Hifema adalah salah satu kondisi mata berdarah yang perlu diwaspadai. Kondisi ini terjadi ketika darah menggenang di bilik mata depan, tepatnya di antara Kornea dan Iris. Hifema biasanya disebabkan oleh cedera pada mata, tetapi bisa juga terjadi akibat gangguan pembekuan darah atau kondisi medis tertentu. Gejala Hifema bisa bervariasi, mulai dari penglihatan yang buram hingga nyeri pada mata. Lalu, bagaimana cara mengenali, mencegah, dan mengobati Hifema dengan tepat? Yuk, simak penjelasannya lebih lanjut!
Daftar Isi
Gejala dan Penyebab Hifema

Hifema, atau dalam istilah medis dikenal sebagai Hyphema adalah kondisi di mana terjadi pendarahan di bilik mata depan, tepatnya di antara Kornea dan Iris. Kondisi ini seringkali ditandai dengan munculnya mata merah akibat genangan darah di dalam mata. Selain perubahan warna pada mata, penderita Hifema juga bisa mengalami penglihatan kabur, nyeri pada mata, serta sensitivitas terhadap cahaya. Tingkat keparahannya sendiri dapat bervariasi, mulai dari sedikit bercak darah hingga menutupi hampir seluruh bagian depan mata, yang bisa sangat mengganggu penglihatan.
Penyebab utama Hyphema biasanya adalah trauma pada mata, seperti benturan akibat kecelakaan, cedera saat berolahraga, atau terkena benda keras secara langsung. Menurut dr. Pinky Endriana Heliasanty, Sp.M, dokter spesialis mata dari Klinik Mata KMU, kondisi ini sering dialami oleh pemain bulu tangkis yang terkena smash shuttlecock tepat di mata. Hantaman yang kuat dapat menyebabkan pembuluh darah kecil di Iris atau selaput pelangi pecah, sehingga darah menggenang di bilik mata depan.
Selain trauma, Hifema juga bisa terjadi secara spontan akibat kondisi medis tertentu, seperti Uveitis, yaitu peradangan pada bagian dalam mata yang dapat memicu pendarahan. Beberapa gangguan pembekuan darah juga beresiko menyebabkan Hifema. Jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini bisa berujung pada komplikasi serius, seperti peningkatan tekanan mata atau bahkan gangguan penglihatan permanen.
Baca Juga:
– Biaya Operasi Katarak 2025
– Operasi Katarak Gratis 2025
– Biaya Pemeriksaan Mata 2025
Pengobatan Hifema

Dokter Pinky lebih lanjut memaparkan bahwa Hyphema adalah kasus emergensi alias kegawatdaruratan. Menurutnya, karena letaknya di dalam bola mata, kadang-kadang pasien tidak tahu ketika ada pendarahan di dalam matanya.Â
“Ini yang memerlukan konfirmasi tenaga kesehatan seperti dokter mata,” sebut dokter Pinky.
Ia meneruskan bahwa untuk mengatasi kondisi ini, biasanya pasien dianjurkan rawat inap. “Dan yang penting itu adalah bedrest total. Jadi, kita tidak boleh beraktivitas. Harus tidur terus memang untuk mencegah supaya tidak terjadinya perdarahan ulang,” jelasnya seraya menambahkan, bagaimanapun, pembuluh darah yang pecah masih berpotensi re-bleeding.
“Jadi, kalau banyak aktivitas, banyak mobilitas. selaput mata yang mengandung banyak pembuluh darah kalau dia melebar atau mengecil karena aktivitas dan mobilitas akan bisa pecah kembali dan terjadi pendarahan pula,” demikian disampaikan dokter Pinky.
Untuk perawatan di rumah sakit, kata dokter Pinky, biasanya diberikan obat antifibrinolitik untuk pembeku darah, obat anti nyeri, dan tambahan obat apabila terjadi komplikasi
“Seringkali ini tidak berdiri sendiri, bisa disertai komplikasi pada bagian lain di mata,” ucapnya.
Baca juga:
– Operasi Katarak
– LASIK
– Katarak
– Mata Minus
Apakah Hifema Perlu Tindakan Operasi?

Pada banyak kasus, Hifema dapat hilang secara spontan. Hanya sekitar lima persen pengidap Hyphema yang membutuhkan operasi untuk pengobatannya. Operasi dibutuhkan terutama untuk mengeluarkan darah dari dalam mata guna mengurangi tekanan pada mata.
“Jika hifema tidak membaik dalam lima hari, maka tindakan operasi dipertimbangkan,” jelas dokter Pinky.
Ia menambahkan bahwa tindakan operasi mungkin pula diperlukan kalau disertai adanya penyulit lain, semisal adanya tekanan bola mata seperti Glaukoma sekunder, atau adanya penumpukan partikel besi dari darah di Kornea alias hemosiderosis.
Mengurangi Resiko Hifema
Untuk mengurangi resiko Hifema, penting untuk selalu menggunakan pelindung mata yang tepat, terutama saat berolahraga atau melakukan aktivitas yang beresiko, seperti bermain bulu tangkis, basket, atau pekerjaan yang melibatkan perkakas berat. Kacamata pelindung dapat membantu mencegah cedera akibat benturan langsung ke mata, yang merupakan penyebab utama Hifema.
Lalu, apakah hifema bisa sembuh? Menurut dr. Pinky, Hifema bisa sembuh dengan sendirinya, terutama jika tingkat keparahannya ringan. Namun, tidak semua kasus Hifema bisa dibiarkan tanpa pengobatan. Jika mengalami mata merah atau tanda-tanda pendarahan di dalam mata, sebaiknya segera melakukan konsultasi dokter mata.
Pemeriksaan dokter mata akan memastikan apakah kondisi tersebut dapat sembuh sendiri atau memerlukan penanganan lebih lanjut, seperti obat-obatan atau tindakan medis tertentu. Dengan deteksi dini dan perlindungan yang tepat, resiko komplikasi akibat Hyphema dapat diminimalkan.
Untuk menjaga kesehatan mata dan mencegah resiko Hifema maupun gangguan mata lainnya, sangat penting untuk rutin melakukan pemeriksaan mata. Dengan periksa mata KMU, Anda bisa mengetahui kondisi kesehatan mata lebih dini dan mendapatkan penanganan yang tepat jika ditemukan masalah. Selain itu, jika Anda sering beraktivitas dengan resiko cedera mata, seperti berolahraga atau bekerja dengan alat berat, sebaiknya lakukan tes mata KMU secara berkala untuk memastikan mata tetap dalam kondisi optimal. Klinik Mata KMU menjadi salah satu pilihan terbaik untuk pemeriksaan mata, karena didukung oleh tenaga medis profesional dan teknologi canggih. Jangan abaikan kesehatan mata, jadwalkan pemeriksaan Anda sekarang agar penglihatan tetap tajam dan terlindungi!
Sumber: dr. Pinky Endriana Heliasanty, Sp.M,
Simak pula update terkini seputar informasi kesehatan mata serta layanan perawatan maupun pengobatan gangguan mata di kanal YouTube kami.











