Mengenal Giant Papillary Conjunctivitis: Penyebab, Gejala dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh

RS & Klinik Mata KMU

Terakhir diperbaharui pada

4 June 2025

Bagikan

giant papillary conjunctivitis

Sudah beberapa tahun lamanya, Amie menggunakan lensa kontak lantaran perempuan yang bekerja di sebuah perusahaan multinasional itu mengidap Mata Minus. Namun, suatu hari, mata Amie mulai terasa gatal dan berair tanpa henti. Buntutnya, ia sulit berkonsentrasi di tempat kerja. Bahkan, ia harus sering berhenti saat bekerja hanya untuk mengusap matanya. Sungguh sangat mengganggu. Kunjungan ke dokter mata membawa Amie pada sebuah istilah yang yang belum pernah ia dengar sebelumnya: Giant Papillary Conjunctivitis (GPC).

Secara singkat, dokter mata yang merawat Amie menjelaskan bahwa kondisi yang dialami Amie itu sering terjadi akibat iritasi kronis dari pemakaian lensa kontak, terutama jika tidak dibersihkan dengan benar atau digunakan terlalu lama.

Pertanyaannya kemudian adalah: apa sih sesungguhnya Giant Papillary Conjunctivitis seperti yang dialami Amie hingga mengganggu aktivitas kerjanya? Apa penyebab utamanya dan apa saja gejalanya? Terus, bagaimana cara pengobatan terbaiknya dan bagaimana pula kiat-kiat pencegahannya?

Apa Itu Giant Papillary Conjunctivitis?

Pada dasarnya, Giant Papillary Conjunctivitis adalah kondisi di mana bagian dalam kelopak mata menjadi merah, bengkak, dan teriritasi. Gangguan mata ini terutama mempengaruhi Konjungtiva, yaitu lapisan tipis dan transparan yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. 

Giant Papillary Conjunctivitis ditandai dengan pembentukan benjolan besar yang terangkat (papila) pada bagian bawah kelopak mata, terutama kelopak mata bagian atas. Benjolan ini biasanya merupakan hasil dari reaksi alergi atau peradangan.

Mereka yang mengenakan lensa kontak (khususnya jenis softlens) memiliki kemungkinan terbesar untuk mengalami Giant Papillary Conjunctivitis, terutama mereka yang telah mengenakan lensa kontak dalam jangka waktu lama – seperti kasus yang dialami Amie.

Bagaimana dengan mereka yang tidak menggunakan lensa kontak? Mereka yang tidak memakai lensa kontak bisa juga terserang Giant Papillary Conjunctivitis, meski umumnya jarang terjadi. 

Penyebab Giant Papillary Conjunctivitis

Penyebab Giant Papillary Conjunctivitis yang terkait dengan penggunaan lensa kontak mencakup tiga kondisi sebagai berikut. 

  • Alergi terhadap lensa kontak itu sendiri atau bahan kimia yang digunakan untuk membersihkan atau menyimpan lensa.
  • Gesekan akibat lensa kontak yang menggosok bagian dalam kelopak mata.
  • Masalah dengan protein, serbuk sari, debu, atau deposit lain yang menempel pada lensa kontak.

Adapun penyebab yang tidak melibatkan penggunaan lensa kontak meliputi alergi kronis (jangka panjang)  atau gesekan pada bagian dalam kelopak mata, yang terkait dengan hal-hal sebagai berikut.

  • Mata buatan.
  • Jahitan terbuka atau scleral buckle (sepotong plastik atau spons yang digunakan untuk mengobati robekan Retina).
  • Filtering bleb (kantong yang terangkat) untuk pengobatan Glaukoma.
  • Deposit mineral yang terangkat pada Kornea. 

Sebagian pakar medis sejauh ini mengklasifikasikan penyebab Giant Papillary Conjunctivitis menjadi dua golongan: primer dan sekunder. Alergi adalah penyebab utama dari Giant Papillary Conjunctivitis jenis primer. Adapun gesekan berulang pada kelopak mata atas menjadi penyebab Giant Papillary Conjunctivitis jenis sekunder.

Baca juga:
LASIK
Artificial Tears, Kegunaan, dan Cara Pemakaiannya
Konsumsi Vitamin A Butuh Berapa Banyak

Gejala dan Pengobatan Giant Papillary Conjunctivitis

Gejala penyakit ini meliputi antara lain kondisi-kondisi sebagai berikut.

  • Mata gatal, merah, atau berair.
  • Ketidaknyamanan atau sensasi seperti ada benda asing di mata.
  • Keluarnya lendir, terutama di pagi hari.
  • Pembengkakan kelopak mata.
  • Penurunan toleransi terhadap lensa kontak

Pengobatan Giant Papillary Conjunctivitis difokuskan pada penanganan penyebab utama, mengatasi gejala, dan mencegah iritasi lebih lanjut. Metode pengobatannya tergantung pada apakah kondisi ini disebabkan oleh lensa kontak, alergi, atau iritasi mekanis.

Jika lensa kontak sebagai biang penyebabnya, langkah awal penanganan adalah menghentikan pemakaiannya. Jika kemudian kondisi mata membaik, beralih ke lensa kontak sekali pakai harian mungkin dapat membantu mengurangi risiko penumpukan protein, serbuk sari, atau debu pada lensa.

Dalam hal medikasi, obat tetes mata atau antihistamin oral dapat membantu mengurangi reaksi alergi yang menyebabkan penyakit ini. Obat tetes mata seperti olopatadine atau ketotifen dapat mencegah pelepasan histamin dan bahan kimia lain yang menyebabkan peradangan.

Dalam kasus yang parah, penggunaan jangka pendek tetes mata kortikosteroid mungkin diresepkan dokter mata dengan tujuan untuk mengurangi peradangan. Namun, penggunaan obat jenis ini harus diawasi ketat karena efek samping potensial seperti peningkatan tekanan intraokular atau pembentukan Katarak.Tetes mata anti inflamasi nonsteroid (NSAID) juga dapat membantu mengurangi peradangan.

Jika Giant Papillary Conjunctivitis disebabkan oleh faktor iritasi mekanis seperti jahitan terbuka, scleral buckle, atau deposit Kornea yang terangkat, tindakan bedah mungkin akan menjadi opsi pengobatan. Adapun jika mata buatan yang menjadi penyebab iritasi, pemolesan atau penggantian prostesis kemungkinan besar diperlukan.

Baca juga:
Ciri-ciri Mata Minus yang Sering Diabaikan Orang
Operasi Katarak
Operasi Katarak Gratis

Pencegahan Giant Papillary Conjunctivitis

Kunci penting pencegahan Giant Papillary Conjunctivitis yaitu mengurangi pengurangan paparan iritan, menjaga kebersihan mata, dan mengatasi faktor risiko. Langkah-langkah pencegahan meliputi hal-hal sebagai berikut.

1. Menjaga kebersihan lensa kontak

  • Bagi mereka pengguna lensa kontak, rutin lakukan pembersihan atau disinfeksi lensa dengan benar dengan jalan menerapkan prosedur pembersihan yang direkomendasikan, seperti menggunakan larutan yang sesuai untuk menjaga lensa tetap bebas dari alergen dan kotoran.
  • Hindari menggunakan lensa melebihi masa pakainya, karena lensa yang usianya sudah tua lebih rentan terhadap penumpukan deposit. Juga hindari tidur dengan lensa kontak tetap terpasang untuk mengurangi risiko iritasi dan peradangan.
  • Gunakan lensa silikon hidrogel. Lensa jenis ini memungkinkan lebih banyak oksigen mencapai Kornea, sehingga mengurangi risiko iritasi.
  • Pastikan lensa pas dengan baik. Lensa yang tidak pas dapat menyebabkan gesekan berlebihan, yang dapat memicu Giant Papillary Conjunctivitis.
  • Pastikan lensa dipasang oleh profesional perawatan mata.
Percayakan Keluhanmu di RS Mata KMU - Purnomo Polisi Baik

2. Menjaga kebersihan kelopak mata

  • Bersihkan kelopak mata secara rutin. Gunakan pembersih kelopak mata yang lembut untuk menghilangkan kotoran mata, alergen, dan minyak yang mungkin menumpuk di dekat bulu mata.
  • Hindari kebiasaan mengucek mata. Menggosok atau mengucek mata dapat memperburuk iritasi dan meningkatkan risiko peradangan.

3. Minimalkan paparan alergen

  • Jauhi zat-zat pencetus alergi, seperti serbuk sari, debu, bulu hewan peliharaan, atau alergen lain yang dapat memperburuk gejala.
  • Gunakan alat pemurni udara, sehingga dapat membantu menghilangkan alergen dari udara di lingkungan tempat tinggal Anda. 

4. Atasi iritasi mekanis

  • Jika Anda kebetulan menggunakan mata buatan, pastikan untuk memoles dan merawatnya agar tidak menimbulkan iritasi.
  • Bagi mereka yang telah menjalani operasi mata, lakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan bahwa jahitan atau scleral buckle tidak menyebabkan gesekan.

5. Pilih obat pencegahan

  • Mereka yang rentan terhadap alergi, obat tetes mata antihistamin maupun stabilisator sel mast dapat digunakan untuk mencegah peradangan dan reaksi alergi.
  • Penggunaan air mata buatan bisa pula menjadi opsi untuk dapat membantu mengeluarkan iritan dan menjaga mata tetap lembab.

6. Terapkan pola hidup sehat

  • Hidrasi yang memadai akan turut menopang kesehatan mata secara keseluruhan.
  • Konsumsilah makanan yang kaya asam lemak omega-3, vitamin A dan C, serta antioksidan untuk meningkatkan kesehatan mata dan mengurangi peradangan.
  • Lakukan jeda secara teratur saat beraktivitas di depan layar.

7. Pemeriksaan mata rutin

  • Melakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata rutin dapat membantu mendeteksi tanda-tanda awal Giant Papillary Conjunctivitis, selain juga dapat segera mendeteksi faktor-faktor risiko yang berpotensi menimbulkan masalah penglihatan serius.
  • Bagi pengguna lensa kontak, pemeriksaan rutin juga membantu dilakukannya evaluasi apakah lensa yang digunakan atau kebiasaan pemakaiannya dapat menyebabkan iritasi atau tidak.

Dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan tersebut, diharapkan dapat secara signifikan mengurangi risiko terkena Giant Papillary Conjunctivitis, sehingga kasus seperti yang dialami Amie tidak sampai pula harus Anda alami.

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218