Gangguan refraksi mata pada anak seringkali tidak disadari oleh orang tua, padahal penglihatan memiliki peran penting dalam proses tumbuh kembang, belajar, dan aktivitas sehari-hari anak. Keluhan sederhana seperti anak sering mendekatkan gadget ke mata, memicingkan mata, atau mengucek mata kerap dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda awal gangguan penglihatan. Jika tidak dikenali dan ditangani sejak dini, gangguan ini dapat berdampak pada prestasi akademik hingga kualitas hidup anak di kemudian hari.
Daftar Isi
Apa Itu Kelainan Refraksi Mata?

Kelainan atau gangguan refraksi mata adalah kondisi ketika cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh tepat di Retina, sehingga penglihatan menjadi buram. Pada mata normal, cahaya akan difokuskan dengan sempurna di Retina, menghasilkan penglihatan yang jelas. Namun pada anak dengan kelainan refraksi, proses ini terganggu sehingga objek bisa tampak kabur, baik saat melihat dekat maupun jauh.
Gangguan refraksi sebenarnya bukan penyakit berbahaya, tetapi seringkali tidak disadari karena anak belum mampu mengungkapkan keluhan penglihatannya dengan baik. Anak mungkin menganggap penglihatan buram sebagai hal yang normal, sehingga peran orang tua sangat penting untuk mengenali tanda-tandanya.
Baca juga:
– Operasi Katarak Gratis 2025
– Katarak
– LASIK
Apa Saja Gangguan Refraksi Mata Pada Anak?

Ada beberapa jenis gangguan refraksi mata yang umum terjadi pada anak, di antaranya:
1. Miopi (Rabun Jauh)
Miopi atau rabun jauh adalah kondisi ketika anak sulit melihat objek yang letaknya jauh, seperti papan tulis di sekolah. Anak dengan Miopi biasanya akan mendekat saat menonton televisi atau membaca tulisan dari jarak jauh.
2. Hipermetropi (Rabun Dekat)
Berbeda dengan Miopi, Hipermetropi membuat anak kesulitan melihat objek dekat. Anak mungkin cepat lelah saat membaca atau menulis, dan terkadang mengeluh sakit kepala setelah aktivitas visual jarak dekat.
3. Astigmatisme (Silinder)
Astigmatisme terjadi akibat permukaan Kornea yang tidak rata, sehingga penglihatan menjadi buram atau terdistorsi baik pada jarak dekat maupun jauh. Anak dengan kondisi ini sering memicingkan mata agar objek terlihat lebih jelas.
Baca juga:
– Penyebab Mata Buram Sebelah & Kapan Harus Ke Dokter Mata
– Operasi Katarak
– Sering Ganti Kacamata Tapi Tetap Buram? Waspada Katarak
Gejala Gangguan Refraksi Mata Pada Anak
Gejala gangguan refraksi mata pada anak seringkali muncul secara tidak langsung dan tampak sebagai kebiasaan sehari-hari. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain anak sering mendekat saat melihat televisi atau gadget, sulit melihat objek jauh, serta harus maju ke depan kelas agar bisa membaca papan tulis.
Selain itu, anak juga sering memicingkan mata. Kebiasaan ini sebenarnya merupakan respons alami tubuh yang disebut efek pinhole, di mana penglihatan terasa sedikit lebih jelas saat mata dipersempit. Gejala lainnya adalah anak sering mengucek mata, karena setelah mata digosok, penglihatan bisa terasa lebih jelas sesaat lalu kembali buram.
Tanda lain yang tak kalah penting adalah anak memiringkan kepala saat melihat objek tertentu, cepat lelah saat membaca, atau sering mengeluh sakit kepala. Semakin tinggi intensitas penggunaan gadget pada anak, resiko terjadinya gangguan refraksi mata pun menjadi lebih tinggi, sehingga kewaspadaan orang tua sangatlah dibutuhkan disini.
Segera Periksa Ke Dokter Mata

Jika kalian mulai melihat satu atau beberapa gejala gangguan refraksi mata pada anak, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter mata. Pemeriksaan mata pada anak aman, cepat, dan tidak menyakitkan. Dengan deteksi dini, gangguan refraksi dapat ditangani dengan optimal menggunakan kacamata atau terapi yang sesuai.
Saat ini, program skrining penglihatan di sekolah juga semakin sering dilakukan dan sangat membantu dalam mendeteksi kelainan refraksi sejak dini. Namun, pemeriksaan rutin tetap menjadi langkah terbaik untuk memastikan kesehatan mata anak.
Sebagai orang tua, menjadi lebih peka terhadap kebiasaan mata anak adalah bentuk investasi jangka panjang bagi kualitas hidup mereka. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dokter mata jika ada tanda yang mencurigakan, karena penglihatan yang sehat akan mendukung tumbuh kembang dan masa depan anak secara optimal.
Tonton juga video menarik lainnya seputar kesehatan mata disini!











