Mata Juling pada Anak: Apakah Bisa Sembuh? Ini Penjelasan Dokter Mata

Ditinjau oleh

Terakhir diperbaharui pada

22 July 2026

Bagikan

Mata Juling pada Anak: Apakah Bisa Sembuh? Ini Penjelasan Dokter Mata

Melihat buah hati tumbuh sehat dan sempurna merupakan dambaan setiap individu. Namun ketika melihat arah pandangan mata anak tampak tidak sejajar membuat Anda merasa khawatir. Kondisi medis ini disebut strabismus atau lebih umum disebut mata juling pada anak. 

Faktanya, sebagian besar masyarakat masih memandang hal ini sebagai permasalahan yang sulit diatasi jika menyangkut usia. Lalu, apakah anggapan ini benar? Bagaimana kondisi medis mempengaruhi mata juling pada anak? Mari simak penjelasan lengkap mata juling pada anak, mulai dari penyebab, gejala, dan diakhiri dengan solusi penanganannya berikut ini. 

Apa Itu Mata Juling pada Anak? 

Apa Itu Mata Juling pada Anak? 

Mata juling pada anak (strabismus) merupakan suatu kondisi gangguan penglihatan dimana kedua mata tidak sejajar dan tidak melihat ke arah yang sama. Ketika satu mata terfokus pada suatu objek di depan, mata lainnya mungkin berputar ke arah dalam, luar, atas, atau bawah.

Secara anatomis, enam pasang otot luar mata (otot ekstraokular) menyebabkan pergerakan bola mata. Dalam keadaan normal, otot-otot pada kedua mata bekerja selaras dan berkoordinasi dengan otak sehingga menghasilkan satu bayangan tunggal (penglihatan binokular) yang jelas. Pada anak dengan strabismus, koordinasi antara otak dan otot mata mengalami gangguan sehingga menyebabkan kedua mata mengeluarkan sinyal visual yang berbeda dari otak.

Penting bagi orang tua: Selama tiga hingga empat tahun pertama kehidupan, mata kelihatan juling masih diklasifikasikan sebagai normal karena koordinasi otot mata dan penglihatannya belum sepenuhnya berkembang. Namun, jika kondisi ini berlanjut setelah empat tahun atau menjadi permanen, pemeriksaan ke dokter mata wajib selalu dilakukan.

Baca juga:
LASIK
Mata Juling Ke Dalam pada Anak & Dewasa, Apakah Bisa Sembuh?
Mata Terkena Minyak Kayu Putih? Ini Cara Cepat Mengatasinya

Jenis-Jenis Mata Juling pada Anak

Berdasarkan arah penyimpangan atau pergeseran bola mata, dokter mata mengelompokkan mata juling menjadi beberapa jenis utama. Memahami jenis mata juling pada anak sangat penting untuk menentukan jenis terapi yang paling tepat.

Jenis Mata JulingArah Pergerakan Bola MataKarakteristik
EsotropiaBergerak ke DalamJenis yang paling sering terjadi pada bayi dan balita. Satu atau kedua mata mengarah ke sisi hidung.
EksotropiaBergerak ke LuarMata mengarah ke luar (sisi telinga). Sering terlihat saat anak sedang melamun, lelah, atau menatap kejauhan.
HipertropiaBergerak ke AtasPosisi salah satu mata lebih tinggi dibandingkan mata sebelahnya.
HipotropiaBergerak ke BawahPosisi salah satu mata lebih rendah dibandingkan mata sebelahnya.

Selain berdasarkan arah, mata juling juga dibedakan berdasarkan kemunculannya: ada yang bersifat konstan (terjadi sepanjang waktu) dan ada pula yang bersifat intermiten (muncul kadang-kadang, misalnya saat anak lelah atau sakit).

Baca juga:
Operasi Katarak gratis 2026
Biaya Pemeriksaan Mata 2026
Biaya Operasi Katarak 2026

Penyebab Mata Juling pada Anak 

Penyebab Mata Juling pada Anak 

Penyebab utama mata juling pada anak berkisar pada masalah kontrol saraf otak terhadap otot mata atau adanya gangguan refraksi berat. Beberapa faktor penyebab yang kerap dijumpai antara lain:

  • Gangguan Refraksi yang Tidak Terkoreksi
    Anak yang menderita rabun jauh (miopi), rabun dekat berat (hipermetropia), atau astigmatisme (mata silinder) cenderung memaksakan mata untuk fokus. Hal ini memicu mata berakomodasi berlebihan hingga bergeser dari posisinya (dikenal sebagai accommodative esotropia).
  • Faktor Genetik dan Riwayat Keluarga
    Anak yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan riwayat strabismus memiliki risiko jauh lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa. 
  • Gangguan Saraf dan Otot Mata
    Masalah pada saraf kranial yang mengontrol gerakan otot mata dapat menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan otot mata.
  • Kondisi Medis Kelahiran
    Bayi lahir prematur, memiliki berat badan lahir rendah (BBLR), atau mengalami cerebral palsy dan kelainan genetik seperti Down Syndrome memiliki risiko lebih besar terkena strabismus.
  • Katarak Kongenital atau Retinoblastoma
    Adanya kekeruhan pada lensa mata sejak lahir (Katarak Kongenital) atau tumor mata dapat menghalangi cahaya masuk, sehingga mata tidak dapat berkembang dengan baik dan bergeser.

Gejala Mata Juling pada Anak 

Mengenali gejala mata juling sedini mungkin sangat menentukan tingkat keberhasilan pengobatan. Beberapa tanda dan gejala mata juling pada anak yang perlu diwaspadai orang tua, meliputi:

  • Posisi Mata Tidak Sejajar: Arah pandangan kedua mata tidak fokus pada objek yang sama.
  • Menyipitkan Mata atau Memiringkan Kepala: Anak sering memiringkan kepala atau memutar leher saat melihat objek tertentu untuk mendapatkan bayangan yang lebih jelas.
  • Sering Menutup Satu Mata: Anak cenderung memejamkan satu mata saat berada di bawah sinar matahari yang terang atau saat berusaha melihat benda fokus.
  • Sering Menabrak atau Kesulitan Mengukur Jarak: Gangguan penglihatan binokular membuat persepsi kedalaman anak terganggu, sehingga anak mudah tersandung atau meleset saat mengambil benda.
  • Mengeluh Penglihatan Ganda atau Lelah: Pada anak yang sudah bisa berkomunikasi, mereka akan mengeluhkan mata lelah, pusing, atau melihat bayangan ganda (diplopia).

Apakah Mata Juling Bisa Sembuh?

Mata juling (strabismus) pada anak sangat bisa disembuhkan jika dideteksi dan ditangani sejak dini. Metode penanganannya meliputi penggunaan kacamata khusus, terapi penutupan mata (eye patching), latihan otot mata, hingga prosedur operasi strabismus. Keberhasilan terapi dipengaruhi oleh usia anak saat mulai mendapatkan perawatan.

Dokter spesialis mata menjelaskan bahwa tujuan utama pengobatan mata juling bukan sekadar estetika atau memperbaiki penampilan mata, melainkan menyelamatkan fungsi penglihatan anak. Jika tidak ditangani sebelum usia emas perkembangan mata (sekitar usia 8–9 tahun), otak akan mengabaikan sinyal dari mata yang juling. Akibatnya, anak dapat mengalami Ambliopia (Mata Malas) atau bahkan penurunan penglihatan permanen pada mata tersebut.

Berikut adalah beberapa penanganan dan terapi mata juling yang umum direkomendasikan oleh dokter mata:

1. Penggunaan Kacamata Terapi

Jika mata juling disebabkan oleh ukuran mata minus yang berbeda secara signifikan, penggunaan kacamata dengan resep yang akurat dapat langsung mengoreksi fokus mata dan mengembalikan kelurusan posisi mata.

2. Terapi Tutup Mata (Patching Therapy)

Digunakan jika anak sudah mulai mengalami mata malas (ambliopia). Mata yang sehat ditutup dengan kain penutup khusus selama beberapa jam sehari guna memaksa otak menggunakan dan melatih mata yang lemah.

3. Tetes Mata Khusus

Tetes mata seperti atropin kadang digunakan untuk mengaburkan penglihatan pada mata yang sehat, sebagai alternatif dari terapi tutup mata.

4. Latihan Otot Mata (Latihan Visual)

Dokter atau terapis akan memberikan latihan khusus untuk menguatkan koordinasi otot mata pada kasus strabismus ringan.

5. Operasi Otot Mata (Operasi Strabismus)

Jika kacamata dan terapi tidak sepenuhnya mengoreksi posisi mata, prosedur bedah mungkin diperlukan. Operasi ini dilakukan dengan mengencangkan, mengendorkan, atau mengubah posisi otot mata agar kedua mata kembali sejajar secara anatomis. Operasi ini umumnya aman dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi jika dilakukan pada usia muda.

Apakah Mata Juling pada Anak Bisa Dicegah?

Apakah Mata Juling pada Anak Bisa Dicegah?

Sebagian besar kasus mata juling tidak dapat dicegah secara total karena berkaitan dengan faktor genetik, perkembangan saraf, atau kelainan bawaan lahir. Walaupun demikian, dampak buruk dan komplikasi permanen dari mata juling dapat dicegah sepenuhnya. 

Berikut langkah preventif dan pencegahan komplikasi yang dapat dilakukan orang tua:

  • Pemeriksaan Mata Berkala Sejak Dini: Lakukan skrining mata anak pada usia 6 bulan, 3 tahun, serta sebelum memasuki usia sekolah (sekitar 5–6 tahun).
  • Peka Terhadap Perilaku Visual Anak: Jangan mengabaikan kebiasaan anak yang sering memiringkan kepala, memicingkan mata, atau keluhan mata lelah.
  • Jangan Menunda Pengobatan: Semakin dini intervensi medis dilakukan (idealnya sebelum usia 7 tahun), semakin besar peluang anak untuk sembuh total dengan fungsi penglihatan 3D yang normal.

Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan mata dan konsultasi dokter mata secara rutin minimal 6 bulan atau 1 tahun sekali. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo segera periksakan kesehatan mata anak Anda di RS & Klinik Mata KMU terdekat dari tempat tinggal kamu!

 

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Saksikan video tentang kesehatan mata lainnya di bawah ini!

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218