retina.
  2. Rabun dekat (Hipermetropi)
    Rabun dekat adalah kebalikan dari miopi. Penderita rabun dekat atau hipermetropi adalah kondisi dimana seseorang memiliki masalah dalam melihat objek yang berada dekat, akan tetapi dapat melihat dengan jelas objek yang berada jauh. Hal ini terjadi karena cahaya yang masuk ke mata terfokus di belakang retina, bukan tepat pada retina itu sendiri. Hal ini dapat disebabkan oleh panjang mata yang terlalu panjang, atau kelengkungan permukaan mata yang terlalu cekung.
  3. Silinder (Astigmatisme)
    Astigmatisme, atau yang sering disebut sebagai mata silinder, adalah kelainan pada mata di mana permukaan lensa atau Kornea tidak rata. Ketidaksempurnaan bentuk ini menyebabkan cahaya yang masuk ke mata tidak terfokus dengan benar pada Retina, sehingga menghasilkan penglihatan yang kabur atau berbayang, terutama untuk jarak jauh, sedangkan penglihatan dekat bisa tetap normal. Pada mata normal, kornea dan lensa memiliki bentuk bundar seperti bola, yang memungkinkan cahaya terfokus di satu titik. Namun, pada penderita Astigmatisme, permukaan Kornea atau lensa berbentuk oval, mirip telur, yang mengakibatkan fokus cahaya menjadi tidak teratur dan penglihatan pun terganggu.
  4. Mata tua (Presbiopi)
    Mata tua atau presbiopi merupakan kondisi yang sangat umum dialami oleh lansia maupun orang dewasa berusia diatas 45 tahun dan terjadi karena proses penuaan. Presbiopi adalah gangguan mata akibat lensa mata yang kaku, sehingga sulit untuk membiaskan dan memfokuskan cahaya tepat pada retina mata.

2. Katarak

Katarak - Penyakit pada lensa mata
penyakit pada lensa mata

Katarak adalah kondisi di mana lensa mata menjadi kabur dan berawan. Penyakit pada lensa mata yang satu ini berkembang perlahan dan awalnya tidak menimbulkan masalah. Namun, dalam jangka waktu yang lama, kondisi ini akan membuat aktivitas seperti membaca, menyetir, dan melakukan kegiatan sehari-hari menjadi sulit. Katarak merupakan salah satu penyebab utama kebutaan di dunia yang bisa diobati dengan operasi.

Proses penuaan dan cedera pada jaringan mata sering menjadi penyebab utama Katarak. Lensa mata terdiri dari air dan protein. Dengan bertambahnya usia, lensa akan menjadi lebih tebal dan kurang fleksibel. Akibatnya, protein akan mengumpul dan menghalangi cahaya masuk ke Retina, lapisan yang sangat sensitif terhadap cahaya. Ini akan menyebabkan pandangan kabur dan tidak tajam. Pertama-tama, lensa akan berubah menjadi coklat kekuningan, tetapi akan semakin buruk seiring waktu.

Beberapa faktor genetik yang diturunkan dari orang tua juga dapat meningkatkan risiko katarak. Selain itu, Katarak juga dapat disebabkan oleh kondisi mata lain, operasi mata sebelumnya, atau kondisi medis seperti diabetes. Penggunaan obat steroid jangka panjang juga dapat menyebabkan perkembangan Katarak. Perlu diingat bahwa kondisi ini hanya bisa disembuhkan melalui tindakan Operasi Katarak.

Baca juga:
Hipermetropi: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati
Retina : Struktur, Fungsi, dan Penyakitnya
Penyakit Mata pada Lansia

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Pengobatan Untuk Penyakit Pada Lensa Mata

Pengobatan Untuk Penyakit Pada Lensa Mata
Pengobatan untuk penyakit pada lensa mata

Penyakit pada lensa mata bisa mempengaruhi kualitas penglihatan dan menyulitkan aktivitas sehari-hari. Namun, dengan pengobatan yang tepat, banyak dari penyakit ini dapat disembuhkan atau diatasi. Ada beberapa alternatif pengobatan yang tersedia untuk mengatasi penyakit pada lensa mata, mulai dari perawatan medis hingga tindakan bedah. Dalam banyak kasus, pilihan pengobatan akan tergantung pada tingkat keparahan penyakit dan kondisi mata seseorang. Beberapa pengobatan mata yang sering dilakukan antara lain:

  • Kacamata atau lensa kontak: Alat bantu ini dapat membantu memperbaiki penglihatan penderita kelainan refraksi.
  • Operasi: Dalam beberapa kasus, seperti katarak, operasi dapat dilakukan untuk mengatasi masalah pada lensa mata. Satu-satunya solusi kesembuhan penderita Katarak adalah melalui tindakan operasi Katarak, yang kini lebih banyak menggunakan teknik Operasi Phacoemulsification.Karena Katarak merupakan penyebab kebutaan terbesar di dunia, bahkan di Indonesia.
  • Terapi Medis: Tergantung pada kondisi mata dan penyebab penyakit, dokter mata mungkin akan merekomendasikan obat atau terapi medis untuk memperbaiki masalah pada lensa mata.
  • Perubahan gaya hidup: Dalam beberapa kasus, membuat perubahan gaya hidup seperti mengurangi merokok, menghindari paparan sinar matahari berlebihan, dan mengkonsumsi makanan sehat yang kaya akan antioksidan, dapat membantu mencegah perkembangan penyakit pada lensa mata.

Penting untuk diingat bahwa pengobatan yang tepat untuk penyakit pada lensa mata dapat disediakan hanya melalui evaluasi medis dan rekomendasi dokter mata. Jangan ragu untuk membicarakan pengobatan terbaik untuk kondisi Anda dengan dokter mata.

Meskipun tidak terdapat keluhan ataupun hanya ada gangguan yang terasa sepele, dokter mata tetap menganjurkan untuk memeriksakan penglihatan anda setidaknya 6 bulan atau 1 tahun sekali. Melalui konsultasi dokter mata, dokter dapat melakukan pemeriksaan terhadap mata anda dan memberikan saran atau tindakan yang diperlukan untuk menangani kesehatan mata anda.

Pemeriksaan rutin sangat penting untuk mendeteksi kelainan mata sejak dini, termasuk astigmatisme dan gangguan lainnya, agar dapat ditangani secara tepat. Bagi Anda yang ingin menjaga kesehatan mata, segera lakukan pemeriksaan rutin di RS Mata KMU, periksa mata KMU bisa menjadi pilihan yang tepat. Di sana, Anda akan mendapatkan layanan tes mata KMU yang akurat dan komprehensif dari dokter spesialis mata. Jangan ragu untuk menjadwalkan konsultasi secara rutin, agar kesehatan mata tetap terjaga dengan baik.

Tonton juga video mengenai tips kesehatan berikut ini

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218