Glaukoma adalah penyakit yang menyerang saraf mata dan menjadi penyebab kebutaan mata, Glaukoma sendiri dijuluki sebagai “pencuri penglihatan”. Penyakit mata Glaukoma saat ini menjadi penyebab kebutaan kedua dunia setelah Katarak.
Mari simak informasi selengkapnya untuk mengenal lebih dalam penyakit mata Glaukoma supaya dapat terhindar dari kebutaan!
Daftar Isi
Apa Itu Glaukoma dan Mengapa Disebut Pencuri Penglihatan?

Glaukoma adalah suatu kondisi penyakit mata yang merusak saraf optik mata yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan bola mata (intraokular). Sementara fungsi vital saraf mata adalah untuk mengirimkan sinyal visual dari mata ke otak kemudian diterjemahkan oleh otak menjadi objek yang dilihat oleh manusia.
Glaukoma sering disebut sebagai “pencuri penglihatan” karena kerusakan yang terjadi perlahan tanpa gejala awal yang jelas. Sering kali penderita pada fase awal tidak mengenali gejala atau tanda terjadinya Glaukoma pada mata, kemudian secara tiba-tiba mengalami kerusakan saraf optik mata..
Glaukoma pada mata terjadi tidak memandang usia artinya bisa terjadi pada siapa saja, namun kebanyakan kasus memang Glaukoma terjadi pada orang dewasa atau orang tua pada usia >40 tahun.
Glaukoma adalah penyakit mata yang tidak bisa disembuhkan, umumnya pengobatan Glaukoma bertujuan untuk menurunkan tekanan bola mata atau disebut dengan tekanan intraokular (TIO). Sehingga kerusakan saraf optik ini diminimalisir dan mencegah terjadinya kerusakan pada jaringan saraf lainnya.
Baca juga:
– LASIK
– Operasi Katarak
– Waspada! Ini Tanda Saraf Mata Bermasalah & Pengobatannya!
Fakta Mengejutkan: Glaukoma Jadi Penyebab Kebutaan Nomor Dua di Dunia
Glaukoma adalah penyebab kebutaan nomor dua di dunia setelah Katarak, hal ini didukung dengan data dari World Health Organization (WHO) sekitar 80 juta penduduk global telah mengalami Glaukoma dan diprediksi pada tahun 2040 jumlahnya akan terus mengalami peningkatan.
Penderita Glaukoma pada masyarakat Indonesia menurut data dari kementerian kesehatan RI sekitar 0,46%, artinya sekitar 4-5 orang dari 1.000 penduduk menderita Glaukoma.
Faktor Risiko Glaukoma
Ada beberapa kondisi yang dapat menjadi faktor risiko orang tersebut mengalami Glaukoma, antara lain :
- Tekanan bola mata tinggi yang disebabkan ketidakseimbangan antara produksi dan aliran keluar cairan (aqueous humor) menyebabkan tekanan meningkat.
- Riwayat keluarga atau faktor genetik keluarga penderita yang diturunkan dari orang tua ke anaknya.
- Risiko mengalami Glaukoma meningkat terutama setelah usia 40 atau 60 tahun.
- Adanya penyakit penyerta seperti, Diabetes, Hipertensi, atau jenis penyakit pembuluh darah.
- Trauma atau cedera mata juga bisa menjadi pemicu meningkatnya risiko mengalami Glaukoma.
Banyak Penderita Tak Sadar Mengalami Glaukoma

Glaukoma adalah penyakit mata yang sangat sulit untuk diketahui gejalanya pada fase awal, persentase pasien mata yang sadar akan terjadinya Glaukoma sangat rendah. Lantas, bagaimana proses terjadinya Glaukoma pada mata?
Bola mata kita memiliki suatu cairan bening yang dinamakan aqueous humor. Cairan ini secara alami dibuat oleh bagian mata yang disebut badan siliaris. Setelah diproduksi,cairan tersebut akan bergerak melewati sudut depan mata, kemudian dikeluarkan melalui sebuah jaringan drainase khusus yang dikenal sebagai trabecular meshwork.
Nah, pada penderita Glaukoma, ada masalah pada proses keluarnya cairan ini. Hambatan tersebut mengakibatkan penumpukan cairan yang berujung pada meningkatnya tekanan di dalam mata (tekanan intraokular).
Tingginya tekanan di dalam bola mata ini lantas menekan saraf optik, yaitu saraf vital yang bertugas mengirimkan semua informasi visual dari mata menuju ke otak.
Jika tekanan ini terus-menerus terjadi, serabut saraf optik akan mengalami kerusakan seiring waktu. Akibatnya:
- Gejala awalnya seringkali berupa hilangnya kemampuan melihat ke samping (penglihatan perifer), membuat penderitanya merasa seolah-olah pandangannya terbatas seperti sedang melihat dari dalam terowongan.
Bila kondisi ini diabaikan dan tidak mendapatkan penanganan, kerusakan akan terus meluas dan sayangnya dapat berujung pada hilangnya seluruh fungsi penglihatan.
Baca juga :
– Operasi katarak gratis 2025
– Biaya pemeriksaan mata 2025
– Biaya Operasi katarak 2025
Pentingnya Deteksi Dini

Setelah mengetahui bahwa Glaukoma adalah pencuri penglihatan yang muncul tanpa gejala, maka untuk antisipasi terjadinya Glaukoma pada mata penting untuk melakukan deteksi dini dengan cara melakukan periksa dan konsultasi dokter mata secara rutin atau berkala.
Tidak ada waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan mata ke dokter mata bila ingin terbebas dari Glaukoma. Pemeriksaan mata harus segera dilakukan ketika telah sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mata.
RS & Klinik mata KMU selalu terbuka untuk Anda yang ingin melakukan pemeriksaan mata secara rutin, selamatkan mata Anda dengan lakukan pemeriksaan mata sekarang juga!
Saksikan video lain tentang kesehatan mata di bawah ini:











