Perawatan mata anak menjadi bagian krusial dalam memastikan penglihatan si kecil sang buah hati agar memiliki penglihatan yang selalu prima. Mata yang sehat bukan hanya membuat anak mampu melakukan beragam aktivitas, tetapi juga bakal membuat jiwa mereka happy.
Perawatan mata anak menjadi kian penting di era digital ini ketika anak-anak sejak usia dini sudah mulai terpapar aktivitas menatap layar alias screen time. Bagaimana tipsnya terkait perawatan mata anak ini? Simak selengkapnya dalam artikel ini!
Daftar Isi
Macam-Macam Gangguan Mata Anak
Menurut dr. Farahdina Rahmawati, Sp.M, selain Miopia dan Silinder yang menyebabkan pandangan kabur, gangguan mata yang lazim diidap oleh anak-anak yaitu Konjungtivitis alias Mata Merah.
Dokter mata ini menjelaskan, Konjungtivitis ini dapat diakibatkan oleh virus dan alergi. “Yang paling sering virus,” katanya. Konjungtivitis virus bisa menyerang salah satu maupun kedua mata. Adapun Konjungtivitis akibat alergi menyerang kedua mata. “Yang paling dirasakan adalah rasa gatalnya,” sebutnya.

Selain itu, perdarahan Subkonjungtiva juga lazim menyerang anak-anak. “Ini tidak berbahaya. Biasa terjadi karena spontan, ada benturan, atau anak sedang batuk atau bersin terlalu keras,” jelas dr. Farahdina.
Dijelaskan lebih lanjut oleh dr. Farahdina bahwa anak-anak juga kerap mengalami mata bengkak. “Bengkaknya di kelopak mata dan juga merahnya di kelopak mata. Yang paling banyak adalah Hordeolum atau Bintitan,” tegasnya.
Gangguan mata lainnya yang kerap menyerang anak-anak, menurut dr. Farahdina, adalah Selulitis Orbital, yaitu peradangan di seluruh jaringan mata dan Ptosis (penurunan kelopak mata).
Sementara itu, Mata Juling, Katarak, dan Ptosis (penurunan kelopak mata) dapat pula menyerang anak-anak. Menurut dokter Farahdina, mata juling ini bisa saja sejak lahir atau bisa juga terjadi pada anak usia 1-3 tiga tahunan.
Terkait Katarak, dr. Farahdina menyatakan bahwa penyakit ini bisa terjadi pada satu mata atau dua mata. Dan satu-satunya penanganan, tambah dokter Farahdina, yaitu melalui tindakan Operasi.
Baca juga:
3 Cara Penanganan Konjungtivitis Vernal
Benarkah Kacamata Baru Bikin Pusing, Yuk Cek Faktanya
Pentingnya Perawatan Mata Anak di Era Digital
Menjaga kesehatan mata dengan melakukan perawatan mata anak di era digital sangat penting karena beberapa faktor berikut ini.
- Waktu menatap layar semakin meningkat.
Realita yang kita saksikan saat ini yaitu anak-anak menghabiskan semakin banyak waktu untuk menatap layar perangkat digital seperti ponsel, tablet, dan komputer. Aktivitas di depan layar yang berlebihan dapat menyebabkan kelelahan dan ketegangan mata yang menyebabkan ketidaknyamanan dan berpotensi menimbulkan masalah penglihatan.
2. Risiko Miopia.
Seperti dijelaskan dr. Farahdina, Miopia termasuk salah satu gangguan mata yang lazim diidap anak-anak. Peningkatan aktivitas jarak dekat seperti menatap layar memiliki potensi meningkatkan risiko Miopia.
3. Paparan cahaya biru.
Layar digital, seperti ponsel, memancarkan cahaya biru yang dapat mengganggu pola tidur dan berpotensi merusak Retina seiring waktu. Paparan cahaya biru yang berkepanjangan, terutama sebelum tidur, dapat mempengaruhi kualitas tidur dan kesehatan anak secara keseluruhan.
4. Perkembangan mata.
Mata anak-anak masih berkembang, dan aktivitas di depan layar yang berlebihan dapat mengganggu proses perkembangan secara alami. Memastikan perawatan mata anak sangat penting untuk mendapatkan penglihatan yang sehat.
5. Implikasi kesehatan fisik.
Aktivitas di depan layar yang lama dapat menyebabkan postur tubuh yang buruk, nyeri leher dan bahu, serta masalah kesehatan fisik lainnya.
6. Aktivitas di luar ruangan dan istirahat.
Mendorong anak-anak untuk menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan dapat mengurangi risiko Miopia dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Tak kalah pentingnya mengistirahatkan mata dengan aturan 20-20-20 (setiap 20 menit sekali, lihat sesuatu yang berjarak sekitar 6 meter selama setidaknya 20 detik).
Baca juga:
5 Jenis Pemeriksaan Mata Anak yang Perlu Diketahui
Kenapa Katarak pada Bayi Bisa Terjadi
Pengaruh Lingkungan terhadap Kesehatan Mata Anak
Kesehatan mata anak sama sekali tidak terlepas dari faktor lingkungan. Selain aktivitas di depan layar, kondisi pencahayaan yang buruk, baik terlalu redup atau terlalu terang, dapat membebani mata.
Oleh karena itu, pencahayaan yang cukup dan tepat sangat penting ketika anak melakukan aktivitas seperti belajar maupun mengerjakan pekerjaan rumah. Pencahayaan yang cukup sebaiknya ditunjang dengan postur dan jarak pandang tepat.
Pasalnya, postur dan jarak pandang yang tidak tepat saat membaca atau menggunakan perangkat digital, misalnya, dapat menyebabkan ketegangan mata dan ketidaknyamanan, yang jika dilakukan dalam jangka waktu panjang dapat memicu timbulnya gangguan mata yang lebih serius..
Di sisi lain, paparan terhadap polutan, asap, dan alergen dapat pula menyebabkan iritasi mata dan memperburuk kondisi seperti Mata Kering dan Konjungtivitis akibat alergi.
Paparan berlebihan terhadap sinar ultraviolet (UV) dari matahari juga dapat meningkatkan risiko terjangkit Katarak dan masalah mata lainnya di kemudian hari.
Dalam pada itu, kebiasaan yang buruk, seperti tidak mencuci tangan secara teratur atau menggosok mata dengan tangan yang kotor, dapat menyebabkan infeksi seperti Konjungtivitis (Mata Merah).
Postur dan jarak pandang yang tidak tepat saat menggunakan perangkat digital atau membaca dapat menyebabkan ketegangan mata dan ketidaknyamanan.

Baca juga:
Special Price Rp 750 Ribu Periksa Mata VIP Dapatkan Kacamata Favorit
Pentingnya Pemeriksaan Mata Anak
Melakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata anak sebaiknya dilakukan secara rutin. Hal ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perawatan mata anak. Masalah penglihatan, seperti Miopia dan Silinder dapat terdeteksi lebih awal melalui pemeriksaan mata rutin. Deteksi dini memungkinkan diambilnya penanganan tepat waktu, yang dapat mencegah gangguan mata lebih serius.
Penglihatan yang baik sangat penting bagi anak dalam menunjang aktivitas belajarnya. Gangguan mata yang tidak terdeteksi dapat menyebabkan kesulitan dalam membaca, menulis, dan mengganggu kinerja akademik secara keseluruhan. Dengan melakukan pemeriksaan mata dan perawatan mata anak dapat turut memastikan bahwa anak tidak mengalami masalah penglihatan yang dapat membuat aktivitas belajarnya terganggu, baik di sekolah maupun di rumah.
Beberapa penyakit dan kondisi mata, seperti Ambliopia (Mata Malas) dan Strabismus (Mata Juling), mungkin tidak memiliki gejala yang jelas tetapi dapat diidentifikasi selama pemeriksaan mata. Pengobatan dini seringkali lebih efektif dan dapat mencegah kehilangan penglihatan jangka panjang.
Seperti telah dipaparkan di muka, mata anak-anak masih berkembang, dan pemeriksaan mata rutin dapat membantu memastikan bahwa mata mereka berkembang dengan benar. Adapun setiap kelainan dapat segera diatasi untuk menopang perkembangan visual yang sehat.
Selain itu, pemeriksaan mata terkadang dapat mengungkap tanda-tanda masalah kesehatan lainnya. Maka, deteksi dini kondisi mata dapat menghasilkan hasil kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan.
Penglihatan yang baik sangat penting untuk kualitas hidup anak secara keseluruhan. Penglihatan yang jelas memungkinkan anak-anak untuk berpartisipasi sepenuhnya dalam beragam aktivitas, yang berkontribusi pada kesejahteraan dan kebahagiaan mereka.
Baca juga:
Poli Sore RS Mata KMU, Opsi Periksa Mata setelah Kerja
8 Vitamin Mata dan Sumber Makanan yang Mengandungnya
Kebutuhan Nutrisi untuk Perawatan Mata Anak
Selain pemeriksaan mata rutin, perawatan mata anak mencangkup pula pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk mata. Dengan kata lain, diet menjadi salah satu elemen yang perlu diperhatikan dalam perawatan mata anak.
Diet yang kekurangan nutrisi penting seperti vitamin A, asam lemak omega-3, dan antioksidan sudah barang tentu dapat berdampak negatif pada kesehatan mata. Oleh sebab itu, nutrisi yang tepat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya perawatan mata anak demi mendapatkan mata yang sehat.
Nutrisi memainkan peran penting dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mata anak-anak. Berikut adalah beberapa poin penting tentang pentingnya nutrisi untuk mata yang sehat:
Vitamin A, contohnya, membantu menjaga kesehatan Kornea dan sangat penting untuk penglihatan malam hari. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan masalah seperti Rabun Senja dan gangguan mata yang lebih parah.
Asam lemak Omega-3, yang ditemukan dalam ikan dan beberapa jenis kacang-kacangan, mendukung kesehatan Retina dan dapat turut mengurangi risiko Sindroma Mata Kering.
Nutrisi seperti vitamin C, vitamin E, dan beta-karoten ikut pula melindungi mata dari stres oksidatif, dan dapat menurunkan risiko Katarak dan Degenerasi Makula terkait usia (AMD).

Zinc juga penting untuk menjaga kesehatan Retina dan dapat membantu mencegah Rabun Senja dan masalah penglihatan lainnya. Sedangkan lutein dan zeaxanthin yang lazim ditemukan dalam sayuran berdaun hijau bermanfaat dalam melindungi mata dari cahaya biru yang berbahaya serta dapat membantu mengurangi risiko AMD.
Tak kalah krusialnya dalam ikhtiar perawatan mata anak yakni tetap terhidrasi dengan baik untuk menjaga kelembapan di mata dan mencegah gejala Mata Kering.
Pada akhirnya, menjaga asupan nutrisi menjadi bagian dari upaya penting perawatan mata anak guna membantu menjaga kesehatan mata mereka optimal dan mendukung tumbuh kembang mereka secara keseluruhan.
Sumber: dr. Farahdina Rahmawati, Sp.M











