Sulit Membedakan Warna? Pahami 5 Penyebab Buta Warna

Ditinjau oleh

RS & Klinik Mata KMU

Terakhir diperbaharui pada

5 January 2025

Bagikan

penyebab buta warna

Buta warna bukan berarti tidak dapat melihat semua warna, akan tetapi kondisi yang mana seseorang tidak bisa membedakan beberapa warna tertentu. Penyebab buta warna pun ada beragam.

Namun sebelum membahas penyebabnya, kenali dulu hal-hal terkait buta warna. Seseorang dengan kondisi buta warna biasanya akan melihat deskripsi warna tertentu jadi berbeda dari yang seharusnya.

Umumnya warna yang paling sering sulit dibedakan oleh penderita buta warna adalah Hijau dan Merah. Selain itu ada juga yang susah membedakan warna Biru dan Kuning.

Buta warna sendiri ada beberapa macam jenis yang mana gejala atau cara melihat warnanya berbeda-beda pula. Laki-laki cenderung lebih besar berkemungkinan mengalami buta warna dibandingkan wanita. Hal ini bisa terjadi karena faktor keturunan atau kromosomnya.

Macam-macam Penyebab Buta Warna

Sel Kerucut yang ada pada mata memiliki pengaruh bahan kimia yang mana akan memunculkan reaksi proses melihat warna dan memberikan informasi panjang gelombang yang dikirim dari saraf optik menuju otak.

Dari gelombang dan informasi yang dikirim inilah mata akan dapat melihat warna dengan berbagai hasil penampakannya. Sedangkan bagi penderita buta warna, kondisi Sel Kerucut kekurangan beberapa bahan kimia yang punya sifat peka pada panjang gelombang.

Baca juga:
10 Mitos dan Fakta Buta Warna
3 Jenis Buta Warna Yang Harus Diketahui
5 Fakta Menarik Tentang Buta Warna

Efek dari kehilangan beberapa bahan kimia inilah mata akhirnya tidak bisa membedakan informasi warna tertentu. Kondisi faktor dasar munculnya penyakit buta warna ini umumnya Penyebab buta warna sendiri ada beberapa hal, diantaranya adalah:

  • Genetik

Faktor atau penyebab buta warna yang paling sering adalah karena genetik atau keturunan. Secara umum buta warna yang disebabkan oleh genetik lebih sering dialami oleh pria atau laki-laki dibandingkan wanita.

Karena disebabkan oleh genetik, maka normalnya tingkat keparahan buta warna yang diderita pasien akan stuck atau tetap dan terjadi pada kedua mata.

Untuk jenis buta warna yang sering dialami oleh penderita buta warna genetik adalah buta warna Merah-Hijau atau yang lebih jarang adalah Biru-Kuning.

  • Komplikasi Penyakit Tertentu

Ada beberapa jenis penyakit yang pengaruhnya bisa mengarah pada penglihatan mata. Penyakit yang dimaksud adalah seperti Diabetes, Alzheimer, serta beberapa penyakit mata lain seperti Glaukoma, Katarak dan Degenerasi Makula. Beberapa penyakit tersebut bisa menimbulkan pengaruh buruk pada mata, termasuk munculnya buta warna pada pasien.

Baca juga:
Operasi Katarak Gratis Kemudahan Untuk Pasien
Biaya Tes Buta Warna di RS dan Klinik Mata KMU

  • Pengaruh Obat Tertentu dan Paparan Zat Kimia

Ada beberapa obat tertentu yang memiliki efek samping pada mata atau penglihatan. Obat-obat seperti Phenytoin, Hydroxychloroquine, Digoxin, Sildenafil dan Ethambutol dipercaya punya efek yang dapat mempengaruhi tingkat kemampuan mata dalam mengenali warna suatu obyek.

Selain itu, paparan zat kimia tertentu juga bisa menjadi penyebab buta warna. Biasanya zat kimia yang dapat mempengaruhi penglihatan pada warna obyek adalah Carbon disulfide, yang mana bahan kimia ini kerap digunakan pada industri rayon.

  • Cedera

Benturan atau cedera yang mengenai mata bisa membuat adanya gangguan pada saraf hingga sel kerucut pada mata. Dengan adanya luka cedera di bagian dalam inilah seseorang dapat mengalami buta warna.

  • Faktor Usia

Sobat KMU pasti sering mendengar bahwa usia dapat mempengaruhi kinerja penglihatan bukan? Dalam hal ini seorang lansia akan mengalami penurunan penglihatan dalam menangkap cahaya dan warna.

Gejala dan Cara Deteksi Buta Warna

Pada setiap penderita buta warna, biasanya mengalami gejala yang berbeda-beda berdasarkan jenis buta warna yang dialami. Sedangkan jenis buta warna sendiri secara garis besar ada 3, yaitu buta warna Biru-Kuning, Merah-Hijau dan Total. Tentunya gejala yang dialami penderita tiap jenis buta warna tersebut berkaitan dengan tidak dapat mengenali warna-warna tertentu yang jadi fokus masalahnya.

Baca juga:
Mengatasi Gangguan Refraksi Dengan Lasik
8 Terapi Buta Warna Yang Perlu Kamu Tahu
Kacamata Sebagai Cara Pengobatan Buta Warna

Gejala paling umum yang bisa dikenali saat seseorang mengalami buta warna adalah saat penderita melihat lampu lalu lintas dan tidak dapat membedakan tiap warnanya.

Saat dicurigai seseorang menderita buta warna, maka sangat disarankan untuk segera konsultasi dokter mata. Dari sana nantinya akan dilakukan diagnosa atau proses deteksi buta warna beserta penyebab buta warna tersebut terjadi. Berikut adalah beberapa cara deteksinya:

  • Tes Cambridge

Tes Cambridge berkaitan dengan perangkat komputer khusus yang mana dalam hal ini dokter memanfaatkan penampakan warna tertentu pada layar komputer tersebut. Biasanya pada tes ini pasien akan diminta mengenali huruf C berwarna yang muncul pada layar dengan beberapa warna lain di sekitar huruf ini.

  • Ishihara

Tes Ishihara adalah tes buta warna yang paling sering digunakan oleh para dokter mata untuk mendiagnosa pasien. Pada tes ini dokter akan menggunakan gambar titik-titik berwarna yang mana didalamnya terdapat angka atau huruf yang bisa dilihat secara samar.

Dengan menunjukkan gambar tersebut, dokter bisa tahu apakah pasien memang menderita buta warna atau tidak karena pasien harus bisa membedakan warna dari tampilan huruf atau angka yang samar tersebut.

  • Penyusunan Warna

Selanjutnya ada tes penyusunan warna yang juga cukup sering digunakan dokter untuk mendeteksi buta warna. Sesuai dengan namanya, tes ini dilakukan dengan proses penyusunan urutan warna dari cakram atau pelat warna yang sudah disediakan.

Tes penyusunan warna bisa mendeteksi buta warna secara lebih akurat dan bisa memberikan analisis lebih detail terkait kondisi kebutaan warna pasien.

Semua cara deteksi buta warna di atas juga bisa membuat dokter lebih mudah mengenali penyebab buta warna yang dialami pasien dengan analisis lebih lanjut.

Periksakan Buta Warna Agar Tak Ganggu Aktivitas Harian

Sebenarnya pengobatan buta warna berbeda dengan gangguan mata seperti Katarak. Penyakit mata sejenis Katarak bisa diatasi atau disembuhkan secara total dengan cara operasi Katarak.

Sedangkan buta warna sendiri belum bisa disembuhkan secara total. Gangguan mata yang satu ini hanya bisa diatasi dengan solusi tertentu agar tidak mengganggu kegiatan sehari-hari.

Adapun contoh solusinya adalah dengan menggunakan kacamata khusus buta warna. Selain itu penderita juga bisa menggunakan aplikasi khusus untuk mendeteksi jenis warna.

Untuk solusi yang lebih baik, pastikan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin. Dengan melakukan pemeriksaan rutin, dokter bisa memberikan solusi-solusi yang lebih baik untuk mengontrol perkembangan buta warna.

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Sumber: dr. Raden Rara Widyastuti Pusparini, Sp.M

Tonton juga video menarik lainnya dari KMU seperti video di bawah ini:

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218