Memeriksakan mata anak menjadi salah satu kunci penting guna memastikan penglihatan anak tetap prima. Mata yang sehat bakal turut mendukung tumbuh kembang anak. Dalam hal gangguan mata, di mana muncul tanda-tanda anak butuh periksa mata, terdapat sedikitnya 10 tanda yang orangtua perlu ketahui. Apa saja? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Daftar Isi
Alasan Anak Butuh Periksa Mata
Anak mungkin saja mengalami masalah penglihatan yang sulit terdeteksi tanpa dilakukan pemeriksaan mata oleh tenaga medis profesional. Masalah seperti Rabun Dekat, Rabun Jauh, dan Astigmatisme, atau masalah yang lebih serius seperti Amblyopia (Mata Malas) maupun Strabismus (Mata Juling), yang sesungguhnya lebih mudah diobati jika terdeteksi sejak dini.
Bagaimanapun, kondisi penglihatan yang prima sangat krusial untuk turut menunjang kinerja akademik anak. Anak perlu melihat dengan jelas untuk membaca, menulis, dan berpartisipasi dalam aktivitas di kelas. Jika anak mengalami masalah dengan penglihatannya, maka mereka dapat menghadapi kesulitan dalam menjalani proses pembelajaran di sekolah.
Pada saat yang sama, masalah penglihatan yang dialami anak dapat mempengaruhi koordinasi tangan-mata dan keseimbangan tubuh. Ini akan berdampak pada aktivitas yang dilakoni anak, seperti saat olahraga atau bahkan saat melakukan tugas sederhana seperti menangkap bola. Maka, penglihatan yang prima penting pula untuk perkembangan fisik dan koordinasi secara keseluruhan.

Tentu menangani masalah penglihatan anak sejak dini dapat mencegah masalah semakin memburuk dan kemungkinan menyebabkan kondisi yang lebih serius di kemudian hari.
Tak jarang, lewat pemeriksaan mata dapat segera terungkap pula indikasi adanya masalah kesehatan umum, seperti Diabetes maupun Hipertensi, yang mungkin memerlukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Secara keseluruhan, melakukan pemeriksaan mata anak secara rutin membantu memastikan bahwa masalah penglihatan mereka teridentifikasi dan sekaligus ditangani sesegera mungkin.
Baca juga:
Macam-macam Penyebab Mata Berdarah dan Cara Mengatasinya
Waspadai Gejala Stroke Mata yang tak Boleh Diabaikan
Operasi Katarak Gratis
Tanda-tanda Anak Butuh Periksa Mata Segera
Selain pemeriksaan mata rutin yang terjadwal, tak menutup kemungkinan anak perlu melakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata ketika menunjukkan sejumlah tanda sebagai berikut.
1) Menyipitkan mata
Jika anak sering menyipitkan mata saat membaca atau menonton TV, ini mungkin bisa menunjukkan masalah penglihatannya. Pemeriksaan mata akan memastikan masalah yang dihadapinya.
2) Mengucek mata
Sering mengucek mata dapat pula menjadi tanda ketegangan atau ketidaknyamanan pada mata. Tinggal lakukan pemeriksaan guna mengetahui penyebab utamanya.
3) Memegang objek lebih dekat
Jika anak memegang buku, tablet, atau barang lainnya lebih dekat, bahkan sangat dekat, dengan wajahnya, ini kemungkinan ia mengalami Rabun Dekat.
4) Kesulitan membaca
Anak mengalami kesulitan setiap kali harus membaca papan tulis di sekolah maupun kesulitan melihat benda-benda yang jaraknya jauh. Hal ini dapat menjadi tanda anak mengalami gangguan penglihatan dan sekaligus menunjukkan pula tanda anak butuh periksa mata.
5) Sakit kepala
Anak kerap mengeluh sakit kepala, terutama setelah membaca atau melakukan pekerjaan dekat. Besar kemungkinan ia mengalami ketegangan mata atau juga masalah penglihatan.
6) Mata juling
Jika mata anak tampak juling atau bergerak ke arah yang berbeda, ini mungkin merupakan tanda mengalami Strabismus atau masalah penglihatan lainnya.
7) Koordinasi tangan-mata yang buruk
Ketika anak kesulitan melakukan aktivitas yang memerlukan koordinasi, seperti menangkap bola atau menulis dengan rapi, tak menutup kemungkinan kondisi ini terkait erat dengan masalah penglihatan yang dialaminya.
8) Sensitivitas terhadap cahaya
Sensitivitas yang berlebihan terhadap cahaya terang atau anak malah perlu menyipitkan mata dalam kondisi terang bisa menunjukkan masalah penglihatan yang dialami anak.
9) Penglihatan kabur
Jika anak mengeluh bahwa segala sesuatu tampak kabur atau tidak fokus, tak pelak ia mengalami gangguan penglihatan di mana anak butuh periksa mata.
10) Perubahan perilaku
Perubahan perilaku, seperti menghindari aktivitas membaca atau kegiatan dekat lainnya, terkadang bisa pula terkait dengan masalah penglihatan.
Sebagai orangtua, jika Anda melihat tanda-tanda anak butuh periksa mata, sebaiknya segera jadwalkan pemeriksaan mata untuk anak guna memastikan kesehatan penglihatan mereka dalam keadaan baik. Deteksi dan perawatan dini dapat membantu mengatasi masalah agar tidak semakin memburuk, sehingga mempengaruhi tumbuh kembang anak, termasuk mempengaruhi kinerja akademik mereka.
Baca juga:
Mata Sering Berkedut Apakah Gejala Bell’S Palsy
Katarak
LASIK
Kapan Anak Perlu Periksa Mata Rutin?
Anak perlu mendapatkan pemeriksaan mata sedini mungkin, lebih-lebih ketika menunjukkan tanda-tanda anak butuh periksa mata. Maka, begitu bayi lahir, dokter mata atau tenaga medis profesional bakal langsung memeriksa mata bayi.

Dokter spesialis mata harus melakukan pemeriksaan mata menyeluruh jika bayi mengalami hal-hal berikut, yakni lahir prematur, serta menunjukkan tanda-tanda penyakit mata atau memiliki riwayat keluarga dengan penyakit mata pada anak.
Pemeriksaan mata kedua harus dilakukan selama tahun pertama kehidupan anak. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan pada pemeriksaan kesehatan anak, antara usia 6 bulan hingga 12 bulan. Pemeriksaan ini mencakup pemeriksaan mata secara visual serta memeriksa perataan dan pergerakan mata yang sehat.
Antara usia 12 bulan hingga 36 bulan, anak perlu kembali diperiksa untuk perkembangan matanya. Mungkin ada tes “foto-screening”. Dalam hal ini, kamera khusus mengambil gambar mata anak. Gambar-gambar tersebut membantu menemukan masalah yang dapat menyebabkan, misalnya, Ambliopia.
Kemudian, antara usia 3 tahun hingga 5 tahun, penglihatan dan perataan mata anak lagi-lagi harus diperiksa. Ketajaman visual (kejernihan penglihatan, seperti 20/20 misalnya) harus diuji segera setelah anak cukup umur untuk membaca tabel mata.
Banyak anak yang sedikit Rabun Jauh (Hiperopia), tetapi juga dapat melihat dengan jelas meski dari jarak jauh. Sebagian besar anak tidak memerlukan kacamata atau koreksi penglihatan lainnya. Jika anak kesulitan dengan tabel mata, photo-screening dapat digunakan untuk menguji penglihatan.
Ketika anak berusia 5 tahun atau lebih, anak harus kembali menjalani pemeriksaan ketajaman visual dan perataan mata. Rabun Jauh (Miopia) adalah masalah yang paling umum terjadi di kalangan anak pada kelompok usia ini.
Baca juga:
Bahaya! Vape Sebabkan Katarak dan Penyakit Mata Lainnya
Operasi Katarak
Ajak Anak Periksa ke RS & Klinik Mata KMU
Saat diketahui tanda-tanda anak butuh periksa mata, maka segera ajak ia periksa mata guna memastikan bahwa ia memiliki penglihatan yang prima, yang dapat menopang tumbuh kembangnya, serta saat ia telah sekolah dapat menunjang kinerja akademiknya.
Selain pemeriksaan rutin yang telah terjadwal, anak butuh periksa mata ketika mengalami tanda-tanda seperti telah dijelaskan di atas, seperti suka menyipitkan mata, sering mengucek mata atau kesulitan melihat benda-benda yang posisinya lebih jauh.
Tatkala muncul tanda-tanda anak butuh periksa mata, orangtua dapat mengajaknya ke rumah sakit maupun klinik mata terdekat. Salah satunya yaitu RS & Klinik Mata KMU, yang telah berdiri sejak 2010.
Memiliki fasilitas modern dan lengkap didukung oleh dokter-dokter mata berpengalaman dan berdedikasi, RS & Klinik Mata KMU dapat menjadi opsi terbaik bagi para orangtua untuk memeriksakan mata anak dan sekaligus memperoleh solusi yang dibutuhkan untuk setiap masalah/gangguan terkait kesehatan mata anak.
Oleh sebab itu tak perlu sungkan jika orangtua melihat tanda-tanda anak butuh periksa mata, segera ajak mereka memeriksakan mata di RS & Klinik Mata KMU.











