Merokok meningkatkan risiko katarak

Benarkah Merokok Meningkatkan Risiko Katarak? Ini Faktanya

Katarak yang menyerang mata bisa dipicu oleh beberapa hal, salah satunya merokok. Ya, gangguan mata pada lensa ini bisa saja terjadi lebih mudah dan cepat pada orang yang memiliki kebiasaan merokok. Apakah benar, merokok meningkatkan risiko katarak?

Pengertian Katarak

Katarak, tentu tidak asing bagi kita ya Sahabat KMU. Karena memang penyakit ini merupakan penyakit mata yang banyak dialami dan termasuk penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia, bahkan dunia. Menurut WHO (World Health Organization), jumlah penderita katarak per 2020 adalah sekitar 94 juta orang.

Definisi dari Katarak sendiri adalah suatu penyakit mata yang menyerang lensa mata. Lensa pada penderita katarak akan semakin mengeruh, karena adanya penumpukkan protein. Hal ini membuat lensa mata berawan baik ringan maupun pekat dan bisa mengjalangi penglihatan.

Gejala Katarak

Beberapa gejala yang dirasakan pada mata penderita Katarak akan sangat beragam. Bergantung pada tingkat keparahan kerusakan lensa yang terjadi. Berikut ini beberapa yang dirasakan penderita katarak : 

  1. Penglihatan terasa berasap atau berkabut
  2. Penurunan tajam penglihatan dan sensitivitas kontras
  3. Semakin sulit melihat di pencahayaan redup atau malam hari
  4. Mata lebih mudah silau terkena cahaya dan seperti ada kilatan cahaya
  5. Kualitas penglihatan warna semakin memudar
  6. Sering butuh ganti ukuran kacamata

Sangat penting untuk mengamati sejak awal gejala penurunan penglihatan ini. Karena dikhawatirkan termasuk gejala Katarak, dan sudah tahap parah sehingga perlu pengobatan berupa operasi. 

Gejala ini bisa mudah hadir, jika ada kebiasaan merokok. Karena merokok meningkatkan risiko katarak. Bagaimana bisa? Yuk, kita simak lebih lanjut.

Merokok meningkatkan risiko katarak

Pengobatan

Apabila merasa sudah ada beberapa atau bahkan seluruh gejala Katarak di atas, maka jalan satu-satunya adalah operasi Katarak. Kenapa operasi? karena jalan pengobatan berupa terapi obat sudah tidak mampu lagi mengatasi kerusakan lensa. 

Apalagi hanya dengan kacamata, tentu lensa masih tetap butek dan gejala akan tetap ada. Maka dari itu, operasi katarak atau dengan mengganti lensa yang keruh menjadi lensa buatan baru yang transparan lah, menjadi jalan pengobatan terbaik.

Adapun salah satu teknik dari operasi Katarak adalah berupa Operasi Phacoemulsification atau operasi Katarak tanpa jahitan sama sekali. Proses operasinya hanya sekitar 10-15 menit, sedangkan waktu pemulihannya sangat cepat.

Fakta Merokok Meningkatkan Risiko Katarak

Meski Katarak dan beragam gejalanya bisa disembuhkan dengan operasi Katarak yang prosedurnya cepat dan penyembuhannya mudah, tetap saja Katarak tentu membuat mata sangat tidak nyaman. 

Bahkan tidak menutup kemungkinan, bisa terjadi katarak sekunder bahkan setelah operasi Katarak dilakukan. Tentu hal ini bisa menghambat aktivitas sehari-hari dan menyulitkan penderitanya mencapai goals tertentu jika matanya sebagai satu-satunya penglihatan mengalami gangguan.

Nah, Katarak sendiri, yakni keruhnya lensa karena protein mata bisa dipicu dan berasal dari beberapa faktor resiko salah satunya merokok. 

Merokok meningkatkan risiko katarak

Faktanya, kebiasaan merokok meningkatkan risiko katarak 9x lebih tinggi daripada orang tidak merokok sama sekali. Terlebih jika sudah di masa tua, di mana katarak ini juga berisiko tinggi terjadi pada lansia, orang yang semasa mudanya hingga tua suka merokok meningkatkan risiko katarak lebih cepat lagi.

Hal ini semacam menabung penyakit mata di masa tua ya Sahabat KMU. Terlebih lagi jika durasi dan kuantitas merokok yang luar biasa banyaknya. Hal ini sudah jelas akan berpengaruh signifikan pada potensi katarak

Bagaimana hal ini bisa terjadi ya? 

Baca juga :
LASIK

Operasi Phacoemulsification

Merokok Meningkatkan Risiko Katarak karena Minim Suplai Antioksidan

Nyatanya, perilaku merokok bisa mengurangi suplai antioksidan di mata. Sedangkan antioksidan ini berfungsi sebagai penangkal radikal bebas atau racun yang bisa membahayakan kesehatan mata. 

Walhasil, lensa mata lebih mudah mengeruh karena ada tumpukan zat yang tidak semestinya ada di lensa karena sudah “diatasi” oleh antioksidan tadi.

Asap Rokok Memicu Oksidasi Mata

Selain itu, asap yang dihasilkan dari aktivitas merokok bisa mengganggu serat-serat protein lensa mata. Jika serat protein ini terusik, bisa memicu aktivitas oksidasi. Jika proses oksidasi sudah terjadi, maka bisa memicu kekeruhan lensa yang mendorong dengan mudahnya perkembangan katarak

Wah, tentu sangat ngeri ya sahabat KMU jika mata kita yang awalnya bisa melihat dunia dengan indah, ternyata harus menghadapi gangguan penglihatan yang tidak nyaman. Hanya karena “tabungan perilaku buruk” yakni merokok. Karena merokok meningkatkan risiko katarak, yuk segera hindari dan ajak orang terdekat juga menghindari rokok.

Merokok meningkatkan risiko katarak

Dengan mengetahui bahwa merokok meningkatkan resiko katarak, kita bisa menyadari sedari dini untuk segera menghentikan kebiasaan ini dan menggantinya dengan kebiasaan lain seperti mengonsumsi vitamin dan suplemen alami yang sehat untuk tubuh dan mata.

Jika sudah ada potensi bibit gejala gangguan mata tertentu, baik karena riwayat keluarga, trauma mata, dll seperti katarak atau lainnya, bisa segera konsultasi dokter mata ya. Jangan sampai kondisi sangat parah dan mata sudah memasuki gejala kebutaan baru periksa dokter.

Apalagi sudah merokok lama dan sudah ada gejala memburuknya penglihatan. Karena merokok meningkatkan risiko Katarak, bukan tidak mungkin gejala tidak normalnya mata itu karena Katarak.

Tapi tenang, dokter mata akan menyelamatkanmu dari rusaknya lensa mata dengan operasi katarak. Tapi kita juga tetap menjaga kesehatan mata juga ya. []

Tonton juga video edukasi berikut ini :
https://www.youtube.com/watch?v=qWYaTytRXHQ&list=PLDMUgmslo6C0ZvBrqtw2hiD-jsRkZcnTw&index=27