Waspada Autoimun Mata. Bisa Memicu Peradangan hingga Episkleritis!

Ditinjau oleh

RS & Klinik Mata KMU

Terakhir diperbaharui pada

15 October 2025

Bagikan

autoimun mata

Penyakit autoimun merupakan salah satu penyakit yang mana imun dalam tubuh menyerang sel-sel baik. Penyakit imun ini tidak hanya menyerang organ dalam, namun juga bisa menyerang bagian mata yang kemudian penyakit tersebut dikenal dengan autoimun mata.

Autoimun yang menyerang bagian mata akan menimbulkan berbagai macam gangguan mata. Umumnya penderita akan mengalami beberapa gejala yang tidak nyaman pada mata. Gangguan pada mata ini bisa berlanjut terus menerus jika tidak ada penanganan terhadap penyakit autoimun itu sendiri.

Apakah Autoimun Menyerang Mata?

Sebagaimana sekilas penjelasan di awal, penyakit autoimun bisa menyerang bagian tubuh manapun termasuk mata. Saat menyerang mata pun hal ini bisa menimbulkan berbagai gangguan pada mata, baik itu gangguan mata ringan, sedang hingga berat.

Penyakit autoimun yang menyerang mata bisa menimbulkan lebih dari 80 jenis penyakit mata. Penanganan autoimun mata pun bisa lebih kompleks karena ada faktor pemicu yang cukup kuat.

Saat autoimun menyerang mata, maka artinya imun yang seharusnya menjaga kesehatan mata secara otomatis menyerang sel-sel baik tersebut karena menganggapnya sebagai sel yang harus dibunuh. Alhasil mata kehilangan keseimbangan dan rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan mata.

Apa Saja Gejala Mata Autoimun?

Ada banyak gejala yang timbul karena adanya autoimun mata. Gejala-gejala ini ada yang sifatnya ringan, sedang hingga gejala paling berat seperti kebutaan yang juga dialami oleh penderita Katarak saat tidak lekas ditangani. Berikut ada gejala umum yang muncul pada penderita autoimun mata:

  • Rasa nyeri pada mata
  • Mata terlalu peka terhadap cahaya atau istilahnya fotofobia
  • Mata kering
  • Mata merah
  • Mata terasa seperti kemasukan benda asing
  • Pruritus
  • Perubahan visual
  • Penglihatan semakin kabur
  • dan bisa kehilangan penglihatan secara total

Gejala-gejala tersebut adalah yang paling umum dialami oleh penderita autoimun yang menyerang mata. Jika sudah timbul gejala tersebut, sangat disarankan segera konsultasi dokter mata.

Baca juga:
Operasi Katarak
Operasi Katarak Gratis

Penyebab Autoimun pada Mata

Autoimun yang terjadi pada mata pada dasarnya disebabkan oleh pengaruh autoimun itu sendiri. Namun tentu saja ada banyak faktor juga yang mempengaruhi terjadinya autoimun dalam tubuh seseorang.

Autoimun pada mata bisa terjadi saat penderita autoimun mulai mengalami Sjörgren’s Syndrome. Sindrom inilah yang memicu terjadinya permasalahan pada kesehatan mata.

Sedangkan faktor dasar yang menyebabkan autoimun pada tubuh yang kemudian bisa menyerang mata adalah sebagai berikut:

Faktor Gen

Sebab paling umum yang bisa membuat seseorang mengalami autoimun adalah karena masalah genetik atau turunan. Seseorang yang memiliki keluarga dengan riwayat autoimun maka resikonya terkena autoimun pun bisa lebih tinggi.

Infeksi

Autoimun juga bisa disebabkan oleh beberapa jenis infeksi tertentu. Salah satu contohnya adalah infeksi dari virus Epstein Barr.

Lingkungan

Faktor lingkungan dan pola hidup yang tidak sehat juga bisa menjadi faktor pemicu timbulnya autoimun pada seseorang, yang pada akhirnya bisa menyerang bagian mata.

Bahkan seseorang yang dasarnya sudah punya autoimun pun jika lingkungannya tidak sehat dan pola hidupnya buruk, bisa memperburuk kondisi kesehatannya.

Hormon

Kondisi hormon yang mengalami fluktuasi bisa meninggikan resiko munculnya autoimun pada tubuh seseorang.

Baca juga:
Lasik
Sjogren’s Syndrome; Pengertian dan Gejalanya

Penyakit Mata Yang Timbul Akibat Autoimun

Pada penjelasan sebelumnya telah disebutkan bahwa penyakit autoimun bisa menyerang kesehatan mata dan menimbulkan berbagai masalah dalam bentuk penyakit mata. Apa saja penyakit mata yang bisa timbul akibat autoimun ini? berikut beberapa jenis penyakit mata karena autoimun:

Uveitis

Pada mata terdapat lapisan tengah yang disebut dengan Uvea. Saat uvea bermasalah maka akan menimbulkan gangguan yang disebut Uveitis. Masalah yang dimaksud ini adalah peradangan pada Uvea.

Sjogren’s Syndrome

Selanjutnya ada Sjörgren’s Syndrome yang juga cukup umum dialami oleh penderita autoimun. Penyakit ini merupakan sindrom yang menyerang kelenjar air liur dan air mata.

Akibat dari sindrom ini, penderita akan mengalami kondisi mata dan mulut kering.

Thyroid Eye Disease

Saat mengalami autoimun, kelenjar tiroid dalam tubuh akan bekerja lebih aktif. Hal ini bisa menimbulkan Thyroid Eye Disease dalam bentuk tampilan mata yang lebih menonjol. Hal ini membuat penderita jadi merasa tidak nyaman dan kepercayaan dirinya menurun.

Neuritis Optik

Neuritis optik merupakan sejenis peradangan yang objek sasarannya adalah saraf mata. Saraf mata yang mengalami gangguan karena peradangan ini akhirnya bisa menimbulkan gangguan penglihatan.

Episkleritis

Hampir sama dengan Neuritis Optik, Episkleritis juga merupakan sejenis peradangan. Hanya saja objek yang diserang adalah lapisan luar mata yang biasa disebut dengan Episklera.

Iridosiklitis

Satu lagi peradangan yang umumnya dialami oleh penderita autoimun mata adalah Iridosiklitis. Peradangan Iridosiklitis menyerang bagian Iris dan badan Ciliary.

Baca juga:
Mata Merah dan Nyeri, Gejala Uveitis?
Kelenjar Air Mata; Anatomi, Fungsi dan Gangguan

Penatalaksanaan dan Pengobatan Autoimun Mata

Penatalaksanaan dan pengobatan terhadap autoimun mata dimaksudkan untuk mengatasi permasalahan pada mata akibat autoimun itu sendiri. Secara umum ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam penatalaksanaan ini, yaitu terkait pola hidup dan pengobatan autoimun mata itu sendiri.

Pola Hidup Sehat

Ada beberapa cara menjaga pola hidup untuk mengatasi autoimun pada mata, diantaranya adalah:

  • Senantiasa menjaga kebersihan bagian luar mata atau kelopak mata.
  • Saat terjadi mata kering, rutinkan untuk kompres menggunakan air hangat.
  • Pastikan selalu menggunakan kacamata atau pelindung mata selama berkegiatan di luar ruangan.
  • Jaga lingkungan dalam ruang seperti membiasakan menggunakan humidifier atau pembersih udara dalam ruang.
  • Membatasi waktu saat harus melihat layar gadget.
  • Rutin konsumsi asam lemak omega-3.

Baca juga:
Pengaruh Hormon Terhadap Fungsi Mata
Mata Bengkak Sebelah; Penyebab dan Cara Atasi

Pengobatan

Untuk mengatasi resiko atau efek buruk dari autoimun mata, ada beberapa obat yang bisa digunakan pada penderita gangguan imun seperti:

  • Kortikosteroid yang akan mengurangi peradangan.
  • Imunosupresan sejenis obat yang dapat menekan imunitas tubuh.
  • Obat tetes mata yang akan membantu melembabkan mata.
  • Terapi biologis dalam bentuk obat yang manfaatnya dapat menargetkan komponen spesifik pada imunitas tubuh.
  • NSAIDs atau obat anti peradangan (non-steroid) yang biasa digunakan untuk mengurangi gejala nyeri dan peradangan.

Selain dua alternatif penatalaksanaan tersebut, penderita autoimun mata juga harus rutin periksa ke dokter mata untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik. Sehingga tidak terjadi resiko kerusakan mata yang lebih parah.

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Pastikan untuk rutin konsultasi tanpa menunggu gejala menjadi lebih parah. Mengatasi penyakit autoimun memang tidak mudah, namun dengan tetap menjaga pola hidup sehat dan rajin periksa mata maka bisa mengurangi efek-efek buruk yang ditimbulkan oleh gangguan imun itu sendiri.

Tonton juga video kesehatan mata lain di channel KMU seperti video berikut:

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218