Secara umum ada beberapa bagian mata dengan fungsi yang berbeda-beda. Salah satu bagian mata adalah pupil. Apa yang terjadi jika pupil mata membesar?
Terkadang ada kondisi tertentu yang membuat pupil mata mengalami pembesaran. Hal ini juga bisa terjadi pada bagian mata yang lain. Kondisi membesarnya pupil ini bukanlah masalah serius seperti penyakit mata Katarak, refraksi atau masalah lainnya, melainkan hanya reaksi alami pupil mata.
Pupil mata sendiri memiliki fungsi yang cukup penting, yaitu mengatur intensitas masuknya cahaya ke dalam mata. Dengan begitu mata bisa melihat objek dengan lebih jelas.
Daftar Isi
Definisi dan Mekanisme Kerja Pupil Mata
Jika dilihat dari definisinya, pupil sendiri merupakan bagian mata yang bentuknya hitam membulat dan letaknya tepat ada di tengah-tengah mata dan di belakang kornea mata. Normalnya saat ada di ruang atau tempat yang terang, pupil memiliki ukuran sekitar 2 hingga 4 milimeter. Namun saat ada di ruang yang redup atau gelap maka pupil akan berubah ukuran sekitar 4 hingga 8 milimeter.
Dalam menjalankan fungsinya, pupil selalu dibantu oleh otot-otot pada area iris sehingga terjadi proses membuka dan menutupnya pupil.
Baca juga: Anatomi Mata: 9 Bagian, Fungsi, dan Keluhannya
Anatomi Iris Mata, Cara Kerja dan Fungsinya
Penyakit Pada Iris Mata Hingga Pengobatannya
Otot-otot di area iris mata akan mengubah bentuk pupil sesuai kondisi ruang. Dengan begitu cahaya bisa masuk ke pupil saat terjadi perubahan bentuk oleh otot iris kepada pupil.
Saraf yang mengatur pupil mata juga akan terhubung ke aferen atau jalur menuju otak dan eferen atau jalur dari otak menuju mata.
Penyebab Pupil Mata Membesar
Seperti yang dijelaskan sekilas di atas, pupil bisa berubah bentuk dari besar ke kecil atau sebaliknya sesuai kinerja otot di area iris. Lantas lebih detailnya apa saja kondisi yang bisa mengubah bentuk pupil mata membesar?
- Cahaya Rendah
Berdasarkan mekanisme kerja pupil, pupil mata membesar saat ada dalam kondisi redup atau intensitas cahaya terlalu minim. Hal ini terjadi karena secara alami pupil akan membesar untuk memasukkan lebih banyak cahaya dari luar mata. Dengan begitu seseorang tetap bisa melihat meski ada dalam ruang minim cahaya.
- Faktor Emosi dan Stress
Selain faktor eksternal, ternyata faktor internal seperti emosi dan stress juga bisa menyebabkan pupil mata membesar. Saat seseorang merasakan emosi bahagia, hormon oksitosin dalam tubuh akan mengalami peningkatan.
Dari sinilah saraf-saraf pengontrol pupil akan mulai terpengaruh dan mengalami pembesaran. Tidak hanya saat merasa bahagia, saat seseorang mengalami stress pun sistem saraf dan otak akan mendapatkan pengaruh sehingga pupil yang sarannya terhubung dengan otak pun dapat mengalami pembesaran.
- Efek Samping Obat-obatan
Sebenarnya kondisi pupil mata membesar lebih identik dengan reaksi alami mata. Namun pada beberapa kasus pembesaran pupil juga bisa terjadi karena masalah tertentu, seperti contohnya karena efek samping obat tertentu.
Meski begitu, biasanya hal ini masih dianggap wajar atau tidak terlalu membahayakan berdasarkan fungsi dan dosis obat tersebut. Contoh obat-obatan yang bisa membuat pupil mata membesar adalah seperti jenis obat Antihistamin, Antikolinergik, Dekongestan, dan lain-lain.
- Cedera Mata
Kondisi cedera mata sangat berpotensi membuat ukuran pupil jadi tidak stabil atau tidak normal. Pada sebagian kasus pupil jadi membesar karena efek cedera.Selain itu komplikasi tindakan operasi juga bisa menimbulkan pembesaran pupil mata seperti, tindakan transplantasi kornea dan operasi Katarak.
- Efek Samping Narkotika
Obat-obatan yang tergolong narkotika sangat berpotensi memperlambat kinerja saraf mata yang juga berkaitan dengan pengatur ukuran pupil. Alhasil ukuran pupil jadi tidak stabil atau perubahan bentuknya tidak normal.
Penggunaan obat narkotika bisa membuat pupil membesar atau bisa juga mengecil secara tidak stabil. Selain kondisi pupil yang terganggu, narkotika juga bisa menyebabkan masalah mata lain seperti mata berair, mata merah, dan lain-lain.
Baca juga: 5 Keluhan Mata Karena Pakai Lensa Kontak
Waspada! Gejala Stroke Mata Tidak Boleh Diabaikan
Cara Mudah Operasi Katarak Gratis di RS dan Klinik Mata KMU
- Sindrom Holmes-Adie
Sindrom Holmes-Adie kerap dikenal dengan sindrom sistem saraf otonom. Saraf ini dapat mengatur ukuran pupil. Biasanya gejala sindrom Holmes-Adie bisa ditandai dengan ukuran pupil membesar di salah satu bagian dan pupil mengecil di bagian lainnya.
Tidak hanya itu, sindrom ini juga memungkinkan adanya gangguan penglihatan namun tidak diatasi dengan penanganan lasik sebagaimana gangguan refraksi.
- Aniridia Kongenital
Aniridia Kongenital merupakan gangguan yang terjadi pada iris dan pupil mata bawaan dari lahir. Aniridia Kongenital menyebabkan ukuran pupil mata membesar dan terlihat tidak normal. Selain mengganggu bagian iris dan pupil, penyakit bawaan lahir ini juga bisa mengganggu kornea dan saraf mata.

Kondisi Yang Wajib Diwaspadai
Pada beberapa kasus pembesaran ukuran pupil mata bisa disebabkan oleh beberapa hal yang wajib diwaspadai. Jika sudah terjadi hal-hal tersebut maka perlu pemeriksaan ke dokter secara lebih mendetail. Diantara beberapa hal yang wajib diwaspadai adalah:
- Pupil Mata Membesar Tanpa Sebab Yang Jelas
Jika secara tiba-tiba ukuran pupil mata membesar bahkan tanpa dibersamai dengan gejala-gejala tertentu, maka kondisi ini patut diwaspadai. Segera konsultasi dokter mata untuk mengetahui diagnosa penyakit yang mungkin terjadi pada mata.
- Gangguan Penglihatan
Terjadinya gangguan kesehatan mata juga bisa sangat berpengaruh pada ukuran pupil yang tidak stabil atau membesar. Contohnya seperti penglihatan mata kabur yang mana intensitas cahaya tidak bisa masuk secara maksimal pada mata, sehingga memaksa pupil mata untuk bekerja lebih ekstra dan membuatnya jadi membesar.
- Pupil Tidak Merespon Cahaya
Seperti dasar mekanisme kerja pupil, pupil secara alami akan membesar saat minimnya cahaya yang masuk ke mata. Jika pupil itu sendiri tidak bisa merespon cahaya yang masuk ke mata, maka secara otomatis ukuran pupil akan membesar. Kondisi ini perlu diwaspadai karena ditakutkan terjadi gangguan mata berkelanjutan.
Yuk Segera Periksa Kesehatan Mata
Gangguan kesehatan mata bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja. Gejala yang muncul bisa jadi juga ditandai dengan perubahan ukuran pupil mata membesar atau mengecil dengan gejala lainnya.
Untuk menghindari terjadinya masalah gangguan mata yang lebih serius, yuk segera periksa ke dokter mata secara rutin yang bisa dilakukan paling tidak 6 bulan sekali.
Sobat KMU bisa periksa mata secara berkala di RS dan Klinik Mata KMU terdekat sesuai dengan cabang Klinik yang ada. Sayangi matamu sejak dini.
Saksikan juga video menarik lain tentang pemeriksaan kesehatan mata berikut:










