Mata Juling pada Anak: Apakah Bisa Sembuh? Ini Penjelasan Dokter Mata

Ditinjau oleh

RS & Klinik Mata KMU

Terakhir diperbaharui pada

31 July 2026

Bagikan

Mata Juling pada Anak_ Apakah Bisa Sembuh_ Ini Penjelasan Dokter Mata

Mata juling pada anak seringkali membuat orang tua merasa khawatir ketika melihat arah pandangan kedua mata si kecil tidak sejajar. Ada yang menganggap kondisi ini akan membaik dengan sendirinya seiring pertambahan usia, namun tidak sedikit pula yang bertanya apakah mata juling memerlukan pengobatan khusus. Faktanya, mata juling pada anak atau strabismus merupakan gangguan yang perlu mendapatkan perhatian sejak dini karena dapat mempengaruhi perkembangan penglihatan. Dengan penanganan yang tepat, peluang keberhasilan terapi menjadi lebih baik sehingga fungsi penglihatan anak dapat berkembang secara optimal.

Apa Itu Mata Juling pada Anak?

Apa Itu Mata Juling pada Anak

Mata juling pada anak adalah kondisi ketika kedua mata tidak mengarah ke titik yang sama secara bersamaan. Saat satu mata melihat lurus ke depan, mata lainnya dapat bergerak ke arah dalam, luar, atas, atau bawah. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut strabismus.

Normalnya, otot-otot mata bekerja secara seimbang dan terkoordinasi dengan otak sehingga kedua mata dapat fokus pada objek yang sama. Namun pada anak yang mengalami strabismus, koordinasi tersebut terganggu sehingga posisi kedua mata menjadi tidak sejajar. Akibatnya, otak menerima dua gambar yang berbeda dan dapat mengalami kesulitan menggabungkannya menjadi satu gambar yang jelas. Jika tidak ditangani, kondisi ini berisiko menyebabkan ambliopia atau mata malas yang dapat menurunkan kualitas penglihatan anak.

Baca juga:
– Operasi Katarak Gratis
– LASIK
– Katarak

Jenis-Jenis Mata Juling pada Anak

Jenis-Jenis Mata Juling pada Anak

Terdapat beberapa jenis mata juling pada anak yang dibedakan berdasarkan arah pergeseran bola mata. Berikut beberapa jenis yang paling sering ditemukan:

  1. Esotropia (Mata Juling ke Dalam)
    Kondisi ketika salah satu atau kedua mata mengarah ke dalam mendekati hidung. Jenis ini cukup sering terjadi pada anak-anak dan dapat berkaitan dengan kelainan refraksi seperti rabun dekat.
  2. Eksotropia (Mata Juling ke Luar)
    Mata tampak bergerak ke arah luar atau menjauhi hidung. Pada beberapa kasus, kondisi ini lebih jelas terlihat saat anak sedang lelah atau melamun.
  3. Hipertropia (Mata Juling ke Atas)
    Salah satu mata terlihat lebih tinggi dibanding mata lainnya karena bergeser ke arah atas.
  4. Hipotropia (Mata Juling ke Bawah)
    Kebalikan dari hipertropia, yaitu ketika salah satu mata mengarah ke bawah sehingga posisi kedua mata tampak tidak sejajar.

Setiap jenis strabismus memerlukan evaluasi dokter mata untuk menentukan penyebab dan penanganan yang paling sesuai.

Baca juga:
– Catat! 10 Tanda Anak Butuh Periksa Mata
– Operasi Katarak
– 5 Cara Efektif Mencegah Miopia pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu!

Penyebab Mata Juling pada Anak 

Penyebab mata juling pada anak cukup beragam. Salah satu penyebab yang paling umum adalah gangguan koordinasi antara otot mata dan otak yang mengatur pergerakan mata. Selain itu, terdapat beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya strabismus, antara lain:

  • Faktor keturunan atau riwayat keluarga dengan mata juling.
  • Gangguan refraksi seperti rabun dekat yang cukup tinggi.
  • Ambliopia atau mata malas.
  • Kelahiran prematur.
  • Kelainan neurologis tertentu yang mempengaruhi saraf penggerak mata.
  • Kondisi genetik tertentu, seperti sindrom Down.

Karena penyebabnya dapat berbeda pada setiap anak, pemeriksaan mata secara menyeluruh sangat penting untuk menentukan terapi yang tepat.

Gejala Mata Juling pada Anak 

Gejala mata juling pada anak umumnya dapat dikenali oleh orang tua sejak dini. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Posisi kedua mata terlihat tidak sejajar.
  • Anak sering memiringkan atau menolehkan kepala saat melihat sesuatu.
  • Menutup salah satu mata ketika melihat objek tertentu.
  • Kesulitan memperkirakan jarak benda.
  • Penglihatan ganda pada anak yang lebih besar.
  • Mata mudah lelah dan sering mengeluh pusing saat membaca atau belajar.

Apabila gejala-gejala tersebut muncul secara terus-menerus, sebaiknya segera lakukan konsultasi dokter mata agar kondisi dapat dievaluasi lebih lanjut.

Apakah Mata Juling Bisa Sembuh?

Apakah Mata Juling Bisa Sembuh - Mata Juling Pada anak

Kabar baiknya, mata juling pada anak umumnya dapat ditangani dan memiliki peluang perbaikan yang baik, terutama jika terdeteksi sejak dini. Semakin cepat terapi diberikan, semakin besar kemungkinan fungsi penglihatan anak dapat berkembang dengan optimal.

Penanganan yang dapat direkomendasikan dokter mata antara lain:

  • Penggunaan kacamata koreksi, terutama jika strabismus dipicu oleh gangguan refraksi tertentu.
  • Terapi tutup mata (patching therapy) untuk melatih mata yang lebih lemah agar bekerja lebih aktif.
  • Pemberian tetes mata khusus pada kondisi tertentu sebagai alternatif terapi tutup mata.
  • Latihan visual atau terapi penglihatan untuk membantu meningkatkan koordinasi mata.
  • Operasi strabismus, yaitu tindakan untuk menyesuaikan posisi otot mata agar kedua mata dapat sejajar kembali.

Perlu dipahami bahwa tujuan utama pengobatan bukan hanya memperbaiki tampilan mata, tetapi juga menjaga perkembangan fungsi penglihatan dan mencegah terjadinya ambliopia. Oleh karena itu, orang tua tidak disarankan menunda pemeriksaan ketika menemukan tanda-tanda mata juling pada anak. 

Apakah Mata Juling pada Anak Bisa Dicegah?

Tidak semua kasus mata juling pada anak dapat dicegah, terutama yang berkaitan dengan faktor genetik atau kelainan bawaan. Namun, risiko komplikasi dan dampak jangka panjangnya dapat diminimalkan melalui deteksi dini dan pemeriksaan mata secara rutin.

Orang tua dapat memperhatikan perkembangan penglihatan anak sejak usia dini, termasuk apabila anak sering menyipitkan mata, memiringkan kepala saat melihat, atau menunjukkan tanda-tanda posisi mata yang tidak sejajar. Pemeriksaan mata berkala juga penting dilakukan, terutama jika terdapat riwayat mata juling dalam keluarga.

Semakin cepat kondisi ini ditemukan, semakin besar peluang keberhasilan terapi yang diberikan. Oleh karena itu, jangan ragu untuk rutin memeriksakan kesehatan mata anak dan berkonsultasi dengan dokter spesialis mata apabila terdapat keluhan atau tanda yang mengarah pada mata juling pada anak. Langkah sederhana ini dapat membantu menjaga kualitas penglihatan si kecil hingga dewasa nanti.

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Tonton juga video menarik lainnya seputar kesehatan mata disini!

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218