cangkok kornea

Cangkok Kornea Tangani Kebutaan Akibat Kerusakan Kornea

Kornea merupakan bagian mata yang terpenting. Bak kaca yang mulus bening, semakin bertambahnya usia akan mengurangi kebeningan. Tak hanya itu, berbagai hal yang menciderai kornea, akan mempengaruhi pengelihatan dan harus diperbaiki dengan cangkok kornea

Cangkok kornea termasuk tindakan medis yang tinggi tingkat kebutuhannya di masyarakat. Kebutaan akibat kornea hampir setiap hari terjadi, kornea memiliki lima lapisan dengan ketebalan hanya 15 mikron. Fungsinya membuat penglihatan menjadi lebih jernih, Jika sebelumnya cangkok kornea dilakukan dengan mengambil hampir sebagian lapisan kornea mata, kini cangkok kornea sudah bisa dilakukan pada lapisan kornea yang mengalami kerusakan saja.

cangkok kornea

dr. Dini Dharmawidiarini, SpM(K) mengungkapkan bahwa saat ini cangkok kornea bisa dilakukan dengan cara mengambil lapisan kornea yang rusak saja dan menggantinya dengan yang baru. Sebelumnya, dengan tindakan cangkok kornea yang dulunya mengambil hampir seluruh bagian lapisan kornea. “Misal, bagian depan yang sakit maka saat ini yang diambil hanya bagian depan saja dan diganti dengan kornea yang baru. Sedangkan, kornea yang belakang akan dibiarkan tetap pada tempatnya,” jelasnya lagi.

Hal ini merupakan salah satu kemajuan dalam dunia kedokteran mata khususnya dalam bedah kornea. Penyakit pada kornea juga menyebabkan kebutaan bak penyakit katarak, kerusakan pada kornea kini menduduki posisi ke empat di dunia setelah katarak, glaukoma dan Age Related Makula Degeneration (AMD).

Mengapa Dilakukan Cangkok Kornea ?

Menurut dr. Dini Dharmawidiarini, SpM(K), cangkok kornea adalah operasi yang dilakukan pada kornea mata ketika diketahui bahwa kornea mata seseorang sedang bermasalah. Dokter spesialis mata Klinik Mata KMU ini juga menjelaskan beberapa sebab yang mengakibatkan kornea mata harus di cangkok.

Pertama adalah karena infeksi. Infeksi ini akan berdampak pada kornea menjadi lubang dan meninggalkan jaringan parut “Hal ini akan menyebabkan pengelihatan terganggu,” paparnya.

Kedua, karena trauma. Trauma ini bisa disebab kan oleh kecelakaan, benturan atau riwayat traumatik dari operasi mata yang sebelumnya.

Ketiga, penyakit bawaan. Merupakan, penyebab bahwa seseorang harus melakukan cangkok kornea ketika sudah memiliki korea yang rusak bawaan sejak lahir maupun akibat faktor genetik.

Adapun beberapa gejala-gejala yang dapat diper hatikan untuk mengindikasi kerusakan pada kornea. Misalnya, pengelihatan yang semula terang menjadi kabur dan kecenderungan mengalami nyeri pada mata. Jika seseorang mengalami gejala tersebut, se baiknya segera memeriksakan matanya. “Kalau bisa, seseorang itu melakukan pemeriksaan mata rutin per 6 bulan sekali untuk mengetahui sejak dini kesehatan matanya

KMU Membuka Layanan Cangkok Kornea

Cangkok kornea

Mengingat bahwa kerusakan pada kornea menjadi urutan keempat penyebab kebutaan di dunia, Klinik Mata KMU akan menghadirkan pelayanan cangkok kornea bagi pasien yang mengalami kerusakan pada warnanya mulai tahun 2018 kedepan. “Ada banyak kasus tentang kornea yang harus ditangani, namun ahlinya masih sangat sedik sedikit. ujar dr. Dini Dharmawidiarini, SpM(K).

Menurutnya juga, pendonor untuk cangkok kornea juga masih sangat sedikit. Untuk itu, Klinik Utama KMU juga akan mengupayakan untuk mendirikan bank mata untuk memaksimalkan pelayanan. Kini masyarakat tak perlu lagi jauh ke negeri seberang untuk mendapatkan cangkok kornea dengan teknik lamellar kerastoplasty karena di tahun 2018, Klinik Mata KMU sudah mulai menerapkannya. (sumber majalah KMU Edisi 04)

Baca juga:
– Mengenal 2 Jenis Lensa Premium Untuk Katarak
Lensa Premium Pada Operasi Katarak
Emang bisa? Tidak Pakai Kacamata Pasca Operasi Katarak
Kelebihan Lensa Premium Pasca Operasi Katarak –
– 4 Manfaat Lensa Premium pada Operasi Katarak
– Ternyata ada 3 Jenis Lensa Premium (IOLs Premium)

Lihat Video Kesehatan Mata Lainya :

2 thoughts on “Cangkok Kornea Tangani Kebutaan Akibat Kerusakan Kornea”

  1. Pingback: World Glaucoma Week 2021: KMU Adakan Parade Kegiatan

  2. Pingback: Dokter Mata: Lebih Detail Mengenal Peran & Definisi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *