Anisocoria Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius, Ini Penjelasannya!

Ditinjau oleh

RS & Klinik Mata KMU

Terakhir diperbaharui pada

22 February 2025

Bagikan

Anisocoria Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius, Ini Penjelasannya!

Halo Sahabat KMU, pernahkan anda memperhatikan perbedaan ukuran pupil antara mata kanan dan kiri? Kondisi ini dikenal sebagai Anisocoria, di mana salah satu pupil terlihat lebih besar atau lebih kecil dari yang lain. Meskipun terlihat sepele, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya kondisi medis yang perlu diwaspadai. Pupil, atau bagian hitam di tengah mata, biasanya memiliki ukuran yang sama dan akan menyesuaikan dengan cahaya. Namun, pada kasus Anisocoria, perbedaan ukuran ini bisa terjadi secara tiba-tiba atau bahkan sudah ada sejak lahir. Apa saja penyebabnya, dan kenapa kita perlu waspada? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Penyebab Dari Anisocoria

Penyebab Dari Anisocoria

Anisocoria adalah kondisi di mana ukuran pupil mata kanan dan kiri tidak sama. Pupil, bagian hitam di tengah mata, biasanya akan menyesuaikan ukurannya dengan cahaya sekitar, dan akan melebar saat gelap dan menyempit saat terang. Namun pada kondisi ini, salah satu pupil tidak bereaksi dengan normal, sehingga terlihat lebih besar atau lebih kecil dari yang lain.

Penyebabnya sendiri bisa beragam. Beberapa orang terlahir dengan kondisi ini, dan hal ini biasanya tidak berbahaya. Namun, dalam kasus lain, Anisocoria bisa muncul akibat gangguan pada otot iris, efek samping obat-obatan, atau bahkan tanda masalah serius seperti gangguan otak, saraf, atau sistem tubuh lainnya. Misalnya, jika otot iris lumpuh, pupil akan tetap melebar meskipun terkena cahaya terang. Sebaliknya, beberapa kondisi menyebabkan pupil terus mengecil, bahkan dalam cahaya redup.

Apakah Anisocoria Dapat Diturunkan?

Ternyata, Anisocoria bisa bersifat genetik lho Sahabat KMU! Beberapa orang terlahir dengan perbedaan ukuran pupil, dan jika anggota keluarga lain juga memiliki kondisi serupa, kemungkinan besar ini adalah faktor keturunan. Kondisi ini disebut Anisocoria fisiologis dan biasanya tidak mempengaruhi penglihatan atau kesehatan mata.

Selain itu, ada juga kelainan Iris sejak lahir, seperti Aniridia (tidak adanya Iris) atau Koloboma (Iris tidak terbentuk sempurna), yang dapat menyebabkan bentuk Pupil tidak teratur. Kelainan ini umumnya terdeteksi sejak masa kanak-kanak dan tidak selalu berbahaya. Jadi, jika Anda atau keluarga memiliki Anisocoria sejak kecil tanpa gejala lain, kemungkinan besar ini hanyalah kondisi normal yang tidak perlu dikhawatirkan.

Namun, jika kondisi ini muncul secara tiba-tiba di kemudian hari dan disertai gejala lain seperti penglihatan kabur atau sakit kepala, sebaiknya segera lakukan konsultasi dokter mata. Bisa jadi, ini adalah tanda kondisi medis yang memerlukan penanganan serius.

Baca juga:
– Operasi Katarak Gratis 2025
– LASIK
– Operasi Katarak

Gejala Anisocoria

Gejala Anisocoria

Anisocoria tidak hanya ditandai dengan perbedaan ukuran pupil, tetapi juga bisa disertai dengan berbagai gejala lain yang perlu diwaspadai. Gejala-gejala ini bisa bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Berikut adalah beberapa tanda atau gejala Anisocoria yang mungkin dialami:

  1. Penglihatan Kabur: Penglihatan menjadi tidak jelas atau seperti berkabut, terutama pada salah satu mata. Bisa terjadi secara tiba-tiba atau bertahap, tergantung pada kondisi yang mendasarinya.
  1. Penglihatan Ganda (Diplopia): Melihat satu objek seolah-olah menjadi dua. Gejala ini seringkali mengganggu aktivitas sehari-hari seperti membaca atau mengemudi.
  1. Kehilangan Penglihatan: Pada kasus yang parah, salah satu mata bisa mengalami penurunan penglihatan secara signifikan. Bisa bersifat sementara atau permanen, tergantung pada penyebabnya.
  1. Sensitivitas terhadap Cahaya (Fotofobia): Mata menjadi sangat sensitif terhadap cahaya, baik cahaya alami maupun buatan. Sensasi tidak nyaman atau bahkan nyeri saat terkena cahaya terang.
  1. Sakit Kepala: Sakit kepala yang muncul tiba-tiba atau berulang, terutama jika disertai dengan gejala lain seperti mual. Bisa menjadi tanda adanya masalah serius seperti migrain atau gangguan saraf.
  1. Demam: Demam yang muncul bersamaan dengan kondisi ini bisa menandakan adanya infeksi atau peradangan. Perlu diwaspadai jika disertai dengan gejala lain seperti leher kaku.
  1. Mual dan Muntah: Rasa mual yang tidak jelas penyebabnya, terutama jika terjadi bersamaan dengan sakit kepala atau penglihatan kabur. Bisa menjadi tanda adanya tekanan pada otak atau sistem saraf.
  1. Kaku pada Leher: Leher terasa kaku dan sulit digerakkan, terutama jika disertai dengan demam dan sakit kepala. Bisa menjadi gejala meningitis atau gangguan saraf lainnya.

Jika kalian mengalami Anisocoria disertai dengan satu atau lebih gejala di atas, segera konsultasikan ke dokter mata. Gejala-gejala ini bisa menjadi tanda kondisi medis yang serius dan memerlukan penanganan secepatnya. Jangan diabaikan, ya!

Baca juga:
– Bulu Mata Rontok: Penyebab Hingga Cara Mengatasinya
– Katarak
– Live Surgery di RS Mata KMU: Proses Operasi Bisa Dilihat Langsung oleh Keluarga

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Seberapa Langka kah Anisocoria?

Seberapa Langka kah Anisocoria

Pernahkah Anda bertanya-tanya seberapa umum kondisi Anisocoria terjadi? Ternyata, Anisocoria tidak se-langka yang mungkin Anda bayangkan! Faktanya, kondisi ini mempengaruhi sekitar 20% populasi, yang berarti 1 dari 5 orang memiliki perbedaan ukuran pupil mata. Meski terdengar mengejutkan, kebanyakan kasus justru tidak berbahaya dan tidak menimbulkan masalah kesehatan serius.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bagi sebagian orang, Anisocoria merupakan kondisi bawaan sejak lahir atau disebut Anisocoria fisiologis. Artinya, perbedaan ukuran pupil ini sudah ada sejak mereka kecil dan tidak menyebabkan gangguan penglihatan atau gejala lainnya. Bahkan, beberapa orang mungkin tidak menyadari mereka memiliki kondisi ini sampai seseorang menunjukkannya!

Jadi, meskipun Anisocoria terbilang cukup umum, selalu perhatikan perubahan yang terjadi pada tubuh Anda. Jika Anda merasa khawatir atau mengalami gejala lain yang tidak biasa, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Lebih baik waspada daripada menyesal, bukan?

Tonton juga video menarik lainnya seputar kesehatan mata disini!

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218