Presbiopi Mengganggu? Temukan Gejala, Penyebab, dan 5 Solusi Terbaiknya di Sini!

Ditinjau oleh

dr. Fitria Romadiana, SpM(K)

Terakhir diperbaharui pada

11 September 2025

Bagikan

Presbiopi Mengganggu, Temukan Gejala, Penyebab, dan 5 Solusi Terbaiknya di Sini!

Presbiopi adalah salah satu gangguan penglihatan mata yang kerap dialami seiring bertambahnya usia, terutama saat seseorang memasuki usia 40 tahun ke atas. Jika Anda mulai merasa kesulitan melihat objek dari jarak dekat, misalnya saat membaca atau melihat layar ponsel, bisa jadi Anda sedang mengalami gejala Presbiopi. Kondisi ini memang umum terjadi dan dikenal juga sebagai mata tua.

Tapi tenang aja Sahabat KMU, Presbiopi bukanlah hal yang menakutkan! Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap mulai dari gejala, penyebab, hingga 5 solusi terbaik yang bisa Anda coba untuk mengatasi Presbiopi agar aktivitas sehari-hari tetap nyaman dan jelas.

Apa Itu Presbiopi

Apa Itu Presbiopi

Presbiopi adalah kondisi yang ditandai dengan hilangnya kemampuan mata untuk melihat objek dalam jarak dekat secara bertahap akibat proses penuaan. Proses ini terjadi karena lensa mata mengalami penurunan elastisitas seiring bertambahnya usia, sehingga mengurangi kemampuan akomodasi lensa. Biasanya, presbiopi mulai muncul pada orang yang berusia 40 tahun ke atas. Pada pertengahan usia 40-an, banyak yang mulai merasakan keluhan-keluhan seperti kesulitan membaca huruf kecil atau melihat benda kecil dalam jarak dekat.

Faktor usia memegang peranan penting dalam perkembangan mata tua itu sendiri. Seiring bertambahnya usia, lensa mata menjadi lebih keras dan kurang fleksibel, sehingga sulit untuk fokus pada objek dekat. Selain itu, kelemahan pada otot-otot mata juga dapat menjadi penyebab pada gangguan mata ini. Penting untuk memahami bahwa mata tua berbeda dengan Katarak. Presbiopi sendiri disebabkan oleh kekakuan yang terjadi pada lensa mata, sedangkan Katarak terjadi akibat lensa mata yang menjadi keruh.

Menariknya, kondisi ini tidak hanya dialami oleh mereka yang memiliki riwayat gangguan penglihatan. Bahkan orang yang sebelumnya tidak mengalami kelainan refraksi juga bisa mulai merasakan gejala Presbiopi pada usia 44-46 tahun. Hal ini disebabkan oleh penurunan amplitudo akomodasi atau peningkatan punctum proximum, yaitu titik terdekat dimana mata masih dapat melihat dengan jelas.

Namun, Presbiopi juga bisa terjadi lebih awal, yang dikenal sebagai Presbiopi Prematur. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti berikut ini: 

  • Trauma atau cedera pada mata
  • Penyakit sistemik seperti diabetes
  • Penyakit jantung
  • Atau bahkan efek samping obat-obatan tertentu.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali gejalanya sedini mungkin dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasinya. Dengan memahami apa itu Presbiopi dan bagaimana pengaruhnya terhadap penglihatan kita, kita bisa lebih siap menghadapi perubahan ini dan mencari solusi yang sesuai.

Baca juga:
Operasi Katarak
4 Fakta Mata Tua (Presbiopi) Yang Perlu Kamu Tahu
Deteksi Dini 8 Penyebab Sakit Mata

Gejala Presbiopi

Mata tua tidak datang secara tiba-tiba. Ia muncul secara bertahap. Gejala-gejala umumnya baru terasa pada usia di atas 40 tahun.

Gejala umum Presbiopi adalah penurunan kemampuan untuk membaca dan melihat jarak dekat secara bertahap. Selain itu, ada sejumlah gejala lain sebagai berikut:

  • Sakit kepala
  • Kelelahan mata
  • Kesulitan membaca terutama saat penerangan redup
  • Ketika melihat objek jarak dekat terutama benda kecil pandangan agak kabur
  • Kurang jelas saat membaca, lebih jelas saat menjauhkan jarak baca
  • Menyimpitkan mata secara reflek untuk mendapatkan penglihatan lebih jelas
  • Mata berair ketika membaca atau melihat objek jarak dekat

Penyebab Presbiopi

Penyebab Presbiopi

Tidak seperti Kornea, lensa mata cukup lentur dan bisa berubah bentuk dengan bantuan otot yang mengelilinginya. Ini berfungsi  untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke retina. Lensa mata akan berubah bentuk saat mengatur berapa cahaya yang masuk ke Retina. Namun, seiring bertambahnya usia, lensa mata bisa menjadi lebih kaku dan lebih sulit untuk berubah bentuk. Inilah yang menyebabkan terjadinya mata tua. Namun ada juga penyebab lainnya.

Berikut ini tiga penyebab Presbiopi dan faktor resikonya:

  • Faktor usia. Sebagian besar orang berusia di atas 40 tahun mengalami mata tua. Angkanya berkisar 48-65 persen.
  • Presbiopi prematur bisa terjadi pada pasien yang menggunakan obat seperti antihistamin, antidepresan, dan diuretik.
  • Beberapa penyakit seperti diabetes, multiple sclerosis, penyakit jantung, dan pembuluh darah juga dapat meningkatkan risiko presbiopi prematur.

Baca juga:
Operasi Katarak Gratis 2025
Mata Minus
6 Gejala Presbiopi (Mata Tua) Beserta pengobatannya

Opsi Pengobatan Presbiopi

Pengobatan Presbiopi bertujuan untuk membantu mata memfokuskan pandangan pada objek jarak dekat dengan lebih jelas. Terdapat beberapa metode yang dapat dilakukan untuk menangani kondisi ini, di antaranya adalah:

1. Penggunaan Kacamata Plus

Penggunaan Kacamata Plus - Opsi Pengobatan Presbiopi

Penggunaan kacamata atau lensa kontak merupakan cara yang paling umum dan efektif untuk membantu penderita mata tua. Dokter mata dapat meresepkan kacamata khusus yang sesuai dengan kondisi mata pasien. 

Cara mengobati mata tua adalah dengan alat bantu penglihatan seperti kacamata atau lensa kontak. Yaitu lensa plus yang cukup untuk membawa near point ke dalam jarak kerja dekatnya. Karena secara umum setiap lima tahun sejak usia 40 plus bertambah 0.5 D, lensa untuk Presbiopi untuk tiap level usia biasanya sebagai berikut:

  • Usia 40 tahun, lensa plus tambahan + 1.00 D (add + 1.00 D)
  • Usia 45 tahun, lensa plus tambahan + 1.50 D (add + 1.50 D)
  • Usia 50 tahun, lensa plus tambahan + 2.00 D (add + 2.00 D)
  • Usia 55 tahun, lensa plus tambahan + 2.50 D (add + 2.50 D)
  • Usia 60 tahun, lensa plus tambahan + 3.00 D (add + 3.00 D)

Namun untuk persisnya, percayakan kepada dokter mata dan refraksionis optisien (RO) untuk memeriksa dan menangani. Apalagi jika ada kelainan refraksi lain seperti Miopi dan Astigmatisme. Tentu lensanya juga berbeda.

2. Penggunaan Obat Tetes Mata Khusus

Penggunaan Obat Tetes Mata Khusus - Opsi Pengobatan Presbiopi

Obat tetes mata pilocarpine dapat diresepkan oleh dokter untuk mengecilkan pupil mata dan meningkatkan fokus pada objek jarak dekat. Penggunaan obat tetes mata ini harus berada di bawah pengawasan dokter karena dapat menimbulkan efek samping seperti mata merah, sakit kepala, dan gangguan penglihatan pada malam hari.

3. Bedah Refraktif

Prosedur Bedah Refraktif - Opsi Pengobatan Presbiopi

Presbiopi memang tidak bisa disembuhkan secara permanen karena merupakan bagian alami dari proses penuaan, namun kabar baiknya, kondisi ini bisa diatasi secara efektif dengan beberapa prosedur medis, salah satunya adalah bedah refraktif. Bedah refraktif adalah prosedur medis yang mengubah bentuk Kornea untuk meningkatkan kemampuan penglihatan. Beberapa metode bedah refraktif yang umum untuk Presbiopi meliputi:

a) Conductive Keratoplasty

Metode ini menggunakan energi radiofrekuensi untuk memanaskan dan membentuk kembali bagian tepi Kornea. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kelengkungan Kornea sehingga cahaya dapat difokuskan lebih baik ke Retina, terutama saat melihat objek dari jarak dekat. Prosedur ini bersifat minim invasif dan tidak memerlukan sayatan, sehingga waktu pemulihannya pun relatif cepat. Conductive Keratoplasty biasanya direkomendasikan untuk kasus Presbiopi ringan hingga sedang.

b) Laser-assisted in situ Keratomileusis (LASIK)

LASIK adalah salah satu metode bedah refraktif yang paling populer. Prosedur ini dilakukan dengan membentuk flap tipis di permukaan Kornea, lalu menggunakan laser untuk menghilangkan sebagian jaringan di bawahnya. Hal ini bertujuan untuk mengubah bentuk Kornea agar titik fokus penglihatan menjadi lebih tepat, baik untuk jarak dekat maupun jauh. LASIK cocok untuk pasien Presbiopi yang juga memiliki kelainan refraksi lain seperti rabun jauh atau Astigmatisme.

c) Laser-assisted Subepithelial Keratectomy (LASEK)

Berbeda dengan LASIK, metode LASEK tidak membentuk flap yang dalam, melainkan hanya mengangkat lapisan epitel tipis di permukaan Kornea sebelum dilakukan penyinaran laser. Setelah bentuk Kornea disesuaikan, lapisan epitel akan dikembalikan ke tempat semula. Karena prosedur ini lebih lembut terhadap struktur mata, LASEK sering direkomendasikan untuk pasien yang memiliki Kornea tipis namun tetap ingin mendapatkan hasil penglihatan yang optimal.

d) Photorefractive Keratectomy (PRK)

Pada metode ini, lapisan luar Kornea diangkat sepenuhnya, lalu laser digunakan untuk membentuk ulang permukaan Kornea. Setelah prosedur selesai, lapisan epitel akan tumbuh kembali dalam beberapa hari. Meskipun masa pemulihannya sedikit lebih lama dibandingkan LASIK, PRK tetap menjadi pilihan yang aman dan efektif, terutama bagi pasien dengan struktur kornea yang kurang cocok untuk prosedur lain.

e) Small-incision Lenticule Extraction (SMILE)

SMILE merupakan teknologi terbaru dalam dunia bedah refraktif. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan laser femtosecond untuk membentuk dan mengangkat lenticule (jaringan kecil) di dalam Kornea melalui sayatan sangat kecil. Karena minim sayatan dan tidak memerlukan pembentukan flap, SMILE menawarkan kenyamanan yang lebih tinggi dan resiko komplikasi yang lebih rendah. Metode ini cocok untuk Anda yang menginginkan hasil jangka panjang dengan waktu pemulihan yang cepat.

4. Implan Lensa

Implan lensa melibatkan penggantian lensa mata dengan lensa intraokular sintetis untuk memperbaiki penglihatan. Prosedur ini bisa menurunkan kemampuan melihat jarak dekat sehingga pasien mungkin masih memerlukan kacamata baca. Efek sampingnya meliputi penglihatan buram, silau, peradangan, infeksi, hingga Glaukoma. Konsultasi dokter mata sangatlah penting sebelum kalian memutuskan untuk menjalani prosedur ini.

5. Inlay Kornea

Corneal inlay melibatkan pemasangan ring kecil berbahan plastik pada Kornea untuk mengubah lengkungannya, sehingga cahaya bisa difokuskan lebih baik dan objek jarak dekat terlihat lebih jelas. Prosedur ini membantu meningkatkan penglihatan tanpa memerlukan alat bantu visual lainnya.

Dengan berbagai pilihan pengobatan yang tersedia, penting untuk melakukan konsultasi dokter mata terlebih dahulu guna menentukan metode yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

Buat kalian yang sering mengalami gangguan penglihatan baik itu Presbiopi maupun masalah mata lainnya, nggak ada salahnya untuk segera periksa mata KMU di cabang Klinik Mata KMU terdekat di kota kalian. Disana, kalian bisa menjalani tes mata KMU secara lengkap dan langsung melakukan konsultasi dokter mata yang berpengalaman. Jadi, jangan tunggu sampai keluhannya makin parah, yuk jaga kesehatan mata sejak sekarang!

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Tonton juga video menarik lainnya seputar kesehatan mata disini!

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218