Mengenal Aphakia Mata Tanpa Lensa. Ini Penyebabnya!

Ditinjau oleh

Terakhir diperbaharui pada

19 February 2025

Bagikan

Mengenal Aphakia Mata Tanpa Lensa. Ini Penyebabnya!

Halo sahabat KMU, apakah kalian pernah mendengar istilah Aphakia? Istilah tersebut mengarah kepada salah satu penyakit yang terjadi pada mata. Dalam dunia kedokteran istilah tersebut lebih dikenal dengan “mata tanpa lensa”. Mungkin kalian bertanya, mengapa bisa lensa dimata tidak ada? 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka pada kesempatan saat ini KMU akan mengulas dan mengupas tuntas tentang salah satu penyakit mata yang dikenal dengan sebutan Aphakia. Bagi sahabat KMU yang ingin mengetahui informasi selengkapnya, silahkan simak penjelasan berikut ini! 

Pengertian Aphakia

Aphakia

Dalam arti secara bahasa, Aphakia berarti tidak memiliki lensa di dalam mata. Dapat disimpulkan Afakia adalah kondisi lensa tidak berada pada tempatnya.Kondisi ini bisa terjadi baik karena lensa mata mengalami kerusakan maupun penyebab lain seperti trauma.

Lensa mata sendiri adalah struktur bening berbentuk oval yang berada di belakang iris (bagian mata yang berwarna) dan pupil . Lensa mata memfokuskan sinar cahaya pada Retina mata. Tanpa adanya lensa ini, mata tidak dapat fokus dan penglihatan kabur.

Pada kondisi normal, bayangan yang masuk ke mata akan masuk melalui Lensa mata. Sedangkan pada penderita Afakia, bayangan yang masuk ke dalam mata tidak melalui Lensa mata karena posisi Lensa mata tidak berada pada tempat yang seharusnya. Sehingga tampak seperti tidak ada lensa, sesuai nama penyakitnya.

Baca juga : 
- Lasik
- Ini Titik Refleksi Mata Buram dan Tips Memijatnya
- Bulu Mata Rontok: Penyebab Hingga Cara Mengatasinya

Penyebab Aphakia pada Mata

Penyakit yang memiliki julukan “mata tanpa lensa” ini bisa terjadi karena beberapa faktor penyebab. Berikut ini beberapa penyebab terjadinya penyakit Aphakia, antara lain : 

  1. Operasi katarak dengan digantinya lensa buatan (IOL atau lensa intraokular) dapat menyebabkan terjadinya kondisi tersebut dan merupakan penyebab paling sering. Banyak bayi dan beberapa anak yang lebih tua tidak lagi memiliki IOL setelah lensa yang keruh diangkat.
  2. Cedera pada mata yang sampai membuat lensa mata rusak bisa menyebabkan terjadinya Afakia, bisa pula mengalami dislokasi. Istilah untuk masalah lensa dengan penyebab trauma ini adalah afakia traumatis.
  3. Faktor genetika merupakan penyebab yang paling jarang terjadi, kondisi ini disebut juga dengan Afakia kongenital adalah istilah untuk masalah lensa mata yang terjadi sejak bayi. 

Baca juga : 
Biaya Operasi Katarak 2025
Operasi Katarak Gratis 2025
Biaya pemeriksaan mata 2025

Gejala Aphakia

Gejala Aphakia

Dalam hal ini untuk mengetahui kondisi Aphakia sejak dini, maka hal yang perlu dilakukan oleh sahabat KMU adalah dengan mengetahui gejala yang timbul pada mata kalian. Adapun beberapa gejalanya, antara lain : 

  1. Gejala yang paling umum adalah penderita akan mengalami penglihatan kabur.
  2. Penderita Afakia sangat sulit melihat dari jarak dekat karena untuk melihat jarak dekat ini memerlukan lensa. Namun, penglihatan jarak jauh juga dapat terpengaruh.
  3. Mata kehilangan kemampuannya untuk “mengakomodasi” atau mengubah fokus di antara jarak jauh dan jarak dekat.
  4. Penderita mungkin juga akan mengalami perbedaan persepsi warna dan warna yang dilihat mungkin tampak memudar.
  5. Aphakia juga dapat menyebabkan iridodonesis atau Iris yang “bergoyang”. Tanpa lensa atau IOL di belakangnya,Iris mata akan bergoyang atau bergetar saat menggerakkan mata.

Cara Mencegah dan Mengobati Aphakia pada Mata

Cara Mencegah dan Mengobati Aphakia pada Mata

Tatacara untuk melakukan pencegahan Aphakia adalah dengan cara mencegah penyebab yang mendasari kondisi tersebut. Seperti yang diketahui penyebab yang paling sering adalah karena Katarak, maka langkah pencegahannya adalah dengan menghindari penyebab dan pemicu terjadinya Katarak dini. 

Bagi Katarak kongenital yang terjadi, misalnya karena infeksi pada ibu ketika hamil. Dapat dicegah dan perlu dilakukan oleh ibu hamil dengan memeriksakan kehamilannya ke dokter kandungan. Bagi pasien mata yang mengalami Afakia, adapun beberapa cara untuk mengobatinya, antara lain : 

  1. Aphakia biasanya diobati dengan operasi atau tindakan pembedahan. Operasi ini efektif untuk orang dewasa maupun anak-anak.
  2. Lensa kontak atau kacamata khusus dapat membantu memberikan penglihatan yang jelas pada bayi yang terlalu muda untuk lensa pengganti IOL. Lensa ini dipakai selama satu bulan atau lebih tanpa diganti. Orang dewasa juga dapat memakai lensa kontak Afakia.

Bila sahabat KMU ingin melakukan tindakan pengobatan pada penyakit ini, sebaiknya perlu untuk menghubungi dokter mata untuk dilakukan diagnosa awal.  

Lakukan Konsultasi Segera!

Bagi penderita Aphakia baiknya segera untuk melakukan konsultasi dokter mata dan segera untuk melakukan tindakan, terutama bagi bayi yang mengalaminya. Karena jika tidak segera ditangani Afakia pada bayi akan berkembang menjadi ambliopia, yang mungkin tidak dapat disembuhkan lagi. 

Bagi sahabat KMU yang ingin melakukan pemeriksaan terkait kondisi penyakit ini, kalian bisa melakukannya di RS & Klinik mata KMU. Jadi, ayo segera ambil tindakan di RS & Klinik mata KMU terdekat di kota kamu! 

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Saksikan juga video lain tentang kesehatan mata di bawah ini : 

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218