Operasi Ablasio Retina menjadi langkah penting untuk mengatasi gangguan serius pada Retina, yaitu lapisan tipis di bagian belakang bola mata yang berperan vital dalam proses penglihatan. Ablasio Retina terjadi ketika Retina terlepas dari posisinya, sehingga dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga resiko kebutaan jika tidak ditangani segera. Dalam artikel kali ini, kita akan membahas cara kerja operasi Ablasio Retina serta lima opsi penanganan yang dapat membantu memulihkan fungsi Retina secara optimal. Yuk simak informasi lengkapnya disini!
Daftar Isi
Mengenal Kasus Ablasio Retina

Ablasio Retina merupakan salah satu jenis gawat darurat mata khususnya pada bagian Retina mata, oleh karenanya penanganannya perlu untuk dilakukan tindakan operasi Ablasio Retina. Adapun beberapa Gejala yang perlu diwaspadai, antara lain :
- Floaters mata atau seperti ada bentuk aneh (bulat, cacing, atau titik-titik bayangan hitam).
- Fotopsia atau ada kilatan cahaya.
- Penglihatan yang buram bukan berarti kabur atau kurang tajam, melainkan cenderung menggelap.
- Seakan melihat tirai.
- Dalam kondisi terburuk, gejala ini dapat menyebabkan hilangnya sebagian atau seluruh penglihatan.
Ablasio Retina terbagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan penyebabnya, dan yang paling umum adalah Ablasio Regmatogen. Jika ada anggota keluarga Anda yang memiliki riwayat gangguan Retina, risiko anggota keluarga lain mengalami hal serupa bisa meningkat.
Penyebab Ablasio Retina cukup beragam, dan penyakit ini tidak bisa dianggap sepele. Menurut Haimann dan Wikes, Ablasio Retina terutama tipe Regmatogen terjadi pada 12 kasus per 100.000 orang setiap tahunnya. Dengan populasi Indonesia sekitar 276 juta jiwa, angka ini setara dengan lebih dari 3 juta orang yang berpotensi mengalami gangguan Retina. Ablasio Retina sendiri biasanya terjadi pada usia di atas 40 tahun.
Pada kebanyakan kasus Ablasio Retina sendiri, terjadinya robekan disebabkan karena miopi (mata minus sedang maupun tinggi), kecelakaan atau terbentur, dan gejala komplikasi pada penderita Katarak pasca operasi pada mereka yang pernah Operasi Katarak. Jika penanganan tidak segera dilakukan, bisa membawa pada kebutaan. Satu-satunya cara yakni operasi Ablasio Retina mata agar Retina kembali normal pada posisi seharusnya dan mencegah risiko Retina mata lepas.
Baca Juga:
โ Biaya Operasi Katarak 2025
โ Operasi Katarak Gratis 2025
โ Biaya Pemeriksaan Mata 2025
Cara Kerja Operasi Ablasio Retina

Apakah Ablasio Retina bisa sembuh? Ablasio Retina sendiri bisa diatasi melalui beberapa tindakan medis seperti operasi, tergantung pada tingkat keparahan dan jenis Ablasio Retinanya. Deteksi dini adalah kunci untuk meningkatkan peluang kesembuhan dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Oleh karena itu, dokter mata perlu melakukan pemeriksaan terlebih dulu untuk memastikan seberapa parah sekaligus untuk menentukan operasi penanganan apa yang tepat. Berikut ini beberapa tahapan prosedur operasi Ablasio Retina:ย
1.Diagnosis Pra Operasi Retina

Dokter mata akan memeriksa Retina yang akan di operasi Retina mata, seperti pemeriksaan dengan lampu celah biomikroskopi untuk melihat kondisi mata lebih dekat dan jelas dan pemeriksaan makro endoskopi atau fundus untuk mengamati bagian lebih dalam. Namun pada kondisi yang lebih parah, dilakukan ultrasonografi pra operasi pada Ablasio Retina untuk melihat secara detail posisi lepasnya Retina.
Baca juga :
– Berbagai Macam Jenis Penyakit Retina, Diagnosis, Pengobatan dan Pencegahannya
– 5 Gejala Mata Tegang yang Bisa Jadi Alarm Awal, Jangan Diabaikan!
– LASIK
2.Opsi Penanganan Operasi Retina
Ada beberapa metode pembedahan Retina untuk kasus robek atau lepasnya Retina mata, bergantung pada tingkat keluasan robekan atau sudah masuk belumnya cairan mata ke area robekan Retina. Berikut ini beberapa jenis operasinya :
- Laser Fotokoagulasi : Metode operasi Ablasio Retina ini dilakukan kalau hanya robekan atau termasuk ringan, cairan bola mata belum masuk ke belakang retina. Cara kerja operasi ini, dilakukan treatment laser di area sekitar robekan itu sehingga mengalami peradangan lalu membuat Retina bisa kembali ke tempatnya. Hal ini bisa mengurangi risiko robeknya Retina lebih luas dan risiko Ablasio Retina.
- Cryopexy : Metode cryopexy memakai alat untuk mengeluarkan bunga es suhu rendah yang akan ditempelkan di dinding bola mata, tepatnya di area sekitar robekan retina. Sama seperti sebelumnya, tujuannya untuk membuat peradangan di sekitar robekan agar kembali lagi.
- Pneumatic Retinopexy : Saat kondisi cairan dalam bola mata sudah mulai masuk ke area belakang robekan Retina atau robekan sudah besar, maka perlu dilakukan tindakan operasi Ablasio Retina berjenis Pneumatic Retinopexy ini berupa memasukkan zat gas ke dalam bola agar lapisan tipis retina terdorong kembali ke belakang mata. Beberapa waktu kemudian, dilakukan laser fotokoakologi.
- Indentasi pada permukaan bola mata : Pada kondisi tertentu, sebagai tindakan operasi, Retina perlu diberi alat seperti sabuk di tengah bola mata supaya diameter bola mata jadi lebih kecil sehingga antar retina menjadi lebih sempit dan mudah menempel kembali.
- Vitrektomi :ย Sedangkan operasi Ablasio Retina jenis ini, menggunakan alat khusus untuk membersihkan vitreous atau cairan mata lalu menyedot cairan belakang Retina untuk diganti dengan gas atau silicon agar Retina menempel di posisi semula
Baca juga:
– Mata Minus
– Tidak Hanya Tes, Pengaruh Pencahayaan Juga Penting Bagi Mata pada Saat Belajar
Perawatan Pasca Operasi Ablasio Retina
Setelah prosedur pembedahan mata tepatnya bagian Retina telah selesai, pada umumnya pasien akan diberikan obat pereda nyeri. Untuk kesehariannya, dokter akan memberitahukan cara pembersihan kelopak mata. Nah, jika tidak ada tanda-tanda komplikasi setelah dua jam, pasien diperbolehkan untuk pulang.
Jangka waktu penyembuhan operasi sekitar 10-14 hari dan bisa mempercepat pemulihan dengan memakai kompres dingin ke area mata. Pada beberapa pasien, ada efek samping yang mungkin muncul seperti pembengkakan ringan, muncul bercak merah, atau penglihatan buram sesaat. Efek samping bisa hilang dalam 2 minggu pasca tindakan Operasi Ablasio Retina.
Pada prosedur operasi Retina ini berbeda dengan prosedur Operasi Katarak ataupun LASIK yang waktu penyembuhan dan pemulihannya cenderung singkat. Operasi Retina mata terutama Ablasio Retina Regmatogen akan memakan waktu pemulihan hingga 2 bulan.
Agar terhindar dari berbagai keluhan mata yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, penting untuk rutin melakukan konsultasi dokter mata. Dengan pemeriksaan rutin, seperti periksa mata KMU atau tes mata KMU, Anda dapat mendeteksi masalah sejak dini dan mencegah kondisinya bertambah parah. Jangan tunggu hingga keluhan muncul, segera kunjungi RS atau Klinik Mata KMU terdekat di kota Anda untuk memastikan kesehatan mata tetap optimal!
Tonton juga video menarik lainnya seputar kesehatan mata disini!











