Tradisi berbuka puasa dengan takjil manis merupakan salah satu hal yang hingga kini masih banyak dilakukan masyarakat Indonesia. Takjil manis tidak hanya soal makanan, namun juga minuman yang berasa manis dan berwarna. Kebiasaan seperti ini banyak dipercaya bisa membuat perut jadi buncit.
Namun tahukah sobat KMU, kebiasaan seperti ini tidak hanya sekedar membuat perut buncit. Lebih dari itu, takjil manis yang biasa dikonsumsi saat berbuka puasa ternyata juga bisa merusak kesehatan mata hingga bisa menyebabkan kebutaan permanen. Bagaimana bisa hal ini terjadi?
Baca juga:
Katarak
Operasi Katarak
Daftar Isi
Tradisi Mengkonsumsi Takjil Manis Saat Berbuka Puasa
Banyak orang berfikir setelah energi tubuh habis dalam sehari karena puasa, maka memakan atau meminum takjil manis saat berbuka puasa bisa menjadi pengisi tenaga kembali. Memang benar bahwa gula bisa digunakan untuk mengisi energi tubuh lagi setelah seharian puasa. Namun tentu konsumsi takjil manis ini harus dengan porsi dan waktu yang tepat.
Terlalu sering konsumsi takjil manis selama puasa justru bisa memicu masalah baru pada tubuh hingga bagian mata. Sedangkan di Indonesia, konsumsi takjil manis sudah menjadi kebiasaan yang susah dihilangkan.
Baca juga:Â
Operasi Katarak Gratis
Lasik
Kandungan Gula Dalam Takjil Manis
Beberapa takjil manis yang sering dikonsumsi kebanyakan orang untuk berbuka puasa adalah seperti kolak, minuman sirup, dan es buah yang sudah ditambah dengan campuran gula pemanis.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa rincian kandungan gula dalam takjil manis sesuai jenis takjilnya:
- Minuman Manis
Jenis minuman manis yang sering dijadikan takjil adalah seperti es teh dan es buah atau es sirup kental manis. Dalam satu gelas minuman manis ada sekitar 20 hingga 25 gram gula. Sedangkan beberapa orang biasanya tidak cukup hanya dengan satu gelas minuman saja.
- Kolak
Hampir sama dengan minuman manis, kolak juga mengandung gula yang cukup tinggi. Dalam semangkuknya, kolak bisa mengandung lebih dari 20 gram gula. Selain itu kolak juga mengandung gula tambahan dari buah yang digunakan untuk isi kolak, santannya, hingga kirim yang mungkin juga digunakan dalam pembuatannya.
- Kue Pasar
Kue pasar merupakan beberapa jenis kue yang sering dijual di pasar. Biasanya kue-kue ini juga dikenal dengan sebutan kue tradisional. Ada lebih banyak kandungan gula dalam satu porsi kue pasar. Dalam satu porsinya, bisa ada 22 gram gula atau lebih.
Baca juga:Â
Miopi
Mata Minus
Hubungan Konsumsi Gula Berlebih Dengan Kesehatan Mata

Di dalam mata terdapat pembuluh darah kecil yang mudah dipengaruhi oleh kondisi tubuh, utamanya dipengaruhi oleh makanan atau minuman yang dikonsumsi. Konsumsi gula yang terlalu berlebihan umumnya bisa membuat perut menjadi buncit.
Namun lebih dari itu, ternyata konsumsi gula berlebih juga dapat mengganggu penglihatan mata hingga menyebabkan terjadinya kebutaan. Tentunya hal ini dipengaruhi oleh proses gula dalam darah yang kemudian merusak pembuluh darah kecil pada mata.
Jika pembuluh darah kecil ini rusak karena pengaruh konsumsi gula yang berlebihan, maka bisa terjadi gangguan penglihatan mata yang serius. Utamanya lonjakan gula darah ini akan merusak retina mata. Sehingga hal ini sudah pasti dapat merusak kesehatan mata.
Baca juga:Â
Mata Panda
Mata Merah
Hubungan Gula Darah Tinggi Dengan Retinopati Diabetik
Seperti yang dijelaskan di atas, lonjakan konsumsi gula yang tinggi akan berpengaruh pada lonjakan gula dalam darah. Gula dalam darah tidak hanya mempengaruhi bagian tubuh seperti perut, namun juga dapat mempengaruhi kualitas aliran darah ke mata.
Dalam hal ini pembuluh darah pada mata bisa terjadi kerusakan seperti pecah. Bagian mata yang paling dipengaruhi oleh kondisi ini adalah Retina. Kondisi pembuluh darah yang pecah pada Retina seringkali dikenal dengan sebutan Retinopati Diabetik.

Pada penderita Diabetes yang punya tekanan gula darah tinggi sangat rentan mengalami Retinopati Diabetik. Jika sudah terjadi gejala Retinopati Diabetik, segera periksa ke dokter mata sebelum terlambat dan mengalami resiko kebutaan.
Baca juga:Â
Katarak
Katarak Lensa PremiumÂ
Dampak Konsumsi Takjil Manis Berlebihan Bagi Tubuh
Takjil manis memiliki kandungan gula yang cukup tinggi dalam satu porsinya. Sedangkan kebanyakan orang mengkonsumsi takjil dalam jumlah lebih dari satu porsi. Bisa diakumulasi sendiri jumlah gula yang dikonsumsi dalam satu waktu. Tentu saja hal ini menyebabkan lonjakan gula yang tinggi.
Lonjakan gula yang tinggi akan sangat berpengaruh bagi kesehatan tubuh. Pada dasarnya tubuh memang membutuhkan asupan gula yang membentuk energi. Namun terlalu berlebihan dalam konsumsi gula tentu tidak baik bagi seluruh bagian tubuh. Gula yang mengalir dalam darah akan merusak pembuluh darah.
Baca juga:Â
Terapi Mata Minus Anak
Glaukoma Onset Dini, Ancaman Penglihatan di Usia Muda
Hal ini menjadi sumber penyakit dalam tubuh, salah satunya adalah Diabetes. Saat tubuh mengalami Diabetes, tubuh akan jauh lebih rentan terkena berbagai macam penyakit termasuk penyakit pada mata. Retinopati Diabetik adalah salah satu penyakit mata yang paling sering muncul saat seseorang mengalami Diabetes. Tidak hanya itu, ada beberapa dampak buruk lainnya seperti:
- Obesitas
Kadar gula yang tinggi juga memiliki kadar kalori yang tinggi. Tubuh akan menyimpan kalori tinggi ini menjadi lemak dan membuat metabolisme tubuh berjalan lebih lambat. Inilah yang membuat seseorang rentan terkena Obesitas.
- Penyakit Jantung
Selain melonjaknya gula darah, konsumsi takjil manis berlebihan juga bisa menyebabkan Hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi dapat merusak kesehatan jantung karena meningkatnya trigliserida dan kolesterol jahat.
- Gangguan Pencernaan
Makanan atau minuman manis beresiko membuat perut terasa begah atau kembung. Hal ini dikarenakan banyaknya fruktosa/ sukrosa yang dikonsumsi.
- Peradangan Kulit
Konsumsi takjil manis ternyata juga sangat berpengaruh pada kesehatan kulit dalam bentuk peradangan. Peradangan pada kulit biasanya berupa tumbuhnya jerawat hingga penuaan dini.
- Sugar Crush
Lonjakan gula darah yang terjadi dalam waktu singkat karena konsumsi takjil manis berlebihan memang dapat meningkatkan energi. Namun hal ini tidak berjalan lama karena secara cepat juga akan ada kondisi penurunan energi secara drastis. Inilah mengapa setelah terlalu banyak makan atau minum manis biasanya tubuh akan merasa lemas dan ngantuk.
Makanan yang Baik Untuk Kesehatan Mata Saat Berbuka
Saat berbuka puasa tubuh membutuhkan asupan makanan yang baik tanpa menyebabkan gangguan kesehatan mata. Diantaranya seperti:
- Buah-buahan
Buah-buahan yang dimakan tanpa pengolahan menggunakan gula, memiliki khasiat yang sangat baik bagi tubuh dan mata saat berbuka puasa. Utamanya buah yang mengandung vitamin C akan sangat baik bagi tubuh dan mata. Contohnya mangga, jeruk, berry berry an, dan lain-lain.
- Kurma
Buah kurma memang punya rasa yang manis. Namun dengan kadar konsumsi yang wajar saat berbuka puasa akan membuat kurma sangat bermanfaat bagi tubuh, utamanya untuk kesehatan pencernaan.
Umumnya orang memakan kurma dalam jumlah yang tidak banyak, seperti hanya 3 biji, 5 biji, hingga 7 biji saja. Rasa manis Kurma juga dipercaya dapat menambah energi yang baik bagi tubuh.
- Kacang-kacangan
Kacang-kacangan seperti kacang almond atau biji bunga matahari memiliki kandungan vitamin E yang sangat baik untuk tubuh dan mata.
- Sayuran
Berbuka dengan sayur bisa dengan cara mengolah sayur menjadi salad. Jadi tidak harus secara langsung memakannya dengan makanan berat seperti nasi.
Baca juga: Hukum Pakai Obat Mata Saat Puasa, Batalkan Jika Terasa Pahit?
Konsultasi Dengan Dokter Mata
Kadar kebutuhan gula untuk berbuka puasa pada setiap orang mungkin berbeda-beda tergantung pada kondisi awal tubuhnya. Meski begitu terlalu banyak konsumsi gula saat berbuka puasa sudah pasti akan berpengaruh buruk pada tubuh, termasuk mata.
Untuk mengetahui kadar normal konsumsi takjil manis selama puasa agar mata tetap aman, maka dibutuhkan konsultasi dokter mata secara langsung. Hal ini sebagai langkah pencegahan sebelum terjadi masalah pada mata, utamanya pada Retina.
Selain itu untuk mata yang sudah terlanjur mengalami masalah karena lonjakan konsumsi gula juga membutuhkan konsultasi dokter mata untuk segera mendapatkan penanganan. Dengan begitu kondisi kata tetap bisa dijaga dari resiko yang jauh lebih buruk.
Tonton juga video menarik kesehatan mata lainnya:











