Banyak orang beranggapan Glaukoma hanya terjadi kepada para lansia, namun fakta medis menunjukkan tren yang berbeda pada saat ini. Banyak orang dibawah usia 40 tahun sudah terkena Glaukoma, kondisi tersebut dalam istilah medis disebut sebagai Glaukoma Onset Dini.
Terjadinya Glaukoma Onset Dini pada seseorang di bawah umur 40 tahun ini seringkali tidak disadari karena sifatnya yang muncul tanpa gejala pada tahap awal, namun dampaknya bisa permanen jika tidak dideteksi sejak dini. Berdasarkan dari sifat Glaukoma yang muncul tanpa gejala, penyakit ini dijuluki sebagai “Pencuri Penglihatan”.
Untuk memahami lebih lanjut tentang Glaukoma Onset Dini mulai dari faktor risiko, penyebab hingga cara untuk mencegahnya, silahkan Anda simak informasi selengkapnya pada penjelasan berikut ini!
Daftar Isi
Apa Itu Glaukoma Onset Dini?

Berbeda dengan Glaukoma pada umumnya yang rentan terjadi pada usia di atas 40 tahun, Glaukoma Onset Dini adalah sekelompok penyakit mata yang dapat merusak saraf optik mata sebelum penderitanya mencapai usia 40 tahun hingga 50 tahun. Kerusakan saraf optik mata akibat Glaukoma umumnya disebabkan karena peningkatan tekanan bola mata atau tekanan intraokular (TIO). Peningkatan tekanan intraokular (TIO) ini terjadi karena ketidakmampuan mata untuk mengalirkan cairan mata (aqueous humor) secara efektif.
Berbeda dengan Glaukoma Senilis yang muncul karena proses penuaan alami, versi Glaukoma Onset Dini ini bisa bersifat lebih agresif. Tanpa intervensi medis, tekanan tinggi di dalam bola mata akan menekan serat saraf halus secara perlahan namun pasti. Karena kerusakan terjadi pada area perifer (pinggir) terlebih dahulu, banyak pasien muda tidak menyadari bahwa mereka kehilangan sebagian kecil pandangan mereka hingga kondisi tersebut mencapai tahap lanjut yang disebut tunnel vision.
Baca juga:
– LASIK
– Operasi Katarak
– Apa Itu Lemak Mata? Kenali Penyebab dan Cara Menghilangkannya
Penyebab Glaukoma Onset Dini
Penyebab utama glaukoma pada usia muda sering kali bersifat struktural atau genetik. Salah satu pemicu paling umum adalah Glaukoma Sudut Terbuka Primer (POAG) yang muncul lebih awal karena variasi genetik tertentu. Penyebab lainnya adalah Glaukoma Onset Remaja (Juvenile Open-Angle Glaucoma) yang biasanya terjadi antara usia 5 hingga 35 tahun.
Adapun beberapa penyebab lain yang berpotensi terjadinya Glaukoma Onset Dini, antara lain:
- Penggunaan obat tetes mata mengandung steroid dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter mata
- Komplikasi dari cedera fisik pada mata di masa lalu.
- Kelainan anatomi (cacat struktur mata) mata sejak lahir yang baru bermanifestasi atau berdampak pada saat dewasa.
Baca juga:
– Operasi katarak gratis 2026
– Biaya pemeriksaan mata 2026
– Biaya Operasi katarak 2026
Faktor Risiko Glaukoma pada Usia Muda
Beberapa penelitian ilmiah memberikan temuan bahwa sekitar 1-5% dari total kasus Glaukoma terjadi pada orang di bawah usia 40 tahun. Berikut ini beberapa faktor yang berisiko seseorang mengalami Glaukoma di usia muda, antara lain:
- Faktor risiko utama terjadinya Glaukoma di usia muda adalah genetik atau riwayat keluarga, jika orang tua atau saudara kandung menderita Glaukoma, risiko Anda meningkat hingga sepuluh kali lipat.
- Miopia atau mata minus tinggi juga berisiko mengalami Glaukoma, seseorang dengan minus diatas -6.00 D memiliki struktur mata yang lebih panjang dan saraf optik yang lebih rentan terhadap perubahan tekanan.
- Seseorang yang memiliki riwayat penyakit Diabetes atau Hipertensi mempengaruhi sirkulasi darah ke saraf mata, menjadikannya lebih rapuh terhadap tekanan intraokular yang bahkan masih dalam batas normal.
- Beberapa ahli mengatakan bahwa gaya hidup yang buruk juga dapat berisiko meningkatkan terjadinya Glaukoma di usia muda.
Gejala Glaukoma di Usia Muda

Gejala Glaukoma Onset Dini sangat sulit dikenali karena sering kali menyerupai kelelahan mata biasa. Anda perlu peka terhadap gejala yang terjadi pada mata, berikut ini beberapa gejala Glaukoma yang perlu anda ketahui, meliputi:
- Merasakan sakit kepala ringan yang sering kambuh atau pandangan yang sedikit kabur setelah bekerja lama di depan layar.
- Kehilangan penglihatan perifer (samping)
- Penglihatan kabur
- Nyeri mata atau kepala
- Mual dan muntah (terutama pada glaukoma sudut tertutup akut)
- Lingkaran cahaya disekitar lampu
Dampak Glaukoma Onset Dini Jika Tidak Ditangani
Dampak fatal dari Glaukoma Onset Dini yang tidak ditangani dengan cepat adalah kebutaan permanen. Berbeda dengan Katarak yang bisa disembuhkan dengan operasi, kerusakan saraf optik akibat Glaukoma bersifat irreversibel, dimana kerusakan saraf mata yang terjadi tidak dapat dikembalikan lagi.
Kehilangan penglihatan di usia muda atau pada saat usia produktif akibat berdampak pada penurunan kualitas hidup yang drastis, hilangnya kemandirian, dan hambatan besar dalam karier profesional maupun kehidupan sosial.
Selain kehilangan penglihatan di usia muda, pasien juga akan mengalami kecemasan dalam menatap kehidupan yang akan datang. Pasien muda biasanya merasa terbebani dalam hal biaya pengobatan dan juga pasien mengalami kesulitan dalam melakukan tugas-tugas detail atau aktivitas sehari-hari yang dilakukan.
Baca juga:
– Penyebab Mata Buram Saat Puasa? Waspadai Mata Kering!
– Alasan Terjadinya Penyakit Mata Kuning, Waspadai Penyebabnya
– Manajemen Miopi: Cara Dokter Mata Mengendalikan Perkembangan Rabun Jauh
Langkah Cegah Glaukoma di Usia Muda

Bagi Anda yang tidak ingin mengalami Glaukoma di usia muda, Anda perlu tahu beberapa langkah pencegahannya. Berikut ini beberapa langkah pencegahan terhadap Glaukoma Onset Dini, antara lain:
- Periksa Mata Rutin
Melakukan periksa mata dan konsultasi dokter mata rutin adalah langkah utama dan paling penting untuk mencegah terjadinya Glaukoma di usia muda. - Mengetahui Riwayat Keluarga
Ketahui riwayat kesehatan keluarga Anda terkait Glaukoma. Jika ada anggota keluarga yang menderita glaukoma, Anda memiliki risiko lebih tinggi. Beritahu dokter mata terkait riwayat keluarga Anda supaya dokter mata dapat memberikan arahan untuk langkah pencegahan Glaukoma. - Mengetahui Riwayat Penyakit
Orang dengan riwayat penyakit Diabetes dan Hipertensi berisiko lebih besar mengalami Glaukoma di usia muda. Beritahu juga riwayat penyakit Anda saat melakukan pemeriksaan mata rutin. - Pola Hidup Sehat
Penerapan pola hidup sehat dengan olahraga rutin serta mencukupi kebutuhan nutrisi mata, seperti Vitamin A, Omega 3, lutein, zeaxanthin dan lain sebagainya ini dapat membantu memperkecil risiko terkena Glaukoma di usia muda.
Semakin sadar dengan kesehatan mata, khususnya tata cara pencegahan Glaukoma ini dapat membantu Anda untuk menjaga kualitas hidup dimasa yang akan datang. Tetap rutin untuk periksa dan konsultasi dokter mata minimal 6 bulan atau 1 tahun sekali di RS & Klinik mata KMU.
Bertepatan pada tanggal 8 sampai 14 Maret adalah peringatan Pekan Glaukoma Sedunia, ayo untuk semakin sadar dan peduli terhadap kesehatan mata kita demi bebaskan mata dari Glaukoma. Pada peringatan Pekan Glaukoma Sedunia sebarkan edukasi mengenai pentingnya untuk peduli terhadap kesehatan mata dan sebarkan edukasi tentang pencegahan Glaukoma. Ayo bersatu untuk dunia bebas Glaukoma!
Saksikan video lain tentang kesehatan mata di bawah ini!











