Tinggal beberapa hari lagi umat muslim akan segera menunaikan ibadah puasa dan beberapa pasien mata RS & Klinik mata KMU sering bertanya “apakah menggunakan tetes mata membatalkan puasa saat obat tetes mata terasa pahit di tenggorokan?”.
Menurut beberapa pendapat dari ulama Indonesia, bahwa ketika Anda menggunakan tetes mata ketika sedang puasa maka kondisi tersebut tidak membatalkan puasa meskipun obat tetes mata terasa pahit di tenggorokan.
Mengapa kondisi penggunaan tetes mata membatalkan puasa? Untuk mengetahui penjelasan secara hukum dan medisnya, Anda bisa informasi pada penjelasan berikut ini secara lengkap!
Daftar Isi
Pendapat Ulama Mengenai Penggunaan Obat Tetes Mata

Penggunaan obat tetes mata ini sangat penting, terutama pada pasien pasca operasi mata, seperti pasien pasca operasi Katarak, operasi Glaukoma dan beberapa jenis operasi mata lainnya.
Mengutip dari pendapat Syekh Muhammad bin Ahmad al-Ramli dalam kitab Ghayah al-Bayan, dijelaskan bahwa penggunaan obat tetes mata diperbolehkan bagi orang yang membutuhkan dan tidak membatalkan puasa karena lubang mata tidak memiliki jalur penghubung sampai ke tenggorokan.
Jadi, penggunaan obat tetes mata tidak membatalkan puasa, meskipun obat tetes mata terasa pahit di tenggorokan. Berbeda halnya dengan jenis obat yang mengharuskan kita mengonsumsi dengan cara diminum, itu dapat menyebabkan batalnya puasa.
Adapun beberapa cara menurut medis mengenai cara penggunaan obat tetes mata yang benar, antara lain:
- Cek botol kemasan obat tetes mata yang akan digunakan. Obat tetes mata harus dalam kondisi steril. Cek juga tanggal kadaluarsa yang tertera pada kemasan.
- Mencuci tangan hingga bersih sebelum menggunakan obat tetes mata.
- Kocok botol obat tetes mata sebelum digunakan.
- Dongakan wajah, kemudian tarik kelopak mata bagian bawah secara perlahan.
- Tekan kemasan untuk meneteskan obat ke kelopak mata bagian bawah.
- Kedipkan mata agar obat tetes mata menyebar ke seluruh bagian mata.
- Jangan sampai ujung botol atau kemasan obat tetes mata menyentuh permukaan mata. Hal ini perlu diperhatikan untuk mencegah masuknya bakteri ke dalam botol obat.
- Jika perlu menggunakan beberapa jenis obat tetes mata bersamaan, beri jeda waktu sekitar 5 menit.
- Untuk dosis penggunaan, lihat label kemasan produk atau sesuai dengan rekomendasi dokter mata.
- Jika obat tetes mata yang digunakan dari resep dokter, minta penjelasan dokter lebih lanjut mengenai hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan saat menggunakan obat tetes mata
Baca juga :
– Lasik
– Munculnya Kutu di Bulu Mata: Gejala dan Cara Menghilangkannya
– Promo Operasi Katarak di KMU Sidoarjo, Bebas Pilih Bonus Staycation atau Voucher Belanja
Penyebab Obat Tetes Mata Terasa Pahit

Penggunaan obat tetes mata terasa pahit di tenggorokan mungkin sudah pernah dirasakan oleh pasien mata KMU, kondisi ini merupakan kondisi yang wajar karena antara mata dan tenggorokan memiliki saluran yang saling terhubung. Namun tidak semua obat tetes mata terasa pahit di tenggorokan karena kandungannya dalam beberapa merek obat tetes mata memiliki perbedaan.
Jika, sahabat KMU menggunakan obat tetes mata terasa pahit di tenggorokan hal ini disebabkan karena ada saluran yang menghubungkan langsung antara kelenjar mata dengan hidung, dan tenggorokan. Ada lubang cukup kecil pada bagian kelopak mata bawah yang disebut punctum lakrimal (puncta). Itu sebabnya ketika kita menangis, memakai obat tetes mata, maupun melakukan hal-hal yang membuat mata berair, maka cairan tersebut akan masuk ke dalam saluran nasolakrimal.
Selanjutnya, cairan tersebut akan berakhir pada bagian belakang yang berhubungan langsung dengan hidung dan tenggorokan yang juga berdekatan dengan saluran kerongkongan. Hal inilah yang membuat obat tetes mata terasa pahit di tenggorokan.
Baca juga :
– Biaya Operasi Katarak 2026
– Operasi Katarak Gratis 2026
– Biaya pemeriksaan mata 2026
9 Obat yang Tidak Membatalkan Puasa

Setelah sahabat KMU mengetahui bahwa obat tetes mata tidak membatalkan puasa, meskipun obat tetes mata terasa pahit di tenggorokan. Adapun juga 9 jenis obat lain yang tidak membatalkan puasa, meliputi :
- Obat yang diserap kulit seperti salep, krim, koyo, dan plester
- Obat tetes mata
- Obat sublingual, obat yang digunakan dengan menyelipkannya di bagian bawah lidah Salah satu contohnya adalah nitrogliserin untuk pengobatan angina atau nyeri dada saat serangan jantung
- Obat inhalasi untuk gangguan pernapasan diberikan saat sesak napas, biasanya untuk penderita asma dan penyakit paru lain. Obat ini dihirup dan langsung menuju saluran pernapasan
- Obat kumur, selama Sahabat KMU tidak menelannya puasa juga tidak batal
- Obat injeksi lewat kulit, otot, atau intravena di mana suntik tidak membatalkan puasa, karena tidak melalui mulut atau lubang terbuka lainnya
- Cairan infus, pemberian asupan cairan secara intravena (melalui pembuluh darah vena) memang tidak dilakukan lewat lubang tubuh yang terbuka
- Obat suppositori, obat berbentuk padat, yang digunakan langsung ke dalam tubuh melalui saluran kencing, alat kelamin perempuan, atau anus. Jenis obat ini akan meleleh atau larut oleh suhu tubuh, lalu masuk ke sel-sel yang diberi obat ini
- Oksigen, diberikan saat tubuh mengalami gangguan pernapasan, yang menyebabkan saturasi oksigen di tubuh berkurang
Ketika memasuki bulan puasa, untuk menjaga kondisi kesehatan mata tetap gunakan obat tetes mata, meskipun obat tetes mata terasa pahit di tenggorokan, serta sahabat KMU tetap perlu melakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata rutin guna menjaga kondisi kesehatan mata dalam keadaan yang sehat selama menjalani ibadah puasa.
Ketika mengalami keluhan mata di bulan puasa, seperti mata minus, Katarak, silinder, Glaukoma dan lain sebagainya. Sahabat KMU bisa melakukan tes mata KMU atau periksa mata di RS & Klinik mata KMU. Jadi, ayo kunjungi RS & Klinik mata KMU terdekat di kota kamu!
Saksikan video lain tentang kesehatan mata di bawah ini











