Musim hujan kembali tiba. Tentu saja, ciri paling mencolok dari musim hujan adalah naiknya curah hujan secara signifikan. Selain itu, level kelembaban meningkat pesat selama musim hujan. Kondisi ini dapat menyebabkan kelembaban berlebih di kulit dan sekitar mata. Kelembaban tersebut, ditambah dengan debu dan polutan lingkungan lainnya, dapat mengiritasi mata dan menciptakan tempat berkembang biak yang ideal bagi mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi mata. Apa saja penyakit mata yang dapat terjadi saat musim hujan? Simak selangkapnya dalam artikel ini!
Daftar Isi
Infeksi Mata Saat Musim Hujan

Pada dasarnya, infeksi mata adalah kondisi yang terjadi ketika mikroorganisme berbahaya seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit menginfeksi berbagai bagian mata. Tentu saja, saat infeksi terjadi, muncul sejumlah gejala. Mulai dari iritasi ringan hingga masalah serius yang dapat mempengaruhi penglihatan.
Seperti telah disinggung di muka, selama musim hujan, tingkat kelembaban meningkat pesat, yang dapat mengiritasi mata dan membuatnya lebih rentan terhadap infeksi. Kelembaban menyediakan lingkungan yang ideal bagi mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan jamur untuk berkembang biak, yang kemudian meningkatkan risiko infeksi mata.
Setelah hujan, partikel-partikel debu dan polutan yang telah mengendap di permukaan tanah saat terkena air hujan bisa kembali ke udara. Jika partikel-partikel ini membawa bakteri atau virus, dan masuk ke mata, maka bisa menyebabkan infeksi mata.
Adapun air hujan yang terkumpul di genangan air, saluran pembuangan, dan sumber air yang tergenang seringkali menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, virus, dan mikroorganisme berbahaya lainnya.
Kontak langsung dengan air yang terkontaminasi – seperti berenang di kolam yang tidak higienis, atau bahkan berjalan melalui genangan air dan terciprat – dapat mengekspos mata pada sejumlah patogen.
Musim hujan juga sering bertepatan dengan peningkatan alergen seperti jamur, tungau, debu, dan serbuk sari. Alergen-alergen ini dapat memicu reaksi alergi pada mata.
Sementara itu, seiring lebih seringnya turun hujan dan dengan meningkatnya kelembaban, orang mungkin lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan, yang meningkatkan paparan terhadap iritan seperti pendingin udara, yang bisa mengeringkan mata.
Mata yang kering lebih rentan terhadap infeksi, terutama jika iritan menyebabkan kerusakan pada permukaan mata. Selain itu, penggunaan payung, pakaian basah, dan kebiasaan mengusap mata dengan tangan yang kotor selama musim hujan dapat mempermudah jalan bagi mikroorganisme berbahaya masuk ke mata.
Baca juga:
Mata Keruh pada Ibu Hamil, Apakah Wajar?
Bagian-bagian Mata dan Fungsinya
Kenali 3 Gejala Rabun Senja
Penyakit Mata Saat Musim Hujan
Terdapat beberapa penyakit mata yang lebih sering terjadi selama musim hujan. Tiga di antaranya adalah sebagai berikut,
1. Konjungtivitis
Sering dikenal dengan sebutan Mata Merah, Konjungtivitis adalah infeksi atau peradangan pada Konjungtiva, lapisan tipis dan transparan yang menutupi bagian putih mata dan permukaan dalam kelopak mata. Ketika jaringan tersebut meradang, mata akan menjadi merah atau pink. Itulah sebabnya banyak orang menyebut kondisi ini sebagai Mata Merah.
Ada beberapa penyebab Konjungtivitis, antara lain karena infeksi virus, bakteri, alergen, paparan bahan kimia, asap, dan klorin di kolam renang.
Gejala Konjungtivitis meliputi hal-hal berikut ini.
- Mata kemerahan pada bagian putih mata (karena pembuluh darah di Konjungtiva melebar).
- Mata berair atau berlendir, yang bisa berbeda warnanya tergantung pada penyebabnya.
- Rasa gatal, terbakar, atau sensasi berpasir pada mata.
- Sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
- Pembengkakan kelopak mata.
- Pembentukan kerak pada bulu mata, terutama setelah tidur (lebih sering terjadi pada infeksi bakteri).
Konjungtivitis virus biasanya sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 minggu dan tidak memerlukan antibiotik. Pengobatan lebih berfokus pada mengurangi gejala, seperti kompres dingin, tetes mata pelembab, atau tetes antihistamin jika disebabkan oleh alergi.
Konjungtivitis bakteri memerlukan tetes mata antibiotik atau salep untuk mengatasi infeksi. Penting untuk menyelesaikan seluruh pengobatan agar infeksi tidak kambuh atau menimbulkan komplikasi.
Sedangkan Konjungtivitis alergi dapat diobati dengan tetes mata antihistamin atau obat antihistamin oral.
Adapun Konjungtivitis akibat iritan umumnya sembuh setelah iritan dihilangkan, dan tetes mata pelembab atau air mata buatan bisa membantu meredakan ketidaknyamanan.
2. Keratitis
Keratitis adalah peradangan atau infeksi pada Kornea, lapisan transparan berbentuk kubah yang menutupi bagian depan mata. Kornea memainkan peran penting dalam memfokuskan cahaya ke Retina, yang memungkinkan kita dapat melihat dengan jelas.
Penyebab Keratitis dapat karena infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit yang menginfeksi Kornea. Selain itu, setiap cedera pada Kornea, seperti goresan, luka bakar kimia, atau cedera akibat lensa kontak bisa juga menyebabkan Keratitis.
Kebersihan yang buruk dalam hal penggunaan lensa kontak, penggunaan yang berlebihan, atau tidur dengan lensa kontak dapat pula meningkatkan risiko infeksi yang mengarah pada Keratitis.
Kondisi Mata Kering, di mana produksi air mata yang tidak memadai, juga membuat Kornea lebih rentan terkena infeksi.
Gejala Keratitis mencakup antara lain sebagai berikut.
- Nyeri parah atau sensasi seperti tergores pada mata.
- Kemerahan pada mata yang lebih intens dibandingkan dengan Konjungtivitis.
- Penglihatan kabur atau penurunan ketajaman penglihatan.
- Sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
- Mata berair atau merasa ada benda asing di dalamnya.
- Pembengkakan kelopak mata.
- Mata berair atau bernanah (tergantung pada jenis infeksinya).
Untuk terapi, Keratitis karena bakteri memerlukan tetes mata antibiotik atau salep untuk membunuh bakteri. Pada kasus yang lebih parah, antibiotik oral mungkin dibutuhkan.
Sementara itu, Keratitis virus diobati dengan obat antivirus, biasanya dalam bentuk tetes mata antivirus atau obat antivirus oral.
Adapun Keratitis jamur diobati dengan obat antijamur, yang dapat diberikan dalam bentuk tetes mata atau, pada kasus yang lebih parah, secara oral atau intravena.
Sedangkan untuk Keratitis non-infeksius, pengobatan dapat berupa obat antiinflamasi seperti tetes mata kortikosteroid, atau hanya dengan menangani penyebab yang mendasarinya (misalnya, mengobati Mata Kering dengan tetes pelembab mata).

3. Ulkus Kornea
Ulkus Kornea adalah luka terbuka atau lesi pada Kornea, lapisan bening berbentuk kubah yang melapisi bagian depan mata. Ulkus Kornea sering disebabkan oleh infeksi. Namun, bisa juga terjadi akibat trauma, kekeringan, atau kondisi mata lainnya.
Tiga jenis infeksi utama yang menyebabkan Ulkus Kornea adalah:
- Infeksi bakteri
Ulkus Kornea akibat bakteri adalah yang paling umum terjadi dan biasanya terjadi setelah trauma atau cedera pada Kornea, seperti goresan dari lensa kontak atau benda asing yang masuk ke mata. Bakteri umum yang lazim menjadi penyebab antara lain Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, dan Streptococcus pneumoniae. - Infeksi virus
Penyebabnya adalah herpes simplex virus (HSV) dan virus varicella-zoster. - Infeksi jamur
Terutama pada mereka yang mengalami trauma akibat tanaman, tanah, atau paparan air yang terkontaminasi (misalnya berenang di kolam atau danau yang kotor). Ulkus Kornea jamur lebih sulit untuk diobati dan dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak didiagnosis dan diobati dengan cepat. - Infeksi parasit.
Ini lebih sering terjadi pada pemakai lensa kontak, terutama mereka yang terpapar air yang terkontaminasi atau tidak menjaga kebersihan lensa kontak
Untuk Ulkus Kornea yang tidak disebabkan infeksi, biang keladinya antara lain Mata Kering, trauma atau cedera, luka bakar kimia, dan penyakit Autoimun, seperti Rheumatoid Arthritis atau Sjögren’s Syndrome.
Gejala Ulkus Kornea dapat bervariasi, tergantung pada penyebab dan keparahan kondisi. Namun demikian, gejalanya biasanya mencakup kondisi-kondisi sebagai berikut.
- Nyeri mata. Biasanya sangat parah.
- Mata dapat terlihat sangat merah, terutama di sekitar pinggiran kornea.
- Penglihatan bisa menjadi buram atau kabur.
- Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia). Mata menjadi sangat sensitif terhadap cahaya terang.
- Mata mengeluarkan air mata berlebihan atau cairan kental seperti nanah.
- Perasaan seolah-olah ada sesuatu di dalam mata.
- Kelopak mata bisa menjadi bengkak dan terasa nyeri.
- Dalam beberapa kasus, pasien mungkin melihat bercak putih atau kabur pada kornea, yang merupakan ulkus tersebut.
Pengobatan Ulkus Kornea tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan infeksi. Tujuan utama pengobatan adalah untuk menghilangkan infeksi dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada Kornea. Pengobatan yang mungkin termasuk antibiotik jika ia disebabkan oleh infeksi bakteri. Untuk infeksi virus, seperti herpes simplex virus (HSV), obat antivirus seperti asiklovir atau valasiklovir mungkin diresepkan.
Jika Ulkus Kornea disebabkan oleh infeksi jamur, tetes mata atau obat jamur oral menjadi opsi terapi. Ulkus akibat jamur lebih sulit untuk diobati dan mungkin memerlukan terapi jangka panjang. Pada kasus yang parah, di mana Ulkus menyebabkan perforasi Kornea, opsi bedah seperti transplantasi Kornea mungkin diperlukan untuk memulihkan penglihatan.
Baca juga:
LASIK
Operasi Katarak Gratis
Operasi Katarak
Tips Menjaga Kesehatan Mata Saat Musim Hujan
Dengan risiko penyakit mata yang menyertainya, musim hujan membawa tantangan bagi kesehatan mata kita. Cuaca yang lembab, debu yang terbawa angin, serta perubahan suhu yang drastis bisa mempengaruhi kenyamanan dan fungsi mata.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kesehatan mata dengan baik selama musim hujan. Berikut beberapa tips untuk melindungi mata kita selama musim hujan.
- Jaga kebersihan mata. Cuci tangan secara teratur dan hindari menyentuh mata dengan tangan yang kotor.
- Gunakan kacamata pelindung. Kacamata pelindung dapat membantu melindungi mata dari angin dan hujan, serta mencegah debu atau polutan masuk ke mata.
- Tetap terhidrasi. Menjaga tubuh tetap terhidrasi membantu mempertahankan produksi air mata, yang penting untuk kesehatan mata.
- Bersihkan lensa kontak. Jika kalian memakai lensa kontak, pastikan lensa dibersihkan dan didesinfeksi secara teratur, serta hindari memakainya di lingkungan yang lembab atau berdebu.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, kalian dapat mengurangi kemungkinan infeksi mata selama musim hujan dan sekaligus menjaga mata kalian tetap sehat dan penglihatan tetap prima.
Baca juga :
Fakta dan Mitos Katarak pada LansiaÂ
Retina Mata Rusak, Penyebab dan 5 Akibat yang Ditimbulkan
Pak Hari Merasakan Penglihatan Baru Pasca Operasi Katarak Premium
Segera Tangani Keluhan Penglihatanmu!

Penglihatan yang baik adalah aset yang sangat berharga. Setiap keluhan terkait penglihatan, sekecil apapun, sebaiknya jangan dipandang remeh. Melakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata perlu segera dilakukan jika anda mengalami keluhan. Keluhan itu bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan mata yang lebih serius, seperti Rabun Jauh, Rabun Dekat, atau bahkan kondisi yang lebih berat seperti Glaukoma atau Katarak.
Oleh karena itu, sangat penting untuk segera melakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata guna segera mendapatkan penanganan terkait keluhan mata yang kalian alami. Penanganan dini terhadap keluhan mata dapat membantu memperbaiki kualitas hidup seseorang. Gangguan penglihatan yang tidak segera ditangani dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari, seperti bekerja, belajar, berkendara, atau bahkan berinteraksi sosial.
Untuk melakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata kalian dapat langsung datang ke RS & Klinik Mata KMU, yang memiliki berbagai jenis layanan kesehatan mata dan ditopang oleh peralatan modern dan lengkap.Â
Tim dokter spesialis mata yang berpengalaman di RS & Klinik Mata KMU siap membantu mendiagnosis dan menangani berbagai keluhan penglihatan kalian dengan profesional dan penuh dedikasi.Â
Dengan berbagai pilihan layanan mulai dari pemeriksaan mata umum hingga tindakan medis lebih lanjut untuk beragam penyakit mata, RS & Klinik Mata KMU memberikan solusi yang tepat untuk merawat dan memperbaiki kesehatan mata kalian.
Tak perlu menunda-nunda jika kalian mengalami keluhan pada mata, segera kunjungi RS & Klinik Mata KMU untuk mendapatkan perawatan terbaik demi kesehatan mata yang lebih baik dan penglihatan yang lebih jelas.










