Ambliopia Warna: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh

dr. Irma Suryani, SpM

Terakhir diperbaharui pada

13 December 2024

Bagikan

ambliopia warna

Ambliopia Warna merupakan salah satu penyakit mata yang dapat menyerang siapapun. Apa bahayanya? Faktor apa saja penyebabnya? Dan bagaimana cara mengatasi Ambliopia Warna ini? Yuk, kita simak uraian lengkapnya berikut ini.

Ambliopia Warna Bahayakah?

Ambliopia Warna, atau dalam istilah awam sering disebut sebagai Buta Warna, adalah kondisi penglihatan di mana seseorang kesulitan untuk mengenali atau membedakan warna tertentu. Hal tersebut  terjadi ketika indera penglihatan tidak mampu menangkap warna dengan cara yang sama seperti orang pada umumnya.

Meskipun Ambliopia Warna sering dianggap sebagai kondisi yang tidak membahayakan secara langsung terhadap kesehatan mata, dampak sesungguhnya bisa cukup signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan berpotensi menimbulkan risiko tertentu. 

Salah satu bahaya utama Ambliopia Warna adalah kesulitan dalam membedakan lampu lalu lintas. Bagi pengendara, terutama pengemudi mobil atau sepeda motor, kesulitan dalam membedakan warna lampu lalu lintas, seperti lampu merah, kuning, dan hijau, dapat sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kecelakaan yang serius.

Selain itu, pengidap Ambliopia Warna mungkin juga menghadapi tantangan dalam pekerjaan atau pendidikan yang memerlukan pengenalan warna secara akurat, seperti di bidang desain grafis, seni, atau bahkan kedokteran. Dalam profesi tertentu, seperti teknisi listrik, kesalahan dalam membedakan warna kabel, misalnya, bisa berisiko menyebabkan kecelakaan atau kegagalan sistem elektrik yang serius.

Aktivitas sehari-hari juga bisa sangat terganggu. Kesulitan dalam membedakan warna pakaian, makanan, atau bahkan situasi sosial dapat menambah tingkat stres dan ketidaknyamanan. Contohnya, saat memilih pakaian, seseorang dengan Ambliopia Warna mungkin tidak dapat memastikan apakah pakaian mereka sesuai atau terlihat bagus dalam kombinasi warna tertentu. Dan ini dapat saja kemudian mempengaruhi rasa percaya diri mereka.

Selain masalah teknis dan keselamatan, kebutaan warna juga dapat mempengaruhi hubungan sosial. Dalam beberapa situasi sosial atau pekerjaan, warna adalah cara orang berkomunikasi atau membedakan sesuatu (misalnya, perbedaan warna dalam grafik atau peta). Individu yang mengidap Ambliopia Warna mungkin pula merasa minder atau canggung karena ketidakmampuan untuk mengidentifikasi warna dalam konteks tertentu.

Penyebab Ambliopia Warna

Ambliopia Warna

Penyebab Ambliopia Warna dapat bervariasi. Tetapi sebagian besar kasus disebabkan oleh faktor genetik alias keturunan. Kondisi ini terjadi ketika seseorang mengalami gangguan dalam cara mata mereka memproses informasi warna. 

Secara umum, amblyopia warna sering kali diturunkan melalui kromosom X, yang menjelaskan mengapa pria lebih rentan terhadap kondisi ini dibandingkan wanita. Selain faktor genetik, beberapa hal berikut ini dapat pula menjadi penyebab Ambliopia Warna.

1. Kerusakan pada Retina atau Saraf Optik

Beberapa kondisi medis maupun cedera dapat merusak bagian-bagian mata atau otak yang bertanggung jawab atas penglihatan warna.

2. Penuaan 

Perubahan terkait usia pada mata, seperti katarak, juga dapat mempengaruhi persepsi warna.

3. Penyakit

Beberapa kondisi medis seperti Diabetes, Glaukoma, maupun Degenerasi Makula dapat menyebabkan masalah penglihatan warna.

Gejala Ambliopia Warna

Gejala Ambliopia Warna bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Namun, pada umumnya, orang dengan Ambliopia Warna mengalami kesulitan dalam membedakan atau mengenali warna tertentu. Beberapa gejala utama yang dapat muncul pada penderita ambliopia warna antara lain sebagai berikut.

1. Kesulitan membedakan warna tertentu

Penderita Ambliopia Warna sering kali kesulitan dalam membedakan warna-warna tertentu, terutama warna yang memiliki spektrum yang serupa. Misalnya, seseorang mungkin kesulitan untuk membedakan antara warna merah dan hijau, atau kesulitan membedakan antara warna biru dan kuning. 

2. Kesulitan dalam situasi yang melibatkan pengenalan warna

Penderita Ambliopia Warna mungkin mengalami kesulitan saat terlibat dalam aktivitas yang memerlukan pengenalan warna dengan tepat. Misalnya, mereka mungkin kesulitan membaca lampu lalu lintas yang menggunakan warna merah, kuning, atau hijau, atau memilih pakaian dengan kombinasi warna yang cocok. Aktivitas lain seperti membaca grafik atau peta warna juga bisa menjadi masalah besar.

3. Kehilangan kontras warna

Dalam beberapa kasus, penderita Ambliopia Warna mungkin tidak hanya kesulitan mengenali warna, tetapi juga mengalami penurunan kontras antara warna-warna tertentu. Hal ini dapat membuat objek berwarna tampak kurang jelas atau lebih kabur, sehingga mengurangi ketajaman penglihatan visual mereka secara keseluruhan.

4. Penglihatan warna yang tidak konsisten 

Beberapa penderita Ambliopia Warna mengalami perbedaan penglihatan warna pada berbagai kondisi pencahayaan. Di bawah cahaya rendah atau pencahayaan tertentu, mereka mungkin dapat melihat warna dengan lebih jelas, sementara dalam pencahayaan yang lebih terang, warna-warna tertentu menjadi lebih sulit dibedakan. 

Karena gejala ambliopia warna tidak selalu jelas terlihat oleh orang lain, banyak penderita yang mungkin tidak menyadari bahwa mereka memiliki gangguan penglihatan warna sampai mereka menjalani pemeriksaan mata yang lebih mendalam oleh dokter mata.

Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin, terutama jika ada riwayat keluarga dengan masalah penglihatan warna.

Baca juga:
Benarkah Merokok Meningkatkan Risiko Katarak? Ini Faktanya
Ciri-ciri Mata Minus Ini Sering Diabaikan
Katarak

Tipe Ambliopia Warna

Terdapat beberapa tipe Ambliopia Warna. Setiap tipe memiliki penyebab dan dampak yang berbeda. Pengenalan dan pemahaman mengenai tipe Ambliopia Warna sangat penting untuk diagnosis serta adaptasi. Berikut adalah tipe-tipenya.

Pertama, kebutaan warna merah-hijau adalah bentuk paling umum dari defisiensi penglihatan warna di mana individu kesulitan membedakan antara warna merah dan hijau. Kondisi ini terjadi karena gangguan pada sel kerucut di retina yang peka terhadap warna merah dan hijau. Ada dua jenis utama dari kebutaan warna merah-hijau:

  1. Protanopia. Ini Ketidakmampuan untuk melihat warna merah. Pada kondisi ini, individu tidak dapat membedakan warna merah dengan baik, dan warna merah bisa terlihat sangat pudar atau bahkan berubah menjadi hijau.
  2. Deuteranopia. Yaitu ketidakmampuan untuk melihat warna hijau. Penderita deuteranopia kesulitan membedakan antara warna hijau dan warna lain seperti merah atau cokelat.

Kebutaan warna merah-hijau diwariskan secara genetik melalui kromosom X, yang menjelaskan mengapa kondisi ini lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. 

Mengenal Buta Warna - Terapi Buta Warna

Kedua, kebutaan warna biru-kuning. Ini adalah jenis defisiensi penglihatan warna yang lebih jarang terjadi dibandingkan dengan kebutaan warna merah-hijau. Pada kondisi ini, individu kesulitan membedakan antara warna biru dan kuning, serta beberapa warna yang berkaitan dengan kedua warna tersebut, seperti hijau atau ungu.

Kebutaan warna biru-kuning terjadi karena adanya gangguan pada sel kerucut biru di Retina. Seperti diketahui, Retina mata mengandung tiga jenis sel kerucut yang sensitif terhadap cahaya: satu untuk warna merah, satu untuk warna hijau, dan satu untuk warna biru. 

Kebutaan warna biru-kuning dapat dibagi menjadi dua tipe utama, yakni:

  1. Tritanopia. Kondisi di mana sel kerucut biru tidak berfungsi sama sekali. Penderita tritanopia tidak dapat mendeteksi cahaya biru dan memiliki kesulitan besar dalam membedakan antara biru dan kuning.
  2. Tritanomaly. Bentuk yang lebih ringan dari tritanopia, di mana sel kerucut biru masih ada tetapi tidak berfungsi dengan efisien. Penderita tritanomaly mungkin masih dapat melihat biru dan kuning. Tetapi, perbedaannya akan lebih kabur atau tidak sejelas yang dilihat oleh orang dengan penglihatan warna normal.

Ketiga, Monokromasi. Merupakan kebutaan warna total, yang mengalami kesulitan besar dalam membedakan warna, dan mereka hanya dapat melihat dunia dalam berbagai tingkat kecerahan mulai dari hitam, putih, hingga abu-abu.

Monokromasi disebabkan oleh kerusakan atau kelainan pada sel kerucut di Retina, yang bertanggung jawab untuk mendeteksi warna. Pada orang yang mengidap Monokromasi, salah satu atau lebih jenis sel kerucutnya tidak berfungsi dengan baik atau hilang sama sekali. Tipe Monokromasi adalah sebagai berikut.

  1. Monokromasi Kerucut. Dalam tipe ini, dua jenis sel kerucut hilang atau tidak berfungsi, dan hanya satu jenis sel kerucut yang tersisa. Akibatnya, penderita hanya dapat melihat satu warna yang sangat terbatas, dan mereka melihat dunia dalam bentuk skala abu-abu.
  2. Monokromasi Batang. Tipe ini terjadi ketika semua sel kerucut di Retina hilang atau tidak berfungsi. Hanya sel batang yang tersisa, yang hanya sensitif terhadap cahaya dan tidak dapat mendeteksi warna. Penderita Monokromasi Batang memiliki penglihatan yang sangat terbatas dalam cahaya terang dan hanya dapat melihat dunia dalam nuansa abu-abu.

Baca juga:
Penyebab dan Cara Menghilangkan Mata Sembab
Operasi Katarak Gratis
Kapan Screen Time Terbaik untuk Anak?

Cara Mengatasi Ambliopia Warna

Salah satu cara untuk mengatasi Ambliopia Warna adalah dengan menggunakan kacamata atau lensa kontak khusus yang dirancang untuk meningkatkan kontras warna. Alat bantu ini dapat membantu penderita membedakan warna-warna tertentu yang sulit mereka lihat, seperti merah dan hijau, dengan meningkatkan perbedaan visual antara warna yang serupa. 

Selain itu, teknologi dan aplikasi pengenal warna dapat menjadi alat yang sangat berguna bagi mereka yang menderita Ambliopia Warna. Saat ini, ada berbagai aplikasi smartphone yang dapat mendeteksi warna dengan menggunakan kamera ponsel, lalu memberikan informasi tentang warna tersebut kepada penggunanya. 

Hal seperti itu dapat sangat membantu dalam situasi di mana mengenali warna sangat penting, seperti saat berbelanja atau mengatur ruang kerja. Beberapa perangkat juga dirancang untuk membantu penderita dalam memilih pakaian yang sesuai dengan warna yang mereka pilih.

Terapi Adaptasi Diri - Terapi Buta Warna

Penting juga untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran penderita Ambliopia Warna. Mereka yang memiliki Ambliopia Warna perlu diberi pemahaman tentang cara mengelola kondisi yang dialaminya ini dalam kehidupan sehari-hari. 

Dalam beberapa kasus, terapi penglihatan yang melibatkan latihan khusus untuk meningkatkan kemampuan persepsi warna dapat membantu. Meskipun terapi ini tidak dapat mengembalikan penglihatan warna secara normal, toh dapat membantu penderita belajar untuk menggunakan kemampuan penglihatan mereka dengan lebih efektif dan mengatasi tantangan sehari-hari. 

Baca juga:
11 Waktu yang Tepat untuk Kontrol Mata Berdasar Umur
Katarak
LASIK
Operasi Katarak

Pentingnya Deteksi Dini dan Adaptasi

Mengingat potensi dampak negatif dari Ambliopia Warna, deteksi dini sangat penting. Dengan mengetahui kondisi ini lebih awal, individu dapat mengambil langkah-langkah untuk beradaptasi. Misalnya, mereka dapat menggunakan aplikasi atau perangkat yang membantu mereka mengenali warna, atau memilih profesi yang tidak terlalu bergantung pada pengenalan warna yang akurat.

Dengan pemahaman dan kesadaran terkait kondisi yang dihadapi, banyak orang dengan Ambliopia Warna dapat mengatasi tantangan yang mereka hadapi dan sekaligus meminimalisasi potensi risikonya, terutama dalam situasi yang terkait dengan aspek keselamatan maupun interaksi sosial.

Sahabat, demikian uraian mengenai Ambliopia Mata. Semoga bermanfaat. Bagi anda yang ingin melakukan konsultasi dokter mata mengenai masalah ini atau pun memiliki keluhan mata lainnya, tak perlu ragu untuk segera menghubungi kami.

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Untuk update terkini seputar informasi dan edukasi kesehatan mata, anda bisa simak dan ikuti kanal-kanal media sosial kami.

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218