Kenapa Bintitan Tidak Sembuh-Sembuh? Kenali Penyebab dan Penanganannya

Ditinjau oleh

Terakhir diperbaharui pada

6 January 2026

Bagikan

Kenapa Bintitan Tidak Sembuh-Sembuh? Kenali Penyebab dan Penanganannya

Beberapa pasien mata RS & Klinik mata KMU sering mengeluhkan mata bintitan tidak sembuh-sembuh, lalu mengapa hal itu bisa terjadi? Mata tidak sembuh-sembuh atau bintitan sering kambuh terjadi karena beberapa faktor, salah satunya adalah karena infeksi yang terjadi akibat salah penanganan. 

Untuk mengetahui penyebab lain mengapa mata bintitan tidak sembuh-sembuh, maka silahkan simak penjelasan berikut ini secara lengkap! 

Apa Itu Bintitan?

Apa Itu Bintitan?

Sebelum membahas mengenai alasan mengapa mata bintitan tidak sembuh-sembuh, maka akan dijelaskan terlebih dahulu tentang pengertian dari mata bintitan. 

Mata bintitan atau dalam bahasa medis disebut dengan Hordeolum adalah suatu kondisi munculnya benjolan kecil seperti jerawat seukuran jagung di area kelopak mata. Benjolan kecil ini bisa muncul pada salah satu mata atau pada kedua mata. 

Sering kali mata bintitan dikaitkan dengan mitos bahwa orang tersebut sering mengintip, padahal faktanya bintitan terjadi karena banyak faktor yang bisa dijelaskan secara medis. 

Baca juga:
Saraf Optik mata: struktur, fungsi, dan berbagai penyakitnya
Gas Air Mata Menyengat Mata? Ini 5 Langkah Pertolongan Pertamanya!
Apa Penyebab Glaukoma? Kenali Risiko & Cara Cegah Sebelum Terlambat

Kenapa Bintitan Tidak Sembuh-Sembuh?

Kenapa Bintitan Tidak Sembuh-Sembuh?

Fase penyembuhan pada mata bintitan ini umumnya akan sembuh pada 1 sampai 3 minggu. Apabila dalam kurun waktu tersebut mata bintitan tidak sembuh atau sering kambuh, berarti ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, antara lain:

1. Komplikasi Menjadi Kalazion

Bintitan adalah infeksi kelenjar yang menimbulkan peradangan akut dan nanah. Jika nanah sudah kering tetapi peradangannya menetap, benjolan tersebut bisa berubah menjadi Kalazion.

2. Infeksi Bakteri Yang Berulang

Kurangnya kebersihan tangan, menyentuh atau menggosok mata dengan tangan kotor, atau tidak membersihkan riasan mata sebelum tidur dapat menyebabkan infeksi bakteri Staphylococcus terus-menerus kembali.

3. Mata Mengalami Blefaritis

Peradangan kronis pada tepi kelopak mata ini menyebabkan kelenjar minyak tersumbat dan meradang secara berulang, menjadikan mata rentan terhadap munculnya bintitan baru.

4. Perawatan Yang Tidak Tepat

Tindakan seperti memencet bintitan ini mendorong infeksi lebih dalam ke jaringan mata atau menyebarkan bakteri, yang pada akhirnya memperburuk peradangan dan memperlambat penyembuhan, bahkan bisa menyebabkan infeksi serius seperti selulitis kelopak mata.

Baca juga : 
LASIK
Katarak
Operasi Katarak

Gejala Bintitan yang Perlu Diwaspadai

Gejala mata bintitan ini umumnya tampak terlihat jelas secara fisik sehingga mudah untuk diidentifikasi. Berikut ini beberapa gejala mata bintitan, antara lain: 

  1. Benjolan merah dan nyeri pada kelopak mata
  2. Pembengkakan lokal pada area benjolan
  3. Rasa sakit atau nyeri saat disentuh
  4. Mata terasa gatal atau perih
  5. Keluarnya nanah dari benjolan (setelah beberapa hari)
  6. Mata berair atau terasa seperti ada benda asing
  7. Kerak di sekitar kelopak mata
  8. Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia)

Pada beberapa kasus, seperti yang dialami oleh pasien mata KMU akan mengalami mata kabur karena bintitan yang tidak sembuh-sembuh. 

Penanganan Medis Jika Bintitan Tidak Membaik

Bila mengalami mata bintitan tidak sembuh-sembuh, maka sebaiknya segera untuk konsultasi dokter mata. Berikut beberapa tindakan medis yang dilakukan oleh dokter mata untuk mengatasi mata bintitan yang sering kambuh, meliputi: 

  1. Dokter mata akan menganalisis terlebih dahulu penyebab yang mendasari terjadinya mata bintitan supaya dapat dilakukan tindakan secara tepat dan efektif untuk mengatasinya. 
  2. Pemberian obat berbentuk salep atau tetes mata yang mengandung antibiotik (seperti Kloramfenikol, Gentamisin, atau Eritromisin). Obat ini dioleskan atau diteteskan pada area bintitan untuk membunuh bakteri penyebab infeksi.
  3. Jika bintitan tidak sembuh melalui pengobatan, umumnya dokter akan melakukan operasi ringan pada area bintitan dengan tujuan mengeluarkan isi di dalam mata bintitan. 

Baca juga: 
Operasi katarak gratis 2025
Biaya pemeriksaan mata 2025
Biaya Operasi katarak 2025

Kapan Harus Periksa ke Dokter Mata?

Kapan Harus Periksa ke Dokter Mata?

Ada beberapa ciri untuk harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter mata, antara lain: 

  1. Mata bintitan tidak sembuh dalam 1 sampai 3 minggu.
  2. Muncul gejala lain yang menyertainya, seperti nyeri hebat, penglihatan kabur dan lain sebagainya. 
  3. Terjadi bengkak yang cukup kronis pada area kelopak mata. 
  4. Mengalami kelopak mata yang sulit dibuka dan sampai mengganggu lapang pandang penglihatan. 
  5. Kesulitan untuk melakukan aktivitas atau terganggu dengan adanya mata bintitan. 

Bila Anda mengalami kondisi-kondisi tersebut maka sebaiknya segera untuk melakukan pemeriksaan mata ke dokter mata. RS & Klinik mata KMU menyediakan layanan pemeriksaan untuk mata bintitan, ayo segera lakukan pemeriksaan dan konsultasi dokter mata secepatnya di RS & Klinik mata KMU!

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Saksikan juga video lain tentang kesehatan mata di bawah ini: 

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218