Mata anak-anak adalah jendela kecil menuju dunia penuh warna, namun tak jarang mereka mengalami gangguan kesehatan mata yang membutuhkan perhatian lebih. Penyakit mata pada anak sering kali sulit dikenali pada tahap awal karena gejalanya terlihat seperti kebiasaan sehari-hari, seperti sering menggosok mata, menonton TV terlalu dekat, atau mengernyitkan dahi saat melihat jarak jauh. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat berkembang menjadi masalah serius yang mempengaruhi penglihatan dan aktivitas belajar mereka. Dalam artikel kali ini, kita akan membahas empat penyakit mata pada anak beserta cara pengobatannya, agar para orang tua bisa lebih waspada dan memberikan penanganan yang sesuai.
Daftar Isi
Bagaimana Cara Penanganan Penyakit Mata pada Anak?
1. Penyakit Mata pada Anak Karena Gangguan Penglihatan

Jika keluhannya adalah gangguan penglihatan jarak jauh (yang disebabkan oleh pengaruh genetik dan juga lingkungan) maka yang bisa dilakukan adalah dengan bantuan kacamata atau LASIK. Masih dari penjelasan dr. Irma Cholidah Sp.M, rabun jauh dan dekat ini bisa menimpa mata anak lho. Anak pun punya kemungkinan mengalami rabun dekat (baik lensa mata atau sumbu bola matanya tidak normal) serta bisa juga dipengaruhi oleh kebiasaannya sehari-hari.
Rabun jauh, rabun dekat dan hipermetropi tersebut jika tidak dikenali lebih dini akan mengakibatkan mata malas (lazy eyes). Dimana penglihatan pada anak tersebut pada satu mata atau keduanya tidak bisa berkembang dengan baik selama masa anak-anak.
Tandanya adalah ketika sudah dikoreksi dengan kacamata, penglihatannya masih tidak bisa dikoreksi 100%. Penyebabnya adalah karena pengalaman otak selama masa tumbuh kembang tidak pernah menangkap gambar yang fokus dalam matanya. Sedangkan otak menangkap pengalaman ketajaman penglihatan yang lengkap tersebut di usia sebelum 4 tahun.
Oleh karena itu segera ketahui ketika anak sudah menandakan gejala-gejala seperti ini, apalagi jika orang tuanya memang menggunakan kacamata (mengalami gangguan penglihatan juga).
2. Penyakit Mata Pada Anak Karena Mata Bintitan

Mata bintitan sering kali membuat anak merasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyebab mata bintitan umumnya adalah infeksi bakteri yang terjadi akibat tersumbatnya kelenjar mata. Kondisi ini menyebabkan penumpukan sel kulit mati di area kelopak mata yang akhirnya terinfeksi. Gejala bintitan biasanya meliputi pembengkakan, kemerahan, dan munculnya benjolan kecil yang terasa nyeri di tepi kelopak mata. Meski terlihat sepele, bintitan tetap membutuhkan penanganan yang tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Untuk mengatasi mata bintitan, langkah awal yang bisa dilakukan adalah mengompres area yang terkena dengan air hangat sebanyak tiga hingga empat kali sehari. Biasanya, bintitan akan sembuh dalam waktu satu hingga dua minggu dengan perawatan yang konsisten. Namun, jika kondisi ini berlangsung lebih lama, bahkan disertai demam, sebaiknya segera lakukan konsultasi dokter mata. Dokter mungkin akan melakukan tindakan medis seperti pembedahan kecil untuk mengeluarkan nanah. Dengan penanganan yang tepat, bintitan dapat sembuh tanpa meninggalkan bekas. Pastikan juga menjaga kebersihan mata anak untuk mencegah bintitan berulang.
Baca Juga:
โย Biaya Operasi Katarak 2025
โย Operasi Katarak Gratis 2025
โย Biaya Pemeriksaan Mata 2025
3. Penyakit Mata Pada Anak Karena Mata Merah

Salah satu bentuk sakit mata pada anak yang sering terjadi adalah mata merah. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti infeksi bakteri atau virus, alergi, hingga kebiasaan sering mengucek mata. Mata merah biasanya disertai gejala lain seperti mata berair, gatal, atau terasa perih. Penting bagi orang tua untuk mengenali penyebabnya agar dapat memberikan penanganan yang tepat. Jangan panik jika anak mengalami mata merah, karena sebagian besar kasus tidak serius dan dapat sembuh dengan perawatan sederhana.
Lalu, apa yang harus dilakukan ketika mata anak merah? Langkah pertama adalah membersihkan area mata dengan kapas steril dan kompres air hangat. Jika disebabkan oleh bakteri, dokter mata mungkin akan meresepkan antibiotik dalam bentuk salep atau obat tetes mata. Untuk kasus yang ringan, seperti akibat alergi atau iritasi, mata merah pada anak seringkali bisa sembuh sendiri dengan menjaga kebersihan mata dan menghindari pemicu alergi. Namun, jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin parah, segera konsultasikan ke dokter mata untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
4. Penyakit Mata Pada Anak Karena Mata Berair

Biasanya kasus mata berair pada anak terjadi karena sumbatan pada kelenjar air mata. Gejalanya bisa berupa keluarnya air mata secara terus menerus, pembengkakan di area sekitar mata, kelopak mata saling menempel, hingga mata berkerak.
Jika hal ini terjadi pada bayi baru lahir maka orang tua tidak perlu khawatir, karena biasanya akan membaik seiring dengan pertumbuhan bayi hingga nanti usianya sekitar satu tahun. Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi penyakit mata yang serius, cobalah memijat atau mengusap lembut area mata anak ya.
Baca juga:
– Katarak
– Mata Minus
– Operasi Katarak
Kapan Harus Periksa Mata?
Melakukan pemeriksaan mata secara rutin adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan mata anak. Jika anak sering mengeluhkan gangguan penglihatan, seperti sulit melihat jarak jauh, sering menggosok mata, atau mengalami gejala penyakit mata lainnya seperti mata merah atau bintitan yang tak kunjung sembuh, inilah saat yang tepat untuk segera melakukan tes mata KMU. Klinik Mata KMU merupakan pilihan terpercaya untuk melakukan pemeriksaan mata. Dengan layanan profesional dan peralatan modern, periksa mata KMU dapat membantu mendeteksi berbagai masalah mata sejak dini dan memberikan solusi terbaik.
Selain itu, pemeriksaan mata juga sebaiknya dilakukan minimal setahun sekali, meski anak tidak menunjukkan gejala tertentu. Pemeriksaan rutin ini dapat mencegah masalah mata berkembang lebih serius di kemudian hari. Jangan ragu untuk membawa anak ke Klinik Mata KMU agar kesehatan mata mereka tetap terjaga dan mendukung aktivitas belajar serta bermain tanpa gangguan.
Tonton juga video menarik lainnya seputar kesehatan mata disini!











