Ini Solusi Retinopati Diabetik! Laser Retina

Ditinjau oleh

dr. Pinky Endriana, SpM

Terakhir diperbaharui pada

22 February 2025

Bagikan

laser retina

Bayangkan kondisi ini: sekeliling Anda menjadi kabur, pandangan menjadi tidak jelas. Anda seperti melihat melalui tirai tebal. Kondisi seperti itulah yang dirasakan oleh banyak penderita Retinopati Diabetik tatkala penglihatan mereka memburuk. Namun, kabar baiknya, teknologi medis saat ini telah menyediakan solusi berupa laser Retina. Lewat laser Retina, mata dapat terhindar dari kerusakan lebih lanjut yang diakibatkan oleh Diabetes.

Apa itu Retinopati Diabetik 

Pada dasarnya, Retinopati Diabetik adalah kelainan pembuluh darah kecil di Retina. Prosesnya sendiri berjalan secara progresif dan dapat menyebabkan kebutaan. kondisi ini ada kaitannya dengan tingginya kadar gula darah yang terjadi secara terus menerus atau berkepanjangan. Demikian dijelaskan oleh dr. Pinky Endriana H, Sp.M, dokter mata, dari Klinik Mata KMU Sidoarjo.

Menurut dr.Pinky, angka penderita Diabetes Mellitus dari waktu ke waktu terus bertambah. “Pada tahun 2000, di Indonesia terdapat sekitar 8 juta penderita Diabetes Mellitus dan pada tahun 2030 diperkirakan akan bertambah menjadi 21 juta lebih,” katanya.

Ditambahkannya bahwa prevalensi atau angka kejadian Retinopati Diabetik adalah sekitar 43,1 persen. “Dari angka ini, yang mengancam penglihatan sampai berpotensi mengakibatkan kebutaan itu sebesar 26,1 persen,” tegas dr. Pinky.

Sayangnya, lanjut dr. Pinky, pasien-pasien dengan Retinopati Diabetik, sering datang dalam kondisi sudah lanjut sehingga sulit untuk membantu untuk mempertahankan penglihatan lebih lama. Oleh sebab itu, sambungnya, penting untuk mendeteksi adanya kemungkinan Retinopati Diabetik sejak awal.

Merujuk data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dr.Pinky menyebut bahwa Retinopati Diabetik adalah penyebab kebutaan pada 4,8 persen dari seluruh kebutaan, meski tidak sebanyak Katarak, atau Glaukoma.

BACA JUGA:
Efek Rokok pada Mata: Ini Penyakit yang Mengintai
Operasi Katarak Gratis
Cuma 75 Ribu, Gunakan KMU Telecons untuk Konsultasi Online

Faktor Risiko dan Gejala Retino Diabetik

laser retina untuk retinopati diabetik
Diabetes berkontribusi bagi munculnya Retinopati Diabettik. Foto: thindeyehospital.org.

Apa saja faktor risiko yang menyebabkan Retinopati Diabetik dan apa saja gejalanya? Terkait risiko, dr.Pinky menyebut beberapa faktor berikut ini. 

Pertama, Diabetes Mellitus, alias penyakit gula, atau kadar gula darah yang lebih tinggi dari kadar normal. Jika kadar gula darah tidak terkontrol, maka risiko Retinopati diabetik menjadi lebih besar.

Kedua, kehamilan. Pada ibu-ibu yang hamil dan mengidap Diabetes Mellitus, maka risiko Retinopati diabetik juga semakin besar.

Ketiga, penyakit ginjal, Jika seseorang menderita Diabetes dan juga menderita penyakit ginjal, maka ini dapat menambah risiko terjadinya Retinopati Diabetik.

Keempat, Hipertensi dan Hiperkolesterol. Mereka yang mengidap Diabetes cenderung menghadapi risiko penyakit lainnya seperti Hipertensi dan Hiperkolesterol. Kondisi-kondisi ini menambah risiko terjadinya Retinopati Diabetik. 

“Ada Hipertensi, ada Hiperkolesterol. Biasanya itu paket lengkap pada orang yang mengidap Diabetes Mellitus,” jelas dr. Pinky.

Ditegaskan oleh dr. Pinky, durasi Diabetes dan munculnya Retinopati Diabetik semakin besar ketika individu semakin lama mengidap Diabetes. “Makin lama menderita Diabetes, makin besar risiko terjadinya Retinopati Diabetik,” tegasnya.

Diuraikan oleh dr.Pinky bahwa pada durasi 10 tahun, kemungkinan muncul Retinopati Diabetik adalah 50 persen. Adapun pada durasi 20 tahun, kemungkinan Retinopati Diabetik adalah 70 persen dan pada durasi 30 tahun kemungkin itu meningkat hingga 90 persen.

Terkait gejala saat penderita Diabetes Mellitus kemungkinan terserang Retinopati Diabetik, menurut dr.Pinky, gejala-gejalanya mencakup hal-hal berikut ini.

  • Penurunan penglihatan atau kabur secara bertahap.
  • Floaters. Yaitu melihat bayangan atau bintik-bintik yang bergerak sesuai gerakan mata.
  • Flashes atau fotopsia. Yakni kondisi di mana kita melihat kilatan cahaya.
  • Perdarahan akut pada vitreous humor (badan kaca) yang menurunkan penglihatan secara mendadak.

Diingatkan oleh dr.Pinky bahwa apabila gejala-gejala tersebut diabaikan dan tidak ada penanganan yang semestinya, maka dapat berujung pada kebutaan.

“Kita tidak usah menunggu sampai munculnya gejala. Biasakan mendeteksi sejak awal dengan melakukan skrining. Skrining untuk Retinopati Diabetik sudah dianjurkan sejak usia 10 tahun. Pada penderita Diabetes dewasa, sejak Diabetes terdiagnosis itu sudah harus dilakukan skrining dini untuk terjadinya Retinopati Diabetik,” paparnya. 

Apabila tanda-tanda Retinopati Diabetik itu masih pada tahap awal, tambah dr.Pinky, maka pemeriksaan mata dianjurkan secara periodik setiap setahun sekali.

“Tetapi jika sudah terdeteksi pada stadium menengah atau lanjut, maka periode kontrolnya bisa lebih pendek, bisa 3 atau 6 bulan sekali. Tergantung kondisi klinis pasien,” kata dr.Pinky.

BACA JUGA:
Operasi Katarak
LASIK
Alami Sakit Kepala Berkepanjangan? Awas Waspada Katarak

Laser Retina Solusinya!

Laser Retina atau Laser Panretinal Photocoagulation (PRP) adalah solusi efektif bagi penderita Retinopati Diabetik. Laser Retina dapat mencegah komplikasi serius dan menyelamatkan penglihatan penderita Diabetes.

Sesuai namanya, Laser Retina adalah prosedur medis yang menggunakan sinar laser untuk menghancurkan area Retina yang kekurangan oksigen. Tujuan utama Laser Retina ini adalah:

  • Mengurangi pertumbuhan pembuluh darah baru yang abnormal.
  • Mencegah kebocoran cairan dan perdarahan di mata.
  • Menurunkan risiko kebutaan permanen.

Prosedur Laser Retina sendiri biasanya dilakukan di klinik mata atau rumah sakit oleh dokter spesialis Retina. Berikut langkah-langkahnya:

Laser Retina tergolong prosedur yang aman dan tidak membutuhkan tindakan rawat inap. Setelah Laser Retina dilakukan, pasien kemungkinan cuma mengalami pandangan buram untuk sementara, yang akan membaik dalam beberapa hari.

Sejauh ini, Laser Retina cukup efektif dalam mencegah kebutaan pada pasien dengan Retinopati Diabetik. Selain itu, prosedur ini juga mampu mencegah komplikasi serius seperti Vitreous Hemorrhage (perdarahan di dalam cairan Vitreus).

BACA JUGA:
Apa Itu Trabekulotomi pada Mata? Ini Penjelasan Lengkapnya
Ini Titik Refleksi Mata Buram dan Cara-cara Memijatnya
Cara Atasi Mata Sulit Dibuka akibat Ada Benda Asing

Periksakan Keluhanmu di Layanan Retina KMU

Seperti disebutkan di muka, prosedur Laser Retina dapat dilakukan di rumah sakit maupun klinik mata. Salah satu tempat yang menawarkan layanan laser Retina ini adalah RS & Klinik Mata KMU.

Didukung oleh teknologi terkini dan tim dokter subspesialis Retina yang berpengalaman, Anda bisa memilih dua jenis layanan sesuai kebutuhan di RS & Klinik Mata KMU.

Pertama, layanan VIP. Ini cocok bagi Anda yang menginginkan pelayanan prioritas dengan fasilitas khusus. Lewat layanan VIP, pasien akan mendapatkan prioritas dalam antrean, pemrosesan dokumen yang lebih cepat, serta penanganan keluhan sebelum dan sesudah tindakan medis secara eksklusif.

Kedua, layanan umum. Layanan ini mudah diakses oleh siapa saja. Termasuk mereka yang menggunakan BPJS Kesehatan. Meski masuk kategori layanan umum, kualitas penanganan tetap menjadi prioritas utama di RS & Klinik Mata KMU. Biaya laser Retina (PRP) di RS & Klinik Mata KMU sendiri terbilang relatif terjangkau, mulai dari Rp 1.300.000-an untuk layanan umum.

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Jadi, tak perlu menunda-nunda untuk memeriksakan keluhan mata, terutama jika Anda telah didiagnosa mengidap Diabetes Mellitus. Ingat, deteksi dan penanganan dini, sebagaimana disampaikan dr.Pinky, adalah kunci utama menjaga kesehatan penglihatan Anda. 

RS & Klinik Mata KMU siap membantu Anda dengan layanan terbaik dan dokter spesialis terpercaya. Jangan pernah sungkan untuk segera menjadwalkan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata di RS & Klinik Mata KMU.

Tonton juga yuk, video edukasi kesehatan berikut ini : 

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218