8 Penyakit mata genetik yang harus kamu tahu!

Ditinjau oleh

RS & Klinik Mata KMU

Terakhir diperbaharui pada

17 December 2024

Bagikan

Penyakit Mata Genetik

Penyakit mata genetik adalah gangguan mata yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui gen. Faktor genetik ini bisa membuat seseorang lebih rentan mengalami masalah mata tertentu dibandingkan dengan orang lain. Mengetahui penyakit mata yang dapat diturunkan secara genetik sangat penting, terutama jika ada riwayat keluarga dengan gangguan penglihatan.

Apa itu penyakit Mata Genetik?

Penyakit mata genetik terjadi karena adanya kelainan pada gen yang mempengaruhi struktur atau fungsi mata. Gen-gen ini diwariskan dari orang tua dan bisa menyebabkan berbagai masalah penglihatan. Penyakit mata yang dipicu oleh faktor genetik sering kali muncul sejak lahir, namun ada juga yang baru berkembang seiring bertambahnya usia. Orang yang memiliki riwayat keluarga dengan masalah mata lebih berisiko untuk mengalami kondisi yang sama.

Dalam beberapa kasus, faktor genetik bisa digabungkan dengan faktor lingkungan untuk memperburuk kondisi mata. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda awal dari penyakit mata dan melakukan pemeriksaan rutin sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan masalah penglihatan.

Baca Juga : 

Lasik

Mata Sering Berkedip Terus Menerus? Penyebab dan Solusinya!

Jenis Penyakit Mata Genetik yang Wajib Diketahui

1. Astigmatisme

Astigmatisme adalah gangguan refraksi yang menyebabkan penglihatan menjadi kabur karena bentuk kornea yang tidak sempurna. Biasanya, kornea memiliki bentuk bulat yang memungkinkan cahaya terfokus dengan benar di retina. Namun, pada penderita astigmatisme, kornea berbentuk oval, sehingga menyebabkan cahaya menyebar tidak merata dan penglihatan menjadi buram. Astigmatisme bisa diwariskan dari orang tua dan sering muncul bersamaan dengan rabun jauh atau rabun dekat.

2. Rabun Jauh (Miopi)

Rabun jauh atau miopi adalah kondisi di mana seseorang tidak bisa melihat benda-benda yang jauh dengan jelas. Ini terjadi karena bentuk bola mata yang terlalu panjang atau lensa mata yang terlalu cembung, sehingga cahaya terfokus di depan retina, bukan di retina. Miopi sangat dipengaruhi oleh faktor genetik dan biasanya muncul pada masa anak-anak. Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki miopi, kemungkinan besar anaknya juga akan mengalami kondisi yang sama.

3. Rabun Dekat 

Berbeda dengan miopi, rabun dekat atau hipermetropi adalah gangguan penglihatan di mana seseorang kesulitan melihat objek-objek yang dekat. Ini terjadi karena bola mata yang terlalu pendek atau lensa mata yang terlalu datar, menyebabkan cahaya terfokus di belakang retina. Sama seperti miopi, hipermetropi juga bisa diwariskan dari orang tua dan sering kali sudah terlihat sejak masa kanak-kanak.

4. Buta Warna 

Penyakit Mata Genetik

Buta warna adalah kondisi di mana seseorang tidak dapat membedakan warna dengan baik. Ini terjadi karena kelainan pada sel kerucut di retina, yang bertanggung jawab dalam mendeteksi warna. Jenis buta warna yang paling umum adalah kesulitan membedakan warna merah dan hijau. Buta warna adalah penyakit mata genetik yang biasanya lebih banyak dialami oleh laki-laki karena diturunkan melalui kromosom X.

5. Mata Kering 

Sindrom mata kering adalah kondisi di mana mata tidak bisa menghasilkan air mata yang cukup atau air mata yang dihasilkan berkualitas buruk, sehingga mata menjadi kering dan tidak nyaman. Kondisi ini bisa disebabkan oleh faktor genetik yang mempengaruhi kelenjar air mata atau saluran yang mengalirkan air mata. Mata kering juga bisa dipicu oleh kondisi autoimun yang diturunkan dalam keluarga.

6. Glaukoma 

Penyakit Mata Genetik

Glaukoma adalah penyakit mata yang menyebabkan kerusakan pada saraf optik, sering kali akibat peningkatan tekanan di dalam mata. Jika tidak diobati, glaukoma bisa menyebabkan kebutaan permanen. Penyakit ini memiliki komponen genetik yang kuat, dan orang dengan riwayat keluarga glaukoma berisiko lebih tinggi untuk mengalaminya. Glaukoma sering kali tidak menimbulkan gejala sampai kerusakannya sudah parah, sehingga deteksi dini sangat penting.

Baca Juga : 

Meski Glaukoma Tetap Semangat Jalani Hidup, Pak Ladri Bagikan Tipsnya! 

Cara Sembuhkan Katarak Dengan Obat, Simak Faktanya!

7. Amblyopia

Penyakit Mata Genetik

Amblyopia, atau mata malas, adalah kondisi di mana satu mata tidak berkembang dengan baik, sehingga penglihatan menjadi kabur pada mata tersebut. Ini terjadi karena otak lebih memilih sinyal dari mata yang lebih kuat, sementara mata yang lebih lemah menjadi tidak aktif. Ambliopia bisa diwariskan secara genetik dan sering kali terdeteksi pada anak-anak. Jika tidak segera diobati, ambliopia bisa menyebabkan kehilangan penglihatan permanen pada mata yang terdampak.

8. Katarak 

Penyakit Mata Genetik

Katarak adalah kondisi di mana lensa mata menjadi keruh, sehingga cahaya tidak bisa masuk dengan baik ke retina dan penglihatan menjadi buram. Meskipun katarak sering dikaitkan dengan proses penuaan, ada juga jenis katarak yang diwariskan secara genetik dan bisa muncul pada usia yang lebih muda. Orang yang memiliki riwayat keluarga dengan katarak lebih berisiko mengembangkan kondisi ini lebih cepat.

Baca Juga : 

Operasi Mata Katarak: Mengenal Jenis, Perawatan, Biayanya

Operasi Katarak Gratis 2025

Segera Lakukan Screening Mata

Menjaga kesehatan mata adalah hal yang sangat penting, terutama jika sobat KMU memiliki riwayat keluarga dengan penyakit mata genetik. Penyakit mata yang diturunkan ini bisa berkembang secara perlahan dan tidak selalu menunjukkan gejala awal. Oleh karena itu, melakukan screening mata secara rutin adalah langkah pencegahan yang bijaksana.

Screening mata bertujuan untuk mendeteksi penyakit mata sejak dini sebelum gejalanya semakin parah. Deteksi dini memungkinkan pengobatan atau penanganan yang lebih efektif, sehingga kualitas hidup dapat ditingkatkan dan risiko kebutaan dapat diminimalkan. Jika kamu atau keluargamu memiliki riwayat penyakit mata seperti yang telah disebutkan di atas, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan dan konsultasi ke dokter mata di RS Mata & Klinik Mata KMU.

Di RS Mata & Klinik Mata KMU, kamu bisa mendapatkan pemeriksaan mata komprehensif yang meliputi deteksi dini berbagai penyakit mata genetik oleh dokter mata profesional. Jangan tunda untuk menjaga kesehatan mata, karena penglihatan adalah salah satu aset berharga yang kita miliki. Cegah masalah mata sejak dini dengan screening dan perawatan yang tepat.

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Untuk informasi lainnya Anda bisa mengunjungi channel youtube kami dibawah ini ya

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218