Iritasi Mata Akibat Softlens, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh

RS & Klinik Mata KMU

Terakhir diperbaharui pada

31 August 2026

Bagikan

Iritasi Mata Akibat Softlens, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya

Softlens yang digunakan tidak sesuai aturan dapat memicu iritasi mata akibat softlens, seperti mata merah, gatal, perih, atau terasa terbakar, sehingga kebersihan dan cara pemakaiannya perlu diperhatikan. Yuk simak artikel berikut ini agar terhindar dari kondisi tersebut!

Mengapa Softlens Bisa Menyebabkan Iritasi Mata?

Mengapa Softlens Bisa Menyebabkan Iritasi Mata - Iritasi Mata Akibat Softlens

Softlens bersentuhan langsung dengan permukaan mata sehingga kebersihan dan cara penggunaannya perlu diperhatikan. Tangan yang tidak bersih saat memasang atau melepas softlens dapat memindahkan kotoran dan mikroorganisme ke mata. Selain itu, menggunakan softlens terlalu lama, tidur menggunakan softlens, atau tidak mengganti lensa sesuai masa pakainya dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah pada mata.

CDC juga menyarankan pengguna softlens untuk mencuci dan mengeringkan tangan sebelum menyentuh lensa, tidak tidur dengan softlens kecuali atas anjuran dokter mata, serta menjauhkan softlens dari air saat mandi atau berenang.

Baca juga:
– Operasi Katarak Gratis
– LASIK
– Katarak

Ciri-Ciri Iritasi Mata Akibat Softlens

Ciri-Ciri Iritasi Mata Akibat Softlens

Mengenali gejala sejak dini dapat membantu pengguna mengambil langkah yang tepat. Beberapa ciri iritasi mata akibat softlens yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Mata terlihat merah, terutama setelah menggunakan softlens.
  2. Mata terasa gatal atau perih, sehingga muncul keinginan untuk mengucek mata.
  3. Sensasi terbakar atau menyengat pada mata.
  4. Mata berair lebih banyak dari biasanya.
  5. Mata terasa mengganjal, seperti ada benda asing di dalamnya.
  6. Mata menjadi sensitif terhadap cahaya atau penglihatan terasa terganggu.

Keluhan seperti mata merah, rasa terbakar, berair, sensitif terhadap cahaya, nyeri, atau penglihatan menurun dapat muncul pada berbagai kondisi mata dan tidak selalu berarti infeksi. Namun, pada pengguna softlens, gejala tersebut perlu diperhatikan karena infeksi terkait lensa kontak dapat menjadi serius.

Baca juga:
– Awas Salah Pakai! Ketahui Masa Aman Pakai Softlens Minus di Sini!
– Operasi Katarak
– Cara Rawat Softlens Baru: Cara Rendam & Tips Aman Memakainya

Kesalahan Menggunakan Softlens yang Perlu Dihindari

Kesalahan Menggunakan Softlens yang Perlu Dihindari - Iritasi Mata Akibat Softlens

1. Memakai Softlens dengan Tangan Kotor

Tangan merupakan salah satu sumber kotoran dan mikroorganisme yang dapat berpindah ke lensa. Selalu cuci dan keringkan tangan sebelum memasang atau melepas softlens. Kebiasaan sederhana ini penting untuk membantu menjaga kebersihan mata.

2. Tidur Tanpa Melepas Softlens

Tidur menggunakan softlens dapat meningkatkan risiko infeksi mata. Karena itu, lepaskan softlens sebelum tidur, kecuali dokter mata secara khusus menyatakan bahwa jenis lensa tersebut aman digunakan semalaman.

3. Menggunakan Softlens Melebihi Masa Pakai

Setiap softlens memiliki aturan masa penggunaan yang perlu diikuti. Jangan menggunakan lensa melebihi periode yang direkomendasikan. Selain itu, cairan pembersih juga sebaiknya tidak digunakan kembali atau dicampur dengan cairan lama.

Cara Aman Menggunakan dan Merawat Softlens

Cara Aman Menggunakan dan Merawat Softlens - Iritasi Mata Akibat Softlens

Untuk membantu mencegah iritasi mata akibat softlens, biasakan mencuci dan mengeringkan tangan sebelum menyentuh lensa. Bersihkan serta simpan softlens menggunakan cairan disinfektan yang sesuai, bukan air keran atau air liur. Hindari pula menggunakan softlens ketika berenang, mandi, atau berada di bak air panas.

Tempat penyimpanan softlens juga perlu diperhatikan. Bersihkan case menggunakan cairan yang sesuai, biarkan mengering, dan ganti case secara berkala. CDC merekomendasikan penggantian case setidaknya setiap tiga bulan.

Jika mata mulai terasa tidak nyaman, jangan memaksakan diri untuk terus memakai softlens. Siapkan kacamata sebagai alternatif sehingga mata dapat beristirahat ketika diperlukan.

Kapan Iritasi Mata Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Jika mata merah, gatal, atau terasa terbakar setelah menggunakan softlens, sebaiknya lepaskan softlens terlebih dahulu dan perhatikan kondisi mata. Jangan kembali menggunakan softlens ketika keluhan masih berlangsung tanpa mendapatkan arahan yang tepat.

Pemeriksaan ke dokter mata menjadi semakin penting jika keluhan disertai nyeri pada mata, mata merah yang menetap atau semakin berat, keluar cairan, sensitif terhadap cahaya, penglihatan menjadi kabur atau menurun, atau muncul sensasi benda asing yang kuat. Pada pengguna softlens, gejala tersebut perlu diperhatikan karena infeksi Kornea dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan tepat.

Jadi, jangan tunggu sampai keluhan mata semakin parah. Gunakan softlens sesuai petunjuk, jaga kebersihannya, dan segera konsultasikan keluhan yang tidak membaik kepada dokter mata. Pemeriksaan mata secara rutin dan juga konsultasi dokter mata sangatlah penting untuk membantu menjaga kesehatan mata dan mengenali berbagai masalah sejak dini.

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Tonton juga video menarik lainnya seputar kesehatan mata disini!

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218