obat tetes mata

Bahaya Penggunaan Obat Tetes Mata Sembarangan

Banyak jenis obat. Antara lain obat tablet, kapsul, obat salep, dan obat tetes. Untuk gejala dan permasalahan pada mata, umumnya adalah obat tetes. Nah, berikut ini penjelasan dari dr. Chandra Nur Identa Prima Budi, Sp.M. tentang bahaya penggunaan obat tetes mata sembarangan.

Obat tetes adalah sediaan obat dalam bentuk cairan yang digunakan untuk mengobati dan meredakan gejala dan permasalahan yang terjadi pada mata.

Keluhan Mata

Ada banyak keluhan mata. Yang kemudian orang menggunakan obat tetes mata. Antara lain:

  • Mata merah
  • Mata mengganjal
  • Mata pedih
  • Mata gatal
  • Mata kering

Obat tetes mata banyak tersedia di apotek atau warung. Sehingga, untuk keluhan ringan sering kali orang mengobatinya sendiri dengan obat yang banyak beredar tersebut. Ketika keluhannya berat seperti mata kabur atau keluar darah, biasanya masyarakat baru memeriksakan diri ke dokter.

Kandungan Obat Tetes Mata

Sebelum membahas bahaya penggunaan obat tetes mata, terlebih dahulu kita bahas kandungannya. Sebab kandungan obat tetes mata inilah yang terkait erat dengan efek samping atau bahayanya.

Salin (bahan dasar)

Larutan salin adalah bahan dasar dari obat tetes tersebut. Berupa cairan yang membuat obat tetes berbentuk cair.

Antiradang (steroid)

Digunakan untuk mata yang mengalami peradangan seperti mata merah.

Antibakteri

Untuk infeksi bakteri yang membuat mata menjadi kabur, gatal, mata merah

Antijamur

Hampir sama seperti sebelumnya. Antijamur untuk infeksi jamur yang membuat mata menjadi kabur, gatal, mata merah.

Pelumas air mata buatan

Untuk mata perih

Pengawet

Sebagian tetes mata menggunakan pengawet tetapi banyak juga yang tidak menggunakan pengawet.

Kandungan tetes mata ini perlu benar-benar diperhatikan dan diwaspadai karena penggunaan yang tidak tepat akan menyebabkan efek samping bagi mata atau bagian mata tertentu.

Baca juga: Katarak Sekunder

Golongan Obat

Golongan obat perlu benar-benar menjadi perhatian. Tidak boleh sembarangan. Biasanya, golongan obat terdapat pada bungkus dengan logo masing-masing.

logo penggolongan obat

Obat bebas

  • Logonya berupa lingkaran berwarna hijau dengan lingkaran hitam di sekelilingnya.
  • Tanpa resep dokter
  • Efek samping sangat kecil

Oleh karena itu, masyarakat bisa dengan mudah membelinya di apotek atau di warung.

Obat bebas terbatas

  • Logonya berupa lingkaran berwarna biru dengan lingkaran hitam di sekelilingnya.
  • Tanpa resep dokter
  • Efek samping cukup berbahaya

Meskipun bisa membelinya secara bebas, masyarakat perlu bijak memakainya karena efek samping obat ini cukup berbahaya.

Obat keras

  • Logonya berupa lingkaran berwarna biru dengan huruf K di tengan dan lingkaran hitam di sekelilingnya.
  • Resep dokter
  • Efek samping berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian

Pada obat mata, meskipun tidak menyebabkan kematian, efek samping akibat penggunaan yang salah bisa menyebabkan kebutaan.

Obat narkotika

  • Logonya berupa lingkaran berwarna putih dengan lambang palang merah di tengan dan lingkaran merah di sekelilingnya
  • Resep dokter
  • Efek ketergantungan, bisa menyebabkan kematian

Obat narkotika ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan ketergantungan hingga mengakibatkan kematian.

Baca juga: Penyakit Mata pada Lansia

Contoh Obat Tetes Mata di Pasaran

Ada dua obat tetes mata yang menjadi contoh karena sering kita dapati di pasaran. Pertama, Cendo Xitrol. Kedua, Insto.

Cendo Xitrol

Cendo Xitrol termasuk obat keras sesuai dengan logo pada kotak kemasannya. Artinya, obat ini seharusnya dengan resep dokter karena efek samping berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kebutaan. Namun, obat tetes ini sering kita dapati di apotek atau warung. Membelinya pun tidak memakai resep dokter.

Tidak sedikit orang yang membelinya karena matanya merah atau gatal. Setelah dipakai dan enak, bulan depan sewaktu matanya merah lagi, beli lagi dan pakai obat ini lagi. Bulan depannya juga begitu. Ini perlu diwaspadai.

Kandungan obat ini adalah:

  • Dexamethasone sodium phosphate 1 mg atau 0,1%
  • Neomycin sulphate setara neomycin base 3,5 mg
  • Polymixin B sulphate 6.000 IU

Dexamethasone sodium phosphate termasuk steorid. Sedangkan neomycin sulphate dan Polymixin B sulphate adalah antibiotik.

Insto Dry Eye

Obat ini termasuk bebas terbatas. Memang tidak harus pakai resep dokter tetapi tetap perlu diperhatikan karena efek sampingnya cukup berbahaya.

Baca juga: Kacamata Blue Ray

Efek Samping Tetes Mata

Penggunaan tidak tepat

Terkadang, orang menggunakan obat tetes mata tidak sesuai dengan indikasinya. Misalnya mata merah dan pandangannya agak kabur, dia mengobati sendiri menggunakan streoid dan antibiotik. Ternyata keluhan tersebut memberat karena indikasinya tidak sesuai. Ternyata mata pasien tersebut terinfeksi jamur. Akhirnya keluhannya semakin memberat.

Reaksi alergi

Reaksi alergi ini bisa muncul karena pasiennya sendiri memang memiliki alergi. Bisa juga karena kandungan tetes mata tersebut terutama pengawetnya.

Reaksi alergi yang sering terjadi akibat efek samping obat tetes mata adalah sebagai berikut:

  • Mata bengkak (kelopaknya menjadi lebih bengkak)
  • Mata iritasi (ditandai dengan mata berwarna merah)
  • Pusing
  • Muntah

Biasanya, reaksi alergi terjadi dalam waktu 15 menit sampai 1 jam.

Baca juga: Perawatan Pasca Operasi Katarak

Menangani Reaksi Alergi

Bagaimana menangani reaksi alergi?

  • Pertama, hentikan pemakaian obat tetes mata.
  • Kedua, bilas dengan air mengalir yang bersih.
  • Ketiga, segera ke dokter

Reaksi alergi paling parah umumnya terjadi pada penggunaan tetes mata steroid yang salah. Insya Allah selengkapnya kita uraikan pada pembahasan berikutnya. []