Halo sahabat KMU, apakah kalian tahu bahwa salah satu penyakit mata bernama Endoftalmitis (Endophthalmitis) bisa sebabkan kebutaan? Penyakit tersebut bisa sebabkan kebutaan apabila cara penganan yang tidak tepat atau juga karena telat penanganan yang diakibatkan tidak pernah melakukan pemeriksaan mata secara rutin.
Endophthalmitis adalah peradangan parah dalam bola mata, dalam istilah lain penyakit ini disebut juga dengan “Panophthalmitis” jika peradangan melibatkan seluruh struktur bola mata, termasuk sklera dan orbit. Penyakit ini juga termasuk kedalam kasus gawat darurat mata karena berisiko kebutaan.
Bukan hanya mata Katarak atau Glaukoma yang bisa sebabkan kebutaan pada mata, namun penyakit Endophthalmitis juga bisa berisiko sebabkan kebutaan mata. Bagi sahabat KMU yang ingin tahu informasi selengkapnya mengenai gejala, penyebab, pengobatan dari penyakit Endoftalmitis, maka simak penjelasan berikut ini!
Daftar Isi
Apa Itu Endoftalmitis

Endoftalmitis adalah peradangan berat yang mengenai cairan dan intraokular yang biasanya merupakan akibat infeksi bakteri atau jamur baik eksogen maupun endogen. Namun, ada pula yang penyebabnya non-infeksi misalnya karena sisa material lensa setelah operasi atau bahan toksik.
Kondisi ini merupakan keadaan darurat oftalmologis yang membutuhkan penanganan segera oleh dokter mata karena dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen. Kondisi ini dapat berkembang menjadi panoftalmitis jika proses peradangan meluas sehingga tidak hanya menyerang isi rongga okular, tetapi juga seluruh selubung bola mata hingga kapsul Tenon, otot, dan atau jaringan orbita di sekitarnya.
Baca juga :
- Operasi Katarak Satu-Satunya Cara Untuk Bebas Dari Katarak
- 5 Macam Operasi Mata Berdasarkan Penyebabnya
Apa Saja Gejalanya?
Gejala Endoftalmitis yang perlu diperhatikan sahabat KMU atau pasien mata KMU, serta umumnya gejala ini muncul pada saat 2-7 hari pasca operasi mata. Ada pun gejala yang menjadi keluhan umumnya meliputi:
- Mata merah
- Ketajaman penglihatan yang sangat menurun
- Fotofobia (mata sensitif terhadap cahaya)
- Mata bengkak dan terasa nyeri
- Terdapat riwayat trauma pada bola mata
- Infeksi kornea yang memburuk
Selain itu, adapun terdapat gejala fisik mengenai struktur bola mata sebagai berikut :
- Udem palpebra superior
- Reaksi konjungtiva berupa hiperemis dan kemosis
- Injeksi siliar dan injeksi konjungtiva
- Kornea keruh
- Bilik mata depan keruh
- Udem kornea
- Keratik presipitat
- Hipopion
- Kekeruhan vitreus
- Penurunan refleks fundus
Ketika sudah berkembang menjadi panoftalmitis, gejala yang muncul akan lebih berat lagi serta juga akan merasakan nyeri hebat, kesulitan menggerakkan bola mata, kongesti orbita berat, dan proptosis. Bila sudah terjadi gejala tersebut maka segeralah lakukan periksa mata.
Baca juga :
– Operasi Katarak Gratis
– Lasik
Jenis dan Penyebabnya

Penyebab Endoftalmitis beserta jenisnya terbagi menjadi 4 Kategori yang harus sahabat KMU atau pasien mata ketahui, antara lain :
1. Endophthalmitis Endogen
Penyebaran secara endogen dimana organisme penyebab masuk ke intraokular dari sumber infeksi di bagian lain tubuh. Infeksi biasanya timbul dari sirkulasi posterior mata dengan kuman Candida species atau bakteri Gram-negatif. Penderita kategori ini umumnya tidak memiliki riwayat operasi mata sebelumnya, bisa juga menyerang pengguna narkoba.
2. Endophthalmitis Pasca Operasi Intraokular
Penyebab pada jenis ini paling banyak adalah setelah operasi Katarak. Biasanya terjadi karena infeksi setelah pengangkatan benang atau terbukanya jahitan. Bisa juga setelah penetrating keratoplasty akibat jaringan donor yang terkontaminasi bakteri Coagulase-negative staphylococci, Staphylococcus aureus, streptococcus species, dan bakteri Gram- negatif.
3. Endophthalmitis Bleb-Associated
Dapat terjadi pada pengguna lensa kontak, obat tetes mata yang terkontaminasi dengan jenis bakteri Streptococcus species, atau penderita blefaritis.
4. Endophthalmitis Pasca Trauma Tembus Mata
Mikroorganisme yang masuk dan menginfeksi saat cidera mata, yaitu bacillus species atau staphylococci dapat dengan cepat merusak jaringan. Endoftalmitis pasca trauma tembus mata dapat terjadi meskipun tanpa adanya benda asing intraokular. Juga dapat terjadi setelah luka menutup sendiri.
Bagaimana Cara Mengobatinya?
Karena termasuk peradangan berat dan penyakit serius, jika mengalami gejala-gejala di atas agar segera ke dokter. Lalu dokter di layanan primer yang menemukan kasus ini sebaiknya segera merujuk ke dokter mata untuk penegakan diagnosis dan penanganan berikutnya.
Penegakan diagnosis membutuhkan fasilitas ultrasonografi (USG) mata yang umumnya tersedia di layanan sekunder atau tersier. Juga dengan cara pemeriksaan fap vitreus serta cairan bilik mata depan yang umumnya hanya dapat dilakukan oleh dokter spesialis mata. Jika penyebabnya adalah ulkus kornea, perlu juga pemeriksaan kerokan kornea. Sedangkan Pada kasus pasca trauma, perlu foto rontgen orbita atau CT scan untuk mencari benda asing intraokular.
Cara mengobati endoftalmitis harus berdasarkan penyebab dan keparahan kondisi mata. Beberapa metode pengobatan yang dokter mata berikan antara lain:
- Jika pengobatan dilakukan dengan cepat dan tepat, beberapa pasien dapat sembuh dengan penglihatan yang baik atau sedikit menurun tingkat keparahan Endoftalmitis. Namun, dalam kasus yang lebih berat atau pengobatan terlambat bisa terjadi risiko kerusakan permanen pada mata dan kehilangan penglihatan yang signifikan.
- Cara mengobati endoftalmitis harus berdasarkan penyebab dan keparahan kondisi mata. Beberapa metode pengobatan yang dokter mata berikan antara lain:
- Antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri pada bola mata. Antibiotik ini yang bentuknya oles maupun injeksi (suntik).
- Kortikosteroid dalam bentuk injeksi (suntik) untuk meredakan peradangan di dalam bola mata
- Vitrektomi, untuk mengganti cairan mata yang terinfeksi.
- Antijamur untuk mengobati endophthalmitis akibat infeksi jamur. Antijamur ini bisa dalam bentuk injeksi (suntik) atau obat oral (minum).
Apabila sahabat KMU atau pasien mata KMU mengalami kondisi tersebut maka segera untuk mengambil tindakan pengobatan serta perlu untuk konsultasi dokter mata sebelum mengambil tindakan.

Cara Mencegah Endoftalmitis
Untuk mencegah Endoftalmitis, langkah yang harus dilakukan adalah upaya untuk mencegah bakteri penyebab infeksi masuk kedalam mata. Upaya tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan pelindung mata saat bekerja dengan risiko cedera pada mata. Misalnya untuk profesi tukang bangunan, pengelas, atau atlet yang melibatkan kontak fisik.
Sedangkan untuk kalian yang menjalani operasi katarak atau operasi mata lainnya, ikuti petunjuk dokter mengenai hal-hal yang harus dan pantangan setelah operasi. Lakukan kontrol rutin agar dokter mengetahui perkembangan kondisi pasca operasi.
Bagi sahabat KMU atau pasien mata yang memiliki masalah lain pada mata, seperti mata minus, mata plus, mata silinder bisa melakukan tes mata KMU atau periksa mata KMU. Jadi, ayo segera datangi RS & Klinik mata KMU terdekat di kota kamu!
Saksikan juga video kesehatan mata lainnya dibawah ini:











