Jangan Abaikan! Pentingnya Pemeriksaan Rutin Mata Anak 

Ditinjau oleh

dr. Fata Attamami

Terakhir diperbaharui pada

20 December 2024

Bagikan

pemeriksaan rutin mata anak

Pemeriksaan rutin mata anak penting dilakukan. Semakin dini, semakin baik. Dengan melakukan pemeriksaan rutin mata anak bakal segera diketahui apakah kondisi mata mereka dalam keadaan baik atau tidak. Dengan pemeriksaan rutin pula dapat diambil langkah penanganan secara cepat dan tepat sekiranya ditemukan masalah atau keluhan terkait penglihatan anak.

Tanda-tanda Masalah Penglihatan pada Anak

Terdapat beberapa hal yang dapat menjadi pertanda ketika anak mengalami masalah dengan penglihatannya.

Sekurangnya ada tiga hal yang dapat menunjukkan tanda-tanda penglihatan pada anak.

1) Penampakan kondisi mata anak

  • Mata tidak sejajar, satu mata terlihat menyilang atau melirik keluar!
  • Kelopak mata memerah, berkerak, atau bengkak.
  • Mata berair atau merah (meradang).

2) Perilaku anak

  • Sering mengucek mata.
  • Menutup atau menutupi satu mata.
  • Memiringkan kepala atau mendorong kepala ke depan.
  • Kesulitan membaca atau melakukan pekerjaan jarak dekat lainnya, atau selalu memegang benda dekat dengan mata untuk melihat.
  • Berkedip lebih sering dari biasanya atau tampak rewel saat melakukan aktivitas yang melibatkan penglihatan jarak dekat.
  • Memicingkan mata atau mengernyit.

3 Apa yang dikatakan anak

  • “Mata saya gatal,” “Mata terasa terbakar,” atau “Mata terasa perih.”
  • “Aku tidak bisa melihat dengan baik.”
  • Setelah melakukan aktivitas melihat jarak dekat, anak bilang: “Aku merasa pusing,” “Aku sakit kepala,” atau “Aku merasa mual.”
  • “Semuanya terlihat kabur.” 

Manfaat Pemeriksaan Rutin Mata Anak

Banyak orang mengira pemeriksaan rutin mata anak itu tidak penting.

Padahal, semakin dini melakukan pemeriksaan rutin mata anak, semakin cepat Anda mengetahui kondisi mata anak dan juga semakin cepat ditangani jika ada keluhan. Demikian dikatakan dr. Fata Attamami, dokter yang berpraktik di RS Mata KMU.

Menurut dr. Fata, pemeriksaan mata anak sebaiknya dilakukan pertama kali saat anak usia 6 bulan. “Saat itu, anak harus sudah mendapatkan pemeriksaan mata lengkap pertamanya,” jelasnya.

Berikutnya, sambung dr. Fata, yaitu pemeriksaan tambahan pada saat usia 3 tahun. Lalu, yang ketiga, pemeriksaan lanjutan pada usia prasekolah yaitu usia 5 atau 6 tahun.

“Yang keempat, anak usia sekolah harus mendapatkan pemeriksaan mata setidaknya 1 tahun sekali untuk koreksi penglihatan. Kemudian yang kelima, anak yang menggunakan kacamata harus diperiksakan 6 bulan sekali,” papar dr.Fata.

Ditambahkan dr.Fata bahwa tak kalah penting jika anak mengeluhkan keluhan mata yang berkepanjangan, maka segera periksakan ke dokter mata secepatnya.

pemeriksaan rutin mata anak
Semakin dini melakukan pemeriksaan rutin mata anak, semakin cepat kita mengetahui kondisi mata anak.
Foto: clearly.ca.

Baca juga :
Bahaya Penggunaan Obat Mata Sembarangan
Katarak
Operasi Katarak Gratis

Proses Pemeriksaan Rutin Mata Anak

Melakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan rutin mata anak dapat dilakukan antara lain di klinik mata. Untuk prosesnya sendiri terdiri dari sejumlah langkah berikut.

1) Pendaftaran

Yang pertama, tentu saja, pasien perlu mendapat nomor antrian pendaftaran terlebih dahulu. Ini bisa dilakukan secara offline maupun online. Setelah itu, pasien perlu menanti sesuai nomor antrian sebelum dipanggil oleh bagian pendaftaran. Untuk mendaftar, sejumlah dokumen diperlukan. Maka siapkan, kartu berobat/pasien (jika pernah berobat sebelumnya), KTP, kartu BPJS, maupun surat rujukan.

2) Pemeriksaan diagnosa

Saat dilakukan diagnosa, pasien mendapat pemeriksaan dasar yang disesuaikan dengan kebutuhan maupun keluhan pasien.

3) Sesi konsultasi dokter

Usai pemeriksaan dasar, pasien perlu menunggu beberapa saat sebelum dipanggil untuk melakukan konsultasi dokter mata.

4) Pemeriksaan lebih lanjut

Dokter spesialis mata akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah pasien perlu tindakan lebih lanjut atau cukup pemberian resep dokter.

5) Tindakan langsung

Bila pasien harus menjalani tindakan medis langsung, usai pemeriksaan, maka pasien segera dipersiapkan menuju ruang tindakan. Usai mendapat tindakan medis, pasien perlu menuju ke ruang tunggu obat untuk menanti dan mengambil obat yang diberikan/diresepkan. Adapun bagi pasien yang tidak memerlukan tindakan medis, dan hanya diberikan resep, maka dapat segera menuju ruang tunggu obat.

6) Pengambilan obat

Pasien mengambil obat di ruang farmasi, sesuai dengan nomor antrian. Pasien/keluarga pasien diberi penjelasan tentang aturan pemakaian obat yang digunakan.

Baca juga:
5 Gejala Mata Tegang yang Bisa Jadi Alarm, Jangan Diabaikan
Operasi Katarak
LASIK

Memilih Kacamata yang Tepat untuk Anak

Menyusul pemeriksaan rutin mata anak di rumah sakit maupun klinik mata, mungkin saja anak diresepkan kacamata. Terkait hal tersebut, ada beberapa hal yang perlu orangtua perhatikan.

1) Ukuran bingkai

Pastikan pilih bingkai atau frame yang ringan, nyaman, dan kuat. Upayakan bingkai jangan terlalu besar dan juga jangan terlalu kecil. Dengan demikian, anak dapat memakainya dengan benar-benar nyaman dan tidak merepotkannya.

2) Pilih desain yang menarik

Biarkan anak memilih desain kacamata sesuai dengan seleranya. Anak akan lebih pede menggunakan kacamata yang memiliki desain sesuai dengan pilihan anak.

3) Metal atau plastik

Bingkai kacamata saat ini ada yang terbuat dari metal maupun plastik. Biarkan pula anak menjatuhkan pilihannya sendiri. Yang perlu dipastikan adalah apakah anak memiliki riwayat alergi atau tidak terhadap zat tertentu.

Pemeriksaan rutin mata anak
Bingkai kacamata anak sebaiknya pilih yang ringan, nyaman, dan kuat. Foto: allaboutvision.

4) Tali/rantai pengikat kacamata

Anak-anak memiliki aktivitas dan mobilitas yang tinggi. Tak jarang mereka pecicilan ke sana ke mari. Guna mengantisipasi agar kacamata yang dikenakannya tidak lepas/jatuh saat mereka beraktivitas, lengkapi kacamata dengan tali/rantai khusus yang elastis yang melilit di belakang kepala anak.

5) Bahan lensa

Lensa kacamata memiliki bahan yang variatif. Ada yang berupa polikarbonat atau trivex. Ada juga lensa plastik biasa. Pilih lensa yang ringan, tahan benturan, dan tahan gores, serta yang mampu menawarkan perlindungan dari sinar ultra violet (UV) untuk memastikan bahwa mata anak terproteksi dari sinar UV matahari. Hindari memilih lensa kacamata anak yang berat, mudah tergores, retak atau mudah pecah.

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Semikian pembahasan mengenai pemeriksaan rutin mata anak. Perlu ditegaskan sekali lagi, semakin dini melakukan pemeriksaan rutin mata anak, semakin cepat kita mengetahui kondisi mata anak dan juga semakin cepat ditangani jika ada keluhan

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218