Halo sahabat KMU, apakah kalian pernah mengetahui istilah Central Retinal Artery Occlusion (CRAO)? Istilah tersebut dikhususkan pada suatu penyakit yang terjadi pada mata, tepatnya pada bagian Retina mata. Jumlah kasus sekitar 1–2 kasus per 100.000 orang per tahun, dengan prevalensi lebih tinggi pada pria usia 60–65 tahun.
Melihat dari segi usia berkisar 60-65 tahun sudah tergolong lansia, yang berarti sama dengan Katarak dimana mayoritas penderitanya adalah para lansia. Meskipun begitu Central Retinal Artery Occlusion (CRAO) merupakan suatu kondisi yang berbeda dari mata Katarak.
Nah, pada kesempatan saat ini akan mengulas mengenai Central Retinal Artery Occlusion (CRAO) mulai dari definisi, penyebab, gejala dan penanganannya. Bagi sahabat KMU yang ingin mengetahui informasi selengkapnya, silahkan simak penjelasan berikut ini!
Daftar Isi
Pengertian Central Retinal Artery Occlusion

Penyakit Central Retinal Artery Occlusion (CRAO) merupakan termasuk kedalam kondisi gawat darurat mata. CRAO sendiri adalah penyumbatan pada arteri central yang membuat penderita kehilangan penglihatan mendadak, akut dan tanpa rasa sakit pada salah satu mata.
Ketika, arteri pada mata mengalami penyumbatan sel, maka pada Retina akan kehilangan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan. Oleh karena itu, mata akan mengalami kerusakan yang dapat menyebabkan kebutaan apabila tidak ditangani dengan tepat oleh dokter mata.
Kondisi CRAO sendiri sering dibandingkan dengan penyakit stroke otak karena pendekatan dan penanganan klinis relatif mirip dengan penanganan stroke, di mana dokter menangani ini dengan mengidentifikasi lokasi penyumbatan pembuluh darah, dan mencoba mencegah kejadian lebih lanjut.
Baca juga :
– Lasik
– Operasi Katarak
– Cara Mengatasi Sakit Mata Karena Sering Main HP
Penyebab Central Retinal Artery Occlusion

Berbeda dengan mata Katarak yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor penyebab. Pada penyakit Central Retinal Artery Occlusion (CRAO) sendiri hanya disebabkan oleh 2 faktor penyebab utama, yakni :
1. Nonarteritik
Nonarteritik merupakan penyumbatan yang tidak disebabkan oleh radang pembuluh darah, melainkan disebabkan oleh faktor mekanis/emboli, seperti :
- Aterosklerosis adalah penyebab utama dimana Plak pada arteri karotis dapat menghasilkan emboli yang menyumbat arteri retina sentral.
- Emboli Jantung, adalah kondisi dimana terbentuk gumpalan darah dari jantung terutama dari katup jantung yang rusak dan dapat mencapai retina melalui aliran darah.
- Kondisi Hematologist, contohnya Hiperkoagulasi, leukemia, limfoma dan penyakit sabit
Penderita CRAO yang terjadi karena penyebab Nonarteritik mencapai hingga 90%
2. Arteritik
Arteritik adalah kondisi pada CRAO yang terjadi karena adanya radang pada pembuluh darah (Vaskulitis) yang dapat menyebabkan penyumbatan. Pada jenis ini lebih serius dan sering melibatkan penyakit autoimun.
- Arteritis sel raksasa (giant cell arteritis): Penyebab utama dari arteritik CRAO, terutama pada pasien usia lanjut. Arteritis ini menyerang pembuluh darah besar dan menengah.
Pada penyebab Arteritik memang lebih sedikit, namun beresiko lebih tinggi menyebabkan komplikasi serius, seperti kebutaan permanen.
Baca juga :
– Biaya Operasi Katarak 2025
– Operasi Katarak Gratis 2025
– Biaya pemeriksaan mata 2025
Tanda dan Gejalanya
Satu hal penting yang harus diingat oleh sahabat KMU atau pasien mata KMU, yakni mengenai tanda dan gejala pada penyakit Central Retinal Artery Occlusion (CRAO). Dengan peka terhadap tanda gejalanya maka penangannya juga bisa dilakukan dengan cepat dan tepat. Berikut ini beberapa tanda dan gejala CRAO, antara lain :
- Tanda utama, yakni kehilangan secara tiba-tiba dan signifikan pada satu mata. biasanya dengan ketajaman visual yang buruk (seperti hanya dapat menghitung jari atau lebih buruk lagi).
- Penglihatan kabur, kondisi ini akan terjadi ketika sebelum mengalami kehilangan penglihatan total.
- Munculnya titik buta pada mata. Terdapat area titik hitam pada pandangan mata yang menyebabkan penglihatan terganggu.
- Muncul “Cherry Red Spot” di makula disebabkan oleh aliran darah normal di sirkulasi koroid yang mendasari.
- Emboli retina terlihat pada 40% pasien, berupa plak kolesterol mengkilap, plak trombosit abu-abu-putih, atau plak kalsium putih.
Bila sahabat KMU mengalami tanda dan gejala tersebut segeralah untuk melakukan konsultasi dokter mata untuk cegah komplikasi lebih parah.
Cara Mengatasi Central Retinal Artery Occlusion

Pengobatan pada Central Retinal Artery Occlusion (CRAO) ini tentunya harus mendasari penyebab terjadinya kondisi tersebut. Maka tujuan dari pengobatannya yaitu dengan memulihkan aliran darah pada Retina mata sesegera mungkin, meliputi beberapa cara :
- Melakukan pemijatan pada area mata dapat membantu mendorong emboli (gumpalan darah) keluar dari retina.
- Paracentesis, adalah tindakan untuk mengeluarkan sedikit cairan bening pada mata dengan tujuan mengurangi tekanan bola mata dan meningkatkan aliran darah pada mata.
- Medikamentosa, penggunaan obat-obatan penurun tekanan darah, obat pengencer darah dan antiinflamasi. Obat inilah yang akan menurunkan tekanan darah, dan mengurangi peradangan.
Saksikan juga video lain tentang kesehatan mata di bawah ini :











