Mata merah menjadi salah satu keluhan mata yang dianggap lumrah atau biasa terjadi. Padahal pada beberapa kondisi ini termasuk dalam kondisi darurat dan perlu di ketahui penyebabnya. Periksa mata KMU untuk memastikan diagnosis yang tepat.
Beberapa kondisi ini yang masuk dalam kategori darurat bila gejala disertai rasa nyeri, perih, gatal, gatal, bernanah (belekan), atau bengkak sehingga tidak menutup kemungkinan hal tersebut menjadi serius dan memerlukan penanganan segera.
Apakah mata merah bisa hilang sendiri? Mata merah yang disebabkan oleh iritasi ringan sering kali bisa membaik dengan sendirinya, terutama jika faktor pemicunya dihindari. Namun, Jika keluhan mata merah tak kunjung reda atau semakin parah, segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dan cara mengobati mata merah sebelah secara tepat.
Baca Juga:
Operasi Katarak Gratis 2025
Daftar Isi
Penyebab Mata Merah

Keluhan mata merah adalah kondisi saat bagian mata yang berwarna putih (sklera) berubah menjadi merah. Keluhan ini bisa muncul di salah satu atau kedua mata sekaligus. Kenapa mata merah tak kunjung sembuh? Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh minimnya pasokan oksigen yang mengalir ke Kornea atau jaringan mata karena faktor lingkungan, gaya hidup atau karena masalah mata tertentu.
1. FAKTOR LINGKUNGAN
Lingkungan bisa menjadi faktor penyebab mata merah, diantaranya karena:
- Polusi udara (debu)
- Asap (Rokok, kendaraan dll)
- Udara (Iklim kering, ruangan ber-AC)
- Papan kimiawi (Klorin di kolam renang, dll)
- Paparan sinar matahari berlebihan
2.PENYEBAB UMUM MATA MERAH
pada dasarnya, penyebab mata merah ini umumnya terjadi karena hal-hal berikut:
- Mata kering
- Alergi mata
- Konjungtivitis
- lensa kontak
- Melihat gadget dengan waktu yang sangat lama
3.PENYEBAB MATA MERAH YANG GAWAT
Adapun penyebab lain yang lebih serius, di antaranya:
- infeksi mata
- Trauma atau cedera mata
- Operasi mata (baru saja melakukan tindakan operasi)
- Uveitis
- Ulkus
- Glaukoma
Selain penyebab di atas, faktor gaya hidup juga dapat memperbesar risiko mata merah. Misalnya, merokok, konsumsi alkohol yang berlebihan, penggunaan gadget yang berlebihan dan kurangnya waktu istirahat.
Baca Juga:
KENALI 6 PENYAKIT PADA KORNEA MATA: STRUKTUR, PENCEGAHAN HINGGA PENGOBATAN
PENYAKIT RETINA : JENIS, DIAGNOSA, PENGOBATAN, HINGGA PENCEGAHANNYA
Penyakit Mata Yang Ditandai Mata Merah

Sahabat KMU perlu waspada juga bila mengalami mata merah, karena mata merah ini sendiri bisa jadi sebagai gejala adanya keluhan mata lain. Beberapa penyakit mata yang memunculkan gejala mata merah ini, diantaranya:
1.Konjungtivitis
Penyebab mata merah yang paling sering terjadi adalah konjungtivitis. Konjungtivitis adalah infeksi yang memicu iritasi pada konjungtiva atau membuat transparan tipis pelapis kelopak mata dan bagian putih mata.Peradangan inilah yang membuat bagian putih mata, bisa sebagian atau seluruhnya tampak memerah.
Konjungtivitis bisa disebabkan infeksi virus, bakteri, atau alergi. Konjungtivitis akibat infeksi bisa menular ke orang lain, sedangkan konjungtivitis yang disebabkan oleh alergi atau tidak menular.
Konjungtivitis akibat alergi dapat menimbulkan gejala, seperti mata terasa gatal, panas, dan bengkak. Jika disebabkan oleh infeksi bakteri, gejala dapat disertai dengan mata yang bernanah (belekan), nyeri atau gatal, serta merah dan bengkak.
Konjungtivitis akibat virus membuat mata menjadi merah, gatal, dan terbakar. Untuk mencegahnya, menghindari faktor yang dapat menyebabkan mata merah dan gatal, debu, serta menghindari kebiasaan mengucek misalnya atau area mata.
2.Ulkus
Ulkus atau tukak adalah luka terbuka pada mata yang disebabkan oleh infeksi bakteri, cedera, atau trauma. Berikut adalah gejala yang biasa muncul:
Gejala Ulkus
- Nyeri pada mata,
- Lebih peka pada cahaya sehingga terasa mudah silau
- Mata
- Terdapat masalah penglihatan, misalnya penglihatan kabur atau buram
- Muncul bintik putih di muka, makin lama makin melebar
- Orang dengan kelainan kelopak mata
Penanganan ulkus melibatkan pemberian antibiotik atau obat antijamur untuk mengobati infeksi dan mencegah komplikasi. Jika tidak ditangani dengan benar, ulkus bisa menyebabkan gangguan penglihatan permanen. Untuk pengguna lensa kontak, penting memastikan kebersihan dan sterilitas, atau mempertimbangkan prosedur seperti Lasik untuk mencegah risiko ini.
3.Mata kering
Mata kering terjadi ketika kelenjar air mata tidak memproduksi cukup air mata atau terlalu banyak air mata yang menguap, menyebabkan mata terasa kering dan iritasi. Ini dapat memicu mata merah. Beberapa faktor penyebabnya meliputi cuaca panas dan berangin, penggunaan lensa kontak yang berlebihan, atau penyakit tertentu seperti lupus dan rheumatoid arthritis.
Gejala Mata Kering
- Mata terasa perih atau panas
- Ada sensasi benda asing masuk ke mata
- Mata terasaganjal seperti berpasir
- Pandangan menjadi agak kabur
- Mata cepat terasa lelah
Mata kering dapat diatasi dengan menggunakan obat tetes mata yang dapat dibeli di pasaran. Jika gejala parah, dokter mungkin akan meresepkan obat tetes mata atau tindakan medis lainnya. Mata kering lebih sering terjadi pada wanita, terutama yang telah menopause, atau pada orang yang lebih tua karena penurunan jumlah air mata.
4. Mata Lelah
Trauma atau cedera pada mata dapat menyebabkan mata merah. Beberapa contoh cedera meliputi luka akibat kecelakaan, paparan benda asing, zat kimia, sinar ultraviolet berlebihan, atau luka bakar. Cedera pada mata sering kali disertai perdarahan karena pembuluh darah yang terluka.
Gejala Mata Lelah
- Mata terasa lelah dan kering
- Sakit kepala
- Rasa tidak nyaman atau perasaan tertekan di sekitar mata
Untuk mengatasi mata lelah, pastikan untuk beristirahat setiap jam dengan aturan 20-20-20: setiap 20 menit, lihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik. Gunakan juga obat tetes mata jika diperlukan untuk menjaga kelembapan dan kenyamanan mata.
5.Trauma atau Cedera Mata
Trauma atau cedera pada mata dapat menyebabkan mata merah. Contoh trauma atau cedera mata adalah luka pada mata akibat kecelakaan, terpapar benda asing atau zat kimia, baru saja menjalani operasi, terkena paparan sinar ultraviolet yang berlebihan, atau luka bakar.
Gejala Trauma atau Cedera Mata
- Mata merah dan bengkak
- Nyeri atau ketidaknyamanan
- Penglihatan kabur atau buram
Jika terjadi cedera atau trauma pada mata, segera cari pertolongan medis untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Benda asing yang masuk ke mata juga harus segera diperiksa dan ditangani oleh dokter untuk mencegah luka yang lebih parah. Cedera pada mata merupakan kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan cepat.
6. Pendarahan Subkonjungtiva
Pendarahan Subkonjungtiva terjadi ketika pembuluh darah di bawah permukaan mata pecah, menyebabkan munculnya bintik merah pada bagian putih mata. Hal ini bisa disebabkan oleh menggosok mata terlalu keras, batuk, bersin, atau cedera. Orang dengan diabetes, tekanan darah tinggi, atau yang mengonsumsi obat tertentu lebih rentan mengalami kondisi ini.
Gejala Pendarahan Subkonjungtiva
- Mata merah pada bagian putih
- Tidak ada gangguan penglihatan
- Tidak ada rasa nyeri
Pendarahan subkonjungtiva biasanya tidak memerlukan perawatan khusus. Cukup menggunakan obat tetes mata untuk iritasi ringan. Kondisi ini umumnya akan sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 minggu tanpa menimbulkan komplikasi.
7. Blefaritis
Blefaritis adalah peradangan pada kelopak mata dan bulu mata yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Gejalanya meliputi kemerahan pada kelopak mata, pembengkakan, mata terasa terbakar, sensitif terhadap cahaya, dan adanya kotoran (krusta) yang menempel pada bulu mata.
Gejala Blefaritis
- Kemerahan dan pembengkakan pada kelopak mata
- Mata terasa terbakar
- Sensitif terhadap cahayaKotoran (krusta) pada bulu mata
Blefaritis biasanya diobati dengan pembersihan kelopak mata secara teratur menggunakan air hangat atau solusi pembersih khusus. Obat tetes mata atau salep antibiotik juga bisa diresepkan oleh dokter jika infeksi bakteri terjadi.
Baca Juga:
ANATOMI MATA: FUNGSI, KELAINAN, DAN KELUHAN
3 JENIS BUTA WARNA YANG HARUS DIKETAHUI
8. Glaukoma
Glaukoma adalah peningkatan tekanan bola mata yang dapat menyebabkan gangguan lapang pandang dan mengancam penglihatan, bahkan berpotensi menyebabkan kebutaan.
Biasanya gejalanya berkembang perlahan, tetapi jika akut, dapat disertai dengan sakit hebat di mata, nyeri yang menjalar ke kepala, mata merah, mual, muntah, dan penglihatan berbentuk pelangi di sekitar sumber cahaya. Glaukoma memerlukan perhatian medis segera.
Gejala Glaukoma
- Sakit mata hebat
- Mata merah
- Penglihatan berbentuk pelangi di sekitar cahaya
- Nyeri kepala dan mual
Glaukoma perlu diobati dengan obat penurun tekanan mata atau tindakan medis seperti operasi untuk mencegah kerusakan permanen pada penglihatan.
9.Uveitis
Uveitis adalah peradangan pada jaringan uvea mata yang dapat disebabkan oleh infeksi, trauma, keganasan, atau penyakit autoimun. Gejalanya meliputi mata merah, rasa sakit, sensitif terhadap cahaya, dan penglihatan buram.
Gejala Uveitis
- Mata merah
- Sakit mata
- Silau
- Penglihatan kabur
Uveitis biasanya memerlukan obat antiinflamasi atau kortikosteroid untuk mengurangi peradangan, serta perawatan medis yang sesuai dengan penyebabnya.
10. Paparan Secepatnya
Paparan asap rokok, asap kendaraan, dan polusi udara dapat mengiritasi mata, menurunkan kelembapan mata, dan menyebabkan mata kering, merah, serta gatal.
Gejala Paparan Secepatnya
- Mata merah
- Mata kering
- Gatal dan pedih
Menghindari paparan iritan dan menggunakan tetes mata pelembab dapat membantu meredakan gejala.
Mata Merah Harus Segera Diperiksakan ke Dokter Mata
Segera periksa dan konsultasi dokter mata jika terdapat keluhan mata merah lebih dari 1 – 2 hari, sudah diberikan obat tetapi tidak membaik, setelah terkena trauma benda tajam, terdapat benda asing pada mata, mengalami mata merah, buram, dan muntah gangguan penglihatan, sensitif terhadap cahaya atau silau yang berlebihan, terdapat kotoran berwarna kuning atau kehijauan dan timbul kelainan kulit, seperti cacar air di sekitar mata. Sebaiknya, lakukan tes mata KMU untuk membantu memastikan kondisi mata dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Gejala mata merah juga bisa disertai demam, nyeri kepala, dan gangguan penglihatan. Jika sudah mengalami gejala tersebut, segera datang ke klinik mata atau rumah sakit terdekat karena kemungkinan memerlukan penanganan segera oleh dokter.
Jika mata merah tidak mengunjungi reda, maka konsultasikan dengan dokter adalah solusi terbaik untuk membantu menyembuhkan atau mengobati mata merah. Bantuan dokter dapat membantu dan mengetahui penyebab mata merah dan menyarankan pengobatan yang tepat.
Baca Juga:
4 FAKTA GLAUKOMA : HADIR TANPA KELUHAN, SEBABKAN KEBUTAAN PERMANEN
Penanganan Pertama Pada Mata Merah

Apakah ketika mengalami mata merah, Anda harus segera ke dokter mata? memang begitu. Namun, bila mengalami mata merah yang tidak disertai rasa sakit atau gangguan penglihatan, Anda bisa mencoba beberapa penanganan pertama seperti:
Pengobatan untuk mata merah dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya:
- Sering kali cukup dengan istirahat
- Kompres dingin pada mata
- Pijat kelopak mata
- Cuci lembut kelopak mata
- Menggunakan obat tetes mata yang dijual bebas yang dapat meredakan gejala.
Namun, jika keluhan tidak membaik setelah perawatan awal atau disertai gejala seperti rasa sakit, mual, sakit kepala, atau penglihatan terganggu, segera periksakan ke dokter spesialis mata.
Pengobatan mata merah bergantung pada penyebabnya, seperti antibiotik untuk infeksi bakteri, antihistamin untuk alergi, atau tetes mata buatan untuk mata kering. Hindari penggunaan obat-obatan tanpa resep dokter, terutama yang mengandung steroid, dan jangan menggunakan obat tradisional yang dapat menyebabkan iritasi.

Mencegah Mata Merah
Berdasarkan penjelasan di atas, mata merah bukan kondisi serius jika segera ditangani. Infeksi pun dapat terhindari dari penanganan yang tepat. Dalam banyak kasus, kondisi ini bisa menjaga menjaga kebersihan serta menghindari sejumlah partikel (iritan) yang dapat menjadi pemicu terjadinya mata merah.
Berikut adalah beberapa tips untuk mencegah mata merah yang bisa dilakukan:
- Faktor pencetus yang dapat membuat mata merah misalnya debu, asap, dll.
- Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih jika melakukan kontak dengan penderita infeksi mata.
- Menghentikan kebiasaan mengucek atau bola mata.
- Mengurangi yang membuat mata lelah dan bahan atau partikel yang mengiritasi mata.
- Bersihkan wajah setelah pemakaian make-up terutama pada daerah kelopak dan bulu mata.
- Pemakaian lensa kontak terlalu lama dari yang disarankan. Bagi pengguna lensa kontak, bersihkan lensa kontak secara teratur, dan sesuaikan lensa sesuai petunjuk di kemasan atau petunjuk dokter. Jangan gunakan lensa saat tidur, dan hindari penggunaan produk lensa kontak yang tidak jelas kualitas dan keamanannya.
- Segera cuci mata dengan air yang terkontaminasi mengalir jika mata partikel asing.
- Jika sering berada di luar rumah atau di daerah yang banyak terpapar sinar matahari, gunakanlah kacamata khusus untuk melindungi mata dari paparan sinar matahari dan benda asing.
- Beristirahatlah secara teratur saat melihat layar komputer untuk waktu yang lama.
Saksikan juga video lain tentang kesehatan mata di bawah ini :











