Pada kenyataannya, Katarak memang hanya dapat pulih sepenuhnya dengan jalan operasi. Pasalnya jika Katarak dibiarkan tanpa tindakan operasi, maka keparahannya bisa meningkat bahkan bisa menyebabkan kebutaan. Ketakutan ini sempat dirasakan oleh salah satu sobat KMU yang bekerja sebagai seorang ortopedi dan menderita Katarak.
Katarak umumnya memang menyerang lansia. Namun tidak menutup kemungkinan siapa saja bisa terserang penyakit mata yang satu ini dengan penyebab-penyebab lain selain faktor usia. Pak Sunaryo sebagai salah satu pasien operasi Katarak di Klinik Mata KMU menjadi salah satu contoh lansia yang mengalami Katarak.
Baca juga:ย
Operasi Katarak Gratis
Lasik
Daftar Isi
Mengenal Sosok Pak Sunaryo Sebagai Ahli Ortopedi
Di atas sudah disinggung sekilas tentang salah satu pasien Klinik Mata KMU Sidoarjo yang bernama Pak Sunaryo yang sempat menderita Katarak. Penasaran dengan kisahnya? simak sampai akhir ya sobat KMU.
Pak Sunaryo merupakan salah satu pasien yang pernah mengalami Katarak dan menjalani operasi Katarak di RS dan Klinik Mata KMU Sidoarjo. Pak Sunaryo merupakan pasien lansia yang usia nya sudah menginjak 67 tahun.
Baca juga:ย
Miopi
Mata Panda
Pak Sunaryo ini dikenal sebagai Ahli Ortopedi atau dengan nama lain Ahli Ortotik Prostetik yang memiliki profesi membuat alat bantu Ortopedi seperti brace, penyangga kaki/tangan, kaki palus, tangan palsu, dll. Pada usianya yang sekarang ini sebenarnya beliau sudah masuk usia pensiun. Namun Pak Sunaryo tetap memilih untuk melanjutkan pekerjaannya sejak dulu sebagai Ahli Ortopedi.
Sebagai seorang Ahli Ortopedi tentunya dibutuhkan ketelitian dalam bekerja agar produk yang dihasilkan bisa sesuai dan bisa membantu pasien yang memiliki kelainan dalam ortopedi.
Tanda Katarak yang Mulai Mengganggu Aktivitas

Beberapa waktu sebelum memutuskan operasi Katarak di Klinik Mata KMU Sidoarjo, Pak Sunaryo mengalami gejala pada salah satu matanya, yaitu mata sebelah kanan.
Mata sebelah kanan beliau seperti tertutup kabut sehingga semua hal terlihat buram dan tidak jelas. Tentunya hal ini bukan merupakan gejala mata minus atau gangguan Refraksi. Awalnya Pak Sunaryo berfikir bahwa matanya mungkin kelilipan atau ada benda asing yang masuk ke mata.
Pak Sunaryo merasa sangat terganggu dengan kondisi matanya yang semakin memburuk, apalagi beliau adalah seorang Ahli Ortopedi. Akhirnya beliau bertekad untuk mencari rumah sakit atau Klinik yang bisa melakukan tindakan operasi bagi matanya.
Salah satu rekannya memberikan saran dan informasi tentang Klinik Mata KMU yang ada di Sidoarjo, dekat dengan tempat tinggal Pak Sunaryo.
Baca juga:ย
Mata Merah
Terapi Mata Minus Anak
Hasil Operasi dan Pemulihan Penglihatan
Setelah mendapatkan informasi Klinik Mata KMU yang ada di Sidoarjo, Pak Sunaryo secara langsung datang dan konsultasi dokter mata untuk mengetahui apa yang dialami oleh mata kanannya.
Dokter mata mendiagnosa mata kanan Pak Sunaryo sudah terserang Katarak dan harus langsung dioperasi. Tanpa pikir panjang, Pak Sunaryo bersedia menjalani operasi tersebut karena terfikir resiko bahayanya gangguan mata tersebut bagi pekerjaannya sebagai Ahli Ortopedi jika tidak segera ditangani.
Baca juga: Operasi Katarak Dengan Metode Modern yang Lebih Aman di RS Mata KMU Lamongan
Pak Sunaryo bahkan segera meminta jadwal operasi pada tim Klinik Mata KMU Sidoarjo. Namun sebelum melakukan operasi, beliau harus menjalani serangkaian tes untuk keamanan proses operasi.
Setelah dicek, sayangnya saat itu kondisi gula darah beliau agak tinggi, yaitu sekitar 180. Sebenarnya kondisi ini sudah bisa dilakukan operasi namun ditakutkan ada hal-hal yang tidak aman sehingga dokter menyarankan pada Pak Sunaryo untuk menurunkan gula darah nya terlebih dulu menjadi angka di bawah 150.
Baca juga: Yuk Pahami Persiapan Sebelum Operasi Katarak Biar Operasi Lancar
Akhirnya mau tidak mau Pak Sunaryo menunda jadwal operasi hingga satu minggu untuk fokus menurunkan gula darahnya terlebih dulu. Setelah satu minggu, hasil cek gula darah Pak Sunaryo bagus karena sudah ada di range 120-130 yang artinya sangat aman untuk melakukan operasi Katarak.
Sebelum operasi pun beliau menghindari hal-hal yang dilarang demi keberhasilan operasi kali ini, seperti ibadah sholat ditekankan untuk dalam posisi duduk.
Proses operasi Katarak yang hanya berjalan selama sekitar 15 menit saja tanpa ada keluhan rasa sakit dari Pak Sunaryo sebagai pasien. Bahkan pemulihannya pun cukup cepat dan hasil operasi pada matanya kini benar-benar jernih seperti mata yang sangat sehat. Hal ini karena Klinik Mata KMU sudah menggunakan teknik operasi Katarak lensa premium tanpa jahitan.
Kembali Aktif Sebagai Ahli Ortopedi
Setelah pemulihan operasi Katarak yang sangat cepat, kini Pak Sunaryo memutuskan untuk kembali aktif bekerja sebagai Ahli Ortopedi dan membantu orang-orang yang punya kelainan tulang. Pak Sunaryo sendiri sudah sangat lama bergelut dengan dunia Ortopedi.
Dengan kualitas penglihatannya yang sudah sangat jernih dan detail saat ini, pekerjaan Pak Sunaryo jadi lebih maksimal.
Pengalaman mengatasi mata Katarak ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi Pak Sunaryo secara pribadi dan juga bisa menjadi cerita yang menarik untuk semua sobat KMU.
Kini terbukti bahwa operasi Katarak di Klinik Mata KMU Sidoarjo sangat bagus kualitasnya karena sudah menggunakan teknologi modern dengan tingkat keberhasilan yang tinggi.
Jadi, yuk sobat KMU jangan pernah ragu untuk segera periksa mata jika sudah muncul tanda-tanda adanya gangguan pada penglihatan mata.
Tonton juga:











