Terjebak dalam mitos Operasi Katarak sering kali membuat banyak orang ragu atau bahkan takut untuk menjalani prosedur yang sebenarnya bisa menyelamatkan penglihatan mereka. Padahal, Operasi Katarak adalah prosedur medis yang sangat umum dan relatif aman dilakukan.
Sayangnya, berbagai mitos yang tidak benar masih banyak beredar di masyarakat dan sering menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu. Untuk itu, penting bagi kita untuk memahami fakta sebenarnya tentang operasi ini. Yuk, simak 7 mitos dan fakta seputar Operasi Katarak yang bisa membantu menghilangkan keraguanmu!
Daftar Isi
Operasi Katarak

Operasi katarak adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengatasi katarak, yaitu kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan gangguan penglihatan. Prosedur ini meliputi pengangkatan lensa yang keruh dan digantikan dengan lensa artificial yang transparan. Operasi katarak merupakan prosedur medis yang umum dan aman yang dilakukan untuk memperbaiki penglihatan pasien.
Lama Operasi Katarak atau proses Operasi Katarak biasanya cukup cepat dan berlangsung sekitar 30 menit hingga satu jam, tergantung pada kondisi pasien. Banyak yang bertanya, “operasi katarak berapa lama?” jawabannya tidaklah lama, dan biasanya pasien bisa pulang di hari yang sama. Setelah operasi, mata akan diberi perban untuk melindunginya, dan lama perban dibuka setelah Operasi Katarak umumnya sekitar satu hingga dua hari.
Ada beberapa jenis operasi katarak yang dapat dilakukan untuk menghancurkan lensa yang rusak, diantaranya yaitu:
1. Phacoemulsification
Operasi phacoemulsification merupakan jenis operasi katarak yang paling umum dilakukan. Prosedur ini meliputi pengangkatan lensa yang keruh dengan menggunakan laser dan digantikan dengan lensa artificial yang transparan. Teknik ini biasa dilakukan dengan cara menghancurkan lensa yang mengalami katarak dengan gelombang suara dengan frekuensi tinggi (ultrasound).
2. Operasi katarak Intrakapsular
Merupakan jenis Operasi Katarak yang dilakukan dengan membuat sayatan berukuran besar kemudian mengangkat seluruh lensa yang keruh, termasuk bagian dalam yang disebut sebagai kapsul. Setelah itu, lensa baru akan dipasangkan di lokasi yang sama dengan lensa yang lama atau bisa juga di lokasi baru, biasanya di depan iris. Umumnya operasi ini memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi.
3. Operasi katarak Extracapsular
Merupakan jenis Operasi Katarak yang dilakukan dengan mengangkat sebagian lensa yang keruh saja, tidak termasuk bagian dalam yang disebut sebagai kapsul. Teknik ini biasanya digunakan jika Katarak yang dialami terbentuk cukup padat sehingga tidak bisa dihancurkan, dan menyisakan kapsul belakang lensa untuk menjadi tempat pemasangan lensa buatan.
4. Operasi katarak laser
Teknik ini merupakan terobosan operasi katarak tercanggih menggunakan laser femtosecond dengan tingkat akurasi yang tinggi, yang menjalankan keseluruhan proses operasi katarak menggunakan sinar laser, tanpa pisau bedah. Pada teknik laser ini, dokter menggunakan sinar laser untuk membuat sayatan pada tepi Kornea dan menghancurkan lensa mata yang sudah keruh.
Perlu diperhatikan bahwa selama proses Operasi Katarak, pasien tidak akan merasakan sakit, karena dokter memberikan anestesi lokal. Pasca operasi, beberapa efek setelah operasi katarak yang umum dirasakan meliputi mata sedikit terasa kering atau gatal, namun ini bersifat sementara. Keberhasilan operasi mata katarak sangat tinggi, mencapai lebih dari 90%, sehingga pasien bisa merasa tenang. Meski begitu, seperti prosedur medis lainnya, ada kemungkinan efek samping operasi katarak, seperti infeksi atau penglihatan kabur, namun ini sangat jarang terjadi dan bisa ditangani oleh dokter mata.
Baca juga:
LASIK
Katarak Sekunder: Perlu Tahu, Ini 4 Perbedaan dengan Katarak
Mata Minus
Mengetahui Beberapa Vitamin Untuk Mata Katarak
Mitos Operasi Katarak

Meskipun Operasi Katarak telah terbukti efektif dalam mengembalikan kemampuan penglihatan pasien, masih banyak mitos yang beredar tentang prosedur ini. Simak fakta vs mitos Operasi Katarak, prosedur yang telah terbukti efektif dalam mengembalikan kemampuan penglihatan berikut ini :
| NO. | Mitos | Fakta |
| 1 | Operasi Katarak berbahaya | Berdasarkan studi, operasi katarak termasuk prosedur yang aman dan sangat minim resiko efek samping. |
| 2 | Operasi Katarak menyebabkan kebutaan | Hingga saat ini, kebutaan akibat katarak yang tidak ditangani jauh lebih banyak dibanding akibat operasi Katarak. |
| 3 | Katarak dapat sembuh dengan obat tetes mata | Studi menunjukkan, belum ada obat yang dapat menyembuhkan Katarak. |
| 4 | Operasi Katarak pemulihannya berbulan-bulan | Nyatanya, jika mengikuti saran dokter, pemulihan berlangsung kurang lebih 8 minggu (sesuai dengan kondisi pasien masing-masing). |
| 5 | Membaca atau menjahit dapat memperburuk Katarak | Hal ini sama sekali tidak benar, katarak tidak disebabkan oleh aktivitas mata, tetapi gejala katarak lebih cepat disadari ketika sering melakukan sesuatu dalam jarak dekat dan membutuhkan cahaya, seperti membaca. |
| 6 | Hanya orang tua yang menderita Katarak | Hal tersebut ternyata hanya mitos. Tercatat beberapa bayi dilahirkan dengan jenis katarak yang disebut Katarak Kongenital. Obat-obatan seperti kortikosteroid juga mampu menyebabkan perubahan pada mata yang menyebabkan Katarak. |
| 7 | Katarak akan selalu tumbuh kembali | Faktanya Katarak terjadi karena sel lensa mata mati dan menumpuk. Beberapa pasien yang telah menjalankan operasi mengeluhkan penglihatannya kembali buram atau kabur, namun hal itu dinamakan katarak sekunder. Hal tersebut terjadi karena membran yang memegang lensa baru menjadi keruh dan dapat diobati dengan operasi laser selama 15 menit. |
Baca juga:
Penglihatan Buram, Tanda Operasi Katarak Gagal?
Risiko Katarak yang Tidak Tertangani
Operasi Katarak Gratis
Gejala Katarak, Kenali Sebelum Kian Menjadi
Kapan Operasi Katarak Harus Dilakukan?

Ketahuilah kapan waktu yang tepat untuk melakukan operasi katarak. Sebab, tidak semua kondisi harus diatasi dengan tindakan bedah. Data Kemenkes RI 2017 menunjukkan bahwa katarak merupakan penyebab utama gangguan penglihatan di Indonesia. Pada kondisi tertentu, Operasi Katarak harus dilakukan untuk menghindari terjadinya kritis.
Pada tahap awal, Katarak ditandai dengan lensa mata yang sedikit keruh dan lebih cembung, dan biasanya masih dapat dikoreksi dengan kacamata yang sesuai. Namun, jika kekeruhan terus meningkat dan menyebar ke seluruh lensa mata, maka masalah penglihatan masih akan terjadi meskipun sudah menggunakan kacamata. Jika masalah penglihatan mengganggu aktivitas sehari-hari, tindakan operasi umumnya diperlukan untuk memperbaiki gangguan penglihatan.
Dalam hal ini konsultasi dokter mata diperlukan untuk melakukan diagnosa dan memberikan penanganan yang tepat. Dokter akan melakukan evaluasi secara keseluruhan terhadap kondisi mata pasien yang menderita Katarak untuk menentukan apakah perlu dilakukan operasi atau tidak. Pada beberapa kondisi, katarak harus dioperasi meskipun tingkat kekeruhan lensanya tidak berat.

Katarak bisa ditandai dari berbagai macam gejala. Namun, gejala Katarak yang muncul pada tahap awal seringkali diabaikan karena tidak terlalu mengganggu. Hal ini disebabkan karena gejala Katarak umumnya berjalan dengan lambat atau berkembang secara perlahan. Berikut ini beberapa gejala Katarak yang umum terjadi diantaranya:
- Penglihatan yang buram
- Mata sensitif terhadap cahaya
- Penglihatan ganda
- Penglihatan menurun di malam hari
- Penglihatan menjadi kuning
- Sering mengganti ukuran kacamata
Ketika Katarak tidak diatasi dengan tepat, risiko yang dapat terjadi cukup besar dan dapat menyebabkan kerusakan penglihatan yang permanen. Berikut ini beberapa risiko Katarak yang tidak tertangani, diantaranya yaitu:
1. Menurunkan produktivitas
Pandangan buram yang disebabkan oleh katarak akan membatasi penderitanya dalam beraktivitas dan menurunkan produktivitasnya sehari-hari.
2. Mempengaruhi kesehatan sehari-hari
Katarak memiliki dampak yang luas pada kesehatan seluruh tubuh. Hal ini disebabkan karena penderita katarak kesulitan dalam beraktivitas sehingga lebih sering diam. Kondisi tubuh yang tidak aktif dapat meningkatkan resiko munculnya penyakit lain.
3. Meningkatkan resiko kecelakaan
Penglihatan yang buram dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan saat berkendara. Penelitian menunjukkan bahwa penderita Katarak memiliki risiko kecelakaan lalu lintas 2,5 kali lebih tinggi. Oleh karena itu, sangat dianjurkan agar penderita katarak tidak berkendara sendirian.
4. Tidak mendapatkan pekerjaan yang layak
Penderita Katarak mengalami penurunan penglihatan. Mata yang kabur atau berkabut membuat mereka kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Hal ini dikarenakan 83% sumber informasi yang diterima manusia dari penglihatan.
Segera Periksakan Mata Anda Jika Mengalami Keluhan Atau Gejala Katarak
Jika Anda mulai merasakan gejala atau keluhan Katarak, seperti penglihatan yang buram atau sulit melihat di cahaya terang, jangan tunda untuk periksa mata KMU. Katarak sering berkembang perlahan dan tidak selalu menimbulkan gejala di tahap awal, sehingga banyak orang tidak menyadarinya. Namun jika dibiarkan, Katarak bisa menyebabkan kerusakan penglihatan permanen. Oleh karena itu, meskipun gejalanya masih ringan, segera lakukan tes mata KMU untuk memastikan kondisi mata Anda. Jangan biarkan Katarak mengganggu kesehatan penglihatan Anda lebih jauh, segera lakukan pemeriksaan mata untuk mendapatkan penanganan yang tepat sebelum terlambat.
Tonton juga video edukasi kesehatan tentang operasi katarak berikut ini











