8 Terapi Buta Warna Untuk Kondisi Genetik dan Non-Genetik

Ditinjau oleh

RS & Klinik Mata KMU

Terakhir diperbaharui pada

1 September 2025

Bagikan

8 Terapi Buta Warna Untuk Kondisi Genetik dan Non-Genetik

Buta warna seringkali baru disadari setelah seseorang menjalani tes buta warna, entah di sekolah, ataupun ketika melamar pekerjaan. Kondisi ini memang bisa disebabkan oleh faktor genetik, namun ada juga kasus buta warna yang muncul karena faktor non-genetik, seperti cedera mata atau efek samping obat tertentu. Kabar baiknya, saat ini sudah ada berbagai pilihan tempat terapi buta warna yang menawarkan berbagai metode untuk membantu penderita melihat warna dengan lebih baik.

Dalam artikel kali ini, kita akan membahas 8 terapi buta warna yang efektif, baik untuk kondisi genetik maupun non-genetik yang bisa menjadi solusi meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.

Sekilas Tentang Buta Warna

Mengenal Buta Warna - Terapi Buta Warna

Buta warna adalah gangguan penglihatan yang terjadi ketika mata tidak dapat mendefinisikan warna objek secara akurat, bukan berarti dunia hanya tampak hitam, putih, atau abu-abu saja, melainkan bisa juga berupa kesulitan mengenali sebagian warna. Hal ini disebabkan oleh sel kerucut di Retina, yang bertugas mendeteksi warna (merah, hijau, biru), mengalami kerusakan atau tidak berfungsi normal. Setelah menerima rangsangan cahaya, sel batang yang berfungsi mengatur penglihatan gelap-terang juga turut membantu, tetapi ketika sel kerucut terganggu, otak tidak bisa menafsirkan warna secara tepat.

Lalu, apakah buta warna bisa sembuh? Sayangnya belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan buta warna secara total, terutama yang disebabkan faktor genetik.

Penyebab utama buta warna sendiri terbagi menjadi dua yaitu genetik dan non-genetik. Dalam kondisi genetik, mutasi pada gen yang memproduksi fotopigmen di sel kerucut diwariskan, terutama melalui kromosom X, sehingga lebih banyak dialami oleh laki-laki. Sementara itu, buta warna non-genetik bisa muncul akibat penyakit seperti Glaukoma, degenerasi makula, Katarak, diabetes, atau eksposur zat kimia dan obat tertentu. 

Saat ini memang sudah ada berbagai metode terapi yang dapat membantu penderita buta warna untuk mengenali warna dengan lebih baik. Namun, masih ada satu pendekatan yang sering disebut-sebut sebagai harapan masa depan, yaitu terapi gen. Sayangnya, terapi ini masih berada dalam tahap penelitian dan belum bisa digunakan secara klinis pada manusia.

Baca Juga:
โ€“ Biaya Operasi Katarak 2025
โ€“ Operasi Katarak Gratis 2025
โ€“ Biaya Pemeriksaan Mata 2025

Gejala Buta Warna Umum

Buta warna bisa ditandai dengan perbedaan persepsi warna objek dengan orang sekitar kita, dan yang sifatnya sering. Orang lain sering mengatakan kalau seragam SMA itu warnanya biru muda, namun ia sering melihat warna lainnya atau malah warna abu-abu. Sering keliru mengambil buah matang padahal warnanya masih mentah juga bisa.ย 

Menurut Dr. Miftakhur Rochmah, SpM, seorang dokter mata di KMU Sidoarjo, ada 3 klasifikasi gejala buta warna, yakni :

1. Monokromatik atau total

Seperti yang umum kita ketahui, gejala buta warna ini tidak bisa mengenal warna apapun. hanya hitam putih saja. Perbedaan yang paling jelas dari warna objek yang dilihat adalah tingkat kecerahannya. Mulai dari putih, putih ke abu-abuan, abu-abu, abu-abu gelap, hitam putih pekat, seperti foto ala jadul dan pemandangan televisi zaman dahulu sebelum ada pengembangan teknologi RGB (red, green, blue).

2. Dikromatik atau parsial 

Untuk buta warna satu ini, banyak ditemui di masyarakat. Dikromatik atau parsial ini merupakan tipe buta warna yang jenisnya diindikasi dengan sulitnya mengenali warna tertentu. 

Misalnya saja seperti melihat bunga mawar merah terang menjadi abu-abu kegelapan, atau lampu merah di jalan raya padahal sudah kuning lalu hijau tapi melihatnya masih kemerahan alhasil masih berhenti padahal kendaraan lain sudah mulai melaju. Nah, jenis gejala parsial ini ada buta warna merah dan hijau, yakni yang terbanyak dialami, dan juga biru-kuning yang lebih jarang kasusnya.

Meski hingga kini belum ditemukan metode medis yang benar-benar dapat menyembuhkan buta warna parsial, ada beberapa terapi buta warna parsial yang dapat membantu penderita mengatasi tantangan sehari-hari. Selain itu beberapa RS atau Klinik Mata juga mengadakan program terapi buta warna parsial gratis sebagai bentuk kampanye mereka dalam mengatasi buta warna.

3. Trikromatik 

Jenis gejala buta warna yang terakhir ini sedikit berbeda dari yang parsial. Jika parsial masih bisa melihat normal sebagian warna dan sebagian makna warnanya tidak seperti sesungguhnya, penderita buta warna trikromatik masih bisa melihat berbagai warna. 

Tapi bedanya, interpretasi warna yang dilihat mata buta warna trikromatik akan selalu berbeda dengan mata orang yang normal, alias tidak parsial. Hal ini dikarenakan sel yang mendeteksi pigmen semua warna yakni merah, biru, dan hijau tidak berfungsi, sehingga makna warna yang dilihat bisa tertukar-tukar.

Baca juga :
Apa Itu Buta Warna dan Bagaimana Cara Tes Buta Warna
Mata Minus
Live Surgery di RS Mata KMU: Proses Operasi Bisa Dilihat Langsung oleh Keluarga

Bentuk Terapi Buta Warna sebagai Jalan Keluar

Buta warna tidak seperti mata minus maupun Silinder yang bisa dikoreksi dengan LASIK. Tidak ada obat maupun operasi spesifik untuk kondisi ini. Namun, jangan khawatir, ada berbagai bentuk terapi buta warna yang bisa menjadi jalan keluar bagi para penderita. Terapi buta warna ini dapat membantu mengatasi keterbatasan penglihatan warna, baik bagi penderita buta warna bawaan gen maupun yang disebabkan oleh faktor lain seperti penuaan.

Dengan adanya terapi buta warna, penderita dapat meningkatkan kualitas hidup mereka meskipun mengalami gangguan ini. Mari kita lihat lebih lanjut beberapa bentuk terapi buta warna yang bisa dilakukan, mulai dari yang ringan hingga yang berat.

1. Terapi Adaptasi Diri

Terapi Adaptasi Diri - Terapi Buta Warna

Untuk terapi buta warna bawaan genetik, cenderung sulit untuk diobati sehingga perlu melakukan adaptasi diri berupa hal-hal berikut. Meski tidak dipungkiri juga buta warna karena sebab non-genetik yang belum diobati juga bisa menerapkan.

a). Hal-hal di dalam kendali 

Seorang penderita buta warna bisa melakukan terapi buta warna mandiri dengan cara terbiasa mengenali barang-barang pribadi atau yang setidaknya bisa diakses di rumah. Mulai dari baju, sepatu, obat, makanan di kulkas rumah, dll yang seringkali butuh diketahui warnanya. 

Diapakan agar bisa membedakan warna? Bisa dengan ditandai diberi label nama warna dan mengatur pencahayaan rumah agar tidak gelap sehingga bisa membantu membedakan. Terapi buta warna pada hal-hal dalam kendali juga bisa dilakukan dengan meminta bantuan orang terdekat untuk memberitahukan warna sebenarnya.

b). Hal-hal di luar kendali 

Tidak semua hal bisa ditandai dengan label maupun mengandalkan orang lain untuk memberi tahu warna dari suatu objek. Penderita buta warna yang bepergian sendiri tentu akan menemui lampu lalu lintas, penanda penunjuk jalan, atau memilih buah yang indikasi matangnya dari warna atau sayur yang sudah mulai busuk dengan indikasi warna hitam atau kecoklatan.

Solusi terapi buta warna untuk hal di luar kendali seperti contoh tersebut adalah dengan mengamati gejala lainnya selain warna. Bisa dari gelap terangnya objek tersebut seperti buah atau sayur, menghafal posisi warna tersebut seperti lampu lalu lintas, maupun menghafal lokasi yang sering dilewati termasuk rambu-rambunya.

2. Teknologi aplikasi

Teknologi aplikasi - Terapi Buta Warna

Selain terbiasa dengan yang bisa dikendalikan maupun tidak, ada juga perangkat adaptasi selanjutnya yang bisa dipakai untuk objek apapun. Ini juga salah satu cara menyembuhkan buta warna parsial secara efektif, salah satunya adalah dengan menggunakan lensa atau kacamata khusus yang dirancang untuk meningkatkan persepsi warna. Selain itu, pelatihan pengenalan warna melalui aplikasi digital juga dapat membantu penderita mengenali pola warna secara lebih baik. Meskipun hasilnya mungkin bervariasi, terapi-terapi ini memberikan harapan bagi penderita untuk menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik.

Ada juga terapi buta warna dengan kacamata buta warna yang dirancang khusus lensanya untuk penderita buta warna apapun. Adapun jenis kacamatanya, yaitu:

a). Kacamata buta warna EnChroma

Jika seorang penderita buta warna mengalami disfungsi pada sel saraf yang merespons warna atau sel kerucut, kacamata EnChroma hadir dengan lensa khusus yang dirancang untuk membantu. Cara kerjanya adalah dengan menyaring dan menangkap gelombang cahaya objek agar tidak saling tumpang tindih, sehingga pengguna bisa membedakan warna dengan lebih jelas. Meski begitu, efektivitas kacamata EnChroma tidak sama pada setiap orang, ada yang merasakan perbedaan signifikan, namun ada juga yang hanya mengalami sedikit perubahan.

b). Kacamata Color Correction System (CCS)

Cara kerja terapi buta warna dengan kacamata ini adalah membuat pengguna bisa menangkap warna lebih kuat dan meningkatkan kemampuan mata untuk membedakan warna. Hal ini dikarenakan fitur khusus yang bisa membantu mata menangkap gelombang cahaya dengan ukuran yang lebih bisa ditangkap mata.

Kacamata ini dirancang spesifik untuk memenuhi kebutuhan yang penderita buta warna yang spesifik pula. Namun, terapi buta warna jenis ini tidak sanggup mengatasi buta warna monokromatik. Hanya penglihatan warna merah dan hijau yang akan menjadi lebih baik saat menggunakannya, sisanya belum mirip seperti mata orang normal.

c). Lensa kontak buta warna

Selain opsi kacamata, ada juga lensa kontak yang dirancang seperti diwarnai (tinted) atau ada filter seperti pada kacamata CSS untuk membantu membedakan warna. Lensa kontak ini jadi pilihan terapi buta warna bagi yang tidak ingin memakai alat bantu penglihatan seperti kacamata.

Terapi Sesuai Penyebab 

Untuk terapi buta warna tipe ini, lebih dikhususkan untuk penderita buta warna yang disebabkan oleh penyakit atau faktor lain. Penanganan umumnya adalah dengan mengobati akar masalah penyebab buta warna sehingga penderita bisa punya kemampuan untuk mendeteksi warna lebih baik. 

Adapun selain keturunan, faktor-faktor berikut dapat menyebabkan seseorang terkena buta warna dengan berbagai macam tingkatan gejala keparahan.

1. Efek Samping Konsumsi Obat atau alkohol

Beberapa pengobatan bisa menurunkan kemampuan penglihatan warna seseorang. Jenis obatnya bisa seperti antipsikotik chlorpromazine, thioridazine, digoxin, ethambutol, phenytoin, sildenafil, hydroxychloroquine. Ada juga obat yang untuk penyakit spesifik lainnya seperti Antibiotik etambutol (tuberculosis), obat-obatan autoimun, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, disfungsi ereksi, infeksi, gangguan saraf, dan antidepresan.

Meskipun begitu efek samping penurunan penglihatan karena pengobatan biasanya tidak berlangsung selamanya. Jika ini terjadi, terapi buta warna bisa dilakukan dengan cara adaptasi diri seperti cara di atas sekaligus mengobati penyebab sakit dan berhenti minum alkohol.

2. Paparan Eksternal

Selain obat, paparan zat kimia di tempat kerja, seperti karbon disulfida, pupuk, carbon disulfide yang digunakan dalam industri rayon, atau styrene yang dimanfaatkan dalam industri plastik dan karet.dapat menyebabkan hilangnya kemampuan melihat warna.

Terapi buta warna karena paparan bahan kimia eksternal juga bisa dilakukan dengan cara seperti penyebab obat, yakni adaptasi diri seperti cara di atas jika harus bertahan dalam pekerjaan sekaligus memakai safety tool, atau pindah ke pekerjaan yang tanpa resiko paparan bahan kimia.

3. Kecelakaan 

Jika penyebabnya berupa cedera mata, misalnya akibat kecelakaan atau benturan, maka untuk terapi buta warnanya berupa pengobatan cedera kecelakaan. Terutama pengobatan cedera yang terjadi di area Retina atau tekanan pada bola mata dapat merusak saraf optik.

4. Penyakit Dalam

Selain karena pengobatan, penyakit tertentu juga bisa menimbulkan kerusakan pada sistem saraf optik dan Retina dapat menjadi penyebab gangguan penglihatan ini. Kondisi sakit tersebut dapat memengaruhi satu mata, tapi kadang juga dapat memengaruhi kedua mata. 

Bentuk terapi buta warna terbaik untuk penyakit-penyakit dibawah ini adalah pengobatan sesuai sakitnya, seperti Operasi Katarak untuk penyakit Katarak agar meningkatkan daya penglihatan warna. Adapun penyakit tersebut di antaranya:

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Terapi Buta Warna Terdekat

Meski pada beberapa kasus berlangsung seumur hidup, penderita buta warna tidak perlu khawatir dalam menjalani kehidupan belajar, karier, maupun aktivitas sehari-hari. Faktanya, banyak orang dengan buta warna tetap mampu bekerja produktif bahkan memiliki kelebihan tertentu, misalnya lebih peka terhadap tekstur atau kecerahan objek.

Penelitian dari angkatan darat AS juga menunjukkan bahwa penderita buta warna bisa melihat kamuflase lebih baik dibandingkan orang dengan penglihatan normal. Kini, tersedia berbagai pilihan terapi buta warna terdekat, termasuk penggunaan alat bantu khusus yang bisa membantu pasien menyesuaikan diri dengan gejalanya.

Jika Anda mengalami kesulitan membedakan warna atau memiliki keluhan lain pada penglihatan, jangan menundanya. Segera lakukan konsultasi dokter mata di RS & Klinik Mata KMU untuk mendapatkan solusi yang tepat. Anda juga dapat melakukan tes mata KMU, termasuk tes buta warna, agar kondisi kesehatan mata dapat terdeteksi lebih dini.

Jadi, jangan ragu untuk segera periksa mata KMU dan dapatkan terapi buta warna yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Yuk, jaga kesehatan mata bersama KMU agar hidup lebih cerah dan penuh warna!

Tonton juga video menarik lainnya seputar kesehatan mata disini!

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218