Obat mata gatal seringkali menjadi solusi utama bagi siapa saja yang merasa terganggu dengan rasa gatal di mata. Keluhan ini memang tampak sepele, tapi bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, apalagi jika disertai mata merah, perih, atau bahkan berair. Pernahkah kamu merasakan ingin terus mengucek mata karena gatal yang tak tertahankan? Nah, daripada dibiarkan, ada baiknya kamu memahami penyebabnya sekaligus memilih obat mata gatal yang tepat.
Dalam artikel kali ini, kita akan membahas berbagai pilihan obat mata gatal baik alami maupun medis, yang bisa membantu meredakan iritasi hingga infeksi ringan pada mata. Yuk, simak selengkapnya agar matamu kembali terasa nyaman dan sehat.
Daftar Isi
Pengobatan Alami vs Medis

Mata gatal sendiri biasanya disebabkan karena alergi, iritasi karena lingkungan (seperti debu, asap, polusi), mata kering (dry eye), atau infeksi ringan seperti Konjungtivitis. Nah, kalau mata kita terasa gatal, seringkali refleks kita adalah mengucek mata. Namun ternyata, hal itu sebaiknya tidak boleh dilakukan ya Sahabat KMU. Meski seringkali terasa lebih lega, ternyata hal ini bisa memperburuk iritasi dan menyebabkan alergi atau infeksi, bahkan dapat menyebabkan kerusakan Kornea seperti abrasi atau memicu kondisi lebih serius seperti Keratoconus.
Kalau kamu pernah merasa ingin cepat melegakan mata yang gatal, mungkin pernah mencoba melakukan kompres hangat atau dingin dulu? Nah, ini sebenarnya termasuk dalam pengobatan alami yang cukup populer. Kompres hangat bisa membantu membuka kelenjar minyak di kelopak mata, dan sangat berguna terutama jika masalahnya adalah blepharitis, sementara kompres dingin efektif meredakan iritasi dan rasa gatal ringan. Sebagai contoh data dari studi, penggunaan kompres dingin dilaporkan efektif meredakan gatal pada sekitar 25,4% kasus ocular pruritus, sementara kompres hangat efektif sekitar 16,9%.
Di sisi lain, pengobatan medis seperti antibiotik oles (tanpa resep) memang bisa menyasar infeksi ringan, tapi hati-hati, penggunaan yang tidak tepat justru bisa memicu resistensi atau iritasi tambahan. Misalnya, penggunaan antibiotik topikal tanpa pengawasan dokter sebaiknya dihindari. Alternatif medis lain yang lebih aman dan direkomendasikan oleh organisasi profesional (seperti American Academy of Ophthalmology) mencakup penggunaan tetes mata antihistamin, stabilizer sel mast, atau tetes pelembab (artificial tears) untuk mengatasi iritasi atau alergi. Selain itu, pengobatan suportif seperti kompres tetap jadi pilihan pendukung bagi banyak kondisi ringan.
Sedangkan, menurut jurnal medis, penderita dry eye syndrome (DED) yang sering disertai rasa gatal, tercatat mencapai 25% dari mereka yang berusia 65 tahun ke atas, dan bisa mencapai 70% pada kelompok tertentu. Ini menunjukkan bahwa gangguan gatal di mata cukup umum, apalagi seiring bertambah usia atau paparan lingkungan kering.
Baca Juga:
โ Biaya Operasi Katarak 2025
โ Operasi Katarak Gratis 2025
โ Biaya Pemeriksaan Mata 2025
Obat Mata Gatal Sesuai Dengan Penyebabnya
1. Obat Mata Gatal Karena Alergi

Penyebab pertama mata gatal adalah alergi mata, yang dikenal sebagai konjungtivitis alergi. Alergi ini muncul akibat reaksi terhadap zat-zat seperti debu, bulu binatang, serbuk sari, atau aroma bahan kimia tertentu. Konjungtivitis alergi sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu akut dan kronis. Pada konjungtivitis alergi akut, kelopak mata tiba-tiba terasa gatal, perih seperti terbakar, dan sering disertai gejala pilek atau hidung berair. Untungnya, reaksi ini biasanya hanya berlangsung sebentar.
Berbeda dengan itu, konjungtivitis alergi kronis meski lebih jarang, bisa terjadi sepanjang tahun dengan gejala mata terasa terbakar dan gatal terus-menerus. Untuk meredakan keluhan ini, biasanya digunakan obat mata gatal yang mengandung antihistamin. Antihistamin dalam bentuk tetes mata dapat membantu mengurangi gatal dan peradangan, sementara obat dekongestan bisa dipakai untuk mengurangi kemerahan, atau keduanya tersedia dalam kombinasi pada satu produk.
Beberapa orang mungkin percaya bahwa daun sirih bisa dijadikan obat mata gatal dan aman untuk mata. Konon, rebusan daun ini bisa digunakan untuk mengobati mata merah ataupun konjungtivitis. Faktanya, hingga saat ini, belum ada penelitian ataupun pernyataan dari para ahli tentang penggunaan rebusan air daun sirih untuk mata.
Jadi, sebaiknya tidak digunakan langsung pada mata, karena beresiko menyebabkan iritasi. Pilihan obat mata gatal yang teruji klinis jauh lebih aman dan efektif. Dengan mengetahui jenis alergi yang dialami, kamu bisa memilih obat mata gatal yang paling tepat untuk meredakan gejala.
Baca juga:
– Operasi Katarak
– Retinopati Hipertensi
2. Obat Mata Gatal Karena Mata Kering

Penyebab mata gatal berikutnya adalah mata kering. Yaitu kondisi mata yang tidak memproduksi cukup air mata. Baik karena jumlahnya yang kurang maupun kualitas air mata yang menurun. Karena mata tidak cukup menghasilkan air mata, mata akan terasa perih, gatal, berwarna merah, dan seperti ada yang mengganjal.
Untuk menghilangkan gatal akibat mata kering, cara paling efektif adalah menyembuhkan mata kering tersebut. Caranya adalah sebagai berikut:
- Melindungi mata dari angin, debu, asap, dan udara dingin.
- Berhenti merokok.
- Hindari pemakaian riasan pada mata. Sebab ia bisa menyebabkan mata kering dan iritasi.
- Kurangi screen time (menghadap monitor komputer dan layar gadget). Gunakan rule 20-20-20, yakni setelah 20 menit melihat screen, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter).
- Pemberian obat tetes mata untuk melembabkan mata sekaligus sebagai obat mata gatal. Tentu obat ini dari dokter mata, bisa digunakan 4โ6 kali sehari sesuai resepnya.
3. Obat Mata Gatal Karena Infeksi Mata

Salah satu penyebab mata gatal adalah terjadinya infeksi. Infeksi pada mata bisa disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Dua di antara jenis infeksi mata yang umum terjadi adalah konjungtivitis dan uveitis. Konjungtivitis umumnya dipicu oleh infeksi virus atau bakteri. Sedangkan uveitis adalah peradangan pada uvea mata yang juga dipicu oleh infeksi virus atau bakteri.
Tak hanya meredakan gatal, yang paling penting pada kondisi ini adalah mengatasi infeksinya agar tidak beresiko menimbulkan gangguan mata yang lebih parah. Jika tidak segera ditangani dengan baik, infeksi pada mata bisa mengakibatkan luka pada Retina, Katarak, atau bahkan kehilangan penglihatan.
Umumnya, konjungtivitis bakteri dapat diobati dengan tetes mata antibiotik. Sedangkan obat untuk uveitis bisa terdiri dari:
- Kortikosteroid. Obat ini untuk mengurangi peradangan.
- Antibiotik atau antivirus. Untuk mengendalikan virus atau bakteri pemicu uveitis.
- Obat imunosupresif. Umumnya diberikan ketika uveitis terjadi pada kedua mata. Atau ketika uveitis tidak bisa diatasi dengan kostikosteroid.
Obat-obat ini sekaligus merupakan obat mata gatal karena ia mengatasi penyebab mata gatal akibat infeksi.
4. Blefaritis
Mata gatal juga bisa disebabkan oleh blefaritis. Yakni peradangan pada kelopak mata. Blefaritis bisa terjadi ketika kelenjar minyak kecil yang ada di dasar bulu mata tersumbat. Akibatnya, mata mudah teriritasi dan kelopak mata membengkak.
Gejala blefaritis antara lain adalah mata gatal, mulai dari area kelopak mata dan mata secara keseluruhan, mata memerah, berair, dan sensitif terhadap cahaya silau.
Bagaimana cara mengobati mata gatal akibat blefaritis? Jawabannya bukan sekadar menggunakan obat mata gatal tetapi mengatasi penyebabnya yakni blefaritis dengan cara sebagai berikut:
- Mengompres mata dengan kain dan air hangat.
- Obat tetes mata atau salep kortikosteroid untuk mengurangi peradangan.
- Jika penyebab blefaritis adalah infeksi bakteri, biasanya dokter akan meresepkan antibiotik.
5. Mata Gatal Akibat Lensa Kontak
Penyebab mata gatal berikutnya adalah penggunaan lensa kontak. Menggunakan lensa kontak terlalu lama atau jarang menggantinya bisa menimbulkan rasa gatal yang mengganggu. Untuk mengatasinya, seringkali tidak dibutuhkan obat mata gatal. Cukup dengan memastikan lensa kontak Anda selalu dalam kondisi higienis dan menggantinya sesuai jadwal yang dianjurkan.
Memakai lensa kontak memang bisa menjadi tantangan bagi banyak orang. Tak heran banyak yang lebih memilih kacamata untuk mengatasi mata minus atau Miopi. Namun, ada juga yang ingin bebas dari kacamata karena dianggap berat, menghalangi pandangan, atau tidak nyaman dipakai.
Bagi Anda yang ingin terbebas dari ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak sepenuhnya, prosedur LASIK bisa menjadi solusi yang efektif. Dengan begitu, Anda bisa merasakan kenyamanan tanpa perlu khawatir lagi tentang mata gatal akibat lensa kontak.
6. Terlalu Lama Menatap Gadget
Menatap layar gadget terlalu lama juga bisa membuat mata gatal, selain mengakibatkan mata lelah. Gadget di sini termasuk televisi, komputer, tablet, dan smartphone.
Jika mata terasa gatal, bisa kompres dengan air hangat. Sedangkan cara mengatasi dan mencegah mata gatal, kurangi screen time (menatap layar gadget) dan terapkan rule 20-20-20, yakni setelah 20 menit melihat screen, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter).
Jika kondisi mata gatal semakin mengganggu atau bahkan semakin parah, penting banget untuk segera memeriksakan diri ke dokter mata. Jangan biarkan keluhan ini mengganggu aktivitas sehari-hari. Kamu bisa langsung melakukan periksa mata KMU di cabang Klinik Mata KMU terdekat di kota kamu. Di KMU, tersedia layanan lengkap mulai dari tes mata KMU hingga konsultasi dokter mata, sehingga masalah matamu bisa ditangani dengan tepat. Ingat, menjaga kesehatan mata adalah investasi jangka panjang. Jadi, jangan ragu untuk mengambil langkah ini demi kenyamanan dan kesehatan matamu.
Tonton juga video menarik lainnya seputar kesehatan mata disini!










