Bahaya Fotopsia : Kilatan Cahaya yang Harus Segera Anda Waspadai!

Ditinjau oleh

dr. Yulianti Kuswandari, SpM

Terakhir diperbaharui pada

23 December 2024

Bagikan

Gejala gangguan mata bisa bermacam-macam bentuknya, mulai dari gejala yang paling ringan hingga gejala yang paling berat. Salah satu gejala gangguan mata yaitu apa yang disebut fotopsia. Seperti apa persisnya dan bagaimana penanganannya? Yuk, kita simak paparannya berikut ini. 

Apa itu fotopsia?

Fotopsia adalah istilah medis untuk gejala berupa kilatan cahaya pada mata. Menurut  dr. Yulianti Kuswandari, Sp.M, dokter mata yang berpraktik di Klinik Mata KMU dan juga dosen di Universitas Wijayakusuma, Surabaya, Jawa Timur, ini bisa terus menerus,  bisa terjadi sesekali, bisa cepat, bisa berulang lagi.

Baca juga: Cara Mengatasi Mata Perih dengan Aman

“Ini bisa ada sensasi antara gelap dan terang, yang terjadi begitu cepat seperti lampu berkedip atau blitz kamera. Kilatan cahaya di samping mata bisa muncul sebagai titik terang yang bergerak dalam penglihatan, jadi bisa โ€˜jalan-jalanโ€™ titik terangnya,” jelas dr. Yulianti.

Ia menambahkan bahwa selain kilatan cahaya, mereka yang mengalami fotopsia mungkin juga merasakan melihat cahaya putih yang muncul tanpa alasan jelas, seperti lampu berkedip atau kilauan yang bergerak seperti di salju. Hal ini membuat beberapa orang bertanya-tanya, melihat cahaya putih pertanda apa dan apakah kondisi ini berbahaya.

“Biasanya bisa hilang dengan sendirinya, bisa juga menetap. Tergantung kondisinya,” katanya.

Baca juga: Mengenal dan Memahami Katarak

Penyebab fotopsia

Lantas, apa penyebabnya? Menurut dr. Yulianti, terdapat beberapa penyebabnya antara lain salah satunya yaitu retinal detachment atau ablasio retina, yakni lepasnya retina dari dinding orbital. โ€œLepasnya ini bisa karena robekan retina, bisa karena eksudasi dari retina,โ€ sebut dr. Yulianti.

Dikatakan dr. Yulianti, Peripheral posterior vitreous detachment juga dapat menjadi penyebab. Di bagian belakang lensa mata ada cairan vitreous, semacam jeli. Seiring bertambahnya usia, cairan ini bisa mencair dan mendorong retina, menciptakan space yang bisa menyebabkan penglihatan fotopsia berupa kilatan cahaya.

Retinal detachment dapat menjadi penyabab fotopsia.

Selain itu, diabetes atau penyakit kencing manis disebut-sebut juga memiliki kaitan dengan kemunculan fotopsia.

โ€œDiabetes bukan hanya gangguan di perdarahan, tapi bisa juga menyebabkan fotopsia maupun floaters,โ€ kata dr. Yulianti

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa pada saat kadar gula pengidap diabetes tinggi, maka vitreous akan keruh sehingga terjadi bayangan-bayangan. โ€œKalau keruhnya itu sampai menarik retina, akan menimbulkan gejala fotopsia kilat. Jadi, kita usahakan pasien-pasien diabetes itu supaya stabil gulanya sehingga tidak terjadi gejala-gejala seperti ini,โ€ tegasnya.

Mungkin juga seseorang, karena faktor-faktor tertentu mengidap bentuk fotopsia yang lain yaitu yang disebut phosphen.

Menurut dr. Yulianti, phosphen adalah fotopsia yang tidak ada sumber cahayanya, yang digambarkan sebagai kilatan cahaya atau bintik berwarna.

โ€œTerjadi karena muatan listrik yang dihasilkan retina sehingga menimbulkan gerakan. Phosphen ini bisa terjadi pada saat kita membuat tekanan pada mata seperti saat bersin, tertawa, batuk, berdiri terlalu cepat,โ€ tutur dr. Yulianti.

Penderita mata minus juga harus waspada, karena mereka memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah pada retina, termasuk fotopsia.

Apakah Fotopsia Berbahaya untuk Mata Anda?

Apakah fotopsia ini berbahaya dan apa yang perlu kita lakukan jika kita sampai mengalaminya?

Menurut dr. Yulianti, kalau kondisi bisa kembali dengan cepat, insya Allah tidak ada masalah. 

โ€œTapi,bila itu berulang-ulang terjadinya dan waktunya lama,  kalau bisa segera dikonsulkan.  Karena kalau nanti terlalu lama tidak terdeteksi penyebabnya, bisa menyebabkan fatal visual loss-nya,โ€ dr. Yulianti mengingatkan.

Fotopsia yang dibarengi sakit kepala atau muntah perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Ia menambahkan, apalagi jika kilatan cahaya disertai pusing, sakit kepala, atau muntah, maka perlu dipastikan penyebabnya. Konsultasi dan pemeriksaan mata di klinik mata penting untuk memastikan kondisi ini. Anda bisa melakukan periksa mata KMU atau tes mata KMU di klinik terdekat untuk diagnosis dan penanganan tepat.

Sudah barang tentu untuk memastikan hal tersebut, kita perlu melakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata. Untuk itu, kita bisa datang ke rumah sakit atau klinik mata untuk melakukannya.

Jika ke klinik mata, bisa datang ke Klinik Mata KMU terdekat di kota Anda. Selain dapat melakukan pemeriksaan mata, di Klinik Mata KMU, Anda juga bisa menjalani perawatan maupun operasi mata, seperti operasi katarak maupun LASIK.

Baca juga: Bahaya CVS di Kalangan Anak-anak

Sahabat, demikian paparan tentang fotopsia. Semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang memiliki pertanyaan atau keluhan seputar kesehatan mata, tak perlu sungkan untuk segera menghubungi kami atau datang langsung ke klinik kami.

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Simak dan ikuti kanal media sosial KMU untuk update terkini informasi dan edukasi kesehatan mata.

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218