Jika tidak segera ditangani, Katarak bisa merenggut penglihatan kita yang berujung pada kondisi kebutaan permanen. Lalu, bagaimana cara penyembuhan terbaiknya? Apakah cara sembuhkan Katarak cukup dengan obat-obatan semata? Semisal, dengan obat tetes mata atau obat herbal. Apakah itu sudah cukup efektif? Bagaimana pula dengan cara sembuhkan Katarak lewat opsi operasi? Yuk, simak fakta-faktanya lewat uraian berikut ini.
Daftar Isi
Sekilas tentang Katarak
Idealnya, lensa mata kita senantiasa jernih. Dengan demikian, ia mampu merefraksi sinar/cahaya yang masuk ke mata kita secara penuh, yang membuat kita mampu melihat objek di sekeliling kita dengan jelas.
Tatkala seseorang mengidap Katarak, lensa matanya menjadi keruh. Ini mirip kaca depan mobil yang tertutup embun atau tertutup debu, yang membuat pengemudi tidak dapat melihat dengan baik. Dengan adanya Katarak di mata kita, segala sesuatu terlihat kabur, samar, atau kurang jelas.
Gejala umum Katarak sendiri antara lain mencakup hal-hal berikut.
- Pandangan menjadi kabur.
- Penglihatan menjadi ganda.
- Sangat sensitif terhadap cahaya (terutama saat melihat lampu di malam hari).
- Kesulitan melihat dengan baik di malam hari, atau membutuhkan lebih banyak cahaya saat membaca.
- Melihat warna cerah menjadi tampak pudar atau kekuningan.
Lantas, apa sih penyebab Katarak? Sejauh ini, faktor penuaan adalah penyebab paling umum Katarak. Seperti luas diketahui, memasuki usia 40 tahun, terjadi perubahan pada mata kita.

Saat usia kita beranjak tua, protein normal dalam lensa mata dapat mulai pecah. Proses ini yang lantas menyebabkan lensa menjadi keruh, dan mulai mengganggu penglihatan.
Selain karena mulai pecahnya protein dalam lensa mata, seseorang berpotensi mengidap Katarak apabila memiliki faktor-faktor sebagai berikut.
- Faktor keturunan, memiliki orangtua, saudara laki-laki maupun saudara perempuan, atau anggota keluarga lain, yang mengidap Katarak
- Mengidap gangguan medis tertentu, seperti penyakit Diabetes.
- Pernah mengalami cedera mata, operasi mata, atau perawatan radiasi pada bagian atas tubuh,
- Menghabiskan banyak waktu di bawah sinar matahari, terutama tanpa kacamata hitam yang melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet (UV).
- Penggunaan obat tertentu seperti kortikosteroid, yang dapat menyebabkan pembentukan Katarak lebih awal.
- Memiliki kebiasaan merokok.
Baca juga:
Kenali 6 Gejala Presbiopi dan Solusi Pengobatannya
Makanan Terbaik untuk Penglihatan Mata yang Optimal
Mata Kedutan Tanda Keinget Mantan, Emang Bener?
Cara Sembuhkan Katarak dengan Obat Ternyata Begini Faktanya
Betulkah sembuhkan Katarak cukup menggunakan obat-obatan semata. Dapatkah obat tetes, misalnya, menjadi cara sembuhkan Katarak?
Menurut dr. Elly Rahmawati, Sp.M, dokter mata dari RS & Klinik Mata KMU,
penanganan terbaik Katarak itu hanya bisa dilakukan melalui operasi. Dengan kata lain, satu-satunya cara sembuhkan Katarak adalah lewat tindakan operasi Katarak.
“Seandainya memang bisa menggunakan obat tetes mata atau obat-obatan, itu hanya bisa bersifat sementara. Tidak akan menghilangkan kondisi Katarak itu sendiri,” jelas dr. Elly.
Ditambahkan dr Elly, obat-obatan hanya bisa untuk mencegah atau memperlambat progresnya, tapi Kataraknya tetap akan berjalan.
“Sehingga memang penanganan maksimalnya yaitu melalui operasi, supaya bisa dilakukan hasil yang terbaik, seperti itu,” tegasnya.
Dari apa yang dijelaskan dr. Elly, dapat disimpulkan bahwa bahwa cara sembuhkan Katarak bukan melalui medikasi atau obat-obatan. Maka, obat tidak dianggap sebagai solusi untuk Katarak.

Katarak, yang notabene merupakan proses pengaburan lensa di mata, sama sekali tidak dapat diobati dengan obat-obatan. Operasi adalah cara sembuhkan Katarak, di mana lensa yang keruh diangkat dan lantas diganti dengan lensa intraokular buatan.
Perlu ditegaskan kembali bahwa Katarak adalah perubahan kondisi pada lensa mata, yang tadinya jernih menjadi keruh. Katarak bukan infeksi atau peradangan yang dapat dengan gampang ditumpas dengan obat-obatan.
Katarak sendiri cenderung memburuk seiring berjalannya waktu. Seperti telah dijelaskan oleh dr. Elly, meskipun obat dapat membantu, obat, apa pun jenisnya, tidak bakal dapat menghentikan atau menghilangkan pembentukan Katarak.
Operasi adalah solusi terbaik untuk Katarak. Dan dengan kemajuan teknologi bedah mata sekarang ini, operasi Katarak – baik itu operasi Katarak berbayar maupun operasi Katarak gratis – dilakukan dengan lebih cepat dan tingkat keberhasilannya juga sangat tinggi.
Ketimbang mencoba-coba pengobatan sebagai cara sembuhkan Katarak, alangkah lebih baik pasien dan keluarganya segera melakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata sehingga bisa diputuskan opsi medis terbaik untuk penanganan Katarak secara tepat dan efektif.
Baca juga:
Waspadai Penggunaan Obat Mata Merah, Awas Salah Memilih
Cara Pemeriksaan Mata Mudah di Rumah
LASIK
Pentingnya Deteksi Dini Katarak
Deteksi dini Katarak menjadi salah satu kunci penting dari upaya penanganan Katarak yang tepat dan efektif. Mengapa demikian?
Mengidentifikasi Katarak lebih awal memungkinkan intervensi medis yang tepat waktu. Ini dapat membantu mempertahankan penglihatan berfungsi dengan baik sehingga menjaga kualitas hidup secara keseluruhan.
Deteksi dini juga dapat mencegah komplikasi. Pasalnya, dapat mencegah perkembangan Katarak, yang mungkin menyebabkan gangguan mata tambahan atau komplikasi. Contohnya, karena pandangan semakin kabur, bisa saja pasien semakin rentan jatuh atau terbentur yang menyebabkan trauma pada mata.
Deteksi awal Katarak memungkinkan pula perencanaan operasi yang lebih baik. Pasien dapat lebih terinformasi dan mempersiapkan diri, baik secara mental, fisik maupun finansial untuk menjalani prosedur operasi Katarak.
Hal lainnya yakni dengan melakukan deteksi dini juga dapat mengungkap masalah/gangguan mata lain yang mungkin bisa ditangani secara bersamaan, sehingga meningkatkan kesehatan mata secara keseluruhan.
Singkatnya, deteksi dini Katarak, yang merupakan bagian dari cara sembuhkan Katarak, dapat secara signifikan meningkatkan proses percepatan penyembuhan Katarak dan sekaligus menjadi strategi penanganan dan perbaikan penglihatan pasien secara efektif.











