Halo sahabat KMU, apakah kalian disini banyak yang mengira bahwa rabun senja hanya terjadi pada orang yang berusia senja? Faktanya salah satu gangguan mata tersebut bisa terjadi pada siapa saja tanpa mengenal batasan usia, baik yang masih muda ataupun orang lanjut usia. Sama halnya dengan mata minus, mata plus atau mata silinder.
Oleh karena itu, bagi sahabat KMU atau pasien mata KMU perlu waspada terhadap penyakit mata ini. Yuk sahabat KMU, kita bahas secara lengkap mengenai rabun senja mulai dari, gejalanya, penyebab, pengobatan dan cara mencegahnya. Simak informasi selengkapnya pada penjelasan berikut ini!
Baca juga :
– Perlukah Menggunakan Softlens (Kontak Lensa)? Ini Sisi Baik dan Buruknya
– Operasi Katarak Satu-Satunya Cara Untuk Bebas Dari Katarak
Daftar Isi
Tentang Rabun Senja

Rabun senja adalah gangguan mata ditandai dengan penurunan daya penglihatan yang dialami seseorang pada saat minim cahaya atau cahaya redup, misalnya ketika memasuki senja sampai malam hari. Kondisi ini terjadi karenaย saraf batang pada Retina mengalami kerusakan sehingga seseorang sulit melihat pada kondisi redup, Gangguan rabun senja disebut juga dengan Nyctalopia.ย
Rabun senja ini akan punya kualitas penglihatan yang bagus atau kembali seperti sedia kala dalam kondisi terang atau pagi dan siang hari. Sehingga bisa dibilang gangguan matanya hanya terjadi dalam kondisi cahaya redup dan gelap.
Nyctalopia termasuk sebuah gejala yang dipicu oleh penyakit tertentu .Kondisi ini perlu memerlukan penanganan yang tepat oleh ahlinya, yaitu dokter mata untuk memberikan saran atau anjuran pada pasien mata yang mengalaminya.
Apa Saja Penyebabnya?
Penyebab penyakit rabun senja adalah gangguan pada fungsi Retina, khususnya pada sel-sel batang (rod cells) yang bertanggung jawab untuk penglihatan dalam cahaya rendah. Adapun faktor lain yang membuat pasien mata mengalami gangguan tersebut, rabun senja disebabkan oleh beberapa faktor lain, diantaranya :
- Keratokonus : penipisan kornea karena kadar antioksidan yang rendah pada kornea sehingga kornea menonjol, bisa genetik atau karena polusi.
- Retinitis pigmentosa : penumpukan pigmen pada retina sehingga lapangan pandang menyempit, karena kelainan genetik.
- Glaukoma : kerusakan saraf optik akibat tingginya tekanan bola mata atau tekana intraokular (TIO).
- Rabun jauh : kelainan refraksi mata yang ditandai dengan buramnya objek jauh.
- Katarak : kekeruhan lensa mata karena usia lanjut atau menderita diabetes.
- Defisiensi vitamin A : kekurangan asupan vitamin A bisa sebabkan rabun senja, seperti sayuran merah oranye.
Bagi kalian yang ingin terhindar dari Nyctalopia maka harus peka terhadap gejala awalnya, supaya penganan dapat dilakukan sesegera mungkin.
Baca juga :
– 3 Gejala Rabun Senja (Nyctalopia), Waspadai!
– Operasi Katarak Gratis
– Lasik
Apa Saja Gejalanya?

Bagi sahabat KMU atau pasien mata KMU penting untuk mengetahui gejala pada rabun senja supaya bisa segera mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Beberapa indikator gejala yang paling bisa diamati adalah sebagai berikut :
- Kesulitan mendeteksi benda atau objek ketika jam 5 petang ke atas atau ruangan dengan lampu minim.
- Penderita sering menabrak benda sekitar ketika berjalan pada kondisi gelap.
- Gejala akan semakin menjadi-jadi ketika telah di ruangan terang benderang lalu pindah ke yang gelap.
- Gejala sulit melihat saat gelap menyulitkan dan membahayakan penderitanya untuk berkendara di malam hari.
4 gejala tersebut bisa dijadikan patokan untuk sesegera mungkin periksa ke dokter mata bila mengalami dari salah satu gejalanya.
Pengobatan Rabun Senja
Pengobatan rabun senja bisa dilakukan dengan operasi Katarak atau Lasik bila penyebabnya adalah karena mata Katarak atau kelainan Refraksi. Namun bila kondisi ini disebabkan karena kekurangan vitamin A atau defisiensi vitamin A, maka bisa menambah asupan makanan dan minuman yang mengandung vitamin A atau bahkan minum suplemen vitamin A.
Bagi penderita Nyctalopia sebelum melakukan pengobatan, untuk membantu penglihatan supaya jelas bisa dibantu menggunakan kacamata dengan lensa negatif atau minus, bila disebabkan karena mata minus. Jika ingin mengetahui pengobatannya secara lengkap sahabat KMU bisa konsultasi dokter mata.
Bagaimana Pencegahannya?

Untuk mencegah, rabun senja sebenarnya tidak bisa dicegah sepenuhnya karena ada faktor genetik yang sulit diubah. Namun bisa menekan tingkat keparahan kondisi dengan beberapa cara berikut :
- Mengontrol kadar gula darah secara rutin, agar tidak merambah ke katarak yang memicu.
- Menggunakan kacamata hitam saat beraktivitas di bawah panas terik matahari agar tidak silau yang mempengaruhi mata.
- Mengkonsumsi asupan dengan kandungan antioksidan dan mineral tinggi.
- Memperbanyak vitamin A, misalnya dari wortel, ubi, mangga, bayam, sawi, labu, susu, dan telur.
Bagi sahabat KMU atau pasien mata bisa melakukan tes mata KMU atau periksa mata KMU sebagai tindakan awal pencegahan Nyctalopia. Jadi, tunggu apa lagi? Segera kunjungi RS & Klinik mata KMU terdekat di kota kamu!
Saksikan video tentang kesehatan mata di bawah ini :











