Operasi Lasik

Operasi Lasik Dianggap Bahaya, Mitos atau Fakta?

Bisa melihat tanpa menggunakan alat bantu adalah anugerah yang luar biasa dari Sang Pencipta Namun bagi Anda yang berkacamata, atau menggunakan alat bantu penglihatan, operasi lasik bisa men jadi pilihan. Apa itu lasik? Seperti apa prosedurnya? Bahaya kah?

Lasik (Laser-Assisted in situ Keratomileusis) adalah metode populer di dunia medis untuk memperbaiki kelainan mata minus, mata plus, mata silinder. Dari M Nurdin Zuhri, Sp.M., menjelaskan bahwa untuk kelainan refraksi, operasi lasik bisa dilakukan. “Memang betul bahwa lasik adalah sebuah prosedur yang memerlukan ketelitian. Oleh karena itu, yang mengerjakan adalah dokter mata. Dan sebelum di lakukan lasik, akan dilakukan pemeriksaan oleh macam-macam alat medis, dengan tujuan agar keakuaratannya mendekati 100%,” papar pria kelahiran bulan Maret 1981 ini.

“Perlu dicatat, semua tindakan medis tentu ada risikonya, tidak menutup kemungkinan tindakan lasik,” lanjutnya. Pria asal Pasuruan ini juga menambahkan, operasi lasik kemungkinan bisa berakibat terjadinya infeksi, bisa terjadi inflamasi (radang), bisa juga timbul rasa nyeri. Namun untuk meminimalisir risiko, sebelum tindakan dilakukan persiapan dengan bagus Ambil contoh ketika kita naik pesawat. Apakah ada yang bisa menjadi penerbangan antar kota bisa 100% selamat? Tentu tidak. Oleh karena itu, dilakukan berbagai macam prosedur atau SOP agar aman sampai tujuan.

Prosedur Lasik

Operasi Lasik

Prosedur lasik seperti membuat lensa kontak di kornea. Pembentukan ulang kornea mata ditujukan agar fokus cahaya yang masuk ke retina dapat menghasilkan penglihatan yang lebih baik. Karenanya, bagi Anda yang berniat menjalani operasi lasik, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dari jauh-jauh hari dengan dokter spesialis mata, sebab terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti tingkat kelembapan mata, ketebalan kornea, ukuran pupil, hingga kemungkinan munculnya peradangan yang harus terlebih dahulu di tangani sebelum operasi lasik dilakukan. “Jadi, index refraksi di kornea tersebut diubah sedemikian rupa hingga sesuai dengan ukuran, agar pasien bisa bebas dari kacamata,” jelas ayah tiga anak ini.

Menurut dr. M. Nurdin Zuhri, SpM, ada beberapa prosedur operasi lasik Yaitu Preoperative (pem berian lensa kontak kepada pasien sebelum operasi). Operative (pemberian sedatf ringan pada pasien) dan Postoperative (pemberian tetes mata antibiotik dan anti-inflamasi setelah operasi).

Dr. M. Nurdin Zuhri, SpM., menambahkan, bahwa bagi penderita diabetes (gula darah tinggi), me tabolisme seseorang tidak normal. Akibat ketidak normalan tersebut salah satunya akan menyebabkan proses penyembuhan operasi terganggu dan butuh waktu lebih lama.

Operasi Lasik, Bahaya kah?

Dikatakan oleh dr. M. Nurdin Zuhri, SpM, sejauh ini operasi lasik terbilang aman dan tidak bahaya. Meski demikian operasi lasik harus dijalankan sesuai prosedur, baik dokter mata maupun pasien. Komplikasi yang paling umum terjadi dari tindakan bedah refraktif adalah insidensi mata kering. Risiko untuk pasien mengalami gangguan efek samping visualisasi. Lalu, hasil dari operasi lasik untuk daya penglihatan tiap pasien pun berbeda. Oleh karena itu, sebelum dilakukan operasi lasik, penting untuk menghitung risiko potensial dari seorang pasien agar keakuratan dan keberhasilan mendekati 100%. (sumber majalah KMU Edisi 04)

Baca juga:
– Mengenal 2 Jenis Lensa Premium Untuk Katarak
Lensa Premium Pada Operasi Katarak
Emang bisa? Tidak Pakai Kacamata Pasca Operasi Katarak
Kelebihan Lensa Premium Pasca Operasi Katarak –
– 4 Manfaat Lensa Premium pada Operasi Katarak
– Ternyata ada 3 Jenis Lensa Premium (IOLs Premium)

Lihat Juga Video Kesehatan Mata Lainya:

1 thought on “Operasi Lasik Dianggap Bahaya, Mitos atau Fakta?”

  1. Pingback: Dokter Mata: Lebih Detail Mengenal Peran & Definisi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *