Hormon memainkan peran penting dalam beragam proses biologis tubuh kita. Termasuk dalam menjaga kesehatan dan fungsi mata. Pengaruh hormon terhadap mata tidak cuma sebatas pada pengaturan kadar cairan mata, tetapi juga mencakup pengaruhnya terhadap tekanan intraokular, elastisitas jaringan, dan kemampuan adaptasi mata terhadap cahaya.
Artikel berikut ini membahas ihwal dampak hormon terhadap fungsi mata, bagaimana hormon dapat mempengaruhi kondisi mata, serta cara menjaga kondisi mata saat tubuh mengalami perubahan hormonal.
Daftar Isi
Dampak Hormon Terhadap Kondisi Mata
Hormon sejatinya adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin dan dialirkan melalui aliran darah menuju organ atau jaringan tertentu dalam tubuh kita. Perubahan kecil dalam kadar hormon dapat berdampak langsung pada tubuh kita, termasuk indera penglihatan kita.
Berikut adalah hormon yang dapat memiliki dampak terhadap kondisi mata kita:
1. Estrogen dan Progesteron
Sebagian besar perubahan penglihatan yang terkait hormon pada kaum perempuan terjadi akibat hormon estrogen. Hormon ini dapat mengurangi kekakuan Kornea. Dengan demikian, mempengaruhi cara cahaya melewati mata.
Selama masa pubertas, kadar estrogen pada perempuan remaja dapat meningkat tajam, sehingga dapat meningkatkan risiko Miopia atau Rabun Jauh. Sementara itu, saat seorang perempuan mengalami kehamilan, tubuhnya mengalami lonjakan kadar estrogen dan progesteron. Peningkatan hormon-hormon ini dapat menyebabkan penglihatan kabur atau kesulitan fokus pada mata.
Adapun penurunan kadar estrogen dan progesteron pada saat menopause dapat menyebabkan kesulitan membaca teks kecil atau melihat objek dalam jarak dekat. Rendahnya kadar estrogen juga dapat menyebabkan Mata Kering.
โTerlebih lagi perempuan, saat usia telah memasuki 40 tahun biasanya rentan sekali mengalami keluhan Mata Kering karena memang produksinya sudah terganggu,โ demikian dijelaskan oleh dr. Rina Wulandari, Sp.M, dokter mata dari RS & Klinik Mata KMU.
Menurut dr. Rina, tidak berarti laki-laki tidak bisa terkena Mata Kering. Cuma, tambahnya, memang yang lebih banyak adalah perempuan karena adanya keterlibatan hormon estrogen.
2. Testosteron
Testosteron, hormon seks utama pada pria, juga dapat mempengaruhi kesehatan mata. Kadar testosteron yang rendah dapat mengurangi produksi air mata. Ujungnya, menyebabkan sindrom Mata Kering. Buntut pengaruh hormon testosteron yang menurun, pria paruh baya lebih rentan mengalami kondisi mata kering ini.
Bagaimana dengan perempuan? Tubuh perempuan ternyata juga menghasilkan testosteron. Kadar hormon ini yang tidak normal dapat mempengaruhi kesehatan mata kaum Hawa. Contohnya, perempuan dengan Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) sering mengalami Mata Kering akibat peningkatan testosteron. Adapun kelebihan androgen atau hormon pria pada perempuan dapat menyebabkan kista dan masalah ovulasi.
3. Hormon Tiroid
Pengaruh hormon tiroid terutama terkait dengan pengaturan metabolisme, yakni proses mengubah makanan menjadi energi. Sesuai namanya, hormon ini diproduksi oleh kelenjar tiroid yang terletak di bagian depan leher. Perubahan kadar hormon tiroid dapat terjadi akibat penyakit autoimun, seperti penyakit Graves, di mana sistem imun menyerang kelenjar tiroid sehingga menghasilkan hormon tiroid berlebihan dan bisa berpengaruh pada kondisi mata. Misalnya, kelopak mata sulit menutup, mata tampak menonjol, serta produksi air mata yang kurang.
4. Insulin
Pankreas memproduksi insulin, hormon yang membantu mengubah makanan menjadi energi dan mengatur kadar gula darah. Jika pankreas, karena beberapa sebab, tidak mampu menghasilkan insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan hormon ini dengan baik, kita dapat terserang Diabetes.
Nah, mereka yang mengalami Diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena Edema Makula, Retinopati Diabetik, Glaukoma, dan Katarak, yang, jika tidak segera ditangani, bisa berujung pada kehilangan penglihatan.
5. Kortisol
Kortisol adalah hormon steroid. Ia diproduksi oleh kelenjar endokrin. Pengaruh hormon ini terkait dengan pengaturan respons tubuh kita terhadap stres. Selain itu, kortisol membantu mengatur tekanan darah, kadar gula, ritme sirkadian, dan mencegah peradangan. Hormon ini juga penting untuk metabolisme.
Tingkat kortisol yang tinggi akibat stres kronis dapat mempengaruhi aliran darah antara mata dan otak, yang pada gilirannya dapat menyebabkan perubahan penglihatan. Di saat yang sama, peningkatan kadar kortisol juga dapat meningkatkan risiko Degenerasi Makula terkait stres.
Baca juga:
Mata Ngilu Sebelah Kiri, Kenali Penyebabnya
LASIK
Ternyata Ada Alat Laser Katarak, Simak Penjelasannya
Bagaimana Perubahan Hormon Mempengaruhi Kondisi Mata
Hormon dalam tubuh kita dapat mengalami perubahan. Penyebabnya bermacam-macam. Bisa karena meningkatnya usia, kehamilan dan menopause (pada perempuan) atau juga karena penyakit-penyakit tertentu.

Perubahan hormon, seperti disinggung di muka, membawa implikasi pada kondisi kesehatan kita, termasuk kondisi kesehatan mata. Artinya, pengaruh hormon memiliki keterikatan dengan kondisi mata.
Implikasi paling nyata pengaruh hormon bagi mata adalah terkait dengan produksi air mata. Seperti kita ketahui, estrogen dan progesteron, hormon seks utama pada wanita, mengatur fungsi kelenjar Meibomian yang menghasilkan minyak esensial untuk menjaga stabilitas lapisan air mata.
Ketika terjadi perubahan hormon โ misalnya, saat pubertas, kehamilan, atau menopause โ kelenjar ini mungkin menghasilkan lebih sedikit minyak esensial, yang berakibat menimbulkan sindrom Mata Kering.
Di sisi lain, terjadinya lonjakan kedua hormon ini selama kehamilan bisa juga malah menyebabkan produksi air mata berlebihan, yang mengakibatkan mata berair.
Bagi kaum perempuan sendiri, momen kehamilan adalah masa di mana terjadi fluktuasi hormon yang dramatis. Oleh karena itu, kondisi mata perempuan hamil tidak luput dari pengaruh hormon.
Sebagaimana telah dipaparkan di muka, peningkatan hormon estrogen dan progesteron, misalnya, dapat menyebabkan Edema Kornea, yang menyebabkan perubahan sementara pada penglihatan.
Sebagian perempuan mengalami perubahan pada resep kacamata atau lensa kontak mereka selama kehamilan, yang sering kali kembali normal setelah melahirkan. Ini pun menunjukkan bagaimana perubahan hormon mempengaruhi kondisi mata.
Selain itu, Diabetes Gestasional, sebuah kondisi yang terkait dengan kehamilan, dapat menyebabkan kadar gula darah yang tidak stabil, yang dapat mengakibatkan penglihatan kabur atau bahkan kerusakan Retina jika sampai tidak ditangani dengan baik.
Baca juga:
Operasi Katarak Gratis
Operasi Katarak
Kenali Gejala Herpes Mata dan Dapatkan Pengobatan Segera
Cara Menjaga Kondisi Mata saat Mengalami Perubahan Hormonal
Memahami pengaruh hormon terhadap kesehatan mata adalah bagian dari upaya menjaga kesehatan mata kita secara efektif. Dalam hal ini, selain melakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata, berkonsultasi dengan ahli endokrinologi selama momen-momen perubahan hormon yang kita alami, merupakan langkah penting yang dapat kita upayakan.
Selain itu, hidrasi mata juga jangan dikesampingkan. Pasalnya, dehidrasi dapat memperburuk gejala mata kering. Maka, upayakan untuk minum setidaknya 8 gelas air setiap hari agar produksi air mata tetap optimal.
Tak kalah krusialnya yaitu konsumsi pola makan seimbang. Tambahkan makanan kaya asam lemak omega-3, vitamin A, C, dan E, serta zinc dalam menu harian. Zat-zat tersebut mendukung produksi lapisan air mata dan melawan stres oksidatif.
Praktikkan pula aktivitas menatap layar secara sehat. Seperti diketahui, aktivitas menatap layar yang lama dapat memperburuk ketegangan mata dan kekeringan mata. Ikuti aturan 20-20-20, yakni setiap 20 menit sekali, kemudian lihat sesuatu yang berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.
Seperti disebutkan di awal artikel ini, perubahan hormonal dapat meningkatkan sensitivitas terhadap cahaya. Maka, lindungi pula mata kalian dari paparan sinar ultraviolet (UV) yang berbahaya dengan menggunakan kacamata hitam yang memiliki perlindungan 100% terhadap UV.
Kendati perubahan hormonal tidak bisa dihindari, dampaknya pada kesehatan mata sesungguhnya dapat diminimalkan dengan jalan mengupayakan hal-hal tersebut di atas.











