Penglihatan Buta Warna: Penyebab, Jenis & Pengobatan!

Ditinjau oleh

RS & Klinik Mata KMU

Terakhir diperbaharui pada

3 November 2025

Bagikan

Penglihatan Buta Warna, Penyebab, Jenis dan Pengobatan!

Pernahkah kamu mendengar istilah buta warna dan bertanya-tanya bagaimana kondisi ini mempengaruhi cara seseorang melihat dunia? Buta warna bukan sekedar ketidakmampuan melihat warna, tetapi lebih kepada perbedaan cara mata menangkap dan mengenali warna tertentu. Kondisi ini bisa bersifat buta warna parsial, di mana seseorang hanya sulit membedakan beberapa warna seperti merah dan hijau, hingga buta warna total yang membuat penglihatan tampak hitam putih. Menariknya, sebagian besar kasus buta warna disebabkan oleh faktor keturunan dan lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Yuk, pahami lebih dalam tentang penyebab, jenis, hingga cara penanganan buta warna agar kamu bisa lebih mengenali kondisi ini!

Apa Itu Buta Warna?

Apa Itu Buta Warna

Hai, Sahabat KMU! Tahukah kamu bahwa buta warna bukan berarti seseorang tidak bisa melihat warna sama sekali? Kondisi ini sebenarnya terjadi karena adanya gangguan pada sel kerucut (cone cells) di Retina mata yang berfungsi menangkap warna. Saat sel tersebut tidak bekerja dengan baik, persepsi terhadap warna pun menjadi berbeda dari orang normal.

Secara umum, penderita buta warna mengalami kesulitan membedakan warna tertentu, yang paling sulit biasanya ketika penderita mengalami buta warna merah hijau atau biru dengan kuning. Menurut data Prevent Blindness, sekitar 8% pria dan 1% wanita di dunia mengalami buta warna parsial atau total. Di Indonesia, prevalensinya mencapai sekitar 0,7% dan umumnya merupakan buta warna keturunan yang berlangsung seumur hidup.

Baca Juga:
โ€“ Biaya Operasi Katarak 2025
โ€“ Operasi Katarak Gratis 2025
โ€“ Biaya Pemeriksaan Mata 2025

Tes Buta Warna

Tes Buta Warna

Tes buta warna merupakan langkah penting dalam menentukan jenis gangguan penglihatan warna yang dialami seseorang. Untuk melakukan tes ini, dokter mata akan menggunakan berbagai metode yang ramah dan tidak menyakitkan.

1. Tes Ishihara

Salah satu metode yang umum digunakan adalah tes Ishihara, di mana pasien diminta untuk mengenali angka atau huruf yang muncul dalam gambar yang terdiri dari titik-titik berwarna. Tes ini membantu dokter memahami sejauh mana kemampuan seseorang dalam membedakan warna.

2. Tes Penyusunan Warna

Selain itu, tes penyusunan warna juga sering dilakukan, di mana pasien diminta untuk menyusun warna yang berbeda sesuai dengan gradasi tingkat kepekatan warna. Dengan melakukan pemeriksaan ini, dokter mata dapat memberikan diagnosis yang akurat serta rekomendasi perawatan yang tepat bagi pasien yang mengalami gangguan penglihatan warna.

Kedua tes ini penting dilakukan di klinik mata buta warna agar hasilnya akurat. Kamu bisa melakukan konsultasi buta warna di Klinik Mata KMU, karena tersedia pemeriksaan lengkap mulai dari tes mata KMU hingga pemeriksaan Retina secara menyeluruh.

Baca juga:
โ€“ Cuma 75 Ribu, Gunakan KMU Telecons untuk Konsultasi Online
โ€“ LASIK
โ€“ Cara Atasi Mata Sulit Dibuka Akibat Benda Asing

Penyebab Buta Warna

Kebanyakan kasus buta warna disebabkan oleh faktor genetik, terutama mutasi pada kromosom X yang diturunkan dari ibu ke anak laki-lakinya. Inilah mengapa buta warna pada pria jauh lebih sering terjadi dibanding wanita. Namun, ada juga penyebab buta warna lain seperti:

  • Kerusakan sel kerucut Retina akibat penuaan atau penyakit mata tertentu seperti Glaukoma dan makulopati.
  • Paparan bahan kimia toksik (seperti karbon disulfida atau pupuk tertentu).
  • Efek samping obat-obatan, seperti digitalis, hydroxychloroquine, atau obat epilepsi tertentu.
  • Cedera pada saraf optik yang mengganggu transmisi sinyal warna ke otak.

Gejala Buta Warna

Gejala buta warna bisa ringan hingga berat tergantung jenisnya. Penderitanya seringkali merasakan gejala seperti berikut:

  1. Sulit membedakan warna merah dan hijau, atau biru dan kuning.
  2. Menyebut warna dengan keliru (misal, menyebut hijau sebagai cokelat).
  3. Kesulitan membaca peta berwarna atau mengenali sinyal lampu lalu lintas.
  4. Dalam kasus buta warna total (akromatopsia), penglihatan menjadi hitam putih dan silau terhadap cahaya terang.

Gejalanya seringkali terdeteksi saat seseorang melakukan tes buta warna untuk syarat pekerjaan, seperti pendaftaran TNI, kepolisian, atau pilot.

Baca Juga:
โ€“ Katarak
โ€“ Operasi Katarak
โ€“ Pakai Kacamata Atau Softlens? Ini Jawaban Dokter Mata!

Jenis Buta Warna

Jenis Buta Warna

Jenis buta warna dibedakan berdasarkan warna yang tidak dapat dikenali oleh mata. Berikut diantaranya:

1. Protanopia (Buta Warna Merah)

Penderita tidak dapat mengenali warna merah dengan baik karena fotopigmen sel kerucut merah tidak berfungsi. Akibatnya, warna merah tampak lebih gelap atau kecoklatan.

2. Deuteranopia (Buta Warna Hijau)

Pada jenis ini, penderita sulit membedakan warna hijau dari merah karena sel kerucut hijau rusak. Ini merupakan jenis buta warna merah-hijau yang paling umum.

3. Tritanopia (Buta Warna Biru-Kuning)

Jarang terjadi, biasanya bukan keturunan. Penderita sulit membedakan warna biru dan kuning.

4. Akromatopsia (Buta Warna Total)

Merupakan kondisi langka di mana semua sel kerucut retina tidak berfungsi. Penderitanya hanya melihat dalam gradasi abu-abu.

Pengobatan Buta Warna

Sayangnya, hingga kini buta warna keturunan belum dapat disembuhkan karena berkaitan dengan genetik. Namun, penderita bisa tetap beraktivitas normal dengan beberapa bantuan berikut:

  1. Kacamata filter warna khusus yang membantu membedakan warna tertentu.
  2. Lensa kontak berwarna yang meningkatkan kontras warna.
  3. Terapi adaptasi warna untuk melatih otak mengenali pola dan kontras.
  4. Pemeriksaan rutin di klinik mata guna mendeteksi perubahan fungsi Retina sejak dini.

Untuk buta warna yang didapat karena obat atau penyakit, pengobatannya bisa dilakukan dengan menghentikan obat pemicu atau mengatasi penyakit yang mendasarinya.

Meskipun buta warna tidak dapat disembuhkan secara total, penderita tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik. Pemeriksaan rutin di klinik mata serta melakukan tes buta warna sejak dini sangat disarankan, terutama bagi kamu yang ingin masuk profesi tertentu. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi buta warna di Klinik Mata KMU agar bisa mendapatkan pemeriksaan dan saran terbaik dari dokter spesialis mata terpercaya.

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Tonton juga video menarik lainnya seputar kesehatan mata lainnya disini!

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218