Polusi udara tak hanya dapat menimbulkan masalah terkait kesehatan sistem saluran pernafasan anak, tetapi juga dapat mengancam kesehatan mata anak. Apa kira-kira gejalanya? Bagaimana caranya untuk menghindari ancaman polusi udara bagi mata anak? Simak selengkapnya paparan berikut ini.
Daftar Isi
Jenis Polusi Udara
Polusi udara bagi mata anak adalah sebuah ancaman. Pasalnya, polusi udara, terutama di kawasan perkotaan, memapar juga lingkungan sekolah dan sekitarnya, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi pula kesehatan mata anak. Maka, polusi udara bagi mata anak perlu benar-benar ditangani.
Pada lingkungan sekolah dan sekitarnya, jenis polutan yang jadi biang polusi udara umumnya mencakup zat-zat sebagai berikut :
- Materi Partikel PM2.5 dan PM10
Sumbernya antara lain dari emisi kendaraan, aktivitas konstruksi, dan emisi industri.
- Nitrogen Dioksida (NO2)
Sumber polutan ini yaitu dari emisi kendaraan, terutama yang bermesin diesel.
- Senyawa Organik Volatil (VOC)
Sumbernya antara lain emisi kendaraan, aktivitas industri, dan penguapan dari cat, serta produk pembersih..
- Ozon (O3)
Zat ini terbentuk dari reaksi kimia antara oksida nitrogen (NOx) dan senyawa organik volatil di bawah sinar matahari.
- Karbon Monoksida (CO).
Zat polutan ini dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar fosil, terutama dari kendaraan bermotor.
- Timbal.
Sumber polutan timbal berasal dari proses industri, emisi dari bensin bertimbal, dan cat berbasis timbal.
- Sulfur Dioksida (SO2).
Pembakaran bahan bakar fosil menjadi salah satu sumber SO2. Selain itu, proses industri juga bisa menjadi sumber bagi polutan ini.
Dampak Polusi Udara bagi Mata Anak
Seperti telah disinggung di muka, selain dapat mempengaruhi sistem saluran pernafasan, polusi udara bagi mata anak adalah sebuah ancaman. Ia memberi ancaman khusus bagi kesehatan mata anak. Beberapa risiko buruk terkait kesehatan mata anak akibat paparan polusi udara mencakup sejumlah hal sebagai berikut.

1) Iritasi mata
Polutan seperti partikel halus (PM2.5 dan PM10), ozon, dan nitrogen dioksida dapat mengiritasi mata dan menyebabkan kemerahan, gatal, dan rasa terbakar pada mata.
2) Konjungtivitis Alergi
Alergen dan polutan di udara dapat memicu reaksi alergi, yang menyebabkan Konjungtivitis dengan gejala kemerahan, gatal, dan mata berair.
3) Sindroma Mata Kering
Paparan polusi udara dengan tingkat partikel halus dan senyawa organik volatil yang tinggi, dapat menyebabkan sindroma Mata Kering. Gejalanya meliputi kekeringan, iritasi, dan rasa berpasir di mata.
4) Risiko infeksi yang meningkat
Polutan dapat melemahkan mekanisme pertahanan alami mata, membuat anak-anak lebih rentan terhadap infeksi seperti Konjungtivitis bakteri maupun virus.
5) Perburukan kondisi mata
Bagi anak-anak yang telah terjangkit Konjungtivitis Alergi atau Mata Kering, paparan polusi udara dapat memperburuk gejala penyakit-penyakit tersebut dan menyebabkan kekambuhan yang lebih sering atau parah.
6) Kerusakan mata panjang
Paparan kronis terhadap polusi udara dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada permukaan mata dan berpotensi mempengaruhi penglihatan. Ini mencakup perubahan pada Kornea dan Konjungtiva, yang dapat mempengaruhi kesehatan mata secara keseluruhan. Hal ini kian menegaskan bahwa polusi udara bagi mata anak merupakan ancaman yang sangat serius.
Baca juga :
Cara Kerja dan Penanganan Pasca Operasi Ablasio Retina
Operasi Katarak
Mata Juling, Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatannya
Gejala yang Perlu Diwaspadai Terkait Dampak Polusi Udara bagi Mata Anak
Terkait dengan dampak polusi udara bagi mata anak, beberapa gejala berikut ini sangat perlu diwaspadai.
1) Mata kemerahan
Saat kemerahan pada mata ini berlangsung terus-menerus, maka ini dapat menunjukkan iritasi atau infeksi.
2) Gatal
Rasa gatal yang berkelanjutan bisa menjadi tanda Konjungtivitis Alergi atau iritasi akibat polutan.
3) Sensasi terbakar
Munculnya sensasi terbakar pada mata bisa disebabkan oleh paparan polutan seperti ozon dan partikel halus.
4) Mata berair
Air mata berlebihan bisa menjadi respons terhadap iritasi atau reaksi alergi.
5) Mata Kering
Gejala Mata Kering dapat berupa perasaan berpasir pada mata, yang bakal bertambah buruk ketika terpapar udara yang tercemar.
6) Keluarnya cairan mata
Cairan yang keluar dari mata, baik yang bening, putih, kuning, atau hijau, bisa menunjukkan adanya infeksi seperti Konjungtivitis bakteri atau virus.
7) Penglihatan kabur
Terjadinya perubahan dalam penglihatan, termasuk penglihatan kabur. Ini menunjukkan telah terjadinya masalah yang lebih serius.
8) Sensitivitas terhadap cahaya
Sensitivitas yang meningkat terhadap cahaya bisa menjadi tanda iritasi atau infeksi mata yang dipicu oleh zat polutan.
9) Pembengkakan
Pembengkakan pada kelopak mata atau di sekitar mata bisa disebabkan oleh reaksi alergi atau infeksi.
Baca juga :
Gejala Mata Lelah Saat Ujian yang Sering Diabaikan
Apakah Obat Herbal Bisa Sembuhkan Degenerasi Makula?
LASIK
Cara Melindungi Mata Anak dari Polusi
Langkah menghindari dampak polusi udara bagi mata anak meliputi sejumlah tindakan yang umum dan mudah dilakukan. Salah satunya yaitu perintahkan anak tetap berada di dalam ruangan selama kadar polusi tinggi.
Kalaupun harus keluar rumah, bekali anak dengan kacamata hitam maupun tetes mata untuk melindungi mata mereka.
“Jangan lupa kalau pergi keluar, gunakan kacamata pelindung, dan juga tetes mata,” sebut dr.Tiara Avinta, Sp.M, dokter mata dari Klinik Mata KMU Gresik.
Ingatkan anak Anda agar tidak menggosok-gosok mata dan agar mencuci tangan secara teratur demi mencegah transfer polutan dari tangan ke mata.
Pastikan makanan anak kaya vitamin A, C, dan E, serta asam lemak omega-3 untuk mendukung kesehatan mata.
Tak ada salahnya menggunakan pemurni udara dengan filter high-efficiency particulate air (HEPA) untuk mengurangi polutan dalam ruangan. Pastikan menutup jendela dan pintu rumah pada waktu polusi udara sedang tinggi-tingginya.
Menurut dr.Tiara, kalau terjadinya bertahun-tahun, polusi udara bisa sampai menyebabkan Katarak.
Tentu saja, melakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata secara teratur dapat turut membantu mengatasi dampak polusi udara bagi mata anak.
“Kalau kalian mengalami gejala seperti yang disebutkan,segera periksa ke dokter mata, ya,” begitu saran dr.Tiara.
Baca juga :
Gejala Katarak, Kenali sebelum Menjadi
Operasi Katarak Gratis
5 Hal Penting bagi Pasien Saat Memilih Poli Mata
Peran Sekolah dan Orangtua dalam Menjaga Kesehatan Mata Anak
Sekolah maupun orang tua memiliki peran krusial dalam ikut mengantisipasi dampak polusi udara bagi mata anak.
Pengelola sekolah memiliki kewajiban untuk memastikan semua ruang kelas dan area lainnya memiliki ventilasi yang baik dan bebas dari polutan serta alergen. Pastikan pula setiap ruang kelas dan area belajar memiliki pencahayaan yang baik untuk mengurangi ketegangan mata para siswa.

Secara rutin, sekolah juga perlu melakukan pemeriksaan penglihatan untuk para siswa guna mengantisipasi adanya gangguan mata. Dalam hal ini, pihak sekolah dapat bekerjasama dengan otoritas kesehatan lokal atau institusi yang memiliki kemampuan dalam menyediakan layanan pemeriksaan mata profesional.
Selain itu, orangtua di rumah berkewajiban menjaga lingkungan rumah yang bersih dan bebas dari alergen dan zat polutan. Ini untuk menghindari terjadinya ancaman polusi udara bagi mata anak. Selalu pula sediakan menu makan sehat dan seimbang yang kaya akan vitamin dan nutrisi penting untuk kesehatan mata, seperti vitamin A, C, E, dan asam lemak omega-3.
Tak kalah pentingnya, buat aturan pembatasan aktivitas menatap layar untuk anak demi mencegah ketegangan dan kelelahan mata.
Dorong anak untuk menghabiskan waktu di luar ruangan di lingkungan dengan udara bersih guna menghindari ancaman polusi udara bagi mata anak dan untuk mengurangi risiko Miopia dan memberi mata mereka istirahat dari aktivitas menatap layar.
Orangtua perlu proaktif untuk segera membawa anak ke dokter spesialis mata tatkala mendapati anak kerap menyipitkan mata, sering sakit kepala, atau menyampaikan keluhan penglihatannya kabur.
Sahabat, demikian ulasan mengenai dampak polusi udara bagi mata anak. Semoga bermanfaat,











