Penyesalan Terbesar: Kisah Himmah Sofiana dan Perjuangan Melawan Glaukoma

Ditinjau oleh

dr. Danti Ayu Irawati, SpM

Terakhir diperbaharui pada

20 December 2024

Bagikan

Sudah banyak sekali edukasi kesehatan mata yang menjelaskan secara gamblang bahwa Glaukoma menjadi penyakit mata yang sangat berbahaya. Bagaimana tidak, penyakit ini bahkan dijuluki sebagai si pencuri penglihatan karena efek yang bisa muncul secara cepat.

Meski sudah banyak informasi kesehatan tentang Glaukoma, namun pada kenyataannya masih banyak kasus terlambatnya atau kurangnya kesadaran masyarakat terkait penyakit mata yang satu ini sehingga berujung pada kebutaan mata permanen. Salah satu contoh kisahnya yang bisa dijadikan pelajaran untuk semua Sobat KMU adalah kisah mata ibu dari Himmah Sofiana.ย 

Kondisi Awal Kesehatan Ibu Himmah Sofiana

Seiring bertambahnya usia, fungsi penglihatan sosok ibu dari Himmah Sofiana tidak sebaik kesehatan mata pada umumnya. Sejak awal kondisi mata beliau memang sudah memakai kacamata namun tidak dipakai setiap saat.ย 

Glaukoma

Belum ada kecurigaan sama sekali pada kondisi mata karena penglihatan yang mulai kabur dianggap sebagai gejala rabun yang umumnya dialami oleh usia lanjut.ย 

Baca juga: Glaukoma Sudut Terbuka Primer

Mengenal Glaukoma Kongenital

Buta Akibat Glaukoma, Waspada!

Kondisi kesehatan mata yang mulai terganggu pada ibu Himmah Sofiana adalah sebelah kiri saja. Sedangkan kondisi mata sebelah kanan masih cukup normal karena tidak merasakan beberapa gejala Glaukoma sebagaimana mata sebelah kiri.

Gejala Glaukoma Yang Terabaikan

Secara umum Glaukoma memiliki berbagai macam gejala yang mengakibatkan penderita merasa tidak nyaman pada salah satu atau kedua matanya. Gejala-gejala tersebut bisa semakin parah dalam waktu singkat hingga menghilangkan fungsi penglihatan penderita.ย 

Maka sangat penting mengenali atau menyadari gejala yang timbul dari Glaukoma. Diantara beberapa gejala umum Glaukoma yang mana juga dialami oleh ibu Himmah Sofiana adalah sebagai berikut:ย 

  • Rasa nyeri pada bagian mata yang terkena Glaukoma.
  • Warna mata memerah.
  • Fungsi penglihatan menyempit secara berkala hingga objek tidak bisa terlihat sama sekali.
  • Saat melihat sekitar cahaya, mata akan melihat bayangan lingkaran.ย 
  • Sakit kepala.
  • Saat melihat penglihatan jadi berkabut.

Sebagian besar gejala-gejala di atas telah dialami oleh ibu Himmah Sofiana, utamanya gejala nyeri dan mata memerah. Namun karena kurangnya kesadaran pada kesehatan mata, ibu Himmah Sofiana lantas tidak segera memeriksakan matanya ke dokter mata untuk mendapatkan diagnosa yang tepat.ย 

Baca juga: Waspada Gejala Mata Tegang

Bahaya Papiledema dan Pengobatannya

Proses Pemeriksaan dan Diagnosis Glaukoma

Menurut penuturan Himmah Sofiana, sang ibu akhirnya berkenan melakukan pemeriksaan mata karena rasa nyeri dan kemerahan pada mata sebelah kiri yang sudah sangat parah tersebut. Adapun proses pemeriksaan dan diagnosis mata terhadap Glaukoma ini diproses sesuai aturan pemeriksaan.

  • Tanya Jawab Riwayat Kesehatanย 

Sebagai langkah permulaan, biasanya dokter akan terlebih dulu melakukan proses tanya jawab pada pasien terkait keluhan dan kondisi kesehatan pasien.

Glaukoma

  • Pengukuran Tekanan Bola Mata

Rasa nyeri yang dialami oleh ibu Himmah Sofiana kemungkinan karena adanya tekanan bola mata yang cukup tinggi. Itulah mengapa harus dilakukan pemeriksaan Tonometri untuk melihat seberapa tingkat tekanan pada bola mata tersebut.

  • Tes Lapang Pandang

Selanjutnya ada tes lapang pandang yang dilakukan agar dokter mengetahui tingkat kemampuan mata pasien saat melihat benda di sekitar. Saat proses tes ini mata diarahkan melihat pada satu titik fokus.ย 

  • Tes Oftalmoskopi

Pemeriksaan ini dilakukan dengan alat mikroskop Oftalmoskopi untuk bagian dalam dan belakang mata.ย 

  • Pemeriksaan Ketebalan Kornea

Pemeriksaan ini sering disebut dengan istilah Pachymetry. Pemeriksaan Pachymetry ini juga akan memudahkan dokter untuk mengetahui lebih jelas ketinggian tekanan bola mata.ย 

  • Gonioskopi

Gonioskopi dilakukan untuk pemeriksaan sudut pertemuan antara kornea dan iris mata. Pemeriksaan ini dilakukan menggunakan alat cermin Gonioskop. Dengan dilakukannya pemeriksaan ini dokter bisa mengetahui jenis Glaukoma yang dialami pasien.ย 

Pengobatan dan Perawatan Glaukoma

Glaukoma memiliki dampak atau efek yang sama dengan Katarak, yaitu dapat menyebabkan kebutaan. Meski punya dampak yang sama, namun tentu saja pengobatan dan perawatannya memiliki perbedaan. Bisa dibilang Glaukoma hampir tidak bisa disembuhkan.ย 

Baca juga: Operasi Katarak Gratis RS dan Klinik Mata KMU

Katarak Penyebab Kebutaan Nomor 1 Indonesia

Pada kasus Glaukoma dokter akan terlebih dulu menganalisa tingkat keparahan Glaukoma itu sendiri, barulah nanti bisa diketahui tindakan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan kesehatan mata tersebut.ย 

Pada Glaukoma yang sudah di tingkat parah seperti mata ibu Himmah Sofiana yang sudah buta permanen, maka tidak ada tindakan yang bisa dilakukan untuk mengobatinya.ย 

Kendati begitu, masih ada cara yang bisa dilakukan untuk mata sebelah kanannya yang masih bisa diobati agar tidak mendapatkan dampak buta permanen seperti halnya mata kiri.ย 

umumnya mata yang sudah terdiagnosa Glaukoma bisa ditindak dengan 3 jenis tindakan berdasarkan tingkat keparahannya, yaitu:

  • Tetes Mata

Pengobatan dengan obat tetes mata ini dilakukan pada tingkat Glaukoma ringan. Obat tetes mata khusus ini diberikan agar bisa memperbaiki saluran cairan pada mata.ย 

  • Pembedahan Laser

Penggunaan teknologi laser ini berbeda dengan teknologi koreksi Lasik yang biasanya digunakan untuk mengganti retina rusak pada mata. Penggunaan lasernya diharapkan dapat memperbaiki saluran Keluarnya cairan mata agar tidak terjadi penekanan mata.ย 

  • Operasi

Pada tindakan operasi Glaukoma, yang akan dilakukan dokter adalah membuat jalan aliran cairan mata yang baru. Hal ini berbeda dengan operasi Katarak yang umumnya dilakukan untuk mengganti lensa mata yang rusak dengan lensa buatan.

Glaukoma

Refleksi dan Saran dari Himmah Sofiana

Berdasarkan kisah penyesalan yang dialami oleh ibu Himmah Sofiana, ada hal-hal yang perlu diperhatikan bagi Sobat KMU yang merasa takut pada gangguan mata Glaukoma.ย 

Sebagaimana saran yang disampaikan Himmah Sofiana, mulai dari sekarang tingkatkan kesadaran pada penyakit si pencuri penglihatan mata ini. Kenali gejala-gejala ringan hingga berat yang merujuk pada ciri-ciri penyakit si pencuri penglihatan ini.ย 

Glaukoma

Jika sudah merasakan adanya gejala ringan, jangan ragu untuk segera konsultasi dokter mata sehingga bisa didapatkan penanganan lebih dini dan terhindar dari kebutaan permanen.ย 

Selain itu bagi mata yang masih sehat, tetap rutin periksa mata setidaknya 6 bulan sekali agar bisa memastikan Kondisi kesehatan mata karena penyakit Glaukoma sendiri terkadang tidak bisa dihindari bagi sebagian besar orang.ย 

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Simak terus berbagai informasi kesehatan mata lainnya seperti di tautan berikut ini:ย 

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218