Papiledema pada wanita obesitas merupakan kondisi serius yang seringkali tidak disadari sejak awal. Padahal, gangguan ini bisa berdampak besar terhadap fungsi penglihatan mata jika tidak segera ditangani. Papiledema sendiri adalah pembengkakan pada saraf optik yang biasanya terjadi akibat peningkatan tekanan di dalam tengkorak (tekanan intrakranial).
Wanita dengan obesitas memiliki resiko lebih tinggi mengalami kondisi ini, dan sayangnya, gejalanya seringkali dianggap sepele atau bahkan tidak dikenali. Dalam artikel ini, kita akan membahas 5 gejala Papiledema pada wanita obesitas yang penting untuk diwaspadai agar penanganannya tidak terlambat. Yuk, simak selengkapnya!
Daftar Isi
Gejala Papiledema Pada Wanita Obesitas
Gejala Papiledema biasanya berupa pandangan kabur, sakit kepala, hingga gangguan penglihatan yang makin memburuk dari waktu ke waktu. Setiap penyakit mata memang memiliki tanda-tanda tertentu, dan semakin parah gejala yang dialami, semakin serius pula kondisi Papiledema yang diderita.
Papiledema pada wanita obesitas cenderung muncul dengan gejala yang lebih berat. Hal ini disebabkan oleh tingginya tekanan intrakranial yang bisa memperburuk pembengkakan saraf optik. Untuk itu, penting mengenali sejak dini berbagai gejala Papiledema pada wanita obesitas sebelum dampaknya merusak sistem penglihatan secara permanen. Berikut adalah beberapa tanda umum yang perlu diwaspadai:
1. Mengalami Diplopia

Diplopia atau yang juga dikenal sebagai penglihatan ganda. Diplopia bisa terjadi pada pasien jika terdapat hipertensi intrakranial yang mana hal ini bisa membuat saraf kranial lumpuh dan berujung pada rusaknya otot mata.
2. Fungsi Penglihatan Kabur

Gejala Papiledema pada wanita obesitas yang lainnya adalah mata kabur, hal ini bisa menyerang salah satu atau kedua bola mata. Kondisi visual penglihatan yang kabur ini akan terlihat seperti saat terjadi gerhana total. Ketika pandangan mulai kabur terkadang penderita bisa sampai pingsan. Gejala ini umumnya terjadi hanya sementara sekitar 5 hingga 15 detik saja.
3. Hilangnya Penglihatan
Wanita Obesitas yang mengalami Papilledema bahkan bisa kehilangan penglihatan, meskipun hanya dalam waktu beberapa detik saja dan sifatnya sementara. Jika sudah mengalami gejala seperti ini, jangan dibiarkan dan segera lakukan konsultasi dokter mata agar mendapatkan penanganan lebih cepat.
4. Gejala Neurologis
Gejala neurologis adalah gejala yang menyerang bagian saraf pada mata, yang mana akan menyebabkan terjadinya kelainan pada gerakan atau psikis penderita.
5. Pusing Hingga Muntah
Gejala cukup ringan dan umum yang juga bisa terjadi pada penderita Papiledema adalah kepala yang terasa pusing dan mual hingga muntah. Saat mengalami gejala ini kemungkinan penderita belum menyadari sepenuhnya terhadap Papiledema yang diderita.
Baca Juga:
– Biaya Operasi Katarak 2025
– Operasi Katarak Gratis 2025
– Biaya Pemeriksaan Mata 2025
Tips Penanganan Papiledema Pada Wanita Obesitas

Lantas, apakah penyakit papiledema bisa disembuhkan? Jawabannya bisa, asalkan ditangani dengan cepat dan tepat sesuai penyebab serta tingkat keparahannya. Berbeda dengan penyakit mata seperti Katarak yang bisa diatasi dengan Operasi Katarak, Papiledema pada wanita obesitas memerlukan pendekatan yang lebih kompleks dan personal. Penanganannya sangat bergantung pada kondisi masing-masing pasien, termasuk seberapa tinggi tekanan intrakranial yang terjadi.
Namun, ada beberapa tips yang bisa membantu meredakan gejala Papiledema pada wanita obesitas, berikut diantaranya:
- Mulai pola makan sehat, dengan mengonsumsi makanan rendah garam dan gula untuk membantu mengurangi tekanan darah.
- Lakukan olahraga rutin yang tidak memberikan tekanan berlebih pada mata, seperti jalan kaki atau yoga ringan.
- Jaga kebiasaan sehat untuk mata, seperti mengatur waktu penggunaan gadget dan istirahat mata secara berkala.
- Konsumsi obat sesuai resep dokter, seperti Acetazolamide, Topiramate, atau Furosemide, yang umumnya diberikan untuk mengurangi tekanan cairan otak.
Tujuan utama dari perawatan ini adalah menurunkan berat badan secara bertahap dan mengontrol tekanan pembuluh darah. Sebab, gangguan pembuluh darah pada penderita obesitas dapat mempengaruhi kesehatan saraf optik secara keseluruhan. Dalam kasus tertentu, terutama jika disebabkan oleh cedera atau tumor, dokter mungkin menyarankan tindakan operasi, yang tentunya berbeda dari prosedur koreksi LASIK untuk mata minus.
Yang terpenting, segera konsultasikan ke dokter mata jika mengalami gejala yang mengarah pada Papiledema, agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin dan peluang untuk sembuh tetap terbuka lebar.
Baca Juga :
– Mata Bintitan Pada Anak Tak Kunjung Sembuh? Begini Solusinya
– Mata Minus
– Katarak
Yuk Konsultasi Kesehatan Mata Secara Rutin
Jangan anggap remeh gejala gangguan penglihatan, terutama jika Anda mengalami tanda-tanda yang mengarah pada Papiledema. Meskipun terdapat penanganan medis seperti obat atau operasi, Papiledema tetap bisa beresiko menyebabkan kebutaan jika tidak ditangani sejak dini. Untuk itu, penting melakukan tes mata KMU secara rutin guna mendeteksi sedini mungkin gangguan yang mungkin terjadi pada saraf penglihatan Anda.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala Papiledema pada wanita obesitas atau keluhan mata lainnya, segera periksa mata KMU sebagai langkah pencegahan dan penanganan yang tepat. Klinik Mata KMU siap memberikan pelayanan profesional dengan dokter mata berpengalaman untuk menjaga kesehatan mata Anda.
Butuh info kesehatan lain? Yuk simak video di bawah ini:











