Anak-Anak Penderita Mata Minus Wajib Pakai Kacamata Minus?

Ditinjau oleh

dr. Evy I. Apidian, SpM

Terakhir diperbaharui pada

25 March 2025

Bagikan

pakai kacamata minus

Iiih…jelek! Mana jadi ribet lagi. Ogah ah kalau harus pakai kacamata,” rengek seorang anak ketika ibunya mencoba membujuknya untuk memakai kacamata minus. Fenomena seperti ini mungkin bukan hal asing. Banyak anak yang sontak enggan pakai kacamata minus meski sudah didiagnosis menderita Mata Minus. Padahal, tanpa bantuan kacamata, mereka bisa kesulitan saat harus membaca tulisan di papan tulis di sekolah maupun melakukan aktivitas lainnya. 

Pertanyaannya adalah: apakah anak-anak pengidap Mata Minus memang wajib pakai kacamata minus? Bagaimana jika mereka menolak pakai kacamata minus? 

Pengertian Mata Minus

Miopia atau Mata Minus merupakan sebuah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan melihat objek-objek yang jauh dengan jelas. Adapun objek-objek yang dekat tetap terlihat jelas. 

Kenapa ini bisa terjadi? Biang keladinya yaitu bentuk bola mata yang terlalu panjang atau Kornea yang terlalu melengkung. Ini menjadikan cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh tepat di Retina, melainkan jatuh di depannya.

Biasanya, Mata Minus ini mulai muncul sejak masa anak-anak atau remaja. Dan ia bisa bertambah parah seiring bertambahnya usia. Lebih-lebih jika anak sering menatap layar digital dalam waktu lama atau juga kurang terpapar cahaya alami karena lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan. 

Tapi, faktor genetik juga bisa turut berperan dalam hal ini. Kalau orang tua mengidap Mata Minus, maka kemungkinan sang anak juga dapat mengalami hal serupa.

Ciri Anak Alami Mata Minus

Serangan Mata Minus pada anak sering kali tidak langsung disadari. Baik itu oleh si anak maupun oleh orangtuanya. Meski demikian terdapat beberapa ciri yang bisa tanda kalau anak mengalami Mata Minus. Berikut ini beberapa cirinya.

1. Kerap menyipitkan mata
Saat anak kesulitan melihat objek jauh, biasanya ia akan langsung menyipitkan mata. Tujuannya untuk mendapatkan fokus yang lebih baik. Nah, kalau sering melihat anak menyipitkan matanya saat menonton TV atau membaca tulisan di papan tulis, kemungkinan ia mengidap Mata Minus.

2. Terlalu dekat dengan layar
Anak yang mengalami Mata Minus bakal cenderung mendekatkan diri ke layar, entah itu TV atau komputer. Pasalnya, ia akan lebih gampang melihat sesuatu dalam jarak dekat. 

3. Mengeluh pusing atau mata lelah
Ketika mata anak terus-menerus berusaha fokus pada objek yang jauh, otot matanya bisa menjadi tegang. Ini menyebabkan anak jadi sering merasa pusing atau matanya cepat lelah. Lebih-lebih lagi setelah membaca atau menatap layar dalam waktu lama.

4. Kesulitan melihat tulisan di papan tulis
Di sekolah anak mulai mengalami kesulitan membaca tulisan di papan tulis, terutama kalau ia duduk di barisan bangku  belakang. 

5. Sering mengucek-ngucek mata
Anak yang mengalami mata minus boleh jadi merasa tidak nyaman dengan penglihatannya. Buntutnya, ia sering mengucek-ngucek mata karena mungkin ia merasa ada sesuatu yang menghalangi pandangannya.

6. Kurang responsif
Anak mungkin tidak langsung bereaksi saat dipanggil dari kejauhan karena ia sulit mengenali orang dari jarak tertentu.

Maka, kalau anak menunjukkan salah satu atau beberapa ciri di atas, segera saja lakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata lebih lanjut, agar mendapatkan penanganan yang tepat. 

BACA JUGA:
LASIK
Ini Perbedaan LASIK dan Pre-LASIK
Operasi Katarak Gratis

Apakah Wajib Pakai Kacamata Minus sebagai Alat Bantu Penglihatan?

Alasan anak wajib pakai kacamata minus
Selain membantu penglihatan, kacamata minus juga bisa mencegah mata bekerja terlalu keras. Foto: zeiss.com

Meskipun anak sudah menunjukkan ciri-ciri mengidap Mata Minus, bahkan mungkin sudah terdiagnosa berkat pemeriksaan di dokter mata, bisa jadi anak tidak segera pakai kacamata minus. Hal ini karena si anak mungkin enggan pakai kacamata minus. Tapi, bisa juga kemungkinan karena orangtua tidak mau memberikan/menyediakan kacamata buat anaknya.  

Nah, jika hal tersebut dilakukan, maka risiko Ambliopia atau Mata Malas bakal sangat besar. Demikian disampaikan oleh dr. Evy I Apidian, Sp.M, dokter mata dari RS & Klinik Mata KMU.

“Dalam kondisi Ambliopia, maka mata, meskipun diberi ukuran besar kacamata yang sesuai, ia akan tetap tidak akan melihat dengan baik sehingga terjadi penurunan penglihatan meskipun kondisi matanya dan kondisi saraf utamanya baik,” jelasnya.

Ditambahkan dr. Evy, jika anak tidak pakai kacamata minus, anak jadi sering memicingkan mata, sering melihat dari jarak lebih dekat, kemudian sering mengeluh nyeri kepala.

“Yang tidak enak adalah anak akan tampak seperti juling,” sebut dr. Evy.

Oleh sebab itu, dr. Evy menyarankan untuk memakai kacamata minus. “Jadi, silahkan menggunakan kacamata yang sesuai dengan ukuran atau resep yang dokter berikan,” kata dr. Evy seraya berpesan agar  jangan lupa untuk selalu kontrol mata 6 bulan sampai 1 tahun sekali.

BACA JUGA:
Operasi Katarak
Mata Silinder, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya 
Katarak

Kesimpulan: Pentingnya Anak Pakai Kacamata Minus

Pakai kacamata minus pada saat anak yang mengalami Miopia bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan. Kenapa? Ini demi menjaga kesehatan mata dan kualitas hidup mereka. 

Jika Mata Minus dibiarkan tanpa koreksi, kondisi penglihatan bisa semakin parah. Dampaknya, membuat anak kesulitan dalam belajar, bermain, dan menjalani aktivitas sehari-hari. 

Dengan memakai kacamata minus yang sesuai dengan yang diresepkan, penglihatan anak bisa kembali jelas, sehingga mereka dapat melihat tulisan di papan tulis, membaca buku dengan nyaman, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar tanpa hambatan.

Selain membantu penglihatan, kacamata minus juga bisa mencegah mata bekerja terlalu keras, yang dapat menyebabkan kelelahan dan sakit kepala. Anak yang tidak memakai kacamata minus, padahal sudah mengalami Mata Minus, sering kali mengalami mata tegang dan kesulitan berkonsentrasi, yang pada akhirnya bisa berpengaruh pada prestasi akademis di sekolah.

Oleh karena itu, pakai kacamata minus yang tepat sangat penting untuk mendukung perkembangan anak secara optimal. Namun, pemakaiannya juga perlu dibarengi dengan kebiasaan sehat agar Mata Minus anak tidak semakin bertambah. 

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Misalnya, anak perlu mengurangi penggunaan gawai secara berlebihan. Saat membaca, jaga jarak ideal antara mata dan objek yang dibaca. Anak juga perlu sering beraktivitas di luar ruangan untuk memberikan paparan cahaya alami yang baik bagi matanya. 

Dengan kombinasi kacamata minus yang sesuai dan menjalankan gaya hidup sehat, kesehatan mata anak diharapkan bisa tetap terjaga dan pertumbuhan mereka sama sekali tidak terganggu oleh masalah penglihatan.

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218